home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Belajar Membaca pada Anak SD, Perlu Memerhatikan Hal Ini

Belajar Membaca pada Anak SD, Perlu Memerhatikan Hal Ini

Tidak sedikit orangtua yang mengajarkan anak cara membaca sejak anak berusia 4-5 tahun. Padahal, secara umum, anak akan mendapatkan pendidikan formal untuk kemampuan membaca saat memasuki sekolah dasar (SD). Lalu, apa saja tahap belajar membaca anak SD, dan apa yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu anak SD belajar membaca? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Tahap-tahap belajar membaca anak SD

Seiring berjalannya waktu, kemampuan anak dalam membaca akan terus berkembang. Oleh karena itu, materi belajar untuk anak SD dalam membaca pun terus meningkat. Artinya, hal yang dipelajari saat anak berusia 6 tahun dengan yang dipelajari saat anak berusia 11 tahun mungkin berbeda. Simak tingkatan materi anak SD dalam belajar membaca sebagai berikut.

Anak usia 6-10 tahun

Usia 6-10 tahun adalah tahapan usia di mana anak masih baru belajar membaca secara formal. Biasanya, saat belajar membaca, anak SD yang berusia 6-10 tahun akan mempelajari beberapa hal berikut ini.
  • Membaca buku bacaan sederhana dan mempelajari kurang lebih 100 kosakata umum yang sering digunakan.
  • Memahami bahwa tiap huruf memiliki bunyi berbeda, yang kemudian membentuk sebuah kata.
  • Memahami isi buku cerita yang dibaca, hingga mampu menceritakan ulang tentang cerita, karakter, dan kejadian yang ada di dalam cerita tersebut.
  • Saat memasuki usia 8 tahun, anak sudah bisa membaca buku sendiri tanpa bantuan.

Anak usia 11-12 tahun

Pada usia 11-12 tahun, anak sudah bisa dikatakan fasih dalam membaca. Bahkan, anak SD yang sudah memasuki usia 11-12 tahun tidak lagi dalam tahapan belajar membaca, melainkan membaca untuk belajar. Maka itu, hal yang dipelajarinya adalah:

  • Membaca untuk mempelajari hal-hal yang disukainya dan untuk belajar materi di sekolah.
  • Meningkatkan pemahaman terhadap buku atau materi yang dibaca.
  • Membaca buku fiksi termasuk buku yang terdiri dari beberapa sub bab, atau buku nonfiksi termasuk koran dan majalah.

Pilihan buku bacaan untuk mendukung belajar membaca anak SD

Dengan kemampuan membaca yang terus meningkat, maka pilihan buku bacaan untuk belajar membaca bagi anak SD pun semakin bervariasi. Dilansir dari Kids Health, sebagai orangtua, Anda pun perlu memperkenalkan berbagai ragam buku bacaan pada anak.

Saat membaca bersama atau membacakan sebuah buku untuk anak, pisahkan buku ke dalam dua jenis, yaitu buku yang bisa dibaca anak secara mandiri dan buku yang satu level lebih tinggi dari kemampuan anak membaca. Mengapa?

Dalam belajar membaca bagi anak SD, tujuan dipisahkannya buku bacaan ke dalam dua jenis ini tentu agar membantunya meningkatkan kemampuan membaca. Anak bisa secara mandiri membaca beberapa judul buku yang memang sudah pernah dibaca bersama atau Anda bacakan.

Sementara itu, buku baru yang mungkin lebih rumit dan kompleks bisa dibaca bersama agar Anda bisa membantunya saat anak tidak memahami isi bacaan atau menemui kosakata yang baru.

Untuk topik dari buku bacaan, usahakan untuk memilih topik yang sekiranya akan disukai anak. Tentu anak SD lebih bersemangat belajar membaca dengan topik yang disukainya dibanding dengan topik yang lain.

Sebagai contoh, jika Anda tahu anak menyukai buku bertemakan olahraga, pilih buku-buku tentang olahraga, sejarah olahraga tertentu, atau bahkan tokoh terkenal dalam bidang tersebut.

Biasanya, semakin bertambah usia anak, semakin luas pula ketertarikannya pada berbagai topik. Anda bisa membelikan buku bacaan baru dengan topik lain saat ia mulai menunjukkan minatnya. Jika anak menunjukkan ketertarikannya pada seorang penulis, Anda juga bisa mendorong anak yang duduk di bangku SD untuk belajar membaca dari semua buku yang ditulis oleh penulis tersebut.

Pilihan buku yang mungkin disukai anak biasanya buku biografi dari orang terkenal, buku tentang anak dalam memecahkan masalah, tentang misteri, atau tentang fantasi dan science-fiction. Namun, bukan berarti anak Anda tidak suka buku lain.

Cobalah untuk menggali lebih dalam mengenai kegemaran anak sehingga Anda bisa menentukan buku yang sesuai dengan minatnya.

Alasan belajar membaca anak SD tetap perlu didampingi orangtua

Pada dasarnya, gemar membaca buku adalah kebiasaan yang baik, khususnya untuk anak di usia sekolah. Maka, tak ada salahnya bila Anda membantu anak membentuk kebiasaan membaca sejak dini.

Salah satu cara untuk membentuk kesukaan membaca pada anak adalah terus mendampinginya saat membaca buku. Mengapa? Simak beberapa alasan mengapa orangtua harus mendampingi anak SD saat belajar membaca berikut ini.

1. Mendorong anak agar gemar membaca

Jika Anda berhasil membentuk kebiasaan membaca pada anak sejak dini, kebiasaan ini akan terus menjadi salah satu hal yang disukainya hingga dewasa. Untuk itu, Anda perlu mendampingi saat anak yang duduk di bangku SD belajar membaca.

Buat kegiatan membaca di rumah sebagai sebuah rutinitas, layaknya makan, mandi, dan rutinitas lainnya. Pada awal masa belajar membaca pada anak SD, Anda tentu masih harus mendampinginya. Semakin sering anak membaca, semakin tumbuh kecintaannya pada aktivitas tersebut.

2. Mengurangi kebiasaan anak bermain gadget secara alami

Saat anak lebih dibiasakan untuk membaca buku, secara alami anak juga akan semakin jarang menggunakan gadget atau menonton televisi. Dengan mendampingi anak membaca buku, Anda bisa membantunya menikmati proses membaca agar tidak mudah bosan.

Selain itu, meski anak harus menggunakan gadget, pastikan bahwa penggunaannya untuk tujuan belajar dan menambah ilmu. Sebagai contoh, pastikan saat anak main online game, permainan tersebut masih berkaitan dengan pelajaran di sekolah.

3. Memperkuat hubungan dengan anak

Saat mendampingi anak yang masih duduk di bangku SD belajar membaca, Anda juga sedang menguatkan ikatan hubungan dengannya. Pasalnya, saat membaca buku bersama anak, Anda bisa berbagi pikiran, pendapat, dan banyak hal lain tentang topik yang sedang dibaca.

Tak hanya itu, hal ini juga dapat membantu anak untuk berpikir dan memiliki pendapat sendiri. Dengan begitu, proses belajar membaca juga membantu perkembangan kognitif dan sosial dalam menyampaikan pendapat.

4. Membantu anak lebih percaya diri untuk membaca dengan keras

Saat membaca buku bersama dengan anak, Anda bisa mengajaknya untuk bergantian membacakan dengan keras. Membaca buku dengan keras tentu bermanfaat untuk beberapa kemampuan yang dimiliki anak.

Sebagai contoh, anak menjadi lebih percaya diri dan meningkatkan kemampuan dalam melafalkan tiap-tiap kata. Tak hanya itu, kosakata yang dipahami anak juga semakin banyak sehingga anak pun lebih memahami isi bacaan.

Tips mendukung belajar membaca pada anak SD

Setelah memahami betapa pentingnya membentuk kebiasaan membaca pada anak, kini saatnya Anda mengetahui tips ampuh untuk mendampingi dan mendorong anak SD agar mau terus belajar membaca. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Membacakan buku cerita ke anak

Anda bisa memulai dengan membacakan buku untuk anak. Lakukan hal ini setiap hari, demi menumbuhkan rasa cinta anak pada buku cerita. Anda juga disarankan untuk tetap membacakan buku cerita dengan suara keras meski anak sudah bisa membaca.

Saat membacakan buku pada anak, pilihlah buku yang sekiranya masih cukup rumit jika dibaca sendiri oleh anak. Namun ingat, tetap pilih buku dengan topik yang disukai anak, ya.

2. Membaca buku bersama anak

Anda juga bisa membaca buku bersama anak. Artinya, bukan hanya Anda saja yang membacakan isi buku dengan suara keras, tapi anak juga secara bergantian membacakannya. Jika anak sudah menikmati kebiasaan ini, tentu ia akan semakin percaya diri untuk melakukannya.

Hal ini juga menjadi salah satu metode belajar membaca bagi anak SD. Namun, jika anak Anda masih mengalami kesulitan untuk membaca buku dengan suara keras, ajak ia untuk belajar membaca di tempat yang nyaman untuknya.

3. Berikan contoh pada anak

Berikanlah contoh yang baik kepada anak, termasuk kebiasaan membaca. Agar anak semakin jatuh cinta dengan kegiatan belajar membaca, Anda juga perlu menunjukkan kepadanya bahwa kegiatan ini memang menyenangkan.

Saat anak melihat Anda atau anggota keluarga lain terbiasa membaca, entah itu buku, koran, atau pun majalah, lama-kelamaan ia akan menyadari bahwa kegiatan ini penting sekaligus menyenangkan.

4. Ciptakan suasana membaca yang nyaman untuk anak

Untuk mendukung anak SD belajar membaca, Anda bisa menyediakan tempat yang nyaman di rumah. Sebagai contoh, jadikan sebuah ruangan di rumah sebagai tempat membaca yang tenang dan nyaman. Lalu, letakkan lemari berisi buku di ruangan tersebut sehingga anak tergerak untuk membaca buku.

5. Ajak anak ke perpustakaan atau buat perpustakaan kecil di rumah

Tidak hanya di rumah, demi membantu proses belajar membaca bagi anak SD, Anda juga bisa mengajaknya pergi ke perpustakaan kota. Jadikan kebiasaan pergi ke perpustakaan sebagai aktivitas mingguan.

Saat anak terbiasa melihat begitu banyak buku dibanding melihat mainan, ia akan memiliki kecenderungan untuk membaca saat tidak ada aktivitas lain yang bisa dilakukan. Artinya, kegiatan membaca ini bisa menjadi salah satu hobi anak.

6. Batasi waktu anak menonton dan menggunakan gadget

Salah satu tantangan terbesar bagi anak untuk membaca adalah adanya godaan bermain gadget. Ya, seiring dengan perkembangan teknologi, anak tentu mau tak mau mengenal benda yang satu ini.

Agar anak tidak terus-menerus tergoda bermain ponsel pintar (smartphone) atau gadget lainnya, simpan semua gadget di rumah yang sekiranya menarik perhatian anak. Itu artinya, Anda juga disarankan untuk tidak terlalu sering bermain gadget di depan anak.

Batasi waktu anak bermain gadget, misalnya satu jam setiap hari. Hal ini juga berlaku untuk waktu anak menonton televisi dan lain sebagainya. Agar anak lebih tertarik membaca daripada bermain, berikan buku bacaan yang menarik, baik secara isi maupun tampilan, bagi anak.

7. Buat anak tertarik membaca serial bacaan tertentu

Cobalah memancing kecintaan anak SD pada aktivitas belajar membaca dengan membuatnya tertarik pada serial bacaan. Ya, serial bacaan terdiri dari beberapa buku yang tergabung dalam satu seri. Buat anak penasaran dengan lanjutan cerita dari buku yang sedang dibacanya.

Hal ini akan meningkatkan semangat anak dalam belajar membaca, pasalnya ia tentu ingin menemukan dari rasa penasarannya dari potongan cerita di seri buku sebelumnya.

8. Berikan kesempatan untuk anak memilih buku bacaan

Meski Anda juga memiliki kewajiban memilihkan buku untuk anak, bukan berarti anak tidak memiliki hak untuk memilih buku bacaannya sendiri. Cara yang bijak untuk melakukan keduanya adalah sediakan beberapa buku bacaan yang sudah Anda tentukan untuk anak.

Lalu, biarkan anak memilih dari beberapa judul yang telah Anda pilihkan untuknya. Dengan begitu, anak tetap bisa memilih sendiri buku bacaan dari yang sudah Anda pilihkan dan memang baik untuk membantunya belajar membaca saat duduk di bangku SD.

9. Berikan buku sebagai hadiah

Cara lain yang juga tak kalah menarik untuk membuat anak menjadi terus-menerus tertarik untuk belajar baca saat SD adalah memberikan buku sebagai hadiah. Anak akan memandang buku sebagai barang berharga, sehingga rasa ketertarikannya pun meningkat.

Di samping itu, Anda bisa menyarankan anak untuk saling bertukar buku bacaan dengan teman, sehingga buku yang telah dibacanya bisa saling dipinjamkan kepada teman lain. Sementara, ia bisa membaca buku milik temannya sebagai buku bacaan baru. Hal ini membantu Anda untuk membiarkan anak membaca banyak buku tanpa harus mengeluarkan uang yang banyak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

School-Age Readers (for Parents) – Nemours KidsHealth. Retrieved 13 April 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/reading-schoolage.html

Promoting reading in school-aged children – Caring for Kids. Retrieved 13 April 2020, from https://www.caringforkids.cps.ca/handouts/promoting_reading_in_school_aged_children

Lee, K. (2019). 5 Reasons to Keep Reading Books With a School-Age Child. Retrieved 13 April 2020, from https://www.verywellfamily.com/reasons-to-read-books-with-a-school-age-child-4106092

Stuart, A. When Should Kids Learn to Read, Write, and Do Math?. Retrieved 13 April 2020, from https://www.webmd.com/parenting/features/when-should-kids-learn-read-write-math#1

Foto Penulis
Ditulis oleh Annisa Hapsari pada 03/05/2020
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
x