backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

5 Siasat Mengatasi Anak Susah Makan Sayur, Tanpa Marah dan Ngomel

Ditinjau secara medis oleh dr. S.T. Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A · Kesehatan anak · Rumah Sakit EMC Pekayon


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 10/05/2022

5 Siasat Mengatasi Anak Susah Makan Sayur, Tanpa Marah dan Ngomel

Setiap orangtua mungkin kesal ketika anak susah makan sayur. Tak jarang ini membuat banyak orangtua akhirnya terpaksa menggunakan berbagai jalan pintas agar anaknya mau makan sayur. Bahkan, tak sedikit pula orangtua yang memarahi anaknya karena tidak makan sayur. Namun, dengan cara yang tepat, orangtua dapat membuat anak makan sayur dengan lebih mudah.

Apa yang harus dilakukan jika anak susah makan sayur?

Pada dasarnya, anak yang susah makan sayur jangan dipaksa atau dimarahi.

Ini karena segala sesuatu yang dipaksa akan membuat anak semakin tidak menyukai atau bahkan benci dengan makanan sehat, khususnya sayur-sayuran.

Selain itu, memberi anak hadiah agar ia mau makan sayur juga tidak disarankan. Anak akan berpikir bahwa sayur adalah makanan yang memang tidak enak jika ia sampai harus diberi hadiah hanya untuk memakannya.

Hal-hal tersebutlah yang justru membuat anak-anak jadi semakin susah untuk makan sayur.

Lantas, bagaimana cara yang tepat untuk menghadapi anak yang susah makan sayur? Berikut tips-tips yang dapat Anda terapkan di rumah.

1. Sajikan sayuran sejak dini

Anak susah makan sayur

Agar anak suka makan sayur, maka Anda harus membiasakan mereka untuk makan sayur sejak dini, tepatnya saat mereka sudah mulai makan MPASI.

Namun, Anda juga bisa mulai mengenalkan anak pada sayur-sayuran sejak masa kehamilan.

Cairan ketuban yang menyelimuti bayi berubah rasa sesuai dengan makanan yang ibu konsumsi. Selama di dalam kandungan, janin menelan cairan ini secara rutin.

Oleh karena itu, dengan mengonsumsi banyak sayuran, anak akan lebih terbiasa dengan rasa sayuran bahkan sejak di dalam rahim.

Selain itu, Anda bisa jadikan kebiasaan untuk menyajikan sayuran kepada anak-anak sebagai makan siang dan makan malam sampai ia beranjak besar.

Agar anak tidak bosan, sajikan berbagai macam sayur dalam menu makannya setiap hari. Jangan berikan sayur yang sama terus-menerus, apalagi bila pada dasarnya anak sulit untuk mau makan sayur.

Pada saat makan, sajikan sayur tanpa memaksa anak memakannya. Jika anak menolak untuk memakan sayur terebut, jangan marah dan coba tawarkan lagi di waktu makan berikutnya.

Melansir dari artikel di American Journal of Clinical Nutrition, semakin sering anak disajikan sayur-sayuran, semakin besar kemungkinan anak akan merasa tertarik untuk mencobanya.

2. Tawarkan semua jenis sayuran

Anak Anda mungkin memuntahkan bayam saat makan, tapi jangan cepat menyerah. Bahkan, jika Anda tidak berhasil membuat si kecil makan sayur dalam beberapa kesempatan, tetap jangan menyerah.

Cobalah beragam sayuran lainnya yang tidak kalah bergizi. Anda dapat mencoba selada, buncis, brokoli, wortel, sawi, bok choy, kangkung, kacang panjang, dan lain-lain.

Dengan menawarkan sayuran yang beragam, anak akan lebih banyak mengenal jenis dan rasa sayuran.

Jadi, teruslah mengenalkan beragam sayuran sampai anak Anda menemukan sayuran yang paling mereka sukai.

3. Jangan menyembunyikan sayuran

Menyembunyikan sayuran di dalam makanan lain, seperti telur, mungkin menjadi salah satu cara mengatasi anak susah makan sayur.

Sayangnya, cara ini tidak selalu berhasil. Pasalnya, anak perlu dikenalkan sayuran dalam bentuk dan rasa yang asli, bukan disembunyikan dan diolah menjadi makanan lain. 

Hal ini juga bisa menjadi bumerang karena anak-anak bisa kehilangan kepercayaan terhadap makanan yang Anda sajikan ketika menyadari bahwa selama ini mereka telah tertipu.

Anak juga mungkin jadi tidak mau makan sayur kalau tidak disembunyikan dan diolah sedemikian rupa. Ini tentu bukan kebiasaan makan yang baik bagi anak.

4. Tambahkan sayuran ke makanan yang anak sukai

Daripada menyembunyikan sayuran di dalam makanan, lebih baik gunakan sayuran sebagai tambahan di dalam makanan yang anak sukai.

Beberapa anak perlu waktu yang cukup lama untuk bisa mulai suka makan sayuran, terutama jika sayur disajikan sebagai lauk pelengkap makanan yang lain.

Oleh karena itu, menambahkan sayuran ke dalam makanan yang biasa dikonsumsi oleh anak bisa membantu anak untuk lebih sering makan sayur.

Namun, perlu diingat bahwa cara ini bukan untuk menyembunyikan sayur di dalam makanan lain. Sebagai contoh, Anda bisa menambahkan potongan sayuran ke dalam telur dadar atau mie.

Supaya sayuran terlihat lebih menarik, masak sayur dengan berbagai warna cerah. Sebagai contoh, Anda bisa menambah wortel di cap cay, jagung manis di sayur bayam, dan potongan tomat di sup ayam.

5. Jadi teladan buat si kecil

anak susah makan sayur

Jika Anda ingin si kecil suka sayuran, pastikan Anda pun menyukainya. Perlu diingat bahwa anak adalah cerminan orangtua.

Maka, penting bagi Anda sebagai orangtua untuk menjadi panutan yang baik bagi anak-anak Anda. Tunjukkan bahwa sayuran adalah makanan enak dan menyehatkan.

Makanlah sayuran dengan cara yang menyenangkan, misalnya dengan membuat menu makan yang menggugah selera. Dengan begitu, anak Anda pun akan menyukai sayuran dengan cara yang Anda tunjukkan.

Anda juga bisa memberi pujian pada anak saat ia mau mencoba makan sayur. Meski berbeda dari memberikan hadiah, memuji juga tidak boleh dilakukan secara berlebihan.

Ini untuk menghindari kemungkinan anak makan sayur hanya untuk mendapat pujian.

6. Memasak bersama anak

Jika perlu, ajak anak Anda untuk memasak bersama. Saat memasak, kenalkan pada anak tentang manfaat sayuran yang sedang ia masak.

Mungkin si kecil justru akan membuat dapur menjadi berantakan, tapi ini adalah cara terbaik untuk menciptakan suasana yang positif bersama anak Anda.

Selain itu, anak juga akan lebih terdorong untuk mencoba makan sayur hasil masakannya sendiri.

Selain mengenalkan anak dengan manfaat dan cita rasa sayuran, memasak bersama juga akan mempererat ikatan batin (bonding) Anda dengan sang buah hati.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. S.T. Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A

Kesehatan anak · Rumah Sakit EMC Pekayon


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 10/05/2022

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan