Diabetes pada Anak, Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Penyakit diabetes tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga pada anak. Ini adalah kondisi kadar gula dalam darah tinggi dan bisa membahayakan kesehatan. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kasus diabetes pada anak di tahun 2014 mencapai 1000 kasus. Berikut penjelasan seputar kondisi diabetes pada anak.

Diabetes melitus pada anak

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik pada anak yang sifatnya kronik dan mengganggu tumbuh kembang anak. Ada dua jenis diabetes, yaitu tipe 1 dengan jumlah kadar insulin rendah karena kerusakan sel pankreas. Sementara diabetes tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin.

Tipe diabetes pada anak

komplikasi diabetes tipe 1 pada anak

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, diabetes memiliki dua jenis, yaitu tipe 1 dan 2. Berikut penjelasan lengkapnya:

Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 adalah kondisi yang sering terjadi pada anak dan remaja. Namun tidak menutup kemungkinan, diabetes tipe 1 juga bisa menyerang bayi, balita, sampai orang dewasa. 

Kondisi ini terjadi akibat kelainan autoimun, ketika sistem kekebalan tubuh anak merusak pankreas sehingga fungsi pankreas terganggu. 

Beberapa faktor risiko diabetes tipe 1 pada anak yaitu:

  • Genetik
  • Infeksi virus
  • Pola makan tidak sehat

Pola makan di atas termasuk mengonsumsi makanan atau minuman manis, seperti es krim, jus, dan minuman kemasan.

Diabetes tipe 2

Sementara itu untuk diabetes tipe 2, disebabkan oleh resistensi insulin. Ini adalah kondisi sel tubuh kesulitan menggunakan infulit untuk memanfaatkan gula darah sebagai energi. 

Diabetes tipe 2 bisa terjadi karena tubuh kekurangan produksi insulin yang membuat kadar gula meningkat.

Berikut faktor risiko diabetes tipe 2:

  • Riwayat keluarga dengan kondisi diabetes tipe 2
  • Obesitas pada anak
  • Gaya hidup yang kurang baik seperti sering mengonsumsi makanan berlemak dan jarang bergerak

Pada anak, diabetes tipe 2 bisa terjadi saat ia berusia 10 tahun atau di usia remaja.

Gejala diabetes pada anak

gejala diabetes tipe 1 pada anak

Sekilas, gejala diabetes tipe 1 dan 2 sulit dibedakan karena keduanya memiliki tanda yang mirip. Namun biasanya diabetes pada anak memiliki gejala seperti:

  • Nafsu makan meningkat
  • Terlihat lesu dan tidak bertenaga meski makan dengan porsi besar
  • Warna kulit menghitam
  • Muncul luka yang sulit sembuh
  • Berat badan turun

Mengutip dari Mayo Clinic, berat badan turun bisa terjadi pada anak diabetes karena tidak ada pasokan energi dari gula. Ini membuat jaringan otot dan simpanan lemak menyusut. Ini adalah tanda awal dari diabetes pada anak.

Perawatan pada anak dengan diabetes

diabetes anak

Sebagai orangtua, penting untuk memantau perkembangan anak dengan kondisi diabetes. Anda harus memerhatikan asupan makanan, kadar gula darah agar tetap seimbang. Untuk memudahkan, berikut beberapa cara untuk merawat anak yang mengalami diabetes.

Pantau kadar gula darah anak agar tetap normal

Pemantauan kadar gula darah secara rutin adalah cara utama mengelola gejala diabetes pada anak. Anda harus memastikan anak mendapatkan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin.

Sebaiknya Anda memang memiliki alat untuk memeriksa kadar gula darah di rumah untuk mempermudah pemeriksaan. 

Pemeriksaan kadar gula darah dapat dilakukan lewat tes darah sederhana dengan tusukan kecil di ujung jari. 

Selain itu, ada cara terbaru untuk memantau kadar gula darah, yaitu dengan monitoring glukosa berkelanjutan atau Continuous glucose monitoring (CGM). Cara ini mungkin paling efektif untuk orang-orang yang menunjukkan gejala gula darah turun drastis (hipoglikemia).

CGM ditempelkan pada tubuh dengan menggunakan jarum halus tepat di bawah kulit, yang akan memeriksa kadar gula darah setiap beberapa menit. 

Namun, CGM dianggap belum seakurat pemantauan gula darah biasa. Jadi CGM bisa menjadi alat tambahan, tapi bukan untuk menggantikan pemantauan gula darah biasa.

Pelajari jenis dan cara pakai insulin

Diabetes tipe 1 pada anak adalah kondisi di mana pankreas anak tidak berfungsi lagi untuk memproduksi hormon insulin. Karena itu, anak memerlukan pengganti insulin.

Orangtua harus tahu dosis dan jenis insulin yang bisa digunakan si kecil. Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara memberikan perawatan insulin untuk anak.

Ada beberapa jenis insulin yang bisa digunakan, diantaranya:

Insulin kerja cepat

Terapi insulin seperti lispro (Humalog), aspart (NovoLog) dan glulisine (Apidra) bekerja sangat cepat dalam menurunkan kadar gula darah tubuh. Oleh karena itu, digunakan 15 menit sebelum makan. Namun, efeknya tidak bertahan lama.

Insulin kerja singkat

erapi insulin seperti insulin yang sebenarnya (Humulin R) yang menurunkan kadar gula darah dengan cepat, tapi tak secepat insulin kerja cepat. Biasanya, insulin ini diberikan 30-60 menit sebelum makan.

Insulin kerja sedang

Terapi seperti insulin NPH (Humulin N) mulai bekerja dalam waktu sekitar satu jam, puncaknya sekitar enam jam dan terakhir 12 sampai 24 jam.

Insulin kerja panjang

Terapi insulin glargine (Lantus) dan detemir (Levemir) bisa bekerja selama seharian. Oleh karena itu insulin ini lebih banyak digunakan ketika malam hari dan hanya satu kali saja per hari. Biasanya, insulin kerja panjang akan dikombinasikan dengan insulin kerja cepat dan insulin kerja singkat.

Cara pemberian insulin yang paling umum adalah lewat suntikan (jarum suntik atau pena). Namun, suntikan insulin dengan pena belum disediakan untuk anak-anak. 

Selain lewat suntikan, insulin juga dapat diberikan lewat pompa insulin. Pompa ini berupa perangkat elektronik kecil yang ukurannya sebesar ponsel. Pompa ini mudah dibawa, disangkutkan di sabuk, atau disimpan dalam saku celana. 

Pompa ini akan menyalurkan insulin ke dalam tubuh Anda yang bereaksi secara cepat melalui tabung kecil fleksibel (kateter) di bawah kulit perut Anda dan disimpan di tempatnya.

Perhatikan asupan makanan si kecil sehari-hari

Memahami apa dan berapa banyak makanan yang harus diberikan pada anak dengan diabetes sangat penting. Namun, jangan menyuruh anak melakukan diet khusus untuk pasien diabetes. Hal ini akan membuat anak mudah stres karena pilihan makanan yang cenderung itu-itu saja dan akan terasa hambar baginya.

Sama seperti anak-anak sehat lainnya, anak yang memiliki diabetes juga masih tetap membutuhkan banyak nutrisi dari menu makanan yang bervariasi. 

Makanan untuk anak diabetes sama seperti yang lain, seperti buah-buahan, sayuran, makanan yang tinggi nutrisi, rendah lemak, serta kalori dalam batas wajar.

Usahakan seluruh keluarga Anda makan makanan yang sama dengan si kecil. Jangan membeda-bedakan menu makanannya. Anda dan sekeluarga mungkin hanya harus mengonsumsi lebih sedikit produk hewani dan makanan manis.

Ajak anak berolahraga secara teratur

Ajak anak untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur dan jadikan itu sebagai bagian dari rutinitas harian.

Anda bisa mengajak anak bermain kejar-kejaran di halaman rumah, keliling kompleks naik sepeda, jogging sambil ajak anjing peliharaan jalan-jalan, atau berenang dapat menjadi pilihan aktivitas yang seru untuk anak.

Namun, ingat bahwa aktivitas fisik juga dapat menurunkan gula darah, sehingga akan memengaruhi kadar gula darahnya hingga 12 jam setelah berolahraga. 

Bila anak Anda memulai aktivitas baru, periksa gula darah anak lebih sering dari biasanya sampai Anda belajar bagaimana tubuhnya bereaksi terhadap aktivitas tersebut.

Cara memberi pemahaman tentang diabetes pada anak

diabetes tipe 1 pada anak

Menjelaskan kondisi penyakit pada anak memang cukup membingungkan. Namun sebagai orangtua, Anda tetap perlu menjelaskan tentang kondisi yang sedang dialami oleh anak. 

Berikut panduan untuk menjelaskan diabetes pada anak:

  • Ajak anak bicara sesuai dengan usia dan pemahamannya
  • Libatkan pembicaraan dengan keluarga
  • Gunakan bahasa yang lebih mudah dimengerti
  • Beri waktu agar anak lebih mengerti

Dalam memberi pengertian pada anak, ia perlu waktu untuk mengerti dan mencerna pengetahuan baru. 

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Seseorang Hidup Tanpa Pankreas?

Rusaknya fungsi pankreas memaksa Anda untuk hidup tanpa pankreas dengan menjalani operasi. Apakah hidup tanpa pankreas tetap aman?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 16 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Jenis Olahraga untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Melakukannya

Olahraga penting untuk menjaga kadar gula darah diabetesi. Apa saja pilihan olahraga atau senam untuk penderita diabetes? Bagaimana tips aman melakukannya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes 11 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

5 Tanda Gula Darah Anda Terlalu Tinggi, Plus Cara Tepat Mengatasinya

Tak hanya orang diabetes, orang yang sehat juga bisa saja memiliki kadar gula darah tinggi. Apa saja tanda dan gejala gula darah tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

8 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Pengidap Diabetes

Salah satu kunci utama menjaga kadar gula darah adalah menjaga makanan. Berikut adalah pantangan diabetes yang perlu dihindari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes 9 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya mie instan

Bahaya Mie Instan Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

Ditinjau oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
apakah diabetesi boleh makan mi instan

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
akibat gula darah tinggi

Awas, Ini Akibatnya Jika Gula Darah Anda Terlalu Tinggi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit