Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Pentingnya Menggunting Kuku Anak dan Caranya yang Tepat

    Pentingnya Menggunting Kuku Anak dan Caranya yang Tepat

    Bu, jangan sampai tidak menggunting kuku anak, ya! Bila kuku anak dibiarkan panjang, ada bahaya kesehatan yang bisa terjadi. Oleh karena itu, penting agar selalu menjaga kebersihan kuku anak dengan rutin memotong dan membersihkannya.

    Apa pentingnya menggunting kuku anak?

    Meski kecil, kuku juga memiliki peranan penting dalam kelangsungan hidup manusia, termasuk anak. Permukaan kuku yang keras dapat membantu melindungi ujung jari tangan dan kaki anak dari cedera.

    Anak pun dapat mengambil barang yang ada di sekitarnya secara lebih mudah dengan bantuan kuku, terutama untuk barang yang kecil seperti bulu atau helaian rambut.

    Bukan cuma itu, Kids Health menyebut, kuku bisa memberi petunjuk mengenai kesehatan seseorang secara keseluruhan.

    Misalnya, ketika dokter menekan kuku, ia sedang memeriksa sirkulasi darah.

    Bahkan, dokter juga bisa menemukan perubahan yang mungkin terkait dengan masalah kulit, penyakit paru-paru, anemia pada anak, dan kondisi medis lainnya.

    cara mengajari anak bahasa inggris

    Bila kuku itu penting, mengapa Anda perlu menggunting kuku anak? Kuku yang panjang bisa menjadi sarang kotoran dan kuman di dalamnya.

    Pada anak, biasanya, kuman bersarang setelah anak memegang benda-benda di sekitarnya.

    Setelah memegang benda, terkadang, anak memasukkan tangannya yang kotor itu ke mulut, tanpa mencucinya terlebih dahulu.

    Bila ini terjadi, kuman-kuman yang bersarang di kuku bisa masuk ke tubuh dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

    Bukan cuma itu, anak yang memiliki kuku panjang pun lebih mungkin menggigit kukunya hingga mungkin terjadi infeksi.

    Sebaliknya, rutin memotong dan membersihkan kuku bisa membantu menjaga kebersihan diri anak dan kesehatannya.

    Apa akibatnya jika kebersihan kuku anak tidak dijaga?

    Seperti penjelasan sebelumnya, beberapa penyakit infeksi dapat menyerang anak karena tak rutin memotong kuku dan kurang menjaga kebersihan tangan dan kukunya.

    Berikut beberapa penyakit infeksi anak yang mungkin terjadi.

    1. Diare

    Kotoran pada kuku yang masuk ke dalam saluran pencernaan dapat menyebabkan diare pada anak.

    Anak lebih rentan mengalami diare karena kekebalan tubuh anak belum sekuat orang dewasa.

    Diare yang parah kemudian dapat membuat anak mengalami dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.

    Selain itu, diare bisa menyebabkan kekurangan gizi pada anak. Jadi, jangan anggap sepele diare pada anak, ya!

    2. Infeksi cacing kremi

    Tidak rutin menggunting kuku serta tidak menjaga kebersihannya juga dapat menyebabkan infeksi cacing kremi pada anak.

    Cacing kremi dapat menempel di kuku saat anak menggaruk anusnya setelah anak dari kamar mandi atau setelah mengganti popok.

    Kemudian, cacing kremi dapat masuk ke dalam saluran pencernaan anak saat ia memegang makanan, menggigit kukunya, atau mengemut jarinya.

    Cacing kremi ini kemudian dapat tinggal di dalam usus besar dan rektum anak.

    3. Infeksi kuku

    Infeksi pada kuku, baik tangan maupun kaki, bisa terjadi jika kuku anak tidak dirawat dengan baik. Anak-anak yang suka menggigit kukunya pun lebih berisiko mengalami infeksi ini.

    Infeksi kuku biasanya ditandai dengan pembengkakan dan nyeri di kulit sekitar kuku atau penebalan pada kuku.

    Pada beberapa kasus, infeksi kuku ini bisa serius sehingga perlu penanganan dokter.

    Bagaimana cara menggunting dan menjaga kebersihan kuku anak?

    pola asuh permisif

    Membersihkan dan memotong kuku anak memang tidak mudah. Anak-anak sering kali terlalu asyik main sehingga tak mau diganggu oleh hal-hal lainnya.

    Meski begitu, orangtua tetap perlu berupaya untuk menjaga kebersihan kuku agar anak terhindar dari berbagai masalah kesehatan di atas.

    Berikut beberapa cara untuk menggunting serta menjaga kebersihan kuku anak yang perlu dan bisa Anda terapkan.

    • Orangtua perlu memotong kuku bayi dan anak sampai anak bisa menggunting kuku sendiri, kira-kira saat berusia 9-10 tahun.
    • Potong kuku anak setelah anak mandi. Ini akan memudahkan karena kuku umumnya menjadi lebih lembut pada saat ini.
    • Gunakan alat yang berbeda jika anak tidak mentolerir satu alat. Gunting kuku bayi atau kikir kuku bisa Anda coba.
    • Jangan memotong kutikula kuku anak, yaitu kulit keras yang ada di pinggiran kuku. Kutikula kuku merupakan penghalang kuman atau bakteri untuk masuk ke kuku. Ini berfungsi agar anak terhindar dari penyakit infeksi.
    • Jangan biarkan anak merobek atau menggigit bintil kuku, ini akan menyakiti anak. Bintil kuku adalah kulit kecil yang terkelupas di pinggiran kuku, kulit ini terpisah dari kutikula atau kuku. Jika bintil kuku anak muncul, Anda bisa menggunting bagian tersebut menggunakan gunting kuku.
    • Pastikan gunting kuku yang Anda gunakan tajam sehingga dapat memotong kuku anak dengan baik.
    • Bersihkan gunting kuku sebelum digunakan, terutama bila gunting kuku dipakai oleh banyak orang.
    • Biasakan anak cuci tangan sebelum dan sesudah makan serta setelah menggunakan kamar mandi. Gosok bagian bawah kuku anak dengan sabun dan air setiap kali anak cuci tangan.
    • Jangan biarkan anak menggigit atau mengemut kukunya. Keringkan tangan dengan lap setiap habis cuci tangan.
    • Jangan biarkan anak menggaruk kulit di sekitar daerah anal untuk mencegah penyebaran kuman.


    Pusing setelah jadi orang tua?

    Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    CDC – Enterobiasis – General Information – Frequently Asked Questions. Cdc.gov. (2022). Retrieved 7 January 2022, from https://www.cdc.gov/parasites/pinworm/gen_info/faqs.html

    Diarrhea in Children. Hopkinsmedicine.org. (2022). Retrieved 7 January 2022, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/diarrhea-in-children

    Diarrhoeal disease. Who.int. (2022). Retrieved 7 January 2022, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease

    Nail Cutting. NHS GGC. (2022). Retrieved 7 January 2022, from https://www.nhsggc.org.uk/kids/resources/ot-activityinformation-sheets/nail-cutting/

    Nail Hygiene | Handwashing | Hygiene | Healthy Water | CDC. Cdc.gov. (2022). Retrieved 7 January 2022, from https://www.cdc.gov/healthywater/hygiene/hand/nail_hygiene.html

    Teaching your child healthy nail care. Aad.org. (2022). Retrieved 7 January 2022, from https://www.aad.org/public/parents-kids/healthy-habits/parents/nail-care

    What kids should know about nail care. Aad.org. (2022). Retrieved 7 January 2022, from https://www.aad.org/public/parents-kids/healthy-habits/parents/kids/nail-care

    Your Nails (for Kids) – Nemours KidsHealth. Kidshealth.org. (2022). Retrieved 7 January 2022, from https://kidshealth.org/en/kids/your-nails.html

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui Jan 17
    Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita