Kenali Gejala dan Cara Mengobati Sinusitis Pada Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ketika si kecil mengalami pilek yang tak kunjung sembuh, Anda perlu memberi perhatian ekstra. Bisa jadi, yang ia alami bukan pilek biasa, melainkan sinusitis. Lantas, bagaimana membedakan sinusitis pada anak dengan pilek biasa? Berikut penjelasan serta cara mengobatnya.

Perbedaan sinusitis dan pilek atau flu

Sinus merupakan rongga di antara tulang wajah di sekitar hidung. Peradangan pada bagian ini disebut dengan sinusitis.

Sebagai orangtua Anda perlu peka dan teliti untuk mengetahui perbedaan sinusitis dan pilek, mengingat keduanya terkadang memiliki kemiripan gejala.

Berikut ini adalah panduan yang bisa Anda gunakan untuk membedakan sinusitis atau pilek yang menimpa pada anak Anda.

Karakteristik umum pilek

Berikut ini adalah gejala pilek yang bukan sinusitis.

  • Pilek biasanya hanya berlangsung 5 sampai 10 hari.
  • Pilek ditandai dengan keluarnya ingus yang jernih dari hidung. Setelah hari pertama atau kedua, normalnya cairan ini kemudian mengental, berwarna putih, kuning, atau hijau. Setelah beberapa hari, ingus kembali jernih dan mengering.
  • Pilek biasanya disertai batuk di siang hari yang bertambah buruk ketika malam.
  • Jika anak juga mengalami demam, biasanya terjadi saat pilek pertama kali muncul dan tidak terlalu parah. Bertahan selama satu atau dua hari.
  • Gejala pilek biasanya memuncak pada hari ketiga atau kelima. Gejalanya membaik dan hilang pada hari ke-7 hingga 10.

Tanda dan gejala sinusitis

Sinusitis pada anak dapat segera terlihat saat si kecil mengalami gejala berikut ini:

  • Gejala pilek (keluarnya cairan dari hidung, batuk di siang hari, atau keduanya) berlangsung lebih dari 10 hari tanpa membaik.
  • Cairan kental kuning dari hidung dan demam yang berlangsung setidaknya selama 3 sampai 4 hari berturut-turut.
  • Sakit kepala parah pada bagian belakang atau sekitar mata. Akan terasa lebih parah ketika menunduk.
  • Pembengkakan dan lingkaran hitam sekitar mata, terutama di pagi hari
  • Bau mulut yang tak kunjung hilang disertai gejala pilek (Akan tetapi, gejala ini juga bisa disebabkan tenggorokan kering atau tanda si kecil belum gosok gigi)
  • Pada kasus yang jarang terjadi, infeksi bakteri pada sinus dapat menyebar ke mata atau sistem saraf pusat (otak). Segera hubungi dokter jika anak Anda mengalami gejala:
    • Pembengkakan dan/atau kemerahan sekitar mata, tidak hanya di pagi hari tapi sepanjang hari
    • Sakit kepala parah dan/atau sakit di bagian belakang leher
    • Muntah
    • Sensitif terhadap cahaya
    • Iritabilitas meningkat

Mungkin Anda akan kesulitan membedakan sinusitis pada anak dan pilek biasa, terutama dalam beberapa hari pertama. Dokter anak akan lebih mudah untuk mendiagnosis apakah si kecil memiliki bakteri sinusitis setelah melakukan pemeriksaan dan mendengar perkembangan dari gejalanya.

Mengobati sinusitis pada anak

Pengobatan sinusitis pada anak biasanya bergantung pada gejala, umur dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Pengobatan juga akan bergantung pada seberapa parah kondisi sinusitisnya.

1. Short-term (sinusitis akut)

Sinusitis akut dapat sembuh dengan sendirinya. Saat tak kunjung membaik setelah beberapa hari, dokter anak Anda biasanya akan meresepkan:

Antibiotik

Antibiotik berguna untuk membunuh bakteri penyebab sinusitis pada anak. Saat gejala sinusitis tak kunjung membaik setelah 3 sampai 5 hari, dokter anak Anda mungkin akan mencoba antibiotik lain yang lebih kuat.

Obat Alergi

Sinusitis pada anak terkadang juga disebabkan oleh alergi. Untuk mengatasi peradangan pada sinus yang satu ini biasanya dokter akan memberikan antihistamin dan obat-obatan alergi lainnya yang dapat mengurangi pembengkakan.

2. Long-term (sinusitis kronis)

Pengobatan untuk sinusitis kronis pada anak, antara lain:

  • Mengunjungi dokter THT
  • Antibiotik (anak mungkin akan meminum antibiotik dalam waktu yang lebih lama)
  • Obat kortikosteroid inhalasi (semprotan untuk hidung yang mengandung steroid)
  • Pengobatan lain (semprotan hidung dengan antihistamin dan saline, atau obat lain untuk mengencerkan lendir)
  • Suntikan alergi atau imunoterapi
  • Operasi (tapi jarang dilakukan pada anak)

Selain itu, selama pengobatan sinusitis pada anak, anak Anda juga dianjurkan untuk:

  • Minum air putih atau jus setiap satu atau dua jam sekali untuk mengencerkan lendir agar lebih mudah keluar
  • Saline wash (mencuci hidung) dengan menggunakan cairan khusus agar sinus dan hidung tetap lembap. Mintalah instruksi pada dokter atau perawat
  • Kompres hidung, pipi dan mata si kecil dengan handuk hangat untuk membantu mengurangi nyeri

Pilek biasanya tidak memakan waktu yang lama dan gejalanya tidak seberat anak yang mengalami sinusitis. Selain dokter anak, Anda juga dapat pergi ke dokter THT untuk memeriksakan anak Anda apabila terkena sinusitis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy