Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hati-Hati! Bayi Kelebihan Zat Besi Bisa Berakibat Fatal

Definisi kelebihan zat besi pada bayi|Gejala atau tanda bayi kelebihan zat besi|Penyebab bayi kelebihan zat besi|Komplikasi kelebihan zat besi|Diagnosis kelebihan zat besi|Cara mengatasi bayi kelebihan zat besi
Hati-Hati! Bayi Kelebihan Zat Besi Bisa Berakibat Fatal

Zat besi adalah salah satu jenis mineral penting yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi. Akan tetapi, apabila kadarnya terlalu tinggi, bisa mengakibatkan komplikasi serta dampak lainnya untuk kesehatan si kecil. Apa penyebab, gejala, serta cara mengatasi bayi kelebihan zat besi? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Definisi kelebihan zat besi pada bayi

Kandungan mineral dari zat besi bermanfaat untuk membantu meningkatkan volume sel darah merah karena pertumbuhan bayi tergolong cepat.

Selain itu, zat besi juga bermanfaat untuk menjaga fungsi otak, otot, serta kesehatan tubuh. Akan tetapi, tubuh tidak dapat memproses kelebihan zat besi termasuk dalam dosis tinggi.

Maka dari itu, mengutip dari Stanford Children’s Health, bayi dengan kondisi kelebihan zat besi adalah berbahaya karena bisa menjadi racun untuk tubuh.

Kelebihan zat besi artinya zat tersebut menumpuk pada jaringan dan organ tubuh. Seiring berjalannya waktu, ini dapat merusak jantung, hati, pankreas, serta organ tubuh lainnya.

Walaupun jarang terjadi, orangtua tetap harus waspada karena bisa memicu terjadinya hemokromatosis herediter sehingga tubuh bayi menyimpan lebih banyak zat besi.

Kondisi si kecil dengan kelebihan zat besi ini tergolong langka dan jarang terjadi. Akan tetapi, sebagian besar bayi baru lahir meninggal setelah mengalami hemokromatosis.

Gejala atau tanda bayi kelebihan zat besi

Gejala atau ciri-ciri kelebihan zat besi pada si kecil dapat bervariasi tergantung dari penyebabnya.

Berikut adalah gejala atau tanda bayi kelebihan zat besi karena asupan makanan serta suplemen, seperti:

Jika kondisi terus berlanjut dalam beberapa minggu, gejala lainnya dari kelebihan zat besi ini adalah penyumbatan saluran pencernaan serta pembentukan jaringan parut pada lambung.

Sementara itu, gejala atau tanda utama kelebihan zat besi pada bayi akibat hemokromatosis adalah kerusakan pada organ hati. Berikut adalah gejala lainnya, seperti:

  • pembengkakan organ hati,
  • sakit pada area perut,
  • perubahan warna kulit (keabuan, kecokelatan, hingga kuning),
  • gagal jantung,
  • diabetes, serta
  • iritasi pada paru-paru.

Segera bawa anak ke dokter apabila ia mengalami gejala atau ciri-ciri dari kelebihan zat besi di atas.

Apabila ada keluarga yang menderita hemokromatosis, tanyakan pula dengan dokter apakah itu bisa meningkatkan risiko si kecil mengalami kelebihan zat besi saat lahir.

Kemungkinan ada gejala atau tanda dari kelebihan zat besi pada si kecil yang belum disebutkan di atas sehingga orangtua perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.

Penyebab bayi kelebihan zat besi

Tak jauh berbeda dari gejala, ada berbagai macam penyebab kelebihan zat besi pada bayi, di antaranya adalah:

1. Asupan zat besi berlebih

Sebagian besar bayi yang mengalami kelebihan zat besi sehingga menyebabkan keracunan adalah karena asupan zat besi berlebih.

Pada bayi baru lahir atau pun sudah lahir, ada kemungkinan penyebabnya adalah karena ibu mengonsumsi suplemen zat besi dengan berlebihan sewaktu hamil.

2. Faktor keturunan

Penyebab lainnya dari kelebihan kadar zat besi pada si kecil adalah karena penyakit hemokromatosis herediter. Ini terjadi karena kondisi genetik atau faktor keturunan.

Namun, ada pula orangtua yang mempunyai gen hemokromatosis tetapi anak tidak mengalami penyakit kelebihan zat besi.

Komplikasi kelebihan zat besi

Ketika si kecil tidak mendapatkan perawatan atau pengobatan tertentu, tidak menutup kemungkinan akan terjadi komplikasi dalam jangka waktu panjang, seperti:

  • gangguan hati seperi pembengkakan,
  • denyut jantung abnormal,
  • gagal jantung,
  • diabetes, atau
  • masalah pencernaan akut.

Diagnosis kelebihan zat besi

Saat anak mengalami gejala tertentu, dokter akan mendiagnosis apakah terjadi kelebihan zat besi yang bisa membahayakan. Biasanya, kondisi ini pun dapat terlihat ketika bayi melakukan tes darah rutin.

Berikut adalah tes yang akan dokter lakukan untuk mendiagnosis kelebihan zat besi pada bayi.

  • Tes darah, untuk mengukur seberapa banyak kadar zat besi.
  • Tes saturasi transferin, mengukur presentase glikoprotein yang mengandung terlalu banyak zat besi.
  • Kadar feritin, kadar protein biasanya meningkat bersamaan dengan zat besi.
  • Biopsi hati, mengambil sampel kecil jaringan hati untuk mendiagnosis hemokromatosis.

Cara mengatasi bayi kelebihan zat besi

Pertolongan pertama dari kondisi kelebihan zat besi yang akan dokter lakukan adalah dengan mencoba untuk menjaga tubuh si kecil tetap stabil.

Sebagai contoh, menjaga pernapasan serta tekanan darah terlebih dahulu. Pengobatan atau perawatan si kecil yang mengalami kelebihan zat besi selanjutnya adalah melihat tingkat keparahan.

Salah satunya adalah dengan membersihkan saluran pencernaan untuk membersihkan kelebihan zat besi sehingga tubuh tidak mengalami keracunan.

Tak hanya itu saja, berikut adalah pengobatan atau perawatan kelebihan zat besi pada bayi akibat hemokromatosis.

  • Phlebotomy, mengeluarkan sebagian darah untuk menurunkan kadar zat besi.
  • Terapi khelasi, menggunakan obat untuk menghilangkan kelebihan zat besi.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Babies and Toddlers Need Iron to Thrive. (2021). Retrieved 10 May 2021, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=babies-and-toddlers-need-iron-to-thrive-1-4100

Iron (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 10 May 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/iron.html

Hereditary Hemochromatosis (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 10 May 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/hh.html

Hemachormatosis Symptoms in Children | Children’s Pittsburgh. (2021). Retrieved 10 May 2021, from https://www.chp.edu/our-services/transplant/liver/education/liver-disease-states/hemochromatosis

Hereditary Hemochromatosis. (2021). Retrieved 10 May 2021, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=hereditary-hemochromatosis-85-P00092

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 29/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x