Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Persiapan Olahraga untuk Anak yang Penting Dilakukan

4 Persiapan Olahraga untuk Anak yang Penting Dilakukan

Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga butuh olahraga secara rutin supaya bisa tumbuh sehat. Berolahraga secara rutin berguna untuk mengoptimalkan pertumbuhan tulang dan otot anak, meningkatkan kebugaran dan kekebalan tubuh, mengasah kemampuan motorik, hingga mencegah anak dari risiko penyakit kronis. Simak apa saja persiapan yang dibutuhkan dan beragam pilihan jenis olahraga yang cocok untuk anak berikut ini.

Persiapan untuk anak sebelum melakukan olahraga

Sebelum mengajak anak melakukan aktivitas fisik baik di dalam maupun di luar rumah, Anda harus mempersiapkan kebutuhannya terlebih dahulu. Hal ini disebabkan anak membutuhkan energi ekstra untuk berolahraga. Oleh sebab itu, jangan biarkan anak berolahraga dalam kondisi lemas dan kurang energi.

Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya persiapan olahraga untuk anak:

1. Asupan makanan

Saat berolahraga, tentu anak membutuhkan banyak tenaga. Agar anak tidak merasa kelaparan di tengah-tengah berolahraga, penting bagi Anda untuk menyiapkan makanan dengan kandungan nutrisi yang tepat. Hal ini demi membantu anak mendapatkan pasokan energi yang cukup untuknya aktif bergerak.

2. Perlengkapan olahraga

Tergantung pada jenis olahraga yang akan dilakukan, persiapan olahraga untuk anak yang selanjutnya yaitu memastikan kelengkapan alat olahraga. Hal ini karena perlengkapan berolahraga yang tepat akan melindungi anak Anda dari risiko cedera.

Sebagai contoh, jika si Kecil berencana ingin bersepeda, Anda bisa memastikan jika ia menggunakan perlengkapan bersepeda seperti memakai helm, pelindung siku, serta pelindung lutut. Sama halnya apabila anak ingin berenang, pastikan ia menggunakan baju renang yang ukuranya pas dan tidak kebesaran.

Dengan begitu, anak tidak kesulitan saat bergerak di dalam air. Gunakan kacamata renang untuk mencegah mata dari iritasi akibat kaporit. Terakhir, siapkan pelampung jika anak Anda belum terlalu mahir berenang.

3. Kondisi tubuh

Persiapan olahraga untuk anak selanjutnya yaitu penting untuk memastikan jika ia sedang berada dalam keadaan fit. Pasalnya, berolahraga saat anak sedang sakit atau merasa tidak enak badan justru akan memperburuk keadaannya. Hal ini pun juga akan meningkatkan risiko anak mengalami cedera karena dalam kondisi yang tidak fit anak Anda jadi lebih sulit untuk berkonsentrasi.

Selain kondisi tubuh, pastikan juga jika semalam si kecil mendapatkan tidur yang cukup. Jika anak berolahraga dalam kondisi tubuh yang kurang tidur dan kelelahan, hal itu justru sangat berisiko untuknya. Pasalnya, risiko anak mengalami cedera saat olahraga semakin tinggi.

4. Kebutuhan cairan

Menjaga kebutuhan cairan tubuh si kecil agar tetap tercukupi merupakan bagian yang penting dari persiapan olahraga untuk anak.. Itu sebabnya, Anda harus sediakan selalu sebotol air putih saat anak olahraga. Hal ini dilakukan untuk mencegah anak dehidrasi selama berolahraga.

Tidak hanya itu, selalu siap sedia sebotol air putih juga jadi salah satu cara agar anak tidak jajan sembarangan. Kebiasaan seperti membeli minuman soda atau minuman lainnya dapat menambah konsumsi gula yang tidak diperlukan oleh anak.

Jenis pilihan olahraga untuk anak usia sekolah

Setelah mengetahui berbagai persiapan olahraga untuk anak, penting juga untuk memahami olahraga yang tepat untuk anak. Saat memasuki usia sekolah, kemampuan fisik anak pun semakin meningkat. Ini tandanya, untuk mendorong anak untuk terus mengasah kemampuan motorik kasarnya.

Lalu, apa saja jenis olahraga yang baik untuk anak usia sekolah?

1. Berlari

Olahraga yang satu ini sangat praktis karena tidak membutuhkan bantuan alat apa pun untuk melakukannya. Anak Anda hanya perlu menggunakan sepatu dan pakaian untuk olahraga. Di samping itu, anak bisa melakukan olahraga ini di mana saja dan kapan saja.

Saat anak berlari, khususnya saat melakukannya dalam sebuah program atau bagian dari rutinitas dalam keluarga Anda, lama kelamaan akan terbentuk kebiasaan untuk melakukan olahraga yang satu ini. Hal ini tentu baik untuk perkembangan mental dan fisik anak.

2. Berenang

Melansir Mayo Clinic, selain berlari, olahraga yang juga cocok untuk anak adalah berenang. Ya, aktivitas fisik yang bisa dilakukan anak sambil bermain di luar rumah ini memiliki manfaat untuk perkembangan anak.

Untuk perkembangan fisik anak, olahraga berenang dapat meningkatkan fungsi serta kesehatan jantung dan paru-paru anak. Di samping itu, olahraga ini juga dapat meningkatkan kekuatan serta kelenturan tubuh si buah hati. Tak hanya itu saja, olahraga berenang juga mampu memperbaiki postur tubuh dan keseimbangan anak. Olahraga ini juga baik untuk mencegah terjadinya obesitas atau kegemukan pada anak.

3. Tenis

Tenis juga salah satu pilihan olahraga yang patut dicoba untuk si Kecil karena bermanfaat meningkatkan kesehatan tulang untuk anak. Olahraga anak yang satu ini juga bisa mengurangi lemak di dalam tubuh, serta meningkatkan kelenturan dan kekuatan ototnya.

Oleh karena itu, jika anak Anda menunjukkan ketertarikan terhadap olahraga ini, tak ada salahnya mengajak anak rutin bermain tenis. Perhatikan beberapa persiapan olahraga untuk anak jenis ini secara khusus. Anda bisa berkonsultasi dengan pelatih anak, sebelum memulai latihan.

4. Bermain sepatu roda

Sama seperti jenis olahraga lainnya, bermain sepatu roda juga memiliki manfaat kesehatan. Olahraga ini termasuk jenis aktivitas fisik low impact atau tergolong aman untuk si buah hati. Namun, perlu dilakuka persiapan khusus sebelum melakukan olahraga untuk anak yang satu ini, salah satunya pastikan Anda telah mengajari anak sampai benar-benar bisa menggunakannya.

Bermain sepatu roda sebenarnya mirip dengan ice skating, hanya saja anak Anda bisa melakukannya di mana saja, tidak harus di atas es. Dengan bermain sepatu roda, anak bisa meningkatkan kemampuannya dalam menjaga keseimbangan dan koordinasi. Biasanya, olahraga ini membuat anak menggunakan otot di bagian punggung dan bagian perut demi menjaga keseimbangannya.

Tips memotivasi anak untuk berolahraga

Ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan saat ingin membiasakan anak agar rutin berolahraga.

Jangan memaksa anak berolahraga

Olahraga memang penting, namun jangan sampai Anda memaksakan anak untuk berolahraga. Hal ini disebabkan memaksa anak melakukan kegiatan yang tidak disukainya justru akan membuat anak jadi tertekan. Akibatnya, ia bisa saja tidak mau untuk melakukan olahraga lagi di kemudian hari.

Nah, agar anak tertarik untuk berolahraga, Anda pun harus pintar-pintar membuat suasana olahraga jadi menyenangkan. Aktivitas berolahraga untuk anak tidak perlu yang terlalu berat.

Anda cukup mengajak anak melakukan beragam aktivitas fisik yang ringan dan menyenangkan seperti bersepeda, berenang, senam sehat, atau jalan pagi. Ingat, anak merupakan peniru yang ulung. Itu sebabnya, jadilah panutan yang baik untuk anak Anda sendiri.

Berikan contoh pada anak

Jika Anda ingin si Kecil rutin berolahraga atau sekedar aktif bergerak, Anda pun harus melakukannya. Hal ini dilakukan agar anak Anda termotivasi dan lebih bersemangat untuk berolahraga.

Mengapa? Anak mengikuti kebiasaan yang dilakukan oleh orangtuanya. Jangan lupa, tunjukkan pada anak bahwa olahraga itu adalah hal yang menyenangkan. Dengan begitu, kecintaan anak untuk berolahraga mungkin juga ikut meningkat.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Henry, S. Getting Your Child to Exercise. Retrieved 13 April 2020, from https://www.webmd.com/parenting/features/kid-fitness-when-your-child-wont-exercise#1

Get Active Each Day. Retrieved 13 April 2020, from https://www.healthykids.nsw.gov.au/kids-teens/get-active-each-day.aspx

Luff, C. (2020). When Can Kids Start Running?. Retrieved 13 April 2020, from https://www.verywellfit.com/when-can-kids-start-running-2911945

Hopkins, M. What Are the Benefits of Swimming for Kids? | Livestrong.com. Retrieved 13 April 2020, from https://www.livestrong.com/article/148394-what-are-the-benefits-of-swimming-for-kids/

Children, sports and exercise: Choices for all ages. Retrieved 13 April 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/fitness/art-20048027

Rollerblading: Perfect Summer Cardio | A Healthier Michigan. Retrieved 13 April 2020, from https://www.ahealthiermichigan.org/2018/05/28/rollerblading-underrated-cardio-exercise/

https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/tennis-health-benefits

Foto Penulis
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 05/07/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x