Kapan Bayi Bisa Mulai Minum Air Putih?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Dokter dan ahli kesehatan dari berbagai belahan dunia tidak menganjurkan bayi minum air putih sampai usianya genap 6 bulan. Bahkan ketika cuaca panas sekalipun, bayi tidak akan mengalami dehidrasi walaupun hanya diberi ASI atau susu formula.

Waktu yang tepat untuk bayi minum air putih

Beberapa teguk air memang tidak berbahaya, tapi konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan air putih untuk bayi di bawah 6 bulan.

Berikut panduan untuk Anda contek mulai kapan bisa memberi minum air putih untuk bayi.

Dari lahir – 3 bulan

Bayi yang baru lahir tidak boleh diberi air putih karena perut kecilnya hanya bisa menerima air susu. Selain itu, pemberian air putih pada bayi akan mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh dan dapat memengaruhi fungsi otak dan jantung.

4-6 bulan

Meskipun tidak berbahaya, pemberian air putih pada usia ini tidak dianjurkan. Menurut penelitian, bayi yang diberi ASI tidak membutuhkan asupan air tambahan, bahkan di tempat-tempat tropis saat suhu di atas 37,7°C setiap harinya.

Sementara itu, bayi yang diberi susu formula mungkin diperbolehkan minum air putih (sekitar 1-2 ons) ketika cuaca sangat panas. Namun, konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan air putih pada bayi. Ingat! Air putih tidak dapat menggantikan peran ASI, dan susu formula tidak boleh diencerkan dengan air tambahan.

5 – 7 bulan

Pada usia ini, bayi sudah mampu memegang benda dan bisa belajar minum sendiri dari gelas. Berikan bayi gelas khusus sehingga ia bisa menyeruput air dengan mudah. Pilih gelas yang dapat menampung sekitar 4-6 ons air. Isi air sampai penuh, sehingga bayi tidak perlu menengadahkan kepalanya waktu minum. Gelas ukuran besar dan penuh air mungkin terlalu berat untuk digunakan si kecil. Jadi gunakan ukuran yang lebih kecil dan berbahan ringan.

Kenapa bayi tidak boleh minum air putih dulu?

Memberikan minum air putih dapat membuat perut bayi cepat kembung. Pada akhirnya, minum air putih dapat mengurangi keinginannya untuk minum ASI atau susu formula sehingga proses penyerapan nutrisi dari susu bisa terganggu.

Selain itu, dr. Jennifer Anders dari Rumah Sakit Anak Johns Hopkins di Baltimore mewanti-wanti orangtua untuk tidak langsung memberikan air putih pada usia bayi yang masih berusia dini. Mengonsumsi terlalu banyak air dapat membuat bayi berisiko mengalami keracunan air, dan itu bisa fatal akibatnya.

Pasalnya, organ ginjal bayi belum berfungsi secara matang. Jika bayi minum air putih terlalu banyak, tubuh mereka bisa mengeluarkan terlalu banyak garam bersamaan dengan air putih yang diminum. Ketidakseimbangan cairan tubuh ini akan mengganggu aktivitas otaknya. Gejala paling awal yang dimunculkan biasanya adalah mengantuk dan lemas. Gejala keracunan air lainnya termasuk kondisi suhu tubuh rendah, tubuh membengkak (biasanya pada wajah), hingga kejang.

ASI adalah asupan paling penting untuk bayi

ASI merupakan asupan bayi yang sangat baik untuk tumbuh kembang bayi. ASI mengandung vitamin, lemak, protein dan semua gizi yang dibutuhkan tubuh. Maka, pemberian ASI pada bayi, sedari ia lahir hingga usia 2 tahun merupakan hal penting yang sebisa mungkin diberikan ibu pada bayinya.

ASI bagi tubuh bayi juga lebih mudah dicerna dibanding susu formula. ASI mengandung antibodi yang membantu bayi Anda melawan virus dan bakteri. Menyusui menurunkan risiko bayi menderita asma atau alergi.  

Ditambah, bayi yang disusui secara eksklusif selama 6 bulan pertama lebih kebal terhadap infeksi telinga, penyakit pernapasan seperti asma, dan serangan diare. Boleh-boleh saja memberikan air putih pada bayi, namun berdasarkan anjuran di atas, lebih baik air putih diberikan saat ia sudah bisa mengonsumsi MPASI.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca