Anak Sering Buang Air Kecil, Mungkinkan Tanda Kandung Kemih Overaktif?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/10/2019 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Ngompol rasanya lumrah dialami oleh setiap anak sampai usia tertentu. Biasanya, masalah ini tidak berlangsung lama karena akan berhenti dengan sendirinya, setidaknya sampai anak memasuki usia sekolah. Namun, jangan anggap remeh jika kebiasaan anak sering buang air kecil ini tidak kunjung berhenti. Ada kemungkinan masalah yang sebenarnya terjadi pada anak yakni kandung kemih overaktif. Benarkah bisa dialami oleh anak?

Bisakah kandung kemih overaktif terjadi pada anak?

latihan menggunakan toilet

Overactive bladder (OA) alias kandung kemih overaktif adalah kondisi ketika fungsi kandung kemih yang seharusnya bertugas sebagai tempat menyimpan urin, mengalami masalah. Kandung kemih overaktif bisa dialami oleh siapa saja dan di usia berapa pun, termasuk pada anak.

Seseorang yang mengalami kandung kemih overaktif biasanya kesulitan untuk mengontrol keinginan buang air kecil. Alhasil, anak bisa sering buang air kecil secara tiba-tiba atau inkontinensia urin.

Sementara ngompol yang dialami anak-anak berbeda dengan kandung kemih overaktif. Pasalnya, ngompol biasanya dialami oleh anak-anak yang usianya masih cukup kecil.

Seiring perkembangannya, anak bisa merasakan dan mengatur dengan sendirinya kapan harus beranjak ke toilet untuk buang air kecil. Ngompol juga biasanya lebih sering terjadi di malam hari dalam waktu tidur yang lebih panjang, meski tidak menutup kemungkinan untuk dialami di siang hari.

Hal ini jelas tidak sama dengan kandung kemih overaktif yang bisa terjadi pada anak. Dalam kondisi ini, anak-anak mungkin sulit menahan dan mengendalikan keinginan untuk buang air kecil.

Anak-anak juga merasa adanya dorongan yang cukup kuat untuk buang air kecil. Bahkan, bisa ingin buang air kecil tiba-tiba padahal kandung kemih belum penuh oleh urin.

Kandung kemih overaktif pada anak juga bisa berlangsung kapan pun, baik pagi, siang, sore, maupun malam hari.

Apa penyebab kandung kemih overaktif pada anak?

Ada berbagai penyebab kandung kemih overaktif pada anak. Penyebab ini juga bisa berbeda-beda pada setiap anak. Berikut penyebab overactive bladder pada anak secara umum:

  • Mengalami alergi. Makanan atau minuman penyebab alergi bisa menyebabkan kandung kemih terlalu aktif.
  • Mengalami kegelisahan berlebih. Situasi yang membuat anak takut, cemas, dan gelisah, bisa memicu kandung kemih overaktif.
  • Banyak mengonsumsi kafein. Kandungan kafein dari teh, kopi, soda, serta minuman berenergi, dapat memicu peningkatan cairan tubuh dan keinginan untuk buang air kecil.
  • Struktur kandung kemih. Adanya kelainan pada struktur kandung kemih bisa membuat fungsinya terlalu aktif.

Sementara penyebab kandung kemih overaktif lainnya pada anak meliputi:

  • Kerusakan saraf yang membuat anak mengalami kesulitan dalam mengenali keinginan untuk buang air kecil.
  • Tidak mengosongkan seluruh kandung kemih saat buang air kecil.
  • Mengalami sleep apnea.

Kandung kemih overaktif pada anak juga bisa dikarenakan produksi hormon antiduretik (ADH) di dalam tubuh tidak mencukupi. Padahal, hormon ADH bertugas untuk memperlambat produksi urin, termasuk di malam hari dengan peningkatan jumlah hormon ini di malam hari.

Jika tubuh tidak menghasilkan hormon ADH dalam jumlah normal, produksi urin bisa mengalami peningkatan. Alhasil, kandung kemih anak bisa terasa sangat penuh.

Apa saja gejala kandung kemih overaktif pada anak?

anak masih ngompol

Gejala kandung kemih overaktif pada anak agak sulit dikenali karena mungkin terlihat mirip dengan ngompol. Namun, ciri utama yang bisa Anda perhatikan yakni ketika frekuensi buang air kecil anak meningkat.

Anak yang mengalami overactive bladder dapat merasakan keinginan kuat untuk buang air kecil, meski sebenarnya kandung kemih belum begitu penuh. Berikut serangkaian gejala anak mengalami kandung kemih overaktif:

  • Mengalami keinginan untuk buang air kecil, tapi urin yang keluar tidak terlalu banyak atau bahkan tidak keluar sama sekali.
  • Sering ngompol di siang hari pada anak yang berusia di atas 3 tahun, dan malam hari pada anak usia di atas 4 tahun.
  • Cukup sering mengalami infeksi saluran kemih.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat.
  • Tidur terganggu dan tidak nyenyak.

Bagaimana perawatan kandung kemih overaktif pada anak?

toilet training anak perempuan

Pertama-tama, dokter akan memberikan penananan non medis berupa latihan mengenali kandung kemih. Di sini, anak akan belajar mengatur jadwal untuk buang air kecil, sekaligus mengenali keinginan kapan dirinya benar-benar ingin buang air kecil.

Dengan begitu, lama-lama frekuensi buang air kecil anak bisa lebih teratur dan berjarak. Misalnya berhasil rutin buang air kecil setiap 2 jam sekali.

Selain itu, ada pengobatan lainnya bernama double voiding. Metode ini melibatkan buang air kecil sebanyak dua kali, untuk memastikan kandung kemih sudah kosong sepenuhnya.

Pelatihan biofeedback juga bisa diterapkan sebagai terapi untuk mengatasi kandung kemih overaktif pada anak. Dengan bantuan seorang terapis, anak akan dibantu belajar bagaimana caranya memusatkan perhatian pada otot-otot kandung kemih.

Selanjutnya, anak diminta untuk merasakan kapan harus mengendurkan kandung kemih saat buang air kecil. Jika kondisi anak tampak tidak kunjung membaik, dokter mungkin akan memberikan penanganan berupa obat-obatan maupun melatih kekuatan otot pada kandung kemih.

Obat-obatan untuk mengatasi kandung kemih overaktif pada anak biasanya ditujukan untuk mengurangi frekuensi buang air kecil. Selain dari perawatan di atas, biasakan untuk menerapkan beberapa hal pada anak:

  • Menghindari makanan dan minuman berkafein, agar kerja kandung kemih tidak terlalu aktif.
  • Menghindari terlalu banyak minum sebelum tidur.
  • Membiasakan untuk menjadwalkan buang air kecil, misalnya setiap 2 jam sekali.
  • Membiasakan untuk menerapkan kebiasaan buang air kecil yang sehat, seperti mengendurkan otot-otot kandung kemih sepenuhnya dan menuntaskan keluarnya urin.

Jangan lupa, untuk terus memantau kebiasaan buang air kecil anak. Termasuk frekuensi dan cara yang dilakukan si kecil, apakah mengeluarkan urin sampai tuntas atau tidak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Diet Sehat Bagi Anda yang Sering Kebelet Kencing Tiba-tiba

Kandung kemih overaktif (OAB) membuat seseorang kebelet pipis terus. Nah, orang dengan kondisi ini harus menjaga pola makan. Intip diet sehatnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 05/11/2018 . 4 menit baca

Mulai Usia Ini, Pria Wajib Konsultasi ke Dokter Urologi Secara Berkala

Di usia yang bertambah tua, pria dianjurkan untuk rutin ke dokter urologi untuk memeriksakan kesehatan sistem kemih dan reproduksinya. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 30/10/2018 . 5 menit baca

5 Penyebab Ingin Buang Air Kecil Terus Menerus (Overactive Bladder)

Merasa ingin kencing terus menerus tentu mengganggu. Apalagi jika sampai tidak tertahankan. Lalu, apa yang menyebabkan kondisi ini terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 19/10/2018 . 3 menit baca

ISK, Inkontinensia Urin, dan Kandung Kemih Overaktif: Apa Bedanya?

Kandung kemih overaktif serta infeksi saluran kencing dan inkontinensia urin sama-sama mengacaukan kebiasaan buang air kecil Anda. Ini dia perbedaannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 16/10/2018 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

pantangan untuk kandung kemih overaktif

5 Pantangan Penderita Overactive Bladder Agar Tak Terus Bolak-balik ke Toilet

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 21/09/2019 . 4 menit baca
cara mengatasi anak ngompol

4 Cara Jitu Menghentikan Kebiasaan Ngompol Pada Si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10/03/2019 . 3 menit baca
kesehatan kandung kemih

5 Kunci Penting Menjaga Kandung Kemih Tetap Sehat Pada Wanita

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 08/02/2019 . 5 menit baca
penyebab sering ngompol

Sudah Remaja Tapi Masih Sering Ngompol, Kenapa, Ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/01/2019 . 3 menit baca