Cara Menyajikan Jus untuk Bayi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Kebanyakan bayi tidak membutuhkan jus karena semua nutrisi, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan sudah terkandung dalam ASI atau susu formula dan makanan padat. Apalagi, banyak produk jus yang sarat akan gula. Sebagai orangtua, tentunya Anda tidak ingin sang anak kecanduan minuman manis dari kecil, bukan? Sebenarnya, memberi jus pada anak sah-sah saja, tapi tunggu sampai anak berusia minimal 8 bulan dan sudah bisa minum dari sippy cup.

Berikan jus hanya setelah anak selesai makan. Jika tidak, anak akan terlanjur kenyang dengan jus sebelum makan makanan pokoknya. Pilih jus yang berlabel 100% buah murni (produk ini mungkin mengandung lebih sedikit gula tambahan daripada produk yang lain), dan encerkan jus dengan setengah gelas air minum. Konsumsi jus harian tidak boleh lebih dari 4 ons karena mengonsumsi terlalu banyak jus dapat menyebabkan anak diare.

Dampak mengonsumsi jus berlebihan

Kerusakan gigi

Karena mengandung gula yang tinggi, berlebihan minum jus bisa merusak enamel gigi dan menyebabkan karies gigi. Kebiasaan anak minum jus langsung dari botol atau kardus jus, baik siang hari maupun malam menjelang tidur, mempercepat perkembangan karies gigi.

Perut kembung dan tidak nyaman

Karena sistem pencernaannya belum sempurna, bayi sangat rentan mengalami sakit perut. Saluran pencernaan bayi di bawah 6 bulan belum memiliki cukup enzim yang diperlukan untuk mencerna tingginya gula dalam jus.

Bahkan, sistem pencernaan orang dewasa sekalipun memiliki batasan sendiri untuk mencerna jus pada satu waktu.

Diare

Bayi dan anak-anak juga sangat rentan terserang diare akibat sistem pencernaannya yang belum sempurna. Salah satu faktor yang menyebabkan anak diare adalah konsumsi jus dalam jumlah yang besar (lebih dari 5 ons atau 150 ml per hari). Gula yang lewat ke usus besar menarik cairan tambahan dan bakteri hadir dalam usus untuk fermentasi gula. Hal ini dapat menyebabkan produksi gas berlebih dan membuat feses berair (diare).

Pertumbuhan anak terhambat

Ternyata konsumsi jus yang berlebihan (disertai dengan kurangnya asupan nutrisi organik) dapat menjadi faktor yang dapat menghambat perkembangan anak.

Jika konsumsinya tidak dibatasi, jus akan terus menekan nafsu makan anak. Lama kelamaan, jus dikhawatirkan menggantikan sumber nutrisi yang justru sangat dibutuhkan anak untuk berkembang, seperti ASI, susu formula atau makanan bergizi lainnya.

Obesitas

Jus buah memiliki indeks glikemik tinggi, yang berarti tingginya persentase gula dalam jus dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Akibatnya, kenaikan gula darah memicu tubuh untuk melepaskan insulin ke dalam aliran darah. Tingkat insulin yang tinggi kemudian menyebabkan penimbunan lemak serta peningkatan rasa lapar.

Malnutrisi

Baik jus buah maupun minuman buah mengandung tingkat gula tinggi namun rendah karbohidrat kompleks, protein, lemak dan serat. Selain itu, jus juga mengandung kadar mineral, seperti zat besi, kalsium, dan seng (zinc) yang cenderung rendah.

Jika dibandingkan dengan anak yang sama sekali tidak mendapat asupan makanan bergizi,  anak yang minum jus masih mendapatkan kalori dari gula yang terkandung dalam jus. Namun, hal ini tentunya tidak akan seimbang karena tubuh anak membutuhkan asupan nutrisi lainnya. Akibatnya, minum terlalu banyak jus dapat menyebabkan malnutrisi dan/atau anemia.

Dengan kebiasaan minum jus terlalu banyak, anak akan cenderung menolak untuk minum susu. Padahal, susu menyediakan kalsium dan vitamin D yang dapat mencegah penyakit rakhitis (penipisan tulang), di mana jumlah penderitanya terus meningkat di beberapa negara.

Enggan minum air putih

Orangtua mungkin khawatir tentang peningkatan jumlah anak-anak yang lebih memilih jus daripada air putih. Padahal, air putih dikenal baik untuk tubuh.

Air putih diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh bayi yang sudah mulai mengenal makanan padat. Air juga biasa digunakan untuk mengencerkan jus, dan hal ini sangat direkomendasikan oleh penyedia layanan kesehatan.

Enggan makan buah utuh

Dibandingkan dengan jus buah, tentu buah-buahan asli mengandung berbagai gizi (seperti yang sudah dibahas lebih lanjut di atas). Sehingga, asupan harian buah utuh tidak dapat digantikan dengan meminum jus.

Pedoman pemberian jus pada bayi

Jika Anda berencana untuk memberikan jus pada anak, ikuti tips di bawah ini:

  • Sajikan 100% jus buah asli, bukan minuman jus atau campuran minuman bubuk (yang manis)
  • Batasi jumlah jus, tidak lebih dari 4-6 ons (120-170 ml) per hari
  • Sajikan jus dalam gelas, bukan dalam botol

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

    Muntaber dapat menyebabkan komplikasi berupa dehidrasi. Tenang, ada beberapa obat yang bisa membantu meredakan gejala muntaber. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Gangguan Pencernaan, Health Centers 21/05/2020 . 6 menit baca

    Kenali Berbagai Jenis Bakteri Penyebab Diare

    Ada berbagai penyebab diare, termasuk infeksi bakteri. Tidak hanya satu jenis, bakteri penyebab diare pun berbeda-beda. Cari informasi lengkapnya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Gangguan Pencernaan, Diare, Health Centers 12/04/2020 . 5 menit baca

    Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

    Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk pada ibu menyusui. Lantas, apa penyebab, gejala, dan pengobatannya? Baca selengkapnya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Diare, Health Centers 10/04/2020 . 6 menit baca

    Apa Bedanya Diare Akut dan Diare Kronis?

    Diare umumnya dibedakan menjadi akut dan kronis berdasarkan lama waktu sakitnya. Namn ternyata, jenis diare bukan cuma dua itu.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Diare, Health Centers 09/04/2020 . 6 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 10 menit baca
    memperbaiki enamel gigi

    Adakah Cara untuk Memperbaiki Lapisan Enamel Gigi yang Rusak?

    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 4 menit baca
    minyak esensial

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 menit baca
    diare tanda hamil muda

    Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . 5 menit baca