home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

ISPA pada Anak: Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

ISPA pada Anak: Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) pada anak mungkin tidak begitu berbahaya, tetapi kalau tidak ditangani dengan tepat, bisa menyebabkan komplikasi. Berikut penjelasan seputar gejala, penyebab, sampai cara mengatasi ISPA pada anak.

Gejala ISPA pada anak

ISPA adalah gangguan pernapasan yang sering menyerang bayi dan anak-anak. Penyakit ini bisa datang secara tiba-tiba pada segala kalangan, terutama anak dan lansia.

Saat virus atau bakteri masuk ke dalam saluran pernapasan, anak bisa mengalami berbagai gejala ISPA. Gejala ISPA yang dapat muncul adalah:

  • hidung tersumbat atau mengeluarkan ingus,
  • bersin dan batuk pada anak,
  • produksi sputum atau dahak yang berlebihan,
  • demam,
  • sakit kepala,
  • kelelahan dan merasa lemas,
  • sakit saat menelan, serta
  • suara serak, biasanya saat anak mengalami laringitis.

Gejala dan tanda ISPA karena virus bisa bertahan di tubuh anak selama 1-2 minggu. Setelah itu, tubuh anak bisa menyembuhkan dirinya sendiri.

Pilek termasuk salah satu penyakit ISPA yang sering terjadi pada anak. Beberapa penyakit ISPA lainnya adalah:

Konsultasikan ke dokter untuk memastikan anak ibu mengidap jenis ISPA lain atau tidak.

Penyebab ISPA pada anak

ISPA adalah infeksi saluran pernapasan yang menyerang bagian atas, seperti hidung, tenggorokan, faring, laring, dan bronkus.

Mengutip dari buku panduan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) terbitan WHO, ISPA umumnya menular lewat droplet atau cairan air liur.

Namun, tidak menutup kemungkinan penularan bisa terjadi dengan cara lain, misalnya kontak tangan dengan permukaan yang terkontaminasi.

Ada dua penyebab ISPA, virus dan bakteri. Jenis virus yang menyebabkan ISPA yaitu:

  • rhinovirus,
  • adenovirus,
  • virus coxsackie,
  • human metapneumovirus, dan
  • virus Parainfluenza.

Sementara itu, bakteri yang menjadi penyebab ISPA pada anak adalah:

  • kelompok A beta-hemolytic streptococci,
  • Corynebacterium diphtheriae (diphtheria),
  • Neisseria gonorrhoeae (gonore),
  • Klamidia pneumoniae (klamidia), dan
  • kelompok C beta-hemolytic streptococci.

Virus dan bakteri memiliki lima cara untuk sampai bisa menginfeksi tubuh anak, berikut penjelasannya.

  • Si kecil dekat dengan seseorang yang terinfeksi ISPA .
  • Penderita ISPA bersin dan batuk tanpa menutup hidung dan mulutnya.
  • Anak berada di ruangan tertutup dan penuh sesak, dan ada orang yang terinfeksi virus ISPA.
  • Saat orang yang terinfeksi virus menyentuh hidung dan mata anak. Infeksi dapat menular saat cairan yang terinfeksi bersentuhan dengan hidung dan mata.
  • Udara di sekitar anak sangat lembap.
  • Saat kekebalan tubuh anak sedang lemah.

Penularan penyakit infeksi pernapasan ini juga lebih sering terjadi saat musim hujan. Pasalnya, virus dan bakteri lebih mudah berkembang biak saat udara sekitarnya lembap.

Cara mengatasi ISPA pada anak

Pada dasarnya, ISPA adalah penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, ibu tidak bisa membiarkan kondisi ini terlalu lama karena anak akan merasa tidak nyaman.

Berikut beberapa cara untuk mengatasi dan mengobati ISPA pada anak.

Minum banyak air

Tubuh menjadi kekurangan cairan dan nafsu makan saat terkena ISPA. Maka dari itu, penting untuk orangtua mencukupi kebutuhan makan dan minum anak agar tidak dehidrasi.

Air putih bertugas untuk mengencerkan dahak, sehingga membuat pernapasan anak jadi lebih lega.

Ibu bisa memberikan campuran air putih dan lemon bila anak tidak suka minum air putih.

Tidur yang cukup

Anak-anak butuh istirahat yang lebih banyak daripada orang dewasa. Setidaknya, ia butuh tidur sebanyak 9-1 jam dalam sehari.

Saat si kecil terkena ISPA, ibu bisa membuatnya lebih nyaman dengan memasang humidifier pada kamar tidur.

Humidifier membantu dalam menjaga kelembapan dan kebersihan udara sehingga anak bisa istirahat dengan nyaman.

Oleskan pelembap

Bagian luar hidung anak akan lebih mudah iritasi saat terkena ISPA karena lebih sensitif. Ibu bisa mengoleskan pelembap atau petroleum jelly pada bagian luar hidung untuk membuatnya lebih nyaman.

Oleskan setiap hari setelah si kecil selesai mandi dan saat akan tidur pada malam hari. Ini membantu anak tidur nyenyak semalaman.

Semprotan pelega pernapasan

Untuk mengatasi ISPA pada buah hati, ibu bisa menggunakan semprotan pelega pernapasan yang mengandung dekongestan.

Dekongestan mampu membuat hidung anak lebih lega dan nyaman saat menarik napas panjang.

Gunakan analgesik

Saat si kecil terkena ISPA, ia bisa mengalami demam dan nyeri pada tulang. Ibu bisa memberikan obat pereda nyeri seperti acetaminophen di apotek terdekat.

Jika kondisi anak belum membaik, ibu bisa membawanya ke dokter untuk mendapatkan obat yang tepat.

Cara mencegah ISPA pada anak

Cara paling mudah untuk mencegah ISPA adalah rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Cuci tangan membantu menghilangkan dan mencegah virus dan bakteri pemicu ISPA yang menempel di tangan.

Tentu untuk anak-anak tidak akan mudah, berikut beberapa cara mencegah ISPA yang bisa orangtua lakukan.

  • Hindari kontak dengan penderita ISPA.
  • Rutin membersihkan barang yang sering dipegang, misalnya remot TV, ponsel, atau gagang pintu.
  • Gunakan masker saat sedang sakit.
  • Diam di rumah saat tubuh tidak enak badan.

ISPA memang bisa sembuh dengan sendirinya ketika kondisi daya tahan tubuh anak cukup baik.

Namun, bila gejalanya semakin parah dan anak rewel, sebaiknya ibu segera konsultasikan ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Common Cold and Upper Respiratory Infections. (2021). Retrieved 10 May 2021, from https://www.stlouischildrens.org/conditions-treatments/common-cold-and-upper-respiratory-infections?__cf_chl_captcha_tk__=3f390ae5aaff8980023b99ff543e66441fc9fd8b-1620624725-0-ASXP07V9LBVThEZi8tTJCuSNI8QhvcGfa-8ObZQ0bI8MWruo8N7FV62-_ln9fs-S9gvl74LD4I-7u2BZIENF-8hSxuQCB37MluKu-_Vz4IYgQct-38PQ8EML80_UWYfZgExdVUoqLgvhrIL-5wOUCK3QKtASD8aclyuGPRpInJvp2R8GLQahXDVUyyytWdEYnYFFoJUEId2omFb6H_qAnpsfE8pYuc-Xw1wNw7rsU7v0XJ19Cy5q4t9sqiu4BALBdNvcZLnFgfTHfaROV7p3cohDNqOyxW76ERLthLUyfT7wwWvdJ_mKNRq0FPMAwue4bAB6wAZQ9AyaPgnVIeGstJc-Unwm2ovQBouXkpqJWROO4ge8yNz80jzq7CBwv312QlYQoK2FM0sL3_rwFKjhP9OI_GFTrJLtEOCkDA4Q3Y-ET3r8FMAuqx3vpaa1uak8t1SUpirk6UXH3U-zUnsudtovGIXG7LCRkaTOMDYfOsOpKw2Vq9jaYmIPNnFyD-qq_OtBWZYXBY0DC20mLGtWPIZVSW64ucIOlNt5P17jKc3KkJEA2rPD2PD-oG494ECwmfV1Y0peXzoo-WfW06k7CFs6Bietbm7TNBp7Pego35BwgRmcKpy26m7Mry6F81iMfV-7EPclro5N_vPmoH8KtFga86K4Q7Jqxswtchf8tsA_NdfGxSlRcVHY31TkiBnBdQ

Institute for Clinical Systems Improvement. (2021). Retrieved 10 May 2021, from https://www.icsi.org/wp-content/uploads/2019/01/RespIllness.pdf

Infeksi saluran pernapasan akut yang cenderung menjadi epidemi dan pandemi. (2021). Retrieved 10 May 2021, from https://www.who.int/csr/resources/publications/WHO_CDS_EPR_2007_8BahasaI.pdf?ua=1

Upper Respiratory Infections (Colds): Treatment & When to See a Doctor. (2021). Retrieved 10 May 2021, from https://www.nationwidechildrens.org/conditions/upper-respiratory-infections-colds

Respiratory tract infections (RTIs) . (2017). Retrieved 10 May 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/respiratory-tract-infection/

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 29/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x