Kandung Kemih Overaktif (Overactive Bladder)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Agustus 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu overactive bladder?

Kandung kemih overaktif atau overactive bladder (OAB) adalah masalah pada fungsi penyimpanan kandung kemih yang menyebabkan dorongan tiba-tiba untuk buang air kecil. Dorongan ini mungkin sulit untuk dihentikan dan dapat menyebabkan keluarnya urine tanpa disadari (inkontinensia urine).

Jutaan orang di seluruh dunia bermasalah dengan kandung kemih overaktif. Menurut National Association of Continence, satu dari lima orang berusia di atas 40 tahun mempunyai kandung kemih overaktif atau mengalami gangguan terkait kondisi ini.

Sekitar 85% dari orang-orang ini merupakan wanita. Pada kelompok wanita, satu dari empat orang mengalami inkontinensia urine dalam hidupnya. Kendati ada banyak faktor penyebab salah satu penyakit kandung kemih ini, Anda dapat mencegahnya dengan mengurangi faktor risiko yang ada.

Gejala

Apa saja gejala overactive bladder?

Overactive bladder adalah kondisi yang berdampak pada kandung kemih. Maka dari itu, orang dengan kondisi ini biasanya mengalami gejala sebagai berikut.

  • Mendadak ingin buang air kecil dan sulit mengontrolnya.
  • Urine keluar tanpa disadari walaupun sudah ditahan.
  • Buang air kecil lebih sering, biasanya delapan kali atau lebih dalam 24 jam.
  • Terbangun dua kali atau lebih di malam hari untuk buang air kecil (nokturia).
  • Terlalu sering buang air kecil hingga mengganggu kegiatan sehari-hari.

Kapan Anda perlu ke dokter?

Overactive bladder adalah gangguan yang umum dialami orang-orang berusia lanjut. Meski demikian, bukan berarti hal ini boleh dianggap wajar. Jika gejala yang Anda alami mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, cobalah berkonsultasi dengan dokter.

Kandung kemih overaktif juga bisa menandakan gangguan kesehatan lain. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya memeriksakan diri bila mengalami gejala:

Penyebab

Apa yang menyebabkan overactive bladder?

Ginjal berfungsi menyaring darah dan menghasilkan urine. Urine yang terbentuk lalu dialirkan menuju kandung kemih untuk ditampung sementara. Pada ujung kandung kemih, terdapat sfingter (otot berbentuk cincin) yang menahan urine agar tidak keluar.

Saat kandung kemih mulai penuh, otak akan mengirimkan sinyal menuju saraf kandung kemih untuk segera buang air kecil. Otot kandung kemih pun berkontraksi (meremas), sfingter terbuka, dan urine akhirnya keluar dalam proses buang air kecil.

Pada overactive bladder, tampaknya ada kesalahan pengiriman sinyal antara otak dan kandung kemih. Otot kandung kemih berkontraksi terlalu awal walaupun kandung kemih belum penuh. Kontraksi ini memicu rasa ingin buang air kecil lebih sering dari biasanya.

Ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan overactive bladder, dan berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Gangguan saraf, misalnya akibat stroke atau multiple sclerosis.
  • Infeksi saluran kemih dengan gejala yang mirip kandung kemih overaktif.
  • Perubahan hormon selama menopause.
  • Kerusakan saraf akibat penyakit diabetes.
  • Adanya tumor atau batu pada kandung kemih.
  • Pembesaran prostat, sembelit, atau efek samping operasi.
  • Konsumsi kafein atau alkohol secara berlebihan.
  • Konsumsi obat-obatan yang meningkatkan produksi urine.
  • Penurunan fungsi kandung kemih seiring pertambahan usia.

Faktor-faktor risiko

Siapa yang lebih berisiko terkena overactive bladder?

Seiring bertambahnya usia, Anda lebih rentan terkena kandung kemih overaktif. Faktor usia juga membuat Anda lebih berisiko terkena masalah kesehatan seperti pembesaran prostat (penyakit BPH) dan diabetes yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi kandung kemih.

Tidak hanya itu, risiko kandung kemih overaktif juga lebih besar pada orang-orang yang mengalami:

  • penyakit Alzheimer, stroke, dan sejenisnya yang mengganggu fungsi otak,
  • cedera otak atau tulang belakang,
  • sembelit, terutama yang sudah menahun (kronis),
  • perubahan hormon,
  • infeksi saluran kemih berulang,
  • lemah atau kejang otot panggul, dan
  • efek samping akibat pengobatan tertentu.

Jika Anda memiliki salah satu faktor di atas, cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk mengurangi risikonya. Overactive bladder adalah kondisi yang sulit dihindari, tapi Anda dapat mengontrol faktor-faktor risiko yang ada.

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis overactive bladder?

Ada beragam faktor yang yang dapat menyebabkan overactive bladder. Ini sebabnya dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menentukan diagnosis. Berikut berbagai pemeriksaan yang akan Anda jalani:

1. Melihat riwayat medis

Pada tahap ini, Anda perlu menyebutkan setiap gejala yang Anda alami, kapan gejala mulai muncul, seberapa parah gejala tersebut, dan efeknya pada aktivitas sehari-hari. Anda juga perlu memberitahu pola makan dan konsumsi obat kepada dokter.

2. Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa seluruh tubuh Anda untuk mencari apa pun yang mungkin menjadi penyebab kandung kemih overaktif. Tahap ini meliputi pemeriksaan perut, organ-organ di dalam panggul, dan rektum.

3. Membuat jurnal buang air kecil

Anda mungkin akan diminta membuat jurnal buang air kecil selama beberapa pekan ke depan. Jurnal ini berisikan:

  • Berapa banyak cairan yang Anda minum.
  • Kapan dan berapa banyak Anda buang air kecil.
  • Seberapa sering Anda ingin merasa buang air kecil.
  • Kapan urine keluar tanpa disadari dan seberapa banyak.

4. Pemeriksaan lainnya

Jika diperlukan, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan lengkap yang mencakup:

  • Tes urine. Sampel urine Anda diperiksa untuk melihat adanya darah atau tanda infeksi.
  • Scan kandung kemih. Pemindaian umumnya menggunakan USG, CT scan, MRI, atau sinar-X.
  • Tes lainnya. Tes urodinamik untuk mengukur kemampuan buang air kecil atau sistoskopi untuk melihat kondisi saluran kemih.

Obat dan Pengobatan

Bagaimana cara mengobati overactive bladder?

Ada sejumlah metode yang dapat membantu Anda mengatasi kandung kemih overaktif. Tergantung kondisi kandung kemih, Anda mungkin perlu menjalani satu atau beberapa jenis pengobatan sekaligus.

Berikut jenis pengobatan yang tersedia:

1. Perubahan gaya hidup

Sering kali, langkah pertama yang dokter anjurkan untuk mengatasi overactive bladder adalah mengubah gaya hidup. Perubahan ini disebut juga sebagai terapi perilaku. Anda akan diminta melakukan sejumlah perubahan yang terdiri dari:

  • Tidak mengonsumsi apa pun yang mengganggu fungsi kandung kemih, seperti makanan pedas dan asam, minuman berkafein, atau alkohol.
  • Melanjutkan mengisi jurnal buang air kecil.
  • Buang air kecil sesuai jadwal.
  • Menahan buang air kecil bila belum waktunya.
  • Melakukan double voiding, yakni buang air kecil dua kali dengan jeda beberapa menit untuk memastikan kandung kemih betul-betul kosong.
  • Melakukan latihan otot panggul dan senam Kegel untuk melemaskan otot-otot kandung kemih.

2. Konsumsi obat-obatan

Jika gaya hidup tidak dapat mengatasi overactive bladder, langkah selanjutnya adalah konsumsi obat-obatan. Jenis obat yang umum diberikan adalah antimuskarinik, beta-3 agonis, serta obat berbentuk koyo atau transdermal patch.

Obat antimuskarinik dan beta-3 agonis bisa merilekskan otot kandung kemih sehingga kandung kemih mampu menampung dan mengeluarkan lebih banyak urine. Kedua obat ini dapat dikonsumsi masing-masing atau sebagai kombinasi sesuai kebutuhan.

Sementara itu, transdermal patch ditempelkan pada kulit supaya obat di dalamnya bisa segera memasuki tubuh Anda. Dokter akan melihat obat apa yang paling cocok dengan efek samping yang paling ringan. Agar hasilnya optimal, Anda mungkin akan meminum obat sambil menjalani perubahan gaya hidup.

3. Suntik botox

Suntik botox menggunakan racun dari bakteri C. botulinum. Botox dalam dosis kecil dapat merilekskan otot kandung kemih sehingga mengurangi rasa ingin buang air kecil. Efek botox bertahan selama enam bulan, jadi Anda mungkin perlu mengulanginya.

4. Terapi rangsangan saraf

Disebut juga sebagai terapi neuromodulasi, ini adalah metode andalan untuk mengatasi kandung kemih overaktif akibat gangguan saraf. Terapi ini memanfaatkan aliran listrik bertegangan kecil untuk membetulkan hantaran sinyal antara otak dan kandung kemih.

Ada dua jenis terapi rangsangan saraf, yaitu:

  • Neuromodulasi saraf sakral. Kabel tipis dipasang dekat saraf sakral untuk mencegah sinyal saraf yang membuat kandung kemih menjadi overaktif.
  • Stimulasi saraf tibial. Dokter memasukkan jarum ke saraf tibial di dalam kaki. Jarum ini mengirim sinyal dari alat khusus menuju saraf tibial, lalu saraf sakral.

5. Operasi kandung kemih

Cara ini hanya digunakan pada kasus kandung kemih overaktif yang betul-betul parah. Terdapat dua jenis operasi, yakni operasi untuk melebarkan kandung kemih dan operasi untuk melancarkan aliran urine.

Perawatan di Rumah

Bagaimana cara hidup sehat bila memiliki overactive bladder?

Kandung kemih overaktif memang berdampak besar terhadap kehidupan sehari-hari. Pasalnya, rasa ingin buang air kecil muncul terus-menerus sehingga mengganggu tiap kali Anda beraktivitas.

Meski demikian, Anda tetap bisa hidup sehat dan mengurangi gejala dengan beberapa tips berikut.

1. Menjaga berat badan yang sehat

Berat badan yang berlebih dapat menekan kandung kemih sehingga mengakibatkan kandung kemih overaktif dan inkontinensia urine. Sebisa mungkin, pertahankan berat badan yang sehat dan kurangi berat badan berlebih bila Anda mengalami obesitas.

2. Menghindari minuman berkafein dan alkohol

Kafein dan alkohol adalah dua hal yang akan memperburuk gejala overactive bladder. Jadi, batasi konsumsinya dan gantilah dengan minuman yang lebih menyehatkan untuk kandung kemih seperti air putih atau jus buah.

3. Buang air kecil sesuai jadwal

Apabila Anda baru memulai pengobatan, cobalah berlatih buang air kecil setiap 1-2 jam sekali selama dua minggu. Begitu terbiasa, tambah jaraknya selama 15 menit selama beberapa minggu ke depan hingga Anda bisa buang air kecil setiap 3-4 jam sekali.

4. Mengelola penyakit yang ada

Jika Anda menderita penyakit yang mengganggu fungsi kandung kemih, coba terapkan berbagai anjuran dokter agar penyakit tidak bertambah parah. Ketika Anda mengelola penyakit yang ada, hal ini juga membantu Anda menjaga kesehatan kandung kemih.

5. Melakukan senam Kegel

Senam Kegel yang dilakukan dengan benar dapat menguatkan otot panggul sehingga Anda mampu buang air kecil sesuai jadwal. Untuk melakukan senam Kegel, coba tahan otot panggul Anda seperti sedang menahan kencing selama 5-10 detik dan ulangi 2-3 kali sehari.

6. Mengonsumsi serat

Salah satu pemicu overactive bladder adalah sembelit yang tidak diatasi dengan baik sehingga feses menekan kandung kemih. Guna mencegah sembelit, jangan lupa menyertakan sayuran dan buah-buahan dalam setiap menu makan Anda.

7. Menghindari pantangan

Makanan dan minuman, kebiasaan tertentu, serta pola buang air kecil yang tidak terpantau dapat memperparah gangguan pada kandung kemih. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda hindari bila memiliki kandung kemih overaktif:

  • makanan asam dan pedas,
  • makanan dan minuman yang merangsang produksi urine,
  • makanan dan minuman berpemanis buatan,
  • buang air kecil sembarangan tanpa mengikuti jadwal, dan
  • menunda buang air besar.

Overactive bladder atau kandung kemih overaktif merupakan gangguan fungsi kandung kemih yang ditandai dengan sering buang air kecil. Bila tidak ditangani, kondisi ini akan membuat Anda bolak-balik ke kamar mandi sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penanganan overactive bladder terdiri dari perubahan gaya hidup, konsumsi obat, dan terapi. Mengingat penyebabnya sangat beragam, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter bila mengalami gejalanya. Dokter dapat membantu Anda menemukan penyebab dan solusi dari kondisi ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Batu Kandung Kemih

Batu kandung kemih terbentuk akibat penumpukan kristal mineral urine di dalam kandung kemih. Pelajari penyebab, gejala, dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Inkontinensia Urin

Inkontinensia urin adalah gangguan kandung kemih yang menyebabkan kesulitan mengontrol keluarnya air kencing. Berikut gejala, penyebab, dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 9 menit

Interstitial Cystitis (Sistitis)

Interstitial cystitis (sistitis) adalah penyakit kronis yang menyebabkan tekanan dan nyeri pada kandung kemih, serta rasa sakit pada panggul.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit

Kateter Urin: Siapa yang Perlu Pakai dan Bagaimana Cara Pasangnya?

Kateter urine membantu beberapa orang yang sedang sakit parah agar bisa buang air kecil lebih mudah. Tahukah Anda kateter urin ada banyak jenisnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tamara Alessia
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sistoskopi

Memahami Prosedur Sistoskopi untuk Masalah Kandung Kemih

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 4 September 2020 . Waktu baca 10 menit
anuria adalah

Anuria (Kencing Tidak Keluar): Penyebab, Pengobatan, dll.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit
obstruksi outlet kandung kemih bladder outlet obstruction

Bladder Outlet Obstruction (Obstruksi Outlet Kandung Kemih)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
sistokel kandung kemih turun

Sistokel (Kandung Kemih Turun)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit