Tanpa Orangtua Memaksa, Inilah Cara agar Anak Jago Olahraga

    Tanpa Orangtua Memaksa, Inilah Cara agar Anak Jago Olahraga

    Memaksa anak untuk jago olahraga tertentu bisa membuat anak tertekan dan berpengaruh pada psikologisnya. Olahraga untuk anak seharusnya bukan diukur dari prestasi yang tinggi, tapi seberapa besar anak menyukai kegiatannya. Simak ulasan di bawah ini untuk tahu cara agar anak jago olahraga tanpa memaksa.

    Kenapa orangtua tidak boleh memaksa anak agar jago olahraga?

    Disadari atau tidak, orangtua sering memaksa mendaftarkan anaknya ke klub olahraga dengan ambisi anaknya juara.

    Beberapa mengharapkan uang yang mereka keluarkan terbayarkan dengan prestasi olahraga yang dapat membawa anaknya masuk ke sekolah unggulan, mendapatkan beasiswa, atau bahkan kontrak profesional menjadi atlet.

    Kepala Pelatih di sekolah sepak bola ASIOP Jakarta Apridiawan mengatakan, tekanan dari orang tua justru membuat anak cemas dan takut serta tidak menikmati olahraga.

    “Bertanding dengan tekanan untuk bermain bagus dari orangtuanya itu akan berpengaruh pada kesehatan mental anak di lapangan. Satu kesalahan saja bisa membuatnya tidak bisa melanjutkan pertandingan,” jelas Apri.

    Lebih lanjut Apri menjelaskan, dalam kegiatan olahraga anak, tugas orangtua itu hanya memotivasi, bukan menuntut.

    “Ada perbedaan yang sangat besar di sana. Menuntut artinya ada urusan ambisi orangtua yang harus diselesaikan antara orangtua dengan si anak,” tuturnya.

    Jangan sampai olahraga permainan yang seharusnya menjadi tempat anak bersenang-senang malah jadi alasan mereka menangis.

    Sifat memaksa anak jago olahraga bisa jadi untuk memenuhi kegagalan orangtuanya yang pernah berkeinginan untuk menjadi atlet.

    Psikolog Amerika Dr. Frank Smoll menyebutnya sebagai frustrated jock syndrome atau sindrom atlet yang frustrasi.

    “Di situlah orangtua mencoba mewujudkan keinginannya menjadi atlet melalui anak-anak mereka,” jelas Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dr. Michael Triangto Sp. KO kepada Hello Sehat.

    Saat kemampuan anak tidak sesuai dengan ekspektasi, orangtua cenderung akan kesal dan mulai memaksakan kehendak dengan berbagai cara, mulai dari menghukum, membentak anak, hingga memberi latihan tambahan.

    Bagaimana cara agar anak mau dan jago olahraga?

    memaksa anak jago olahraga

    Daripada memaksa, ada beragam cara yang bisa Anda lakukan untuk memotivasi anak agar suka olahraga, seperti berikut ini.

    1. Ketahui olahraga yang disukai

    Bantu anak Anda menemukan olahraga yang ia sukai. Semakin ia menikmati aktivitas tersebut, semakin besar kemungkinan dia akan akan terus bersemangat.

    Dari segi ketahanan fisik, dokter Michael mengatakan, anak yang menjalankan olahraga atas keinginannya sendiri akan cenderung mencegahnya cedera.

    “Karena dia tahu tubuhnya penting untuk pertandingan, ia akan jaga agar tetap fit dan tidak cedera,” kata dokter Michael.

    Apabila perlu, Anda juga bisa melibatkan seluruh keluarga. Ini juga salah satu cara yang bagus untuk menghabiskan waktu bersama dan mempererat ikatan keluarga.

    2. Arahkan pada jenis olahraga yang cocok

    Memilihkan olahraga yang tepat bagi anak itu harus bertahap. Seorang psikologis, yakni Sani, menyarankan untuk mengenalkan sebanyak mungkin cabang olahraga pada anak.

    “Biarkan dia mencoba sebanyak yang dia mau,” katanya.

    Semakin anak tumbuh, orangtua bisa mengarahkan anak untuk memilih jenis olahraga yang sesuai usianya, yang disenangi, dan dapat mengoptimalkan kemampuannya.

    Menurut Sani, hal-hal seperti ini yang sering luput dari perhatian orang tua. Padahal keinginan orang tua dan anak harus dapat dikomunikasikan dengan baik.

    3. Membiasakan olahraga

    Semakin bertambahnya usia, akan lebih sulit membangun kebiasaan anak untuk memenuhi kebutuhan aktivitas fisik, termasuk olahraga.

    Oleh karena itu, anak harus membiasakan dan mempersiapkan olahraga sejak usia dini.

    Selain nantinya agar anak jago dalam jenis olahraga tertentu, kebiasaan ini juga memiliki banyak manfaat.

    Menurut Dokter Michael, olahraga itu sendiri merupakan bagian yang akan mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

    Sementara itu, dari sisi psikologis, Sani mengatakan olahraga bagi anak itu mampu mengasah semangat bersaing, kemampuan bekerja sama dalam tim, dan kemampuan bersosialisasi.

    4. Jadilah contoh

    Mengutip Healthy Children, Anak-anak sering kali menonton dan meniru kebiasaan orangtuanya, termasuk baik dan buruk.

    Jika mereka melihat Anda aktif secara fisik dan hal itu tampak menyenangkan, maka mereka cenderung aktif dan bahkan jago olahraga tanpa Anda perlu memaksa.

    5. Olahraga itu menyenangkan

    Kunci agar anak mau olahraga adalah bagaimana orangtua membuat kegiatan olahraga itu menyenangkan, bukan menjadi suatu kewajiban yang memaksakan kehendak anak.

    Psikolog Sani dalam sebuah wawancara menyarankan untuk mengajak anak berdiskusi, bukan menjebak anak ke satu cabang olahraga yang tidak disukainya.

    “Anak akan merasa dibohongi dan tidak dianggap keinginannya,” tutur Sani.

    Lebih lanjut ia mengatakan bahwa orangtua sering berambisi untuk membuat anaknya memiliki ambisi yang sama.

    Jika begitu, yang susah itu kalau orangtuanya tidak berhasil membuat anaknya berambisi, tapi tetap memaksakan, maka akan jadi timpang.

    6. Batasi penggunaan gadget

    anak main gadget

    Jangan biarkan anak bermain gadget terlalu lama. Doronglah anak Anda untuk memiliki kegiatan aktif, seperti mengikuti ekstrakurikuler di sekolah, berolahraga yang mereka sukai, atau bermain sepakbola.

    Saat keluarga Anda menonton TV bersama, buat semua orang bergerak selama jeda iklan, seperti melakukan lompat-lompat, gunakan hula hoop, atau bahkan lompat tali.

    7. Berilah hadiah

    Anda bisa memberikan hadiah kepada anak ketika ia telah jago olahraga apa pun itu. Dengan begitu, anak akan lebih bersemangat dan tahu bila orangtua terus mendukungnya.

    Selain memberikan hadiah, Anda juga bisa sesekali memuji anak karena prestasi atau pencapaian yang diperolehnya ketika berolahraga.

    8. Tanamkan pandangan positif tentang olahraga

    Cara lain agar anak mau olahraga, yakni dengan memberikan pandangan positif terkait ini. Hindari mengatakan hal-hal negatif terkait olahraga, seperti olahraga itu melelahkan atau bisa membuat cedera.

    Jelaskan kepadanya bahwa dalam olahraga anak juga berlatih kesabaran menunggu giliran, menggunakan waktu dengan disiplin, serta belajar cara menahan emosi.

    “Olahraga itu meningkatkan kemampuan motorik serta bisa menjadi penyeimbang akademis dan non-akademis anak. Olahraga juga membuat anak lebih bahagia,” tutur Sani.

    Jadi, jangan paksakan anak agar jago berolahraga ya! Lebih baik, terapkan tips-tips di atas agar manfaat olahraga sesungguhnya bisa didapat anak Anda.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 10/08/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan