Memenuhi Kebutuhan Zat Besi Bayi Melalui MPASI

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Setelah bayi berusia 6 bulan ke atas, kebutuhan zat besi semakin meningkat. Kebutuhan zat gizi ini harus selalu dipenuhi agar anak tidak mengalami anemia defisiensi besi. Kebutuhan zat besi untuk bayi setelah 6 bulan ke atas bisa dipenuhi melalui Makanan Pendamping ASI, alias MPASI. Bagaimana caranya?

Memahami sumber pemenuhan zat besi untuk bayi 

Saat bayi baru lahir, kebutuhan zat besi telah diturunkan atau diberikan oleh ibu ketika mengandung. Namun, seiring pertumbuhannya, bayi juga membutuhkan asupan zat besi dari sumber lain. Misalnya, hingga usianya 6 bulan, satu-satunya sumber zat besi untuk bayi adalah ASI.

Sebelum usia 6 bulan, ASI cukup untuk memenuhi semua kebutuhan energi yang dibutuhkan oleh bayi untuk tumbuh dan berkembang. Anda tak membutuhkan makanan lain untuk menunjang kebutuhan zat gizinya. 

Namun, setelah 6 bulan kebutuhan zat gizi bayi sudah lebih banyak. Maka dari itu, ASI saja tak cukup untuk memenuhinya. Salah satu kebutuhan zat gizi untuk bayi yang tidak dapat dicukupi oleh ASI adalah zat besi. 

Ditemui dalam sebuah acara peluncuran produk MPASI (31/10), seorang profesor gizi medik, Prof. DR. dr. Saptawati Bardosono, MSc menyebutkan bahwa setelah usia 6 bulan, kebutuhan zat besi bayi bisa diberikan melalui Makanan Pendamping ASI (MPASI). 

Memenuhi kebutuhan zat besi untuk bayi dengan MPASI

Untuk memenuhi kebutuhan zat besi serta asupan gizi lainnya pada bayi, orangtua harus memberikan MPASI yang dapat menunjang segala kebutuhan tersebut. Prof. Tati, sapaan akrab Prof. DR. dr. Saptawati Bardosono, MSC, juga mengatakan bahwa orangtua harus memerhatikan menu makanan pendamping ASI. 

Sering kali orangtua hanya fokus pada aspek lain saat menentukan menu MPASI untuk bayi dan melupakan kebutuhan zat gizi yang utama.

Misalnya, orangtua hanya fokus pada karbohidrat dan sayur, tapi lupa mempertimbangkan keberadaan zat besi.

Ada beberapa jenis makanan yang bisa dimasukkan ke dalam menu MPASI sebagai sumber zat besi untuk bayi. Makanan dengan kandungan zat besi paling tinggi adalah daging merah. 

Daging merah yang dimaksud adalah daging sapi, daging bebek, dan daging domba. Namun, bayi berusia enam hingga delapan bulan belum dapat mengunyah dengan baik. Memberikan daging-dagingan bisa jadi membawa tantangan

Meski begitu, Prof. Tati menyebutkan bahwa kaldu dari memasak daging bisa dicampurkan dalam MPASI untuk asupan zat besi pada bayi di usia tersebut. Barulah ketika menginjak usia 8 bulan, bayi bisa mendapatkan daging dengan tekstur yang lebih kasar, seperti dicincang. 

Selain daging, ada pula makanan lain yang bisa diberikan untuk memenuhi kebutuhan zat besi bayi. Misalnya, telur, ikan, sayuran seperti bayam, serta kacang merah. 

Tips memberikan MPASI untuk bayi 

Menurut Prof. Tati, ada empat hal yang harus menjadi perhatian orangtua ketika memberikan MPASI untuk bayi. 

Pertama, MPASI harus diberikan tepat waktu. Maksudnya, jika bayi sudah menginjak usia 6 bulan, orangtua sudah harus memberikan MPASI untuk bayi. Jangan menundanya agar bayi mendapatkan asupan gizi yang cukup.

Kedua, MPASI harus memenuhi kebutuhan bayi. MPASI harus berhasil memenuhi kebutuhan zat gizi seperti tambahan kalori, protein, vitamin A, dan zat besi untuk bayi yang tak lagi cukup hanya dari ASI saja.

Poi  ketiga, MPASI harus diberikan secara responsif. Artinya, makanan harus diberikan dengan jadwal yang sama agar perut bayi terbiasa mengonsumsi makanan pada waktu-waktu tertentu.

Hal ini akan membuat bayi merasa lapar dan meminta makan pada waktu-waktu yang sudah dijadwalkan sehingga pola makan jadi lebih teratur. 

Memberikan bayi makan tanpa jadwal, atau sesempatnya, berdasarkan kapan orangtua mampu memberikan makanan, bukan kapan bayi lapar dan butuh makan, membuat orangtua tidak responsif terhadap kebutuhan makan bayi. Hal ini dapat memicu bayi melakukan GTM, alias gerakan tutup mulut. 

Kalau itu yang terjadi, orangtua akan lebih kesulitan dalam memenuhi kebutuhan zat besi bayi melalui MPASI. Selain itu, orangtua juga harus memberikan MPASI yang aman dan higienis. Hal ini dilakukan demi mencegah bayi mengalami penyakit di saluran cerna.  

Sumber
Yang juga perlu Anda baca