backup og meta
Kategori
Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Catat, Ini 8 Cara Ampuh Meningkatkan Motivasi Belajar Anak

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 22/06/2023

Catat, Ini 8 Cara Ampuh Meningkatkan Motivasi Belajar Anak

Siapa bilang motivasi belajar hanya dibutuhkan orang dewasa? Faktanya, anak juga membutuhkan motivasi agar mereka lebih semangat belajar di sekolah.

Meski motivasi bisa didapatkan dari mana saja, peran orangtua sangat dibutuhkan untuk membantu meningkatkan motivasi belajarnya.

Simak berbagai tips dan trik yang bisa dilakukan para orangtua di rumah agar motivasi belajar anak terus membara.

Cara ampuh meningkatkan motivasi belajar anak

Ada banyak alasan mengapa anak malas belajar sampai tidak termotivasi untuk sekolah. Misalnya tidak menyukai topik yang dipelajari, kesulitan memahami pelajaran, atau tidak mengerti apa pentingnya belajar dan ujian sekolah.

Anak Anda juga bisa tidak termotivasi karena memiliki gangguan belajar (misal disleksia atau disgrafia) atau masalah dengan fokus dan emosional.

Apa pun itu, ini merupakan tugas Anda untuk mencari tahu penyebab tersebut. Namun, selain mencari penyebabnya, Anda juga bisa melakukan beberapa cara berikut untuk memotivasi anak agar rajin belajar.

1. Ajak anak bicara dari hati ke hati

berhenti menggendong anak

Jangan langsung memarahi anak ketika ia malas atau tidak termotivasi untuk belajar. Ketimbang harus mengomel panjang lebar, ajaklah anak bicara dari hati ke hati.

Tanyakan pada anak dengan lembut apa saja kesulitan yang sedang ia hadapi. Tanyakan juga apa saja yang dipelajarinya di sekolah serta materi yang disukai dan tidak disukai.

Setelah itu, cari tahu dan berikan masukan pada anak bagaimana cara menghadapi dan mengatasi kesulitannya tersebut.

2. Libatkan diri dalam urusan belajar anak

Jangan cuma dibicarakan, untuk meningkatkan motivasi belajar anak, Anda bisa membantunya langsung dalam urusan akademiknya. Misalnya, mengerjakan PR anak bersama-sama.

Melansir Child Mind Institute, melibatkan diri ke dalam urusan akademik anak bisa menunjukkan bahwa kehidupan sekolah dan belajar adalah hal yang menarik, sehingga ia juga tertarik dan termotivasi.

Meski begitu, jika anak Anda sudah remaja, jangan terlalu melibatkan diri atau bertanya tentang urusan belajarnya. Anda perlu terlibat, tetapi tetap memberikan ruang kepadanya.

3. Berikan hadiah

Siapa yang tak suka diberikan hadiah oleh orang-orang tersayang? Pada anak, pemberian hadiah atau reward merupakan salah satu cara meningkatkan motivasi belajar mereka.

Namun, Anda harus berhati-hati ketika ingin memberikan hadiah untuk si Kecil. Anak bisa saja semangat melakukan kebiasaan baik hanya untuk mendapatkan hadiah dan selanjutnya tidak akan melakukannya lagi.

Jadi, Anda harus selektif ketika ingin memberikan hadiah untuk anak. Beberapa hal sederhana seperti pelukan, ciuman, tos, pujian, atau sekadar makan es krim bersama juga merupakan bentuk hadiah untuk anak.

4. Fokus pada usaha, bukan hasil

Jika anak Anda mendapatkan nilai yang baik dalam ujian, jangan hanya menunjukkan kegembiraan atau bahkan memberikan hadiah atas hasil tersebut.

Lakukan juga hal yang sama meski mereka tidak berhasil dalam ujian. Pujilah bagaimana ia telah berusaha mempersiapkan ujian tersebut meski tak tahu apakah hasilnya akan sukses.

Melakukan cara ini dapat memotivasi anak agar tetap rajin belajar untuk menghadapi ujian sekolah berikutnya.

5. Buat suasana belajar menyenangkan

anak main gadget

Sudah sewajarnya jika anak-anak suka hal-hal yang berbau kesenangan. Nah, agar si Kecil termotivasi untuk belajar, buatlah suasana belajarnya terasa menyenangkan.

Anda bisa memadukan pembelajaran dan permainan agar si Kecil tertarik. Misalnya menggunakan kartu dengan gambar yang menarik, permainan dalam laptop atau tablet, atau yang dalam bentuk activity.

Namun, tidak semua waktu belajar bisa dijadikan permainan, misalnya saat akan ujian. Intinya, membuat belajar terasa menyenangkan membantu anak menemukan keinginan belajar untuk dirinya sendiri.

6. Fokus pada minat dan kelebihan anak

Ketika proses belajar melibatkan pada hal-hal yang memang diminati anak, maka anak pun akan merasa senang saat menjalaninya.

Oleh karena itu, jika Anda ingin meningkatkan motivasi serta membantu mengoptimalkan proses belajar anak, maka doronglah mereka untuk mengeksplorasi topik dan mata pelajaran yang memang disukainya.

Jika anak Anda suka belajar musik, Anda bisa membelikannya seperangkat alat musik. Jangan beri tekanan pada anak bahwa ia harus dapat nilai bagus di pelajaran yang memang tidak dikuasainya.

7. Kenali gaya belajar anak

Setiap anak memiliki preferensi dan gaya belajar yang berbeda-beda. Barang kali anak Anda terlihat ogah-ogahan belajar karena ia dipaksa belajar yang memang bukan gayanya.

Secara umum, gaya belajar anak dibagi menjadi empat, yaitu auditori (belajar melalui pendengaran), visual (penglihatan), kinestetik (gerakan), dan taktil (sentuhan). 

Anak yang memiliki gaya belajar visual akan kesulitan ketika diminta belajar dengan menggunakan metode auditori. Begitu juga sebaliknya. 

8. Biasakan membaca buku

Membaca merupakan kunci keberhasilan dalam belajar. Bahkan berbagai penelitian menemukan fakta bahwa membaca memberikan pengaruh positif pada perkembangan kognitif anak

Nah, membiasakan membaca buku sejak dini dapat memudahkan anak untuk membaca buku pelajaran sekolah, sehingga bisa menjadi motivasi belajar baginya.

Untuk membiasakan anak baca buku, coba buatlah sesi membaca setidaknya 10 menit per hari. Namun ingat. Jangan mengharuskan anak untuk baca buku tertentu.

Sebaliknya, biarkan mereka memilih sendiri buku atau materi bacaan yang akan mereka baca. Dengan begitu, anak lebih semangat untuk melakukannya sendiri.

Itulah beberapa cara untuk memotivasi atau meningkatkan motivasi anak agar rajin belajar. Agar efektif, kenali anak Anda dan berikan solusi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya agar ia termotivasi dan sukses di sekolah.

Jangan membandingkan anak

Terkadang, orangtua suka membandingkan anak dengan orang lain untuk mencoba memotivasinya. Padahal, membandingkan anak justru hanya akan mengecilkan hatinya.
Setiap anak memiliki kecepatan serta kemampuan belajar yang berbeda. Lebih baik bantu anak menemukan motivasinya sendiri untuk belajar seperti cara-cara di atas.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 22/06/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan