Mengenal Disleksia, Gangguan Belajar yang Sering Terjadi pada Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 September 2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Usia anak-anak adalah waktu yang tepat untuk mempelajari banyak hal. Namun ada kondisi yang membuat anak sulit membaca, menulis, atau mengeja. Jangan langsung dimarahi, belum tentu sebabnya adalah anak malas belajar. Bisa jadi anak Anda mengidap penyakit disleksia. Disleksia adalah gangguan perkembangan balita yang dimiliki banyak anak di dunia. Berikut penjelasan lengkap seputar disleksia.

Apa itu disleksia?

disleksia adalah dyslexia

Disleksia adalah salah satu jenis gangguan belajar yang membuat anak kesulitan untuk membaca, menulis, mengeja, atau berbicara dengan jelas.

The International Dyslexia Association, menyatakan bahwa disleksia adalah salah satu penyakit saraf pada anak yang ditandai dengan kesulitan mengenali kata dengan lancar serta kemampuan mengeja yang buruk.

Akibatnya, gangguan belajar ini bisa mengakibatkan masalah dalam membaca dan memahami bahan bacaan.

Selain itu, gangguan belajar yang satu ini juga menghambat pemahaman akan kosakata dan makna suatu kalimat.

Contohnya saat membaca, indra penglihatan akan mengirimkan sinyal dari gambar atau huruf yang mereka lihat dan dengar ke sistem saraf pusat, yaitu otak.

Kemudian, otak akan menghubungkan huruf-huruf atau gambar tersebut dalam urutan yang benar hingga terbentuk menjadi kata, kalimat, atau paragraf yang dapat kita baca dan pahami.

Namun, anak dengan disleksia mengalami kesulitan untuk mencocokkan huruf dan gambar tersebut.

Mereka akan kesulitan untuk memahami bacaan atau gambar yang dilihatnya sehingga untuk mempelajari hal selanjutnya akan jadi lebih sulit.

Sekalipun merupakan kondisi yang menyebabkan gangguan belajar, kondisi ini nyatanya sama sekali tidak memengaruhi atau berhubungan dengan tingkat kecerdasan seseorang.

Oleh sebab itu, seorang anak yang memiliki disleksia (dyslexia) bukan berati memiliki IQ yang rendah. Kedua hal ini sama sekali tidak berkaitan.

Seberapa umum kondisi disleksia?

anak disleksia adalah

Disleksia adalah kondisi yang paling banyak terjadi pada anak-anak dan dapat tidak terdeteksi hingga dewasa.

Dilansir dari NHS, sekitar 1 dari 10 orang di Inggris memiliki gangguan belajar ini. Pada setiap orang, tingkat keparahan disleksia bisa bervariasi dari ringan hingga berat.

Gangguan belajar ini akan muncul seumur hidup dan tidak bisa disembuhkan. Meski begitu, dyslexia bisa dikelola. Semakin cepat masalah ini diobati, semakin baik pula kondisi orang yang mengalaminya.

Untuk itu, tidak ada kata terlambat bagi pengidap masalah belajar yang satu ini untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak.

Apa penyebab penyakit disleksia?

dibius saat hamil

Penyebab disleksia tidak diketahui secara pasti. Namun secara garis besar, penyebab penyakit disleksia terbagi menjadi dua, yaitu:

Genetik

Penyebab disleksia adalah cacat pada gen DCD2, ini yang paling umum. Biasanya kondisi ini diwariskan dari anggota keluarga.

Kondisi yang ditandai dengan tidak berfungsinya cerebrum, yaitu bagian otak yang mengatur aktivitas berpikir dan bergerak.

Cedera atau kondisi lainnya

Selain faktor keturunan, penyebab disleksia adalah gangguan yang dialami anak setelah mereka dilahirkan seperti cedera otak, stroke, atau trauma lainnya.

Penyakit gangguan belajar ini juga bisa dipengaruhi oleh latar belakang etnis seseorang, terutama penggunaan bahasa.

Setiap negara memiliki aturan tata bahasa, bagaimana suatu kata ditulis atau dibunyikan.

Orang dengan gangguan belajar ini mungkin akan lebih sulit untuk mempelajari bahasa Inggris, karena bahasa ini memiliki cara penulisan dan cara baca huruf yang biasanya berbeda.

Contohnya, kata satu ditulis “one” tapi dibaca menjadi “wan“.

Gangguan belajar ini hampir memengaruhi 20 persen populasi jumlah penduduk dan menjadi 80-90 persen penyebab dari ketidakmampuan anak dalam belajar.

Anak-anak dengan kondisi ini memiliki penglihatan yang normal. Namun saat proses belajar, mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami apa yang dipelajari dibanding anak normal lainnya.

Apa saja tanda dan gejala disleksia (dyslexia)?

disleksia adalah, anak disleksia, penyakit disleksia, penyebab disleksia

Gangguan baca tulis ini biasanya akan sulit dikenali apabila anak belum mulai sekolah. Pasalnya, gangguan ini akan benar-benar terlihat saat anak mulai belajar membaca.

Akan tetapi, sebenarnya ada beberapa petunjuk awal yang bisa orangtua sadari.

Berikut berbagai tanda dan gejala disleksia berdasarkan tahapan usianya:

Ciri-ciri disleksia pada usia prasekolah

Anak usia prasekolah yang mengalami disleksia biasanya mengalami gejala, seperti:

  • Anak terlambat bicara
  • Lambat dalam mempelajari kata-kata baru
  • Kesulitan membentuk kata dengan benar, misalnya terbalik-balik atau sulit memahami kata yang mirip
  • Kesulitan untuk mengingat huruf, angka, warna

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter jika anak mengalami berbagai gejala seperti yang telah disebutkan.

Gejala disleksia pada usia sekolah

Di usia sekolah, biasanya tandanya akan terlihat semakin jelas seperti:

  • Kemampuan membaca yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan anak seusianya
  • Kesulitan memproses dan memahami apa yang didengarnya
  • Sulit untuk menemukan kata atau kalimat yang tepat untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan
  • Sulit mengingat urutan kejadian
  • Kesulitan dalam melihat dan kadang mendengar persamaan atau perbedaan dalam huruf dan kata-kata
  • Tidak bisa mengucapkan kata yang tidak dikenalnya
  • Kesulitan dalam mengeja
  • Menghabiskan waktu yang sangat lama untuk menyelesaikan tugas membaca atau menulis
  • Sering menghindari kegiatan membaca

Bila si kecil mengalami hal di atas, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Gejala disleksia pada usia remaja dan dewasa

Disleksia juga kerap tidak terdeteksi sampai anak berusia remaja bahkan dewasa. Biasanya gejalanya juga mirip dengan yang muncul pada anak.

Adapun berbagai ciri-ciri disleksia pada usia remaja dan dewasa, yaitu:

  • Kesulitan dalam membaca terutama membaca dengan suara lantang
  • Kemampuan membaca dan menulis yang lambat
  • Memiliki masalah dalam mengeja
  • Selalu menghindari kegiatan yang berhubungan dengan membaca
  • Sering kali salah saat mengucapkan nama atau kata-kata
  • Sulit memahami idiom tertentu, misalnya ringan tangan, keras kepala, dan sebagainya
  • Menghabiskan waktu cukup lama untuk menyelesaikan tugas yang melibatkan bacaan dan tulisan
  • Kesulitan meringkas sebuah cerita
  • Kesulitan belajar bahasa asing
  • Kesulitan menghafal
  • Kesulitan mengerjakan soal matematika

Selain itu, secara umum biasanya anak yang mengalami dyslexia saat remaja akan terlihat:

  • Depresi terutama saat belajar
  • Menarik diri dari lingkungannya
  • Kehilangan minat untuk sekolah dan belajar

Hal-hal ini kerap membuat anak yang memiliki gangguan belajar ini dicap sebagai pemalas. Padahal, ia mengalami gangguan baca tulis yang mungkin tak diketahui oleh orangtua dan gurunya. Akibatnya, anak yang sudah kesulitan dalam belajar ini tak jarang menyerah.

Untuk itu, orangtua perlu peka terhadap berbagai tanda dan gejalanya. Jika buah hati Anda mengalami berbagai tanda yang telah disebutkan, jangan ragu untuk membawanya ke dokter, khususnya neurolog dan psikolog untuk segera diperiksa.

Apa saja tipe penyakit disleksia?

belajar bahasa asing sebagai terapi untuk anak autisme

Gangguan belajar dapat digolongkan menjadi beberapa jenis. Beberapa jenis yang sering digunakan untuk menggambarkan penyakit disleksia adalah:

  • Fonological dyslexia (disleksia pendengaran): kesulitan mengeja sebuah kata menjadi susunan huruf. Orang dengan disleksia tipe ini sulit untuk menuliskan kata-kata yang didengar.
  • Surface dyslexia: Tidak mampu mengenali kata sehingga kata-kata sulit diingat dan dipelajari.
  • Rapid naming deficit: Tidak mampu menyebutkan angka maupun huruf yang dilihat.
  • Double deficit dyslexia: Tidak mampu memisahkan suara untuk menyebutkan huruf dan angka.
  • Visual dyslexia: Kondisi yang ditandai kesulitan untuk memaknai kata yang dilihat.

Anda perlu memerhatikan jenis gangguan belajar ini dan manakah yang dialami si kecil.

Siapa saja yang berisiko mengalami kondisi ini?

ibu hamil merokok, cucu autisme

Kondisi mental ini bisa terjadi pada siapa saja. Namun, lebih berisiko terjadi pada orang-orang dengan kondisi berikut ini:

  • Memiliki anggota keluarga dengan penyakit gangguan belajar
  • Bayi lahir prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR)
  • Selama di dalam kandungan, janin terpapar dengan nikotin, obat-obatan, alkohol, atau infeksi yang memengaruhi perkembangan otaknya
  • Kelainan pada struktur otak yang berperan dalam kegiatan mengolah kata dan proses berpikir

Anda perlu konsultasi dengan dokter bila memiliki faktor risiko di atas.

Apa saja yang kemungkinan terburuk yang harus dihadapi anak disleksia?

mengurangi stres pada anak remaja

Disleksia sering kali luput dari pengawasan orangtua. Bahkan, ada yang tidak menyadari memiliki penyakit ini, hingga usia dewasa.

Perlu Anda ketahui bahwa ada berbagai masalah yang bisa dialami seseorang dengan kondisi ini, yaitu:

Proses belajar yang bermasalah

Membaca dan menulis adalah keterampilan dasar yang harus dikuasai seseorang. Bukan hanya untuk belajar saja, tapi juga penting untuk kehidupan dewasa nanti.

Anak juga bisa tidak naik kelas karena tertinggal banyak pelajaran. Ketika dewasa, pekerjaan yang bisa dilakukan pun terbatas.

Masalah sosial

Tanpa perawatan, kondisi ini bisa membuat anak jadi minder dengan teman-temannya sehingga mengganggu perkembangan sosial emosional anak.

Selain itu, anak akan cenderung menarik diri dari lingkungan, memiliki masalah dalam berperilaku, cemas, dan lebih agresif.

Kesehatan mental jadi lebih buruk

Anak dengan kondisi ini berisiko lebih tinggi mengalami gangguan ADHD. Bila anak sampai mengidap ADHD yang membuat perhatian dan perilaku hiperaktifnya sulit dikontrol, disleksia bisa semakin sulit untuk diatasi.

Kapan waktunya untuk konsultasi ke dokter?

membantu belajar anak disleksia

Belajar mengenal huruf, membaca, mengeja, menulis, dan merangkai kata biasanya sudah dipelajari oleh anak-anak prasekolah.

Kemampuannya akan semakin terasah setelah memasuki sekolah dasar.

Jika Anda melihat tanda-tanda anak tidak dapat mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik, belum tentu itu menjadi pertanda anak memiliki gangguan belajar.

Akan tetapi, pada umumnya anak dengan kondisi ini biasanya tidak dapat memahami dasar-dasar dari pelajaran yang seharusnya dimengerti oleh anak seusianya.

Konsultasikan dengan dokter atau psikolog, jika Anda merasa khawatir dengan kondisi anak.

Bagaimana penyakit disleksia didiagnosis?

periksa dokter anak diagnosis

Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat terkait penyakit disleksia pada anak, Anda harus mendatangi sekolah dan menanyakan perkembangan belajar anak di sekolah. Selain itu, ada beberapa tes yang harus anak lakukan, seperti:

  • Meninjau kembali riwayat penyakit kemungkinan ada pada keluarga
  • Tes kemampuan berbicara misalnya tanya jawab atau menceritakan kembali sebuah kejadian
  • Tes pengenalan huruf, kata, atau angka
  • Tes pemahaman makna kata dan isi bacaan
  • Tes mengeja kata dan menulis kata
  • Tes psikologi dan kesehatan otak

Selama proses penilaian, pemeriksa harus mengesampingkan kondisi atau penyebab lain yang membuat anak mengalami kesulitan dalam belajar.

Berbagai kondisi lain ini misalnya masalah penglihatan, gangguan pendengaran, atau kurang jelasnya intrusksi saat tes dilakukan.

Apa saja pilihan pengobatan untuk disleksia (dyslexia)?

membantu belajar anak disleksia

Disleksia mungkin akan sulit untuk didiagnosis dan diatasi dengan sempurna. Namun, dengan dukungan mental dan stimulasi dari sekolah dan orangtua, keberhasilan pengobatan dan kemajuan kondisi tentu bisa didapatkan.

Berikut berbagai perawatan dan terapi yang biasanya digunakan untuk mengobati disleksia.

Stimulasi edukasi

Anak yang memiliki disleksia biasanya akan diajarkan dengan pendekatan dan teknik khusus.

Di sekolah, guru bisa menggunakan teknik yang melibatkan pendengaran, penglihatan, dan sentuhan untuk meningkatkan keterampilan membacanya.

Lewat cara ini, anak akan dibantu untuk menggunakan beberapa indra sekaligus untuk belajar, seperti mendengarkan materi yang telah direkam sambil menulis dengan jari bentuk huruf dan kata yang diucapkan.

Selain itu, anak juga akan diajarkan untuk mempraktikkan gerakan mulut saat bersuara dan mengucap kata tertentu.

Tak hanya itu, anak juga akan belajar dengan bantuan flash cards untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak.

Berbagai teknik ini biasanya akan berfokus untuk membantu anak dalam:

  • Belajar mengenali suara dalam kata yang diucapkan.
  • Memahami bahwa huruf mewakili bunyi dan menjadi unsur pembangun kata.
  • Memahami apa yang sedang dibacanya.
  • Membaca dengan suara lantang untuk menciptakan ketepatan, kecepatan, dan kelancaran membaca.
  • Menggabungkan huruf untuk membuat kata dan kalimat yang lebih kompleks nantinya.

Anak dengan masalah belajar yang satu ini juga biasanya akan diberikan perpanjangan waktu ujian sehingga bisa menyelesaikannya dengan lengkap.

Hal ini juga bisa dilakukan untuk melihat kemampuan belajarnya selama ini.

Menggunakan bantuan teknologi

Untuk remaja dan dewasa, terapi disleksia bisa dengan bantuan teknologi untuk mempermudah pembelajaran dan pekerjaan.

Pasalnya, penggunaan komputer ini biasanya cenderung lebih memudahkan jika dibandingkan dengan buku.

Program pengolah kata misalnya bisa digunakan untuk membantu memeriksa ejaan secara otomatis sehingga bisa meminimalisir kesalahan dalam tulisan.

Selain itu, progam text to speech memungkinkan komputer untuk membaca teks seperti yang tertera di layar. Tujuannya, untuk melatih indra penglihatan dan pendengaran.

Anda juga bisa menyarankan anak menggunakan perekam digital dalam perkuliahan untuk kemudian didengarkan kembali di rumah sambil membaca catatan yang telah ditulis.

Mendukung anak untuk terus belajar membaca

Mengajari anak untuk membaca bukan hanya peran bagi pengajar, tapi juga Anda sebagai orangtua.

Jadi, akan lebih baik jika Anda juga ikut mendukung anak untuk terus berlatih membaca, misalnya:

  • Menyediakan waktu untuk membaca buku bersama.
  • Pilih buku-buku bacaan yang disukai anak.
  • Melatih anak untuk membaca buku dengan bersuara.
  • Bermain tebak kata setelah selesai membaca buku.
  • Berikan rasa nyaman dan menyenangkan bagi anak saat membaca buku bersama supaya anak tidak bosan

Semakin sering anak berlatih membaca, semakin meningkat juga kemampuannya.

Menunjukkan perhatian dan kasih sayang sebagai orangtua

Agar anak tetap semangat untuk belajar, Anda harus menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada anak. Caranya mudah, seperti memuji atau merayakan setiap kemajuannya dalam belajar.

Luangkan satu hari untuk memanjakan anak atas keberhasilannya.

Kemudian, bantu anak untuk memahami kondisinya. Dengan begitu, anak tidak akan merasa dirinya lebih buruk atau tidak beruntung dibandingkan teman-temannya.

Ini penting guna membangun kepercayaan diri anak untuk bersosialisasi dengan orang lain agar tidak terjadi gangguan emosional pada anak.

Tetap beri anak kebebasan untuk melakukan berbagai hal yang disukainya seperti melukis, bermain bola, atau bermain musik.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Banyak hal yang menyebabkan kulit bayi sensitif. Ketahui bagaimana cara penanganan agar kulit bayi Anda terjaga. Seperti apa tips perawatan yang tepat?

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pijat bayi

Ketahui Manfaat dan Cara Melakukan Pijat Bayi di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit