Hati-Hati, Balita Anda Mungkin Kekurangan Zat Besi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ketika usia balita, anak membutuhkan asupan makanan yang mengandung berbagai macam zat gizi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu zat gizi yang cukup penting pada masa ini adalah zat besi. Tidak jarang balita mengalami kekurangan zat besi akibat pola asuh yang salah atau bahkan karena ada komplikasi saat kehamilan. Kekurangan zat besi pada anak balita dapat menimbulkan masalah yang serius untuk proses tumbuh kembangnya kelak.  

Mengapa zat besi penting bagi balita?

Sekitar 70% zat besi dalam tubuh yang terwujud dalam hemoglobin yang bertanggung jawab atas transportasi oksigen dan cadangan makanan pada semua sel melalui darah. Zat besi dalam tubuh terbagi menjadi dua bagian, yaitu zat besi yang berperan dalam metabolisme dan fungsi enzim, serta zat besi sebagai cadangan tubuh yang digunakan untuk cadangan makanan dan transportasi dalam tubuh. Diperkirakan dua per tiga dari zat besi yang ada di dalam tubuh berperan dalam proses fungsional tubuh.

Selain berfungsi dalam transportasi oksigen dan cadangan makanan, zat besi dalam tubuh juga dibutuhkan dalam proses pertumbuhan. Zat besi dibutuhkan dalam jumlah yang lebih besar ketika proses pertumbuhan berlangsung dengan cepat, yaitu ketika bayi dan remaja. Oleh karena itu defisiensi zat besi dapat mengganggu pertumbuhan anak.

Berapa banyak zat besi yang dibutuhkan oleh balita?

Bayi yang baru lahir menyimpan cadangan zat besi dalam tubuhnya, namun tetap saja mereka memerlukan zat besi tambahan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Apalagi ketika usia balita, yang mengalami proses pertumbuhan yang sangat cepat. Sesuai dengan ketentuan yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan, kebutuhan zat besi untuk anak balita yaitu:

  • 7 hingga 11 bulan, membutuhkan setidaknya 6 mg dalam sehari
  • 1 hingga 3 tahun, membutuhkan 11 mg zat besi per hari
  • 4 hingga 6 tahun, membutuhkan 15 mg zat besi per hari

Bayi dan balita yang berisiko kekurangan zat besi

Beberapa kondisi dapat menyebabkan anak mengalami kekurangan zat besi, kondisi tersebut adalah:

  • Bayi yang dilahirkan secara prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah
  • Bayi yang sudah diberikan susu sapi ketika berusia di bawah 1 tahun
  • Bayi yang berumur lebih dari 6 bulan, yang diberikan ASI namun makanan pendamping ASI-nya tidak cukup baik dan sehat untuk mencukupi kebutuhan zat besinya.
  • Anak yang berusia 1 hingga 5 tahun yang mengonsumsi susu sapi atau susu kedelai lebih dari 710 ml. Hal ini mengakibatkan perut anak sudah terisi penuh dengan susu dan tidak mengonsumsi makanan lain selain susu yang merupakan sumber zat besi.
  • Anak balita yang mengalami penyakit infeksi kronis, seperti diare.
  • Anak yang kurang atau bahkan tidak mengonsumsi daging, sebagai sumber zat besi.

Apa gejala dan tanda balita kekurangan zat besi?

Kekurangan zat besi dalam tubuh dapat membuat kemampuan serta fungsi tubuh anak secara keseluruhan terganggu. Dalam kasus, hampir semua kekurangan zat besi tidak menimbulkan gejala dan tanda hingga anemia akibat kekurangan zat besi terjadi. Beberapa gejala dan tanda yang sering dialami oleh anak:

  • Kulit pucat
  • Kelelahan atau lemas
  • Penurunan kemampuan kognitif dan perkembangan sosial
  • Luka  pada lidah
  • Suhu tubuh naik turun
  • Mengalami infeksi

Gangguan mental, motorik, serta perilaku akan muncul ketika anak sangat kekurangan zat besi dalam tubuh dan menyebabkan anemia. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Bayley Scales of Infant Development, bayi yang mengalami anemia akibat kekurangan zat besi memiliki nilai tes mental dan motorik yang rendah, tidak lincah, dan tidak suka bermain karena cepat lelah.

Apa yang harus saya lakukan untuk mencegah bayi kekurangan zat besi?

Beberapa saran ini bisa membantu anak Anda mengalami kekurangan zat besi, yaitu dengan:

  • Memberikan anak makanan yang tinggi akan zat besi, seperti daging sapi, hati sapi, telur, bayam, kale, kacang kedelai, kacang tanah, dan berbagai jenis sayur berdaun hijau tua lainnya.
  • Melakukan pemeriksaan ketika hamil. Ibu yang mengalami anemia saat hamil dapat menyebabkan anak lahir dengan kondisi kekurangan zat besi.
  • Berikan ASI eksklusif pada bayi karena ASI mengandung berbagai jenis zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi, termasuk zat besi.
  • Jangan memberikan makanan atau susu yang terlalu banyak pada anak kurang dari 1 tahun, karena dapat menggantikan porsi makanan sumber zat besi
  • Mulai memberikan makanan tambahan lunak ketika bayi sudah berusia lebih dari 6 bulan dan kemudian makanan padat ketika anak sudah berumur 1 tahun. Sebaiknya memberikan makanan yang beragam jenisnya, serta kaya zat gizi.
  • Memberikan makanan sumber vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh anak

BACA JUGA

 

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Aborsi boleh saja dilakukan apabila ada indikasi medis. Apa saja pilihan cara menggugurkan kandungan yang aman? Simak selengkapnya di halaman ini. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Positif Hamil Atau Gejala Mau Haid? Begini 10 Cara Membedakannya

Mungkin Anda sedang harap-harap cemas menunggu jadwal mens selanjutnya. Membedakan tanda hamil atau haid itu susah-susah gampang, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Periksa gigi bisa jadi pengalaman yang menyenangkan, kok. Agar anak tidak takut ke dokter gigi, contek saja beragam tips pintar berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bercak darah tanda hamil atau menstruasi

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
program dan cara cepat hamil

7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
garis hitam di perut linea nigra

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
tanda awal kehamilan ciri-ciri hamil muda tanda kehamilan

Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit