home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Kiat Jitu Menghadapi Anak Tidak Mau Sekolah

7 Kiat Jitu Menghadapi Anak Tidak Mau Sekolah

Saat anak ngambek tidak mau berangkat ke sekolah, tentu akan membuat orangtua bingung. Pasalnya, pendidikan formal di sekolah akan membantu memperluas wawasan dan pengetahuan anak, sekaligus menambah pergaulan. Namun, Anda jangan khawatir. Ikuti cara berikut untuk membujuk anak agar mau berangkat sekolah dengan hati riang.

Ketahui alasan anak tidak mau sekolah

Agar Anda tahu cara efektif untuk membujuk anak agar mau pergi sekolah, Anda harus cari tahu terlebih dahulu apa yang menjadi alasan anak tidak mau pergi ke sekolah. Masing-masing anak mungkin memiliki alasan yang berbeda. Berikut adalah beberapa alasan yang mungkin dialami anak sehingga enggan pergi ke sekolah:

Saat anak tidak mau pergi ke sekolah karena salah satu alasan di atas, anak mungkin berpikir dengan di rumah saja, ia akan bisa menghindari masalah yang dimilikinya di sekolah. Tidak hanya itu, anak mungkin juga mengira bahwa menghindari sekolah untuk sementara waktu bisa meredakan permasalahan yang dimiliknya.

Selain itu, bisa saja terjadi masalah di rumah dan anak merasa lebih aman untuk tinggal di rumah demi mengawasi apa yang akan terjadi di rumah. Anak mungkin khawatir bahwa dengan pergi ke sekolah, masalah yang terjadi di rumah semakin besar.

Cara menghadapi anak tidak mau sekolah

Umumnya, anak yang tidak mau pergi sekolah akan menunjukkan sikap ngambek. Bagi anak, sikap ini adalah cara terbaik untuk mengekspresikan rasa tidak terima anak terhadap sesuatu. Sebagai contoh, saat anak Anda tidak mau berangkat ke sekolah, anak akan menunjukkan sikap tersebut.

Saat dibangunkan untuk mandi, ia enggan beranjak dari tempat tidur. Jika diperingatkan, ia malah marah dan menangis.

Si Kecil Tidak Mau Sekolah

Anak yang tidak mau sekolah bukanlah fenomema langka. Hampir semua orangtua pernah mengalami kesulitan dalam menghadapi anak yang tidak mau pergi sekolah. Bahkan, ada orangtua yang sampai “angkat tangan” dan menuruti keinginan anak untuk tidak mengikuti pelajaran di kelas.

Jika ini terus dilakukan, kebiasaan ngambek anak justru tidak akan hilang dan malah bisa semakin parah. Sementara itu, memaksakan anak agar mau sekolah dengan cara yang keliru bisa merusak hubungan Anda dengan si kecil. Serba salah, bukan?

Untuk menghadapinya, Anda perlu taktik khusus. Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi anak yang tidak mau pergi ke sekolah.

1. Cari tahu alasan anak tidak mau sekolah

Menurut Stanford Children’s Health, American Academy of Pediatric menekankan bahwa anak mungkin mengalami kesulitan untuk menjelaskan alasan mereka tidak mau berangkat ke sekolah.

Seperti yang telah disebutkan, anak memiliki alasan masing-masing untuk tidak pergi ke sekolah. Anda mungkin mengira anak Anda hanya sekedar malas belajar. Akan tetapi, tidak semua anak seperti itu. Ada pula anak yang menghadapi berbagai permasalahan di sekolah, tapi tidak bisa menyampaikan kepada orangtua.

Hal ini berdampak pada anak mogok sekolah. Agar Anda tahu cara membujuk anak yang efektif agar anak mau pergi ke sekolah, cari tahu alasan yang membuat anak tidak mau sekolah.

2. Bicarakan dari hati ke hati

anak sakit

Untuk menemukan penyebab anak mogok sekolah, Anda perlu membicarakan hal ini dengan anak Anda. Bukan dengan emosi dan memaksa, melainkan dengan sikap yang tenang dan penuh perhatian.

Dengan menunjukkan bahwa Anda menaruh perhatian, anak biasanya akan berani untuk membuka diri dan membicarakan apa yang ia rasakan. Tanyakan kepada anak, hal apa yang mengganggu pikiran dan perasaannya, hingga ia tidak mau sekolah.

Bantu anak mencari solusi terbaik, sebagai salah satu cara membujuk agar anak mau pergi ke sekolah lagi. Bila hal ini terkait dengan rasa cemas, berikanlah dukungan dan ajari anak Anda untuk memenangkan diri. Sebagai contoh, mengajarinya atau melakukan teknik relaksasi sederhana bersama.

Kemudian, tanyakan padanya, apa yang bisa Anda lakukan untuk membantunya. Hadirnya sosok Anda bisa memberikan kekuatan pada si kecil untuk menghadapi kecemasan yang ia rasakan.

Namun, Anda harus tahu bahwa tidak semua anak bisa membicarakan masalah yang dihadapinya dengan baik. Jika ia masih enggan memberi tahu apa penyebab anak tidak mau sekolah, jangan dipaksakan.

Hal penting yang harus Anda sampaikan adalah Anda yakin terhadap anak Anda untuk bisa menghadapi masalah ini, dan pastikan anak tahu Anda akan selalu setia mendampingi dan mendukungnya.

3. Ajak anak untuk menikmati kegiatan sekolah

penyakit di sekolah

Pada dasarnya, anak-anak sangat menyukai permainan. Ini bisa menjadi jurus bagi Anda agar anak mogok berangkat ke sekolah.

Cari tahu kegiatan apa yang ia senangi di sekolah. Jika anak menyukai sepak bola, Anda bisa mengarahkannya untuk mengikuti klub futsal.

Dengan adanya kegiatan tersebut, waktu di sekolah tentu akan jadi lebih menyenangkan. Tidak hanya mengembangkan minat anak pada kegiatan tersebut, ia juga akan semakin memperluas pertemanannya.

4. Bersikap tegas saat anak tidak mau sekolah

Anak pindah sekolah baru

Meski anak mungkin saja mengalami masalah di sekolah, ada pula anak yang memang hanya malas untuk belajar dan berangkat ke sekolah. Jika anak Anda menunjukkan rasa malas tanpa alasan tertentu, ini saatnya Anda untuk bersikap tegas.

Bersikap lembek kepada anak yang malas mungkin bukan cara yang efektif untuk membujuk anak agar mau pergi ke sekolah. Namun, Anda juga tidak perlu memberinya nasehat yang panjang lebar mengenai pentingnya pergi ke sekolah.

Tunjukkan sikap tegas Anda dengan menerapkan aturan bahwa ia hanya boleh tidak masuk ke sekolah, jika sedang sakit atau memang ada urusan yang amat sangat mendesak.

5. Hindari kondisi nyaman berada di rumah saat tidak sekolah

Tunjukkan kepada anak bahwa aturan yang berlaku di rumah tetap akan diberlakukan meski ia sedang sakit dan berada di rumah. Sebagai contoh, jika Anda membiasakan anak untuk tidak main gadget di hari sekolah, tetap berlakukan aturan tersebut meski anak sedang sakit.

Meski tidak membujuk secara langsung, mungkin ini adalah salah satu cara yang tepat agar anak mau pergi ke sekolah lagi. Bila anak Anda meminta libur sekolah karena tidak enak badan, ajaklah anak untuk mendatangi dokter. Saat pulang dari dokter, minta anak untuk istirahat total.

Dengan begitu, bisa saja anak jadi tidak tertarik menggunakan alasan sakit agar bisa tetap tinggal di rumah dan tidak pergi sekolah. Di samping itu, saat anak berada di rumah di hari sekolah, cobalah untuk tidak terlalu memberikan perhatian berlebihan dan tunjukkan bahwa Anda sibuk.

Hal ini bisa menjadi cara yang tepat untuk ‘membujuk’ anak pergi ke sekolah dengan menyadari bahwa tinggal di rumah saat waktunya sekolah ternyata juga tidak menyenangkan bagi anak.

6. Minta anak belajar di rumah

Jika Anda tidak berhasil membuatnya pergi ke sekolah, bukan berarti usaha Anda berhenti sampai di situ. Ada cara lain yang bisa Anda lakukan untuk membujuk anak agar tetap mau pergi ke sekolah. Sebagai contoh, apabila anak tidak sakit tapi berada di rumah, pastikan anak tetap belajar.

Anda bisa memintanya belajar mata pelajaran yang seharusnya dipelajari di sekolah hari itu. Beri tugas-tugas sehingga anak tetap fokus belajar di rumah. Bahkan, jika Anda tidak bisa melakukannya karena harus bekerja, minta orang terdekat Anda untuk mengawasinya belajar di rumah.

Hal ini mungkin menjadi pertimbangan baru bagi anak, bahwa belajar di sekolah bersama teman ternyata lebih menyenangkan dibanding belajar di rumah sendiri.

7. Minta bantuan pada psikolog dan pihak sekolah

Jika alasan anak mogok ke sekolah terkait masalah bullying di sekolah, maka Anda perlu bantuan pihak sekolah dan psikolog. Pihak sekolah akan membantu Anda mencari solusi sekaligus memberi perlindungan pada si kecil. Sementara, psikolog akan membantu anak menghadapi trauma yang ia rasakan.

Tidak hanya itu saja, meminta bantuan psikolog juga bisa membantu Anda menghadapi masalah perilaku yang dimiliki anak.

Selain pihak sekolah dan psikolog, dukungan keluarga juga sangat dibutuhkan. Anda perlu bekerja sama dengan pasangan untuk menghadapi hal ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lehman, J. Child Refuses to Go to School | Empowering Parents. Retrieved 2 April 2020, from https://www.empoweringparents.com/article/my-child-refuses-to-go-to-school/

When Your Child Refuses to Go to School. Retrieved 2 April 2020, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=when-your-child-refuses-to-go-to-school-1-987

Markway, B. What to Do When Your Child Won’t Go to School. Retrieved 2 April 2020, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/shyness-is-nice/201309/what-do-when-your-child-wont-go-school

School refusal: children 5-8 years. Retrieved 2 April 2020, from https://raisingchildren.net.au/school-age/school-learning/school-refusal/school-refusal

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Tanggal diperbarui 17/06/2019
x