Cara Membedakan Apakah Anak Kena Demam Scarlet atau Campak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda memiliki pengalaman saat si kecil mengalami demam scarlet? Demam yang satu ini memang tidak seindah namanya, karena jika tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan beragam komplikasi.

Demam adalah mekanisme tubuh untuk melawan infeksi. Infeksi dapat berupa gangguan dari penyakit atau hal yang lain. Untuk itulah Anda perlu paham bagaimana penanganan demam pada anak. Di rumah, Anda juga harus wajib menyediakan termometer untuk mengukur suhu anak yang paling akurat.

Satu hal yang tidak kalah penting adalah Anda harus mengetahui beberapa demam yang mungkin saja dialami oleh buah hati Anda. Apakah Anda pernah mendengar mengenai demam scarlet? Demam yang satu ini jelas berbeda dengan demam biasa, dan demam yang satu ini menular.

Apa itu demam scarlet dan apa saja gejalanya?

Demam scarlet alias scarlet fever atau disebut juga dengan scarlatina adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri streptococcus beta hemolyticus kelompok A. Penyakit ini memberikan gejala demam dan ruam, sehingga sering kali membingungkan karena banyak juga penyakit lain dengan demam dan ruam seperti campak, rubella,  dengue, roseola infantum, kawasaki, atau yang lain.

Semua orang memiliki risiko untuk mengalami demam scarlet. Namun, yang paling sering terjangkit demam scarlet adalah anak-anak 5 tahun hingga 18 tahun. Biasanya, penyakit ini akan diawali dengan ciri-ciri seperti demam, nyeri tenggorokan, muntah, nyeri kepala, lemas, dan menggigil.

Dalam 12-24 jam biasanya akan timbul ruam yang khas. Ruam yang muncul akan menjadi pucat saat ditekan. Ruam ini pertama kali akan muncul di leher, dada, lalu menyebar ke seluruh tubuh dalam 24 jam. Beberapa hari kemudian, ruam menghilang dan kulit anak terasa seperti amplas atau kasar, lalu menjadi kehitaman.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan dokter, anak yang mengalami demam ini, tonsilnya akan terlihat membesar, kemerahan, dan ditemukan juga gambaran putih keabuan di dalamnya. Lidah akan tampak sangat merah dan bengkak, hal ini menjadi ciri khas pada scarlet fever. Tidak mengherankan jika pada akhirnya diberi nama strawberry tongue.

Membedakan demam scarlet dengan campak

Meskipun pada awalnya demam scarlet terlihat seperti campak, namun hal ini tapi dapat dibedakan dengan perjalanan penyakitnya. Sebagai contoh, campak selalu disertai dengan batuk pilek, konjungtivitis atau radang mata, dan dari pemeriksaan dokter akan menemukan koplik spot.

Sedangkan pada demam scarlet, gejala lain yang menyertai adalah nyeri tenggorokan. Dilihat dari ruamnya pun berbeda, pada campak ruam akan muncul dari belakang telinga, sedangkan scarlet fever akan muncul di leher.

Mencegah demam scarlet dengan cara sederhana

Untuk pencegahan, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Hal ini seperti yang sudah direkomendasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention, yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan dan diri. Oleh karena itu, Anda sebagai orangtua wajib mengenalkan dan membiasakan anak-anak untuk melakukan 4 hal di bawah ini.

  • Cuci tangan dengan benar secara rutin
  • Hindari membagi gelas atau alat makan dengan orang lain
  • Gunakan masker saat anak batuk atau pilek
  • Ajari anak untuk menutup mulut dan hidung saat bersin

Demam scarlet memang tidak boleh dianggap penyakit ‘sepele’ karena dapat memberikan berbagai komplikasi. Mulai dari abses tonsil, infeksi saluran telinga tengah, sampai demam rematik pada jantung dan glomerulonefritis akut pada ginjal. Kematian dapat terjadi pada komplikasi seberat ini.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara untuk Mengetahui Produk Skincare Anda Cocok dengan Kulit

Kulit dapat menunjukkan tanda tertentu saat dipakaikan produk skincare baru. Begini cara mengetahui apakah skincare Anda cocok atau tidak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 2 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Campak

Campak adalah penyakit infeksi virus yang menyebabkan munculnya ruam di sekujur tubuh. Bagaimana cara mengobati penyakit campak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

Rubella (Campak Jerman)

Rubella atau campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan virus. Apa gejala dan penyebabnya? Bagaimana mencegah kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Keracunan Matahari

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa? Cek Di Sini! ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
babesiosis adalah

Babesiosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
stomatitis adalah

Stomatitis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit