Perkembangan Bayi 3 Bulan atau 12 Minggu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/07/2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Perkembangan Bayi Usia 3 Bulan

Bagaimana perkembangan bayi usia 3 bulan?

Menurut tes skrining perkembangan anak Denver IIperkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan, umumnya sudah mencapai hal-hal berikut ini:

  • Bisa melakukan gerakan tangan dan kaki bersamaan.
  • Bisa mengangkat kepalanya sendiri.
  • Bisa mengangkat kepalanya 90 derajat.
  • Bersuara dengan menangis.
  • Bisa menunjukkan respons ketika mendengar suara bel.
  • Bisa mengatakan “ooh” dan “aah”.
  • Bisa tertawa dan memekik kencang.
  • Bisa menyatukan kedua tangannya.
  • Bisa melihat dan mengamati wajah orang di dekatnya.
  • Bisa tersenyum saat diajak bicara.

Kemampuan motorik kasar

Menginjak usia 12 minggu atau 3 bulan, perkembangan motorik bayi tampak semakin pesat. Terbukti sekarang perkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan ini tidak hanya lagi bisa menggerakkan tangan dan kakinya bersamaan.

Selain itu, Anda harus selalu mengawasi buah hati karena di usia ini bayi mulai berguling. Selain itu, ia juga dapat mengangkat kepalanya sekitar 90 derajat.

Ini merupakan proses yang dilewatinya sampai nantinya perkembangan bayi umur 3 bulan ini mampu duduk dengan mantap.

Hal ini dapat dilihat saat Anda mendudukkan bayi, tidak tampak ada getaran pada kepalanya. Artinya, di perkembangan bayi umur 12 minggu atau 3 bulan ini tubuh bagian atas bayi sudah cukup kuat untuk menopang kepala dan dadanya.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Anda masih akan sering mendengar bayi menangis pada masa perkembangan bayi umur 12 minggu atau 3 bulan. Hal ini masih menjadi salah satu “senjatanya”.

Namun di sisi lain, perkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan juga sudah mulai mengatakan “ooh” dan “aah” saat melihat sesuatu yang menarik perhatiannya.

Jadi, menangis bukan lagi menjadi satu-satunya cara bayi untuk berkomunikasi. Misalnya, saat ia sedang rewel dan menunjukkan tanda-tanda bayi lapar ingin menyusu, biasanya ia akan merespons dengan mengatakan “ooh” saat melihat Anda membawa botol ASI.

Contoh lain ketika Anda mengajaknya bicara, sesekali ia mungkin akan merespons dengan mengatakan “aah” atau “ooh” seakan memahami apa yang Anda sampaikan.

Kabar baik lainnya, perkembangan bahasa bayi di usia 12 minggu atau 3 bulan lainnya yaitu sudah pandai tertawa dan memekik.

Kemampuan motorik halus

Selain menggerakkan tangannya ke berbagai arah, buah hati Anda juga mampu menyatukan kedua tangannya bersama. Perkembangan yang satu ini memang umumnya baru muncul di usia bayi 12 minggu atau 3 bulan.

Biasanya si kecil senang melihat mainan yang memiliki warna cerah. Hal ini dikarenakan kontras warna pada mainan cenderung lebih mudah dilihat dan menarik bagi bayi di umur 12 minggu atau 3 bulan.

Kemampuan sosial dan emosional

Pada masa perkembangan kecerdasan emosional bayi 12 minggu atau 3 bulan, ia sudah cukup andal dalam mengenali wajah Anda maupun orang-orang yang selalu ada di dekatnya.

Berbeda dengan kondisi bayi baru lahir, di usia ini ia juga akan mulai tesenyum sendiri saat melihat hal menarik, maupun membalas senyuman orang lain saat diajak bicara.

Apa yang harus dilakukan untuk membantu perkembangan bayi usia 12 minggu atau 3 bulan?

Membacakan dongeng untuk bayi adalah salah satu cara terbaik untuk mendukung perkembangan bayi 12 minggu. Hal ini bisa membantu merangsang telinga bayi dalam menyesuaikan ritme dari kata-kata yang Anda lontarkan.

Mengubah nada saat membaca, berbicara dengan aksen, dan menyanyikan lagu untuk bayi juga akan membantu membuat interaksi antara Anda dan bayi menjadi lebih menarik.

Jika bayi hanya melihat ke arah lain atau tidak tertarik saat Anda sedang membacakan cerita, biarkan dia beristirahat sejenak. Anda perlu memberikan perhatian juga pada reaksi si kecil, apakah ia kelihatan tertarik atau tidak.

Ada banyak buku bagus yang bisa dibacakan untuk bayi. Pilih buku dengan gambar yang besar, karakter yang cerdas dan sederhana, atau buku yang hanya berisikan gambar sehingga Anda bisa menunjukkan padanya.

Anda bisa menciptakan suasana positif untuk merangsang perkembangan bayi 12 minggu atau 3 bulan dengan cara:

  • Memeluk bayi
  • Berinteraksi dan bicara dengan bayi
  • Membuat bayi tenang dengan bermain
  • Menciptakan ruang terpisah untuk bayi
  • Menuruti keinginan si kecil terhadap sesuatu

Kesehatan Bayi Usia 3 Bulan

Apa yang perlu didiskusikan dengan dokter terkait perkembangan bayi?

Jumlah dan jenis pemeriksaan teknis dan prosedur yang akan dilakukan dokter beda-beda, tergantung kondisi dan perkembangan bayi 12 minggu.

Namun, beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan dokter pada perkembangan bayi usia 12 minggu atau 3 bulan adalah sebagai berikut:

Dokter akan memeriksa bagaimana pertumbuhan bayi seperti berat, tinggi atau panjang badannya, serta lingkar kepala bayi untuk memastikan bayi tumbuh dengan baik

  • Pemeriksaan penglihatan, pendengaran, jantung dan paru-paru, dada dan punggung, untuk memastikan bayi sehat dalam mencapai perkembangan selanjutnya.
  • Anda juga harus menaruh perhatian pada kemungkinan masalah kesehatan lainnya, seperti pola makannya.

Catat informasi dan arahan dokter, serta informasi penting. Misalnya berat dan tinggi badan, lingkar kepala, tanda lahir, imunisasi, penyakit, obat-obatan yang diberikan, dan hasil tes dalam catatan perkembangan bayi 12 minggu.

Selain itu, jangan sepelekan ketika dalam perkembangan umur 3 bulan ini bayi kesulitan saat melakukan beberapa hal seperti:

  • Merespons ketika mendengar suara.
  • Mengikut arah pergerakan orang atau objek dengan matanya.
  • Tersenyum.

Jangan ragu untuk mengonsultasikannya dengan dokter apabila ada masalah pada perkembangan bayi yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui saat menghadapi perkembangan bayi di umur 3 bulan?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui selama perkembangan bayi umur 12 minggu atau 3 bulan, yakni:

1. Kepala bayi rata (peyang)

Bila kepala bayi Anda rata (peyang), ini mungkin karena bayi tidur terlalu lama pada posisi yang sama.

Saat bayi lahir, tengkorak bayi sangat lunak dan fleksibel. Hal ini membuat ketika berbaring telentang pada malam hari, kepala bayi bisa menjadi datar pada posisi tersebut.

Namun, jangan khawatir terlebih dahulu. Dalam sebagian besar kasus, sedatar apapun kepala bayi, akan kembali seperti semula ketika bayi mulai merangkak dan duduk.

Untuk memastikan bahwa semuanya baik-baik saja, Anda harus membawanya ke dokter saraf anak. Tujuannya untuk menentukan apakah pada perkembangan 12 minggu atau 3 bulan ini si kecil perlu pengobatan khusus atau tidak.

Jika kasusnya tidak serius, dokter mungkin menyuruh Anda mencoba beberapa metode perawatan rumahan. Contohnya membiarkan bayi dalam posisi telungkup (saat terjaga dan diawasi orangtua) untuk memperkuat otot lehernya.

2. Kebotakan atau rambut rontok

Bayi memiliki kebiasaan yang tidak disadari dapat menyebabkan masalah pertumbuhan rambut seperti kebotakan atau rambut rontok. Kebiasaan tersebut misalnya saat bayi  sering berada dalam posisi telentang.

Kondisi ini biasanya akan berkurang saat bayi sudah bertambah besar dan mengubah kebiasaan di atas. Sulit untuk memprediksi kapan rambut bayi akan tumbuh kembali.

Pasalnya, pertumbuhan rambut berbeda-beda pada setiap bayi, tak terkecuali di perkembangan usia 12 minggu seperti sekarang.

Sejumlah rambut bayi akan kembali tumbuh secepatnya setelah rontok, sementara bayi lainnya membutuhkan waktu lebih lama.

3. Hernia

Hernia biasanya dialami hanya pada orang dewasa akibat membawa barang yang terlalu berat. Namun pada kenyataannya, anak kecil juga dapat mengalami hernia. Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi laki-laki, bayi prematur dan kembar.

Gejala hernia pada bayi yang umum adalah munculnya benjolan seperti tumor di salah satu lipatan di antara paha dan perut. Benjolan ini terlihat terutama saat bayi menangis atau marah.

Tumor sering mengecil saat bayi sudah diam atau tidak menangis. Anak Anda mungkin juga menderita hernia skrotum ketika semua usus melorot sampai saluran skrotum yang menyebabkan pembengkakan skrotum.

Jika hernia bayi tidak diobati, termasuk di perkembangan usia 12 minggu, kondisi ini bisa mengakibatkan tersumbatnya hernia oleh lapisan otot pada saluran inguinal.

Tidak hanya itu saja, ini bisa membuat aliran darah dan proses pencernaan terganggu. Akibatnya, anak akan muntah, kesakitan, dan bahkan shock.

Apabila Anda melihat bayi pada umur 3 bulan ini mendadak menangis kesakitan, muntah dan tidak bisa buang air besar, periksakan ke dokter secepatnya.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai pada perkembangan bayi 3 bulan?

Perkembangan bayi umur 12 minggu atau 3 bulan ini umumnya sudah mulai tidur lebih lama di malam hari. Hal ini artinya, si kecil memberikan waktu lebih untuk Anda beristirahat.

Cukup berbeda dengan perkembangan bayi 2 bulan, di usi ini bayi akan tidur sekitar 7 hingga 9 jam walaupun akan terbangun sekali di malam hari.

Ada beberapa hal yang menandakan bayi sudah merasa ngantuk seperti menjadi semakin rewel, menggosok mata, atau mencari susu padahal tidak sedang begitu lapar.

Dikutip dari Kids Health, bayi di umur 3 bulan akan lebih banyak terjaga di siang hari. Ada kemungkinan waktu tidur di siang hari adalah sekitar 2 hingga 3 jam.

Ditakutkan, ia akan jatuh dan mengalami luka karena perbuatannya ini. Pahami juga bahwa perkembangan bayi 12 minggu akan berbeda-beda.

Membandingkan perkembangan anak Anda dengan anak lainnya justru akan membuat khawatir dan mungkin mengecewakan, yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Jika Anda mencurigai si kecil menunjukkan perkembangan yang tidak wajar di umur 12 minggu atau 3 bulan, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Lalu, bagaimana perkembangan bayi 4 bulan atau 16 minggu?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Bayi 6 Bulan Ternyata Suka Saat Gerak-geriknya Ditiru Orang Dewasa

Sebuah penelitian menemukan bahwa bayi ternyata mengerti dan suka bila gerakannya ditiru. Mengapa begitu dan adakah pengaruhnya dalam perkembangan sosial?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 10/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab bayi kejang

Berbagai Hal yang Dapat Menyebabkan Bayi Kejang, Plus Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit