Tips Memasukkan Buah dan Sayuran Dalam Menu Makan Anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Buah dan sayuran dengan aneka ragam warna dan bentuk adalah bagian yang penting dan menyenangkan dalam menu makanan anak Anda. Keduanya mengandung nutrisi yang penting untuk kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Jika setiap hari Anda membiasakan makan dan menikmati buah dan sayuran bersama anak Anda, maka biasanya mereka akan mencontoh kebiasaan Anda.

Beri contoh yang baik pada anak

Kebanyakan bayi makan buah dan sayuran sebagai salah satu makanan padat pertama mereka. Setelah tahun pertama, Anda mungkin melihat anak Anda lebih rewel terhadap makanan karena mereka bisa lebih mandiri dalam memilih dan menikmati makanan. Sikap rewel ini biasanya terjadi saat Anda menawarkan buah dan sayuran. Orangtua mungkin khawatir jika anak mereka kekurangan makan buah dan sayuran dari waktu ke waktu, tetapi ini bukanlah masalah besar. Tidak perlu memaksa anak untuk makan lebih banyak buah dan sayuran. Cara terbaik bagi orangtua yaitu untuk masukkan buah dan sayuran sebagai bagian dari menu sehari-hari bagi seluruh keluarga Anda. Hal ini mungkin memerlukan waktu, tetapi inilah cara bagaimana anak-anak belajar menikmati buah dan sayuran. Jadi teruslah mencoba.

Manfaat buah dan sayuran

Ada banyak manfaat jika Anda makan berbagai macam sayuran dan buah. Sayuran dan buah-buahan menyediakan vitamin penting seperti vitamin C dan asam folat. Buah dan sayur juga memiliki zat nabati lain yang dianggap penting untuk membantu mengurangi risiko beberapa jenis kanker dan penyakit jantung.

Berapapun jumlahnya lebih baik daripada tidak sama sekali

Semua orang dianjurkan untuk makan dua buah dan lima sayuran setiap hari, tetapi banyak anak dan orang dewasa yang tidak menerapkan hal ini dalam rutinitas hariannya. Kadang, anak-anak lebih memilih kudapan ‘enak’ yang tinggi lemak dan camilan tinggi gula sebagai gantinya. Jangan cepat menyerah untuk menawarkan sayuran atau buah pada si kecil, bahkan jika ia sering menyisakan buah dan sayur di piringnya. Terus tawarkan anak Anda berbagai macam buah dan sayuran setiap hari dan bukan hanya jenis yang mereka sukai. Anak-anak memiliki ukuran porsi yang kecil dan tergantung pada tingkat usia, nafsu makan, dan aktivitas mereka. Ingatlah berapapun jumlahnya lebih baik daripada tidak sama sekali dan selalu coba untuk menemukan cara untuk memberikan lebih banyak buah dan sayuran.

Anjurkanlah anak Anda untuk makan lebih banyak buah dan sayuran

Jika Anda mengikuti kebiasaan makan yang sehat, anak Anda mungkin pada akhirnya mengikuti cara makan Anda. Teruslah tawarkan buah dan sayuran dalam berbagai variasi hidangan, karena anak-anak lebih mungkin untuk makan apa yang akrab dengan mereka. Jangan pernah menganggap anak Anda tidak suka buah atau sayuran tertentu. Ketika Anda menawarkan tetapi anak Anda menolaknya, mungkin di lain hari mereka memutuskan untuk mencobanya. Selera anak biasa berubah seiring bertambahnya usia. Lima langkah untuk sukses memberikan anak Anda buah dan sayuran yaitu:

  • Ajaklah anak Anda dalam merencakan dan menyiapkan makanan.
  • Contohkan padanya dan sering-seringlah makan buah dan sayur di hadapannya.
  • Sajikan buah dan sayur dengan presentasi yang menarik dan mengundang nafsu makan.
  • Tambahkan buah dan sayuran dalam menu sesering mungkin yang Anda bisa.
  • Jangan menyerah.

Ajaklah anak Anda dalam merencanakan dan menyiapkan makanan

Bagaimana caranya? Simak tips berikut ini:

  • Ajak anak Anda berbelanja ke supermarket atau pasar untuk memilih buah dan sayuran yang mereka inginkan.
  • Biarkan mereka melihat, mencium, dan merasakan macam-macam buah dan sayuran ketika berbelanja bersama.
  • Minta si kecil untuk menggambarkan makanan dan jelaskan makanan tersebut kepada Anda.
  • Biarkan anak Anda membantu mencuci dan menyiapkan buah-buahan dan sayuran. Gunakan kesempatan ini untuk mengeksplorasi warna dan bentuk yang baru.
  • Tingkatkan keterampilan mereka dengan membiarkan mereka membuat salad sederhana untuk diri mereka sendiri.
  • Ajak ia menghitung buah anggur atau buah lain dan masukkan ke dalam mangkuk.
  • Tanam beberapa sayuran atau bumbu di kebun atau pot. Biarkan anak Anda menyiram dan memelihara tanaman.

Nikmati buah dan sayuran

Caranya?

  • Selalu ingat untuk menikmati makan bersama anak Anda bila memungkinkan. Jika anak Anda melihat Anda makan dan menikmati berbagai macam buah-buahan dan sayuran, mereka cenderung lebih berani untuk mencobanya.
  • Kadang, seorang anak mungkin lebih memilih sayuran mentah daripada dimasak.
  • Seorang anak dapat menolak makanan baru jika ia makan dengan keadaan yang stress, sehingga cobalah dan fokus pada hal yang menyenangkan saat makan bersama dan hindari pertengkaran.

Penyajian makanan

Bagaimana baiknya? Simak tips berikut ini:

  • Sediakan selalu semangkuk buah segar siap makan di atas meja. Simpan beberapa sayuran seperti kacang polong, tomat, wortel dan jamur di lemari es untuk camilan cepat.
  • Sajikan sayuran dan buah tampak semenarik mungkin di piring si kecil. Sajikan buah dan sayuran yang berbeda warna, buat bentuk kartun dari potongan-potongan tersebut, atau sediakan buah dan sayuran tersebut di piring khusus.
  • Untuk anak yang tidak doyan makan, coba sediakan buah dan sayur baru sekali seminggu.

Sertakan buah dan sayuran pada makanan sesering mungkin

Caranya?

  • Sajikan sayuran dan buah dengan berbagai cara, dan tambahkan pada sebagian besar makanan dan makanan ringan.
  • Daripada mencari resep baru, cobalah untuk tingkatkan ragam atau jumlah sayuran yang dapat ditambahkan ke resep favorit keluarga Anda, seperti saus pasta, sup, atau tumisan.

Saran camilan

Tambahkan sayuran dan buah dalam makanan ringan. Cobalah ide-ide di bawah ini untuk makanan ringan:

  • Jagung pipil rebus
  • Kentang
  • Sup labu atau sup sayuran
  • Popcorn tawar buatan sendiri
  • Sayuran potong dengan saus celupan atau yoghurt
  • Muffin atau kue yang dibuat dengan isian buah atau sayuran
  • Buah atau sayuran beku
  • Kebab (sate) buah
  • Buah rebus
  • Es campur buah
  • Buah kalengan
  • Salad buah atau sepiring potongan buah-buahan segar

Jangan menyerah

Teruslah mencoba sampai si kecil mulai terbiasa dengan berbagai macam buah dan sayur. Caranya:

  • Anak-anak harus memiliki kesempatan untuk belajar atau kadang-kadang untuk kembali mencoba menikmati buah dan sayuran. Peran Anda adalah untuk menyediakan buah dan sayuran. Ingatlah, anak Anda mungkin perlu melihat buah atau sayur 10 kali atau lebih sebelum mereka siap untuk mencobanya.
  • Selalu sertakan porsi kecil sayuran di piring anak Anda. Ajak mereka untuk mencoba tapi biarkan mereka memutuskan apakah mereka akan makan buah atau sayur tersebut.
  • Tawarkan sayuran mentah dan renyah sebelum makanan utama, ketika anak-anak sering dalam kondisi sangat lapar.
  • Cobalah untuk menghindari mempersiapkan makanan alternatif untuk makanan Anda. Anak Anda dapat memilih untuk meninggalkan makanan tertentu, tetapi akan memilih makanan lain yang ditawarkan jika tidak ada lagi yang disediakan.

Pilihan yang sehat

Semua sayuran dan buah-buahan merupakan pilihan sehat. Buah dan sayuran memiliki variasi warna, bentuk, dan tekstur. Buah dan sayuran bisa dihidangkan segar, beku, dalam kaleng, atau kering. Buah dan sayuran mungkin dapat disajikan mentah, dimasak, dikukus, direbus, dihangatkan dalam microwave, ditumis atau dipanggang. Variasi sangat penting. Cobalah untuk memilih buah dan sayuran yang berbeda warna, terutama oranye, hijau dan merah. Beberapa contohnya adalah melon, buah jambu, brokoli, bayam, sayuran hijau, tomat, wortel, dan labu. Kadang, harga sayuran dan buah dapat melambung tinggi. Untuk menekan biaya, pilihlah buah dan sayuran musiman dan gunakan jenis buah dan sayuran beku atau kalengan

Masalah lain

Isu lainnya terkait buah dan sayur adalah:

  • Jus buah dalam kemasan tidak dianjurkan. Lebih baik untuk makan buah langsung dan segelas air. Jus buah dapat menjadi sumber yang baik dari beberapa vitamin, tapi kerugiannya yaitu mereka mengandung gula alami yang tinggi dan rendah serat. Jika Anda memberikan jus buah dalam menu makanan anak Anda, batasi jus ini untuk satu cangkir kecil per hari.
  • Keripik kentang bukanlah cara terbaik untuk makan kentang karena dibuat dengan cara digoreng. Makanan ini tinggi lemak dan garam, dan lebih baik hanya disediakan untuk acara-acara khusus.
  • Fruit bar dan permen buah mengandung gula  yang sangat tinggi. Meskipun makanan ini biasanya mengandung buah, namun makanan ini rendah serat dan dapat menempel pada gigi anak-anak, sehingga sebaiknya dihindari. Anak-anak akan menikmati buah segar atau potongan buah beku jika ditawarkan sebagai gantinya.
  • Cuci semua buah dan sayuran. Penelitian menunjukkan bahwa jumlah pestisida pada sayuran segar dan buah sangat rendah dan tidak ada alasan untuk khawatir, bahkan pada anak-anak yang sangat muda dan ibu menyusui. Namun, sayuran dan buah harus tetap selalu dicuci sebelum dimakan untuk mengurangi risiko dari kontaminasi mikroba.
  • Ikuti musim buah dan sayuran. Jika sayuran dan buah yang berada di luar musim berharga lebih mahal, Anda dapat menghemat uang dengan menggunakan buah dan sayuran beku atau kalengan. Buah dan sayuran jenis ini memiliki vitamin dan kandungan gizi yang sama dengan produk-produk segar.
  • Mengawasi anak-anak. Untuk mengurangi risiko tersedak, balita dan anak-anak harus selalu duduk dan diawasi saat makan semua makanan, termasuk potongan buah mentah, sayuran dan semua makanan yang keras.

Penting untuk diingat

  • Tawarkan anak-anak berbagai buah dan sayuran setiap hari.
  • Berbagai buah dan sayuran lebih baik dikonsumsi dengan porsi kecil tapi sering, daripada dikonsumsi dalam jumlah banyak tapi hanya sesekali.
  • Ukuran porsi anak-anak mungkin lebih kecil dan akan tergantung pada tingkat usia, nafsu makan dan aktivitas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit