Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Cara Mengatasi Anak Demam Tiba-tiba Sepulang Bermain

3 Cara Mengatasi Anak Demam Tiba-tiba Sepulang Bermain

Seiring dengan bertambahnya usia, anak-anak semakin aktif melakukan aktivitas fisik, termasuk berbagai kegiatan di luar ruangan. Hal ini yang terkadang membuat anak jadi mudah terpapar oleh bakteri atau virus penyebab penyakit. Si kecil bisa saja tiba-tiba mengalami demam sepulang dari bermain. Jika sudah begini, bagaimana cara mengatasi ketika anak demam tiba-tiba? Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan.

Mengatasi anak demam sepulang bermain dari luar

Perlu diingat, demam bukan termasuk sebuah penyakit, melainkan gejala atau tanda bahwa tubuh anak sedang bekerja melawan penyakit atau infeksi. Demam merangsang pertahanan tubuh, membuatnya mengirimkan sel darah putih dan sel lain untuk membunuh dan mengusir penyebab infeksi.

Jadi ketika si kecil demam setelah selesai bermain di luar ruangan, kemungkinan besar ia terpapar virus atau kuman penyebab infeksi. Ketika hal ini terjadi, terdapat beberapa upaya untuk meringankan gejala demam yang dialami.

Periksa dulu temperatur tubuh anak

gejala demam pada anak

Pertama-tama, Anda tentu perlu mengetahui suhu tubuh anak. Gunakan jenis termometer, entah itu yang digunakan secara oral (melalui mulut) atau rektal (melalui dubur). Suhu tubuh normal seorang anak berkisar antara 36,5-370C.

Setelah mengetahui suhu anak dan ternyata anak mengalami demam, Anda dapat membantu meringankan gejalanya dengan beberapa cara berikutnya.

Memberikan obat pereda demam

cara mengatasi anak demam

Pemberian obat merupakan langkah mengatasi anak demam yang paling umum dilakukan. Hal ini bukan tanpa alasan, karena dengan obat yang tepat, temperatur tubuh anak dapat menjadi lebih ringan.

Sebelum memberikan obat, Anda dapat membaca dan mengikuti beberapa tips berikut ini:

  • Jangan memberikan lebih dari lima dosis dalam sehari
  • Baca dan ikuti aturan pakai pada kemasan
  • Untuk obat demam cair, gunakan sendok takar atau alat pengukur dosis lainnya. Anda dapat mendapatkannya di apotek atau seringkali terdapat dalam kemasan

Memakaikan baju yang nyaman

Untuk mengatasi anak demam, Anda perlu mengupayakan agar si kecil merasa lebih nyaman dan tidak terlalu gelisah. Karena tidak ada cara yang benar-benar bisa mengatasi atau menghilangkan demam dengan cepat.

Oleh karena itu, Anda dapat memakaikan baju yang lembut dan nyaman digunakan. Hindari untuk menyelimuti si kecil secara berlebihan ketika merasa kedinginan karena dapat menghambat panas dalam tubuh untuk keluar, sehingga menyebabkan suhu tubuh kembali naik.

Mengatur suhu ruangan

mengatasi anak demam

Atur juga suhu ruang agar tidak terlalu panas atau dingin untuk si kecil dengan membuka atau menutup jendela. Gunakan kipas angin atau menyalakan pendingin ruangan apabila ruangan terlalu panas.

Ketika suhu ruangan nyaman, anak juga akan lebih mudah untuk istirahat.

Kapan sebaiknya menghubungi dokter untuk mengatasi anak demam?

Ketika beberapa cara mengatasi anak demam di atas telah Anda lakukan dan suhu tubuh tak kunjung menurun, Anda dapat mulai mempertimbangkan untuk membawa si kecil ke dokter.

Selain itu, berikut tanda-tanda lain ketika demam anak perlu penanganan atau bantuan dari ahli medis:

  • Usia anak kurang dari 3 bulan tanpa memandang keadaan anak secara umum
  • Anak usia 3-36 bulan yang demam lebih dari 3 hari atau terdapat tanda bahaya
  • Anak usia 3-36 bulan dengan demam yang tinggi (≥39°c)
  • Anak semua usia yang suhunya >40°c
  • Anak semua usia dengan kejang demam
  • Anak semua usia yang demam berulang lebih dari 7 hari walaupun demam hanya berlangsung beberapa jam saja
  • Anak semua usia dengan penyakit kronik seperti penyakit jantung, kanker, lupus, penyakit ginjal
  • Anak yang demam disertai ruam

Demam dapat terjadi pada anak kapan saja termasuk sesaat setelah bermain di luar ruangan. Namun tidak perlu khawatir, demam pada anak pada umumnya akan pulih dengan sendirinya.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Stanfordchildrens.org. (2020). Fever in Children – Stanford Children’s Health. Retrieved April 20, 2020, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=fever-in-children-90-P02512

familydoctor.org. (2018). Fever in Infants & Children – Infant Fever Reducer. Retrieved April 20, 2020, from https://familydoctor.org/condition/fever-in-infants-and-children/

Mayo Clinic. (2017). Fever – Symptoms and causes. Retrieved April 20, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/symptoms-causes/syc-20352759

Durani, Y. (Ed.). (2013). Fever and Taking Your Child’s Temperature. Retrieved April 20, 2020, from https://www.rchsd.org/health-articles/fever-and-taking-your-childs-temperature/

http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/demam-kapan-harus-ke-dokter

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Roby Rizki Diperbarui 03/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x