backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

3

Tanya Dokter
Simpan

Manfaat Kolin dan Zat Besi untuk Perkembangan Otak Anak

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Adelia Dwitasari · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

Manfaat Kolin dan Zat Besi untuk Perkembangan Otak Anak

Saat anak lahir ke dunia, tak hanya fisik yang berubah, tapi organ dalam tubuhnya, seperti otak juga ikut berkembang. Otak anak akan berkembang pesat di usia dini, dengan ukuran 80% dari ukuran otak dewasa di usia 2 tahun. Tentu saja momen ini harus dimanfaatkan orang tua untuk memberikan dukungan hebat agar  tumbuh kembang si kecil maksimal. Di fase ini, fungsi kolin dan zat besi untuk otak anak sangat dibutuhkan. Namun tak hanya itu, yuk cari tahu apa saja hal yang harus diperhatikan untuk dukung perkembangan otak anak sejak dini!

Periode kritis pada perkembangan otak anak

perkembangan sosial anak

Masa-masa awal kehidupan anak merupakan waktu paling penting yang akan menentukan perkembangannya di masa depan, hal ini sering disebut sebagai periode kritis

Dalam periode kritis, jumlah koneksi (sinapsis) di antara sel-sel otak (neuron) berlipat ganda. Anak berusia dua tahun memiliki sinapsis dua kali lebih banyak daripada orang dewasa.¹ 

Oleh karena itu, di masa periode kritis, anak-anak memiliki kemampuan belajar yang lebih cepat dibanding pada periode umur lainnya.¹

Bukan hanya kemampuan belajar lebih cepat, pengalaman anak-anak dalam fase ini akan memberikan efek jangka panjang pada masa perkembangan mereka kelak saat dewasa.²

Ragam nutrisi penting untuk perkembangan otak anak

anak tidak mau makan

Nutrisi yang tepat berperan penting untuk mendukung pertumbuhan otak yang sedang berkembang di periode kritis.

Berikut ini nutrisi penting yang perlu orangtua perhatikan untuk mendukung perkembangan otak anak.

1. Zat besi

Zat besi bermanfaat bermanfaat untuk perkembangan otak anak di awal kehidupan. Zat besi dibutuhkan dalam proses pembentukan syaraf dan proses mielinasi otak.

Tak hanya itu, zat besi juga merupakan gizi penting untuk mencegah anemia dan mendukung tumbuh kembang anak.

Kekurangan zat besi di awal kehidupan meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif pada anak.

Dikutip dari ICHWB 2023, anak yang terpenuhi kebutuhan zat besi hariannya mengalami kenaikan tinggi badan 0,5cm lebih tinggi. 

Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan asupan gizi seimbang, terutama dari sumber protein hewani yang kaya zat besi. 

Salah satunya adalah susu yang menjadi nutrisi tambahan pilihan untuk memenuhi kebutuhan zat besi si Kecil.

Untuk itu, bantu optimalkan kebutuhan zat besi harian si Kecil dengan berikan susu pertumbuhan yang terfortifikasi dengan zat besi dan vitamin C.

Kombinasi zat besi dan vitamin C dapat memaksimalkan penyerapan zat besi di dalam tubuh, untuk pencegahan anemia defisiensi besi.

2. Kolin

Fungsi kolin untuk anak sangat penting dalam perkembangan otak karena dapat mempengaruhi memori bayi.

Kolin penting untuk pembentukan sinaps, membuat membran sel, serta pembuatan asetilkolin, yang merupakan neurotransmitter untuk memori. Kekurangan kolin dapat berisiko mengalami gangguan neurologis.

3. Sphingomyelin

Sphingomyelin adalah senyawa lemak yang secara alami terkandung dalam ASI. Para ilmuwan telah menemukan bahwa sphingomyelin dapat membantu perkembangan kognitif lebih baik pada anak, seperti fungsi memori, kecerdasan, dan keterampilan bahasa.

Cara dukung perkembangan otak anak

manfaat zat besi dan fungsi kolin untuk perkembangan otak anak

Tumbuh kembang anak pada masa periode kritis sangat bergantung pada bagaimana lingkungan di sekitarnya.

Sebagai orang terdekat, orang tua bisa melakukan beberapa cara untuk mendukung perkembangan otak anak. Beberapa caranya antara lain:

Berikan kasih sayang dan cinta tulus

Kasih sayang dan cinta dari orang di sekitar anak akan memupuk rasa percaya diri yang kuat dan meningkatkan perkembangan pada sirkuit otak anak. 

Penelitian dari Sociology Of Health & Illness menunjukkan bahwa orangtua yang memiliki rasa empati dan kasih sayang terhadap anak meningkatkan perkembangan otak si kecil.

Bahkan, #kataexpert dari penelitian tersebut, kedekatan orangtua dengan anak juga meningkatkan perkembangan emosional dan pengendalian diri pada anak.

Ajak anak berbicara dan bernyanyi

Kedua aktivitas ini juga sangat penting bagi perkembangan otak karena akan membantu anak menambah kosakata, peragaan emosi, tingkah laku, hingga memecahkan masalah. 

Anak usia 1-3 tahun sudah bisa diajak diskusi ringan oleh orangtuanya, seperti memilih pakaian yang ingin dikenakan hari itu.

Lewat cara ini, anak belajar untuk memecahkan masalah sederhana dan mengajarkan untuk mengenal keinginannya sendiri.

Memaksimalkan sentuhan dan kontak mata 

Ketika masih di dalam kandungan, anak ikut merasakan gerakan dan sentuhan yang secara tidak langsung diberikan oleh sang ibu.

Hal itu harus terus dipertahankan saat memasuki usia pertumbuhan anak baru lahir karena dapat menciptakan perasaan aman, nyaman dan dicintai.

Penuhi nutrisi yang mendukung perkembangan otak anak

Asupan gizi yang baik menjadi salah satu dukungan hebat orang tua untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak anak.

Orang tua dapat memilih asupan nutrisi yang mengandung vitamin D, Kolin, dan Spingomielin yang bermanfaat dalam mendukung perkembangan anak.

Selain nutrisi, penerapan belajar progresif juga dapat menjadi salah satu dukungan hebat orang tua untuk mendukung anak hebat di masa depan.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Adelia Dwitasari · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan