Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Catat Baik-Baik, Ini Peran Zat Besi dan Daftar Sumber Makanannya untuk Anak

Catat Baik-Baik, Ini Peran Zat Besi dan Daftar Sumber Makanannya untuk Anak

Kekurangan zat besi masih menjadi masalah pada beberapa anak. Hal ini biasanya terjadi pada anak yang susah dan pilih-pilih makan. Sebenarnya, apa fungsi zat besi untuk anak dan berapa kebutuhan yang perlu dipenuhi dari sumber makanan harian?

Kenapa zat besi penting untuk anak?

anak sehat dan bahagia karena terhindar dari akibat kekurangan vitamin b

Zat besi adalah mineral yang ditemukan dalam hewan dan beberapa tumbuhan. Zat besi juga merupakan komponen penting dari hemoglobin di dalam tubuh.

Hemoglobin adalah protein dari sel darah merah yang bertugas membawa oksigen dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

Zat besi akan memberikan kekuatan bagi hemoglobin agar mampu membawa atau mengikat oksigen dalam darah.

Hal ini bertujuan agar oksigen bisa sampai ke sel-sel tubuh yang memerlukannya.

Tanpa adanya zat besi, tubuh tidak mampu membuat hemoglobin dan tidak bisa memproduksi sel darah merah yang cukup.

Ini berarti sel-sel di dalam tubuh tidak akan mendapatkan cukup oksigen.

Kalau sudah begini, anak bisa mengalami anemia atau kurang darah. Kondisi ini akan membuat anak kekurangan darah yang kaya oksigen sehingga tidak bertenaga saat bermain, tidak fokus saat belajar, dan lain-lain.

Melansir dari Bayside Medical Group, asupan zat besi yang kurang juga membuat otak anak susah berpikir dan mengingat hal-hal apapun dengan baik.

Kekurangan zat besi juga dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, tak terkecuali di masa perkembangan anak 6-9 tahun.

Oleh karena itu, zat besi untuk anak wajib tercukupi agar bisa menunjang aktivitas serta tumbuh kembangnya.

Berapa kebutuhan zat besi anak?

perkembangan anak usia 8 tahun

Semua orang, baik anak-anak hingga orang dewasa, membutuhkan zat besi untuk membantu meningkatkan jumlah hemoglobin agar tidak terjadi anemia (kekurangan darah).

Namun, tentunya kebutuhan zat besi berbeda-beda untuk setiap kelompok usia dan jenis kelamin.

Menurut Angka Kecukupan Gizi yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan, berikut kebutuhan zat gizi yang harus dipenuhi anak usia 4-9 tahun:

  • Anak usia 4-6 tahun membutuhkan 10 miligram (mg) zat besi setiap hari.
  • Anak usia 7-9 tahun membutuhkan 10 mg zat besi setiap hari.

Sementara saat usia anak sudah menginjak remaja, kebutuhan zat besi hariannya berubah dan berbeda berdasarkan jenis kelamin.

Berikut rincian kebutuhan zat besi anak usia 10-18 tahun:

Laki-laki

Kebutuhan zat besi anak laki-laki usia 10-18 yakni:

  • Usia 10-12 tahun membutuhkan 8 mg zat besi setiap hari.
  • Usia 13-15 tahun membutuhkan 11 mg zat besi setiap hari.
  • Usia 16-18 tahun membutuhkan 11 mg zat besi setiap hari.

Perempuan

Kebutuhan zat besi anak perempuan usia 10-18 yakni:

  • Usia 10-12 tahun membutuhkan 8 mg zat besi setiap hari.
  • Usia 13-15 tahun membutuhkan 15 mg zat besi setiap hari.
  • Usia 16-18 tahun membutuhkan 15 mg zat besi setiap hari.

Memenuhi kebutuhan zat besi harian anak merupakan langkah penting guna membantu mencukupi kebutuhan gizi anak.

Apa saja makanan kaya zat besi yang cocok untuk anak?

zat besi untuk anak

Ada banyak makanan yang bisa bantu meningkatkan jumlah zat besi si kecil, baik makanan alami maupun makanan yang sudah diproses.

Makanan alami yang mengandung zat besi untuk memenuhi kebutuhan harian anak meliputi:

  • Hati sapi atau ayam
  • Daging merah tanpa lemak misalnya daging sapi, kambing, dan domba
  • Seafood seperti kerang, tuna, salmon, dan udang
  • Kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang putih, kacang kedelai, atau kacang hitam
  • Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan kangkung
  • Tahu
  • Daging ayam
  • Kuning telur
  • Buah kering seperti kismis dan kurma

Selain besi terdapat dalam makanan secara alamiah, beberapa produk makanan atau minuman sekarang banyak yang diperkaya dengan zat besi, seperti:

  • Oatmeal
  • Sereal
  • Susu
  • Pasta
  • Roti
  • Produk gandum yang diperkaya zat besi

Anak yang mengalami anemia juga butuh berbagai makanan penambah darah untuk memulihkan kondisinya.

Tips memenuhi kebutuhan zat besi untuk anak

pola makan sehat anak berat badan ideal anak

Agar kebutuhan zat besi untuk anak terpenuhi dengan baik, berikut beberapa tips yang bisa dicoba:

1. Penuhi kebutuhan vitamin C

Selain makan makanan sumber zat besi, jangan lupa penuhi kebutuhhan vitamin C anak. Ini karena vitamin C dapat membantu mempercepat penyerapan zat besi di dalam tubuh.

Tak terkecuali bagi sumber makanan kaya zat besi jenis non-heme atau berasal dari sayuran yang sang membutuhkan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi.

2. Perhatikan asupan makanan penghambat penyerapan zat besi

Ada beberapa makanan yang ternyata dapat menghambat proses penyerapan zat besi di dalam tubuh, termasuk tubuh anak.

Makanan penghambat penyerapan zat besi di antaranya teh, cokelat, susu, beras merah, dan lainnya.

Bila si kecil suka sekali minum susu dan memiliki masalah dengan zat besi seperti mengalami anemia, sebaiknya batasi asupan susu.

Susu anak mengandung kalsium yang ternyata dapat menghambat penyerapan zat besi secara optimal.

Ya, meski kalsium untuk anak itu penting, asupannya tetap perlu diperhatikan khususnya bagi anak yang kekurangan zat besi.

3. Campurkan sumber makanan tinggi zat besi dalam menu makanan anak

Tambahkan makanan-makanan tinggi zat besi ke dalam menu makanan sehat untuk anak.

Bila Anda memasak makaroni sebagai bekal sekolah anak, coba berikan topping berisi potongan daging dan brokoli yang mengandung tinggi zat besi.

Pilih sereal untuk anak yang sudah diperkaya zat besi sebagai menu sarapan atau camilan sehat untuk anak.

4. Buat rencana menu makanan

Buat rencana menu makan (meal plan) yang mencakup makanan kaya zat besi dari sumber makanan hewani, nabati, serta vitamin C.

Cara ini dapat memudahkan Anda untuk memasak sekaligus membantu memenuhi kebutuhan zat besi anak.

Perlukah memberikan suplemen zat besi kepada anak?

suplemen zat besi untuk anak

Sebenarnya, memberikan makanan yang kaya zat besi sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian anak. Namun, lain cerita bila si kecil mengalami anemia yang berarti kekurangan zat besi.

World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian suplemen zat besi bagi anak yang mengalami defisiensi atau kekurangan zat besi alias anemia.

Jika buah hati Anda tidak mengalami masalah dengan zat besi, berikan asupan mineral ini cukup dari sumber makanan harian saja.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How Can I Make Sure my Toddler Gets Plenty of Iron?. Retrieved 3 December 2020, from https://www.babycentre.co.uk/x555840/how-can-i-make-sure-my-toddler-gets-plenty-of-iron 

Kids Health. 2016. What is Iron?. Retrieved 3 December 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/iron.html 

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Retrieved 3 December 2020, from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf

Iron Needs for Babies and Children. Retrieved 3 December 2020, from https://www.caringforkids.cps.ca/handouts/iron_needs_of_babies_and_children

Iron in Your Child’s Diet. Retrieved 3 December 2020, from https://www.stanfordchildrens.org/content-public/pdf/bayside-medical-group/BMG_PCHA_IronInYourChildsDiet_FN.pdf

Iron and Your Child. Retrieved 3 December 2020, from https://www.hopkinsallchildrens.org/Patients-Families/Health-Library/HealthDocNew/Iron-and-Your-Child

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x