Hipospadia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Berapa Pengeluaran Rokok Anda Sehari?

Hitung dan coba alihkan uang itu untuk aktivitas lain yang membantu kesehatan Anda.

Cek Sekarang!
general

Definisi hipospadia

Apa itu hipospadia?

Hipospadia (hypospadia) adalah kondisi bawaan sejak lahir yang terjadi apabila lubang bukaan uretra atau lubang kencing terdapat di bagian bawah penis, bukan pada ujung penis seperti pada umumnya. 

Uretra adalah saluran yang mengalirkan urine keluar dari kantong empedu melalui penis. 

Pada hipospadia, muara uretra terdapat pada batang penis (biasanya di bagian bawah). Kondisi ini dapat tergolong ringan hingga berat, tergantung letak muara uretra.

Seberapa umum kondisi ini terjadi?

Hipospadia adalah kondisi yang dapat menyebabkan masalah kesuburan atau infertilitas pada pria dewasa jika tidak diterapi dengan benar. Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala hipospadia

Apa saja tanda-tanda dan gejala hipospadia?

Gejala hipospadia yang paling utama yaitu jika ujung uretra tidak berada pada bagian ujung penis. Biasanya muara terletak di dekat kepala, tapi pada beberapa kasus lain terdapat pula di tengah dan bawah penis, hingga di area skrotum atau kantong buah zakar.

Selain tanda-tanda yang bisa dilihat secara fisik, penderita juga akan mengalami gejala lain, seperti:

  • Bagian kulup hanya menutupi bagian atas kepala penis.
  • Beberapa laki-laki akan memiliki penis melengkung saat ereksi.
  • Memiliki aliran kencing yang tidak normal, sehingga harus duduk saat berkemih.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan sebaiknya harus periksa ke dokter?

Kebanyakan bayi laki-laki yang didiagnosis hipospadia sudah bisa terlihat setelah lahir dan masih di rumah sakit. Meski begitu, hipospadia yang tidak begitu berat biasanya tidak terlihat.

Hubungi dokter jika Anda menyadari bahwa muara uretra anak tidak terletak di ujung penis, kulit penutup penis tidak berkembang secara sempurna, atau penisnya melengkung ke bawah.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. 

Tubuh masing-masing orang berbeda, gejala yang muncul juga bisa berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab hipospadia

Apa saja penyebab hipospadia?

hipospadiaLubang kencing laki-laki seharusnya terletak di ujung penis. Namun, anak dengan hipospadia memiliki lubang kencing yang bisa saja berada di sisi bawah batang penis.

Ada pulang lubang kencing yang terletak di antara batang penis dengan kantong buah zakar atau skrotum.

Meski tidak menyulitkan orang tua untuk merawat bayi, kondisi ini bisa membuat bayi kesulitan untuk buang air kecil. Tanpa perawatan, kelainan area lubang kencing ini bisa menyebabkan pria dewasa sulit punya keturunan

Pasalnya, sperma akan sulit mencapai dan masuk tepat ke vagina untuk pembuahan saat berhubungan seks.

Menurut CDC atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, penyebab hipospadia pada bayi tidak diketahui secara pasti. Namun, para ahli kesehatan menduga bahwa kondisi ini dapat terjadi akibat kombinasi gen dan faktor lingkungan.

Sementara itu, Boston’s Children Hospital menjelaskan bahwa kelainan pada penis ini disebabkan oleh kerusakan hormon. Saat penis berkembang di dalam kandungan, hormon tertentu memainkan penting untuk membentuk uretra dan kulup. 

Timbulnya kerusakan pada hormon itulah yang mungkin mengganggu pembentukan penis secara sempurna, sehingga menimbulkan kondisi hipospadia pada bayi laki-laki.

Faktor-faktor risiko hipospadia

Apa yang membuat anak saya berisiko mengidap hipospadia?

Meski penyebabnya tidak diketahui secara pasti, beberapa kondisi berikut mungkin bisa jadi salah satu sebabnya:

  • Riwayat keluarga, bayi memiliki risiko yang tinggi lahir dengan hipospadia jika memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.
  • Genetika, variasi gen tertentu dapat mengganggu kerja hormon tertentu yang merangsang pembentukan penis secara sempurna.
  • Hamil usia di atas 35 tahun, hal ini didukung penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan risiko hipospadia pada bayi apabila ibu menjalani proses kehamilan di atas usia 35 tahun.
  • Paparan zat tertentu selama kehamilan, meski belum diuji lebih lanjut, banyak spekulasi yang menyebutkan bahwa ada kaitan antara hipospadia dengan paparan senyawa tertentu, seperti penggunaan obat nyamuk untuk ibu hamil, pestisida, dan bahan kimia industri lainnya.
  • Perawatan kesuburan, terutama pada wanita yang menggunakan bantuan teknologi reproduksi kehamilan memiliki risiko melahirkan bayi dengan hipospadia.

Meski terdapat faktor yang meningkatkan risiko, Anda juga perlu mewaspadai kondisi kelainan penis ini sekalipun tidak memiliki faktor di atas. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Obat & pengobatan hipospadia

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk hipospadia?

Pengobatan hipospadia merupakan hal yang dapat dilakukan agar kondisi penis normal seperti pada umumnya. Terapi yang paling umum yaitu melalui prosedur pembedahan. 

Dokter akan membuat muara uretra alias lubang kencing baru pada kepala penis. Pembedahan sebaiknya dilakukan secepat mungkin, antara usia 6-12 bulan. Meski begitu, pembedahan dapat pula dilakukan saat dewasa.

Kebanyakan pasien langsung pulang usai operasi. Pasien akan menggunakan kateter di penisnya. Kateter merupakan saluran buatan dari plastik untuk membantu mengalirkan urine. 

Normalnya, urine akan mengandung darah. Dokter akan memberikan obat pereda nyeri dan antibiotik untuk mencegah infeksi pasca-operasi.

Kateter urine biasanya bisa dilepas dalam waktu 10 hari. Biasanya hanya membutuhkan dua kali kontrol setelah pembedahan dilakukan. Setelah operasi, pasien diharapkan mampu memiliki kehidupan seks yang normal nantinya dan mampu bereproduksi.

Jika tidak diobati sesegera mungkin, hipospadia bisa membawa masalah saat anak belajar buang air di toilet, berhubungan seksual saat dewasa, dan timbulnya fistula uretra.

Apa saja tes diagnosis yang umum dilakukan?

Dokter akan membuat diagnosis dari riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Dokter mungkin akan merujuk anak ke ahli bedah dengan spesialisasi dalam kondisi genital dan kemih (urologis) untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Pengobatan di rumah untuk hipospadia

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi hipospadia?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang diharapkan dapat membantu Anda mengatasi hipospadia, di antaranya:

  • Beri tahu dokter Anda tentang masalah medis Anda.
  • Gunakan 2 popok setelah operasi, yakni 1 untuk feses dan 1 untuk urin dari kateter.
  • Selalu menjaga kebersihan penis Anda. Jika feses mengenai luka operasi, segera bersihkan dengan air bersih.
  • Hubungi dokter Anda sesegera mungkin jika Anda demam pasca-operasi, nanah keluar dari penis, tidak ada urine yang keluar dari kateter lebih dari 1 jam, atau urine merembes dari bagian penis yang lain.

Hubungi dokter Anda segera atau pergi ke instalasi gawat darurat jika pasca-operasi Anda mengeluarkan darah yang tidak dapat berhenti dari penisnya.

Bagaimana cara mencegah hipospadia pada anak?

Hingga saat ini, peneliti masih melakukan riset lebih lanjut mengenai penyebab sekaligus tindakan untuk mencegah hipospadia. Sementara ini, tindakan pencegahan dilakukan dengan konsultasi rencana kehamilan, pemenuhan kebutuhan nutrisi pada ibu hamil, dan cek kesehatan rutin ke dokter kandungan.

Ibu hamil sebaiknya berhati-hati dalam menggunakan obat atau bahan-bahan tertentu yang kemungkinan mengganggu kinerja dan kestabilan hormon. Untuk itu, selalu konsultasikan ke dokter sebelum ibu hamil menggunakan bahan atau produk tertentu.

Selain itu, Anda bisa mengurangi risiko anak Anda terkena hipospadia dengan melakukan upaya pencegahan di bawah ini saat hamil, seperti:

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah lebih lanjut dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Fakta Empeng Bayi, Apa Saja Manfaat dan Kekurangannya?

Jika digunakan dengan benar, empeng alias dot bayi yang tak berisi susu memang memiliki banyak manfaat. Tapi ketahui juga kekurangannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Bayi Susah Tidur dan Terus Rewel? Coba 4 Upaya Ini untuk Mengatasinya

Terkadang bayi tidak mau tidur dan menangis terus karena kedinginan, atau malah karena bedongnya terlalu ketat. Cari tahu cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 28 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Manfaat Laktosa pada Susu Pertumbuhan Anak & Takaran Konsumsi yang Aman

Mengapa laktosa sering ditemukan dalam susu formula anak? Ini dia manfaat laktosa bagi tumbuh kembang anak yang perlu Anda ketahui.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
laktosa untuk anak
Anak 1-5 Tahun, Parenting 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
umur bayi keluar rumah

Usia Berapa Bayi yang Baru Lahir Diperbolehkan Keluar Rumah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
bantal tidur untuk bayi

Ibu, Ini Bahanya Menggunakan Bantal Bayi Saat Si Kecil Tidur

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
tantrum

Tantrum pada Anak: Apa Penyebabnya dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit