6 Jurus Jitu Tetap Jalani ASI Eksklusif Bagi Ibu Bekerja

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/02/2020 . 8 menit baca
Bagikan sekarang

Pada umumnya, ibu bekerja di Indonesia memenuhi syarat untuk cuti melahirkan selama tiga bulan tanpa harus mengkhawatirkan pekerjaan mereka. Untuk beberapa, bagaimanapun juga, alasan keuangan atau pilihan pribadi mengharuskan mereka untuk kembali bekerja lebih awal. Baik Anda kembali ngantor hanya beberapa minggu setelah si kecil lahir atau sebulan-dua bulan kemudian, Anda mungkin bertanya-tanya apakah Anda masih bisa melanjutkan menyusui atau tidak.

Jawabannya adalah ya, tentu saja — meskipun sudah pasti lebih sulit dalam situasi tertentu. Baca terus untuk cari tahu tentang cara mudah meneruskan pemberian ASI eksklusif selama Anda bekerja.

Tips menyusui ASI Eksklusif untuk ibu bekerja

1. Pahami hak Anda sebagai ibu bekerja

Secara hukum, Anda memiliki hak untuk menyusui (jika Anda membawa bayi Anda ke kantor) dan/atau memompa di tempat kerja.

Pekerja/buruh perempuan yang anaknya masih menyusui harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja.” (Pasal 83 UU No. 13/2003)

Tapi tidak semua bos mungkin menyadari apa hak-hak Anda, sehingga Anda mungkin masih harus sedikit memperjuangkan hak menyusui Anda.

Bicarakan rencana menyusui Anda dengan atasan Anda jauh-jauh hari sebelum Anda kembali bekerja, bahkan sebelum bayi Anda lahir, saran para pakar. Jangan takut untuk menyebutkan bahwa Anda akan membutuhkan area privat dan bersih — dengan pintu yang memiliki kunci — di mana Anda dapat memompa ASI Anda. Jika Anda tidak memiliki ruang kantor Anda sendiri, tanyakan apakah Anda dapat menggunakan ruangan supervisor Anda selama waktu-waktu tertentu, atau jika Anda dapat memiliki akses ke sudut ruangan yang tertutup, bersih , dan bebas kekacauan. Serta tanyakan pula di mana Anda bisa menyimpan stok ASI perahan sementara.

Jika Anda merasakan adanya keberatan dari pihak perusahaan, The American College of Obstetricians dan Gynecologists, dilansir dari WebMD, menyarankan untuk meminta dokter kandungan Anda menuliskan surat keterangan pendek untuk atasan Anda; mengutip manfaat kesehatan dari menyusui bagi Anda dan bayi Anda. Dokter Anda mungkin juga ingin merinci apa saja kebutuhan Anda selama menyusui — seperti lingkungan yang bersih, pribadi — dan menawarkan beberapa saran tentang bagaimana kondisi ini dapat dengan mudah difasilitasi di tempat kerja Anda.

2. Gunakan pompa ASI elektrik

Jika Anda kembali bekerja dengan bayi ASI eksklusif (belum makan makanan padat), memompa di siang hari cukup penting. Jangan pilih pompa ASI yang asal murah. Beli versi terbaik yang Anda mampu. Gunakan pompa ASI elektrik yang memungkinkan Anda untuk memompa kedua payudara pada saat yang sama untuk hemat beberapa menit berharga setiap kali Anda memompa.

Sekitar dua minggu sebelum Anda berencana untuk kembali bekerja, pelajari setiap fungsi onderdil dan cara kerja pompa ASI Anda. Baca cara penggunaan dengan hati-hati — sumber informasi terbaik untuk bagaimana untuk menempatkan pompa bersama-sama, bagaimana untuk mendapatkan hasil yang terbaik dari pompaan, dan cara untuk membersihkannya. Anda juga dapat menemukan tips bermanfaat tentang memaksimalkan jumlah susu yang dapat Anda memompa.

Setelah Anda punya alat, pastikan Anda membuat rutinitas yang tidak membuat Anda stres (setidaknya, tidak terlalu).

3. Buat jadwal menyusui/memompa ASI

Pekerjaan bisa jadi sangat menuntut – dan mengganggu! – dan sebelum Anda sadari, Anda sudah kelewatan sesi memompa. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan (mastitis) dalam jangka pendek dan pasokan ASI yang berkurang dalam jangka panjang.

Jika Anda memiliki Microsoft Outlook atau program kalender lainnya, penting untuk membuat reminder setiap jadwal memompa. Dengan cara ini, Anda tahu Anda telah “ditagih” waktu, rekan kerja tahu bahwa Anda sedang sibuk dengan jadwal lain, dan Anda lebih mungkin untuk menaati jadwal.

Minum beberapa gelas air tepat sebelum memompa. Susui bayi Anda di pagi hari sebelum Anda berangkat kerja dan pompa segera setelah Anda sampai di kantor. Di pagi hari Anda akan memiliki lebih banyak susu dan Anda akan cenderung menundanya setelah Anda terlibat dalam proyek kantor. Karena payudara Anda memproduksi ASI terus menerus, Anda masih akan memiliki cukup susu untuk makan pagi pertama bayi Anda bahkan jika Anda memompa beberapa ons sebelum ia terbangun.

Anda mungkin perlu untuk memompa dua sampai tiga kali setiap hari untuk membuat susu yang cukup untuk bayi Anda sementara dia bersama dengan pengasuh Anda. Penelitian menunjukkan bahwa bayi menyusui antara 1-6 bulan meminum rata-rata 2-4 ons per satu kali makan. Ketika bayi Anda bertambah usia, ASI Anda akan berubah mengikuti kebutuhan bayi Anda. Jadi, bayi Anda akan tetap mendapatkan gizi yang ia butuhkan dari kadar yang sama dari total ons pada usia 9 bulan seperti yang ia dapatkan di usia 3 bulan.

4. Simpan di freezer

Sebelum berangkat kerja, pompa dan simpan persediaan kecil ASI di freezer. Anda akan merasa lebih percaya diri dan Anda akan cenderung khawatir tentang memompa ASI yang cukup untuk bayi Anda saat Anda sedang pergi.

ASI yang telah dibekukan kehilangan beberapa enzim pelindung dan antibodi yang hadir dalam susu segar. Namun, ASI yang didinginkan masih memiliki lebih banyak antibodi dan gizi lebih tepat untuk bayi daripada susu formula, sehingga aman dan boleh-boleh saja untuk memberikan si kecil stok susu simpanan, khususnya jika Anda tidak mampu memompa banyak dalam beberapa hari. Anda dapat menyimpan susu dalam freezer untuk antara enam dan 12 bulan, dan bisa secepatnya diberikan ke bayi dalam waktu delapan hari setelah dipompa. Pastikan untuk melabel botol susu dengan nama Anda serta tanggal dan jam berapa Anda memompa susu.

ASI juga aman disimpan pada suhu kamar (antara 19 dan 26 derajat Celcius) selama enam sampai delapan jam. Jika situasi mengharuskan Anda untuk memompa ASI di kantor dan memberikannya segera untuk bayi Anda di rumah, Anda bisa mengirim botol susu yang disimpan dalam kotak pendingin kecil ke rumah dengan bantuan kurir online.

5. Kenakan pakaian yang mudah untuk dibuka

Kenakan pakaian yang mudah untuk dibuka atau dilepas karena Anda akan sibuk membuka-tutup baju beberapa kali sehari. Hindari kain yang mudah menunjukkan noda seperti sutra; atasan gelap atau bermotif adalah ide yang baik. Siap sedia selendang atau scarf di tangan untuk menutupi dada jika kantor Anda terasa dingin.

Untuk memudahkan memompa, kenakan bra menyusui. Bra jenis ini memungkinkan Anda untuk memompa “lepas tangan” — tanpa harus memegangi botol — sehingga Anda masih mampu mengerjakan hal lainnya di saat bersamaan.

Anda dapat membuat bra menyusui kreasi sendiri dengan menggunakan sport bra bekas dan mengiris lubang cukup besar untuk perisai pompa dapat muat agar Anda dapat melakukan kompresi. Bra buatan sendiri bekerja sama baiknya dengan bra memompa pasaran — juga lebih murah.

Simpan pakaian ganti seperti bra, atasan, dan bantalan payudara cadangan di kantor untuk persediaan di saat gawat darurat (baca: ASI bocor).

6. Siapkan di malam sebelumnya

Persiapkan dan kemas semua perlengkapan memompa ASI yang Anda butuhkan di malam sebelumnya: alat pompa bersih, kotak pendingin untuk menyimpan stok ASI perah, sikat untuk mencuci botol dan pompa, botol susu bersih, bra menyusui cadangan, tisu basah dan kering, dan suplemen menyusui (opsional). Anda juga ingin membawa pompa tangan manual untuk cadangan.

Jangan lupa juga untuk menyiapkan tas bayi terpisah untuk perlengkapan bayi Anda jika Anda membawanya ke kantor, ke tempat penitipan anak, atau untuk bawaan pengasuhnya. Siap sedia stok ASI perah di kulkas untuk makan bayi di rumah sementara Anda bekerja di kantor.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Ancaman Kesehatan Selain COVID-19 Saat Masuk ke Gedung yang Lama Tak Dihuni

    Kembali bekerja di gedung perkantoran yang telah lama ditinggal kosong ternyata masyarakat perlu menghadapi ancaman kesehatan baru. Apa itu?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 15/06/2020 . 5 menit baca

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 menit baca

    Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

    Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Menyusui 05/06/2020 . 10 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
    pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca