home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

9 Penyebab Bau Mulut pada Anak dan Cara Mengatasinya

9 Penyebab Bau Mulut pada Anak dan Cara Mengatasinya

Aroma napas tidak sedap bukan hanya dapat terjadi pada orang dewasa saja, anak-anak juga bisa mengalaminya. Sebenarnya, kondisi bau mulut pada anak dengan napas tidak sedap bisa kembali membaik dengan sendirinya setelah menggosok gigi.

Sebagai orang tua, Anda harus paham betul penyebab utama bau mulut pada anak. Pasalnya, bau mulut bisa saja berasal dari masalah kesehatan mulut atau kondisi lain yang dialami anak, sehingga membutuhkan penanganan tersendiri.

Kenali berbagai penyebab bau mulut pada anak

mengajarkan anak menggosok gigi

Bau mulut atau istilah medisnya disebut dengan halitosis adalah kondisi umum yang bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak Anda.

Dikutip dari jurnal yang diterbitkan Neonatal and Pediatric Medicine, kondisi ini sebagian besar terjadi karena adanya aktivitas bakteri di dalam mulut. Maka bisa dikatakan penyebab utama bau mulut pada anak adalah kesehatan gigi dan mulut yang buruk.

Beberapa penyebab sekaligus penjelasan apa saja pemicu bau mulut pada anak di antaranya sebagai berikut.

1. Kurang menjaga kebersihan mulut

Penyebab utama bau mulut pada anak adalah akibat dari kebiasaannya yang kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut. Hal paling mendasar diakibatkan perilaku si kecil jarang menyikat gigi, sehingga akhirnya memunculkan plak di sela-sela giginya.

Faktanya, plak pada gigi terbentuk dari sekumpulan bakteri sisa makanan atau minuman yang terselip pada gigi. Plak bisa muncul di area gigi mana pun, baik itu di depan, di belakang, di sepanjang gusi, hingga di antara gigi.

Selain membuat si kecil bau mulut, penumpukan plak lama-kelamaan bisa berkembang menjadi karang gigi dan berujung pada penyakit gusi.

2. Ada bakteri di lidah

Selain diajarkan untuk menyikat gigi, sebaiknya anak juga diingatkan untuk selalu menjaga kebersihan lidahnya. Sebab bakteri pada mulut tidak hanya bersembunyi di gigi dan gusi saja, melainkan juga di sela-sela papila lidah. Kondisi lidah yang kotor dapat menjadi penyebab terjadinya napas tidak sedap pada anak.

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah hindari mengajarkan anak untuk membersihkan lidah menggunakan sikat gigi. Metode ini justru akan semakin menambah bakteri pada lidah, sekaligus menurunkan kemampuan lidah untuk merasakan makanan.

Sebagai gantinya, ajarkan anak pakai alat pembersih khusus lidah atau tongue cleaner yang memang didesain khusus untuk membersihkan permukaan lidah tanpa melukainya.

3. Mulut kering

Kondisi mulut kering biasanya terjadi saat anak belum makan atau minum dalam waktu yang cukup lama atau setelah bangun tidur. Kedua kondisi tersebut dapat menahan produksi air liur sehingga menjadi penyebab bau mulut pada anak.

Padahal, air liur berperan untuk membantu menghilangkan bakteri serta partikel di dalam mulut yang menyebabkan napas menjadi tidak sedap. Maka dari itu, penting untuk mencukupi kebutuhan air minum anak agar menjaga kondisi rongga mulut tetap lembab.

4. Bernapas melalui mulut

Bau mulut pada anak bisa terjadi karena kebiasaannya bernapas melalui mulut. Misalnya saat sedang tidur dengan mulut terbuka dan ketika hidung anak tersumbat, sehingga menyulitkan mereka bernapas normal.

Kondisi mulut yang terus menganga dan terbuka dapat membuat kelenjar saliva sulit memproduksi air liur. Lama-kelamaan mulut akan jadi kering dan memicu napas tak sedap.

5. Infeksi pada gusi

Sebagian besar anak-anak yang mengalami infeksi gusi, berawal dari kebiasaan kurang telaten dalam menjaga kebersihan mulut dan gigi.

Sebagai contoh, terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman manis tanpa disertai dengan gosok gigi setelahnya atau malas menyikat gigi rutin, yakni pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

Akibatnya, muncul infeksi gusi yang dapat menjadi penyebab bau mulut pada anak. Infeksi pada gusi awalnya ditandai dengan kondisi peradangan atau juga disebut sebagai gingivitis.

Maka dari itu, apabila Anda menemukan anak mengalami gejala radang gusi, seperti gusi bengkak atau gusi berdarah segera kunjungi dokter gigi.

Selain itu, infeksi pada gusi juga bisa terjadi akibat komplikasi prosedur medis perawatan gigi pada anak, seperti tambal gigi atau cabut gigi.

6. Gigi berlubang

Kondisi gigi berlubang pada anak yang tidak kunjung diobati bisa semakin parah, dikarenakan hasil kunyahan makanan akan terus menumpuk dan membentuk asam. Asam serta bakteri pada permukaan gigi inilah yang membuat kerusakan serta membentuk rongga.

Gabungan adanya rongga dan bakteri yang membuat napas segar berubah menjadi tidak sedap. Selain itu, makanan yang terperangkap pada lubang gigi ini lambat laun akan membusuk dan menjadi penyebab bau mulut yang tidak sedap pada anak.

7. Makanan, minuman, dan obat-obatan

Apapun yang anak-anak konsumsi, baik itu makanan, minuman, maupun obat-obatan yang diminum terus-menerus adalah faktor utama pemicu juga penyebab bau mulut pada anak.

Jadi, ketika anak mengonsumsi makanan dan minuman dengan aroma khas yang cukup kuat, tentu akan memengaruhi hembusan napasnya. Misalnya, konsumsi karbohidrat yang rendah, bumbu seperti bawang putih, bawang merah, atau bahkan keju.

Sedikitnya kadar karbohidrat diklaim dapat menghasilkan senyawa keton. Apabila tidak digunakan di dalam tubuh, maka akan dilepaskan melalui udara dan menimbulkan kondisi bau mulut tidak sedap.

8. Radang amandel

Tonsilitis atau radang amandel adalah kondisi terjadinya peradangan pada suatu jaringan berbentuk oval di belakang tenggorokan. Pada area tersebut terdapat kantong di mana partikel makanan umumnya akan menumpuk.

Lalu, ada pula kondisi bernama batu amandel yang menjadi salah satu penyebab napas yang kurang sedap pada anak. Batu amandel adalah butiran putih kecil mengandung bakteri anaerob dengan campuran lendir serta residu makanan.

9. Kondisi medis lainnya

Sinusitis, penyakit asma, pembengkakan kelenjar gondok, ternyata bisa menjadi penyebab lain bau mulut pada anak. Meskipun tidak selalu terjadi, anak dengan diabetes, infeksi lambung, gagal ginjal, gangguan hati, serta kanker mulut juga bisa memicu kondisi bau mulut.

Bagaimana cara tepat mengatasi bau mulut pada anak?

anak periksa gigi ke dokter

Penanganan bau mulut pada anak dan orang dewasa tidaklah jauh berbeda. Jika Anda menyadari anak mengalami kondisi ini jangan langsung cemas, Anda bisa melakukan metode perawatan rumahan untuk bantu mengatasi bau mulut ini, di antaranya:

  • Mengajarkan anak menyikat gigi dengan teknik yang benar, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
  • Lakukan perawatan mulut dan gigi tambahan, seperti flossing untuk membersihkan sela-sela gigi dan membersihkan lidah dengan alat penggosok lidah (tongue cleaner).
  • Berkumur dengan obat kumur yang ampuh untuk menghilangkan bau mulut – hanya disarankan untuk anak usia 6 tahun ke atas sesuai anjuran American Dental Association.
  • Berkumur dengan bahan alami, seperti cuka apel dan larutan baking soda dengan kandungan natrium karbonat yang efektif membunuh bakteri di mulut.
  • Perbanyak konsumsi makanan penghilang bau mulut, seperti buah apel, yogurt, permen karet mint, dan makanan dengan kandungan vitamin C.
  • Sering mengonsumsi air putih untuk mencegah kondisi mulut kering.

Bila kondisi napas kurang sedap pada anak tidak kunjung membaik, coba konsultasikan lebih lanjut dengan dokter gigi Anda. Dokter gigi akan mencari tahu alasan timbulnya bau mulut pada anak dan memberikan perawatan yang sesuai dengan penyebabnya.

Misalnya saja pada kasus infeksi gusi, dokter gigi dapat menempuh prosedur medis tertentu untuk mengobati kondisi tersebut.

Sementara untuk kasus gigi berlubang, diperlukan penanganan segera guna mencegah timbulnya infeksi yang lebih parah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gongala, S., 2014. What Causes Bad Breath In Kids And What To Do About It?. [online] MomJunction. Available at: <https://www.momjunction.com/articles/remedies-to-cure-bad-breath-in-children_0077140/> [Accessed 22 April 2020].

Mayo Clinic. 2018. Bad Breath – Symptoms And Causes. [online] Available at: <https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bad-breath/symptoms-causes/syc-20350922> [Accessed 22 April 2020].

Kidshealth.org. 2020. Bad Breath (For Kids) – Nemours Kidshealth. [online] Available at: <https://kidshealth.org/en/kids/bad-breath.html> [Accessed 22 April 2020].

M, K., 2017. The Causes of Halitosis in Children. Pediatric Dental Care, [online] 2:132. Available at: <https://www.omicsonline.org/open-access/the-causes-of-holitosis-in-children.php?aid=86743> [Accessed 22 April 2020].

New Hampshire Center for Comprehensive Dentistry. 2016. Do Cavities Cause Bad Breath?. [online] Available at: <https://www.nhcenterforcomprehensivedentistry.com/do-cavities-cause-bad-breath/> [Accessed 22 April 2020].

Ada.org. 2019. Mouthwash (Mouthrinse). [online] Available at: <https://www.ada.org/en/member-center/oral-health-topics/mouthrinse> [Accessed 6 January 2021].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 07/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x