Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Perhatikan, Ini 8 Penyakit Kuku yang Bisa Terjadi pada Anak

Perhatikan, Ini 8 Penyakit Kuku yang Bisa Terjadi pada Anak

Bagi orangtua, jangan lupa untuk memperhatikan kuku anak Anda, ya! Pasalnya, berbagai perubahan yang terjadi pada kuku anak bisa menjadi tanda dari penyakit kuku yang ia alami.

Pada kondisi tertentu, pengobatan mungkin diperlukan untuk mengatasinya. Kenali lebih lanjut mengenai berbagai masalah atau penyakit kuku yang bisa terjadi pada anak Anda melalui ulasan berikut.

Berbagai macam penyakit kuku yang bisa terjadi pada anak

Penyakit kuku pada anak bisa muncul sejak ia dilahirkan atau yang terjadi dan berkembang seiring pertambahan usia, terutama saat balita.

Penyebabnya pun beragam, mulai dari faktor bawaan hingga lingkungan.

Meski jarang terjadi, kondisi yang abnormal pada kuku anak tetap perlu menjadi perhatian.

Apalagi, kuku memiliki peranan penting dalam kelangsungan hidup anak, seperti menopang dan melindungi jari dari cedera atau sekadar mengambil benda yang kecil bentuknya.

Lalu, apa saja penyakit atau masalah kuku yang bisa terjadi pada anak? Apa gejala dan penyebabnya?

Berikut beberapa daftarnya untuk Anda pahami.

1. Koilonychia

menggunting kuku anak

Koilonychia sering disebut dengan spoon nails atau kuku sendok.

Pasalnya, anak yang mengalami penyakit ini memiliki bentuk kuku yang penyok atau melengkung seperti sendok.

Umumnya, kuku anak akan tampak rata terlebih dahulu, kemudian sebuah lekukan terbentuk di bagian tengahnya,

Lekukannya pun cukup dalam hingga dapat menahan tetesan air di dasarnya.

Koilonychia dapat terjadi pada bayi baru lahir hingga anak-anak di atas usia 9 tahun.

Pada bayi baru lahir, penyebabnya sering kali tidak diketahui, dan umumnya terjadi di jempol kaki.

Pada anak yang lebih tua, koilonychia sering menjadi tanda dari kondisi medis tertentu, seperti di bawah ini.

2. Leukonychia punctata

Leukonychia punctata adalah masalah yang ditandai dengan bintik-bintik putih kecil pada kuku anak.

Kondisi ini bisa terjadi pada bayi baru lahir atau anak-anak yang lebih tua.

Umumnya, leukonychia punctata terjadi karena cedera pada lempeng kuku atau bagian matriksnya (area yang bertumbuh di dasar kuku).

Kebiasaan menggigit kuku dan menggunakan sepatu yang ketat adalah penyebab cedera yang umum terjadi pada kuku anak Anda.

Umumnya, leukonychia punctata adalah kondisi medis yang tidak berbahaya sehingga tidak perlu mendapat pengobatan medis.

Bintik putih ini pun akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa bulan.

3. Onychoschizia

Onychoschizia adalah kondisi ketika kuku anak terbelah, termasuk kuku yang pecah, rapuh, lunak, atau tipis.

Kondisi ini memengaruhi sekitar 28,8% bayi yang baru lahir, terutama di jempol kaki dan ibu jari tangannya.

Namun, kondisi ini umumnya tidak memerlukan pengobatan apapun karena dinilai sebagai perubahan fisik sementara.

Meski demikian, anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa juga bisa mengalaminya.

Penyebab onychoschizia sering kali karena kuku terlalu kering atau terlalu lembab (sering kena air), sehingga menjadi rapuh.

Pada kondisi yang jarang, penyakit kuku ini juga bisa menjadi tanda dari kekurangan vitamin pada anak, terutama zat besi.

4. Onychomycosis

gambar infeksi jamur kuku atau tinea unguium

Onychomycosis, atau disebut juga dengan infeksi jamur kuku, sebenernya jarang terjadi pada anak-anak.

Meski demikian, anak-anak bisa berisiko terkena penyakit kuku ini jika salah satu atau kedua orangtuanya mengalami hal yang sama.

Pasalnya, pada kondisi yang jarang, jamur yang menjadi penyebab infeksi pada kuku bisa menular dari satu orang ke orang lainnya.

Melansir Mayo Clinic, penderita onychomycosis umumnya memiliki kondisi kuku berikut.

  • Menebal.
  • Berubah warna dari keputihan menjadi kuning agak kecoklatan.
  • Rapuh.
  • Berubah bentuk.
  • Warna kuku menjadi gelap.
  • Baunya agak busuk.

5. Paronychia

Jika onychomycosis terjadi pada kuku, paronychia adalah penyakit infeksi pada anak yang terjadi di kulit sekitar kuku jari tangan atau kaki.

Penyebabnya adalah infeksi bakteri atau jamur yang masuk ke kulit di sekitar kuku yang terluka.

Adapun ini bisa terjadi karena kebiasaan menggigit, mencabut bintil kuku, sering mengisap jari, atau menggunting kuku anak terlalu pendek.

Bila infeksi ini terjadi, biasanya kulit di sekitar kuku anak akan menjadi merah, bengkak, dan terasa sakit serta hangat dan lembut saat disentuh. Nanah pun bisa keluar dari area kulit itu.

Pada kondisi kronis dan jangka panjang, penyakit ini bisa memengaruhi kuku anak Anda, seperti perubahan warna dan bentuk kuku serta kuku seperti terlepas.

6. Onychomadesis

Onychomadesis adalah kondisi ketika lempeng kuku terlepas dari matriksnya (area yang bertumbuh di dasar kuku) dan seperti membentuk lipatan yang melintang di atas kuku.

Kondisi ini dapat terjadi pada anak di segala usia, termasuk bayi baru lahir, karena adanya peradangan atau kerusakan matriks kuku.

Penyebabnya sering kali terkait dengan hand, foot, and mouth disease, yaitu infeksi yang disebabkan oleh virus Enterovirus.

Selain itu, penyakit infeksi sistemik dan konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa memicu timbulnya kondisi ini.

Adapun onychomadesis umumnya merupakan kondisi ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya.

Pengobatan biasanya hanya diberikan untuk mengatasi penyakit yang mendasarinya.

7. Trachyonychia

penyebab kuku bergelombang

Trachyonychia atau distrofi dua puluh kuku adalah salah satu masalah kuku yang sering terjadi pada anak.

Penyakit ini rata-rata muncul saat anak berusia 2-7 tahun. Trachyonychia bisa terjadi tanpa penyebab yang diketahui (idiopatik).

Namun, kondisi ini juga bisa timbul sebagai akibat dari penyakit kulit yang menyerang anak, seperti psoriasis, lichen planus, alopecia areata, atau eksim pada anak.

Pada anak yang mengalami trachyonychia, kukunya akan tampak kasar, rapuh, retak, buram, tidak berkilau, dan berubah menjadi warna putih keabu-abuan.

Beberapa kuku pun mungkin tampak berubah bentuk dan seperti mengeras. Meski begitu, penyakit ini bisa membaik dengan sendirinya seiring waktu.

8. Onycholysis

Onycholysis adalah kondisi ketika kuku anak terpisah dari dasarnya, tetapi tidak terasa sakit.

Kuku yang terpisah pun akan tampak longgar dan berwarna agak putih, kuning, atau hijau.

Kondisi ini bisa terjadi pada satu atau beberapa kuku anak. Pada kasus yang jarang, seluruh kuku anak pun bisa saja terpisah dari dasarnya.

Masalah kuku ini biasanya terjadi akibat penyakit kulit yang anak derita atau infeksi akibat cedera.

Bila kondisi ini terjadi pada anak Anda, sebaiknya berkonsultasi kepada dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Verifying...


Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

BRITTLE SPLITTING NAILS. AOCD. (2022). Retrieved 8 February 2022, from https://www.aocd.org/page/BrittleSplittingNail

Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD). IDAI. (2022). Retrieved 8 February 2022, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/hand-foot-mouth-and-disease-hfmd

Koilonychia (Spoon Nails): What It Is, Causes & Treatment. Cleveland Clinic. (2022). Retrieved 8 February 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/22140-koilonychia-spoon-nails

Nail Disorders. Riley Children’s Health. (2022). Retrieved 8 February 2022, from https://www.rileychildrens.org/health-info/nail-disorders

Nail fungus – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2022). Retrieved 8 February 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nail-fungus/symptoms-causes/syc-20353294

Nail infections: fingernails and toenails. Raising Children Network. (2022). Retrieved 8 February 2022, from https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/nail-infections

Nails – fingernail and toenail problems – Better Health Channel. Betterhealth.vic.gov.au. (2022). Retrieved 8 February 2022, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/nails-fingernail-and-toenail-problems

Onychomycosis. Childrens.com. (2022). Retrieved 8 February 2022, from https://www.childrens.com/specialties-services/conditions/onychomycosis

Paronychia (for Parents) – Nemours KidsHealth. Kidshealth.org. (2022). Retrieved 8 February 2022, from https://kidshealth.org/en/parents/paronychia.html

White nail – Leukonychia: An overview — DermNet. Dermnetnz.org. (2022). Retrieved 8 February 2022, from https://dermnetnz.org/topics/white-nail

ONYCHOLYSIS. AOCD. (2022). Retrieved 8 February 2022, from https://www.aocd.org/page/Onycholysis#:~:text=Onycholysis%20is%20the%20painless%20separation,in%20women%20with%20long%20fingernails

Twenty-nail dystrophy | DermNet NZ. Dermnetnz.org. (2022). Retrieved 8 February 2022, from https://dermnetnz.org/topics/twenty-nail-dystrophy

Salgado, F., Handler, M. Z., & Schwartz, R. A. (2017). Shedding light on onychomadesis. Cutis99(1), 33–36. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28207011/#:~:text=Onychomadesis%20is%20the%20proximal%20separation,Physicians%20should%20consider%20underlying%20associations.

Starace, M., Alessandrini, A., & Piraccini, B.M. (2018). Nail Disorders in Children. Skin Appendage Disorders. 4:217–229. https://doi.org/10.1159/000486020

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui Mar 04
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita