Jenis Olahraga Anak SD Sesuai Usia untuk Mendukung Perkembangannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 1 April 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Olahraga adalah salah satu aktivitas menyenangkan bagi anak dengan segudang manfaat. Jangan sia-siakan kesempatan emas memperkenalkan dunia olahraga sedini mungkin. Bukan hanya manfaat kesehatan, mengajarkan anak olahraga sejak usia sekolah dasar (SD) akan memberikan keterampilan tambahan. Lalu, permainan olahraga untuk anak SD apa yang tepat untuk tumbuh kembangnya? Simak ulasannya di sini.

Jenis olahraga untuk anak SD berdasarkan usia

Berdasarkan usia, ada berbagai permainan olahraga yang bisa dilakukan untuk anak SD. Jenis olahraga ini juga dapat membantu perkembangan fisik anak usia sekolah, diantaranya adalah sebagai berikut.

Olahraga untuk anak SD usia 6-7 tahun

Bagi anak SD berusia 6-7 tahun, ada beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan. Menurut Baby Center, pada usia ini, anak biasanya menunjukkan kemampuan fisik dengan lebih baik. Bahkan, semakin sering anak melakukan aktivitas fisik dan olahraga, kemampuan fisiknya juga ikut meningkat.

Jenis olahraga yang bisa dilakukan oleh anak SD pada usia ini adalah:

  • Berenang
  • Bersepeda
  • Bermain bola
  • Skating

Selain dilakukan sendiri, beberapa jenis olahraga tersebut masih bisa dilakukan bersama dengan teman sebaya. Meski begitu, Anda tetap harus mengawasi saat anak melakukan aktivitas fisik di luar rumah.

Olahraga untuk anak SD usia 8-9 tahun

Rentang perhatian anak usia 8-9 tahun masih cenderung pendek. Pemberian instruksi yang terlalu rumit akan lebih sulit dipahami. Anak membutuhkan petunjuk yang singkat, jelas, dan sedikit demi sedikit. Olahraga yang membutuhkan strategi khusus masih sulit diserap anak sehingga justru akan membuatnya bingung. 

Meski begitu, kemampuan koordinasi tangan dan mata anak mulai meningkat. Sesuaikan juga dengan kemampuan motorik anak pada usia ini. Olahraga yang bisa dilakukan antara lain:

  • Lari
  • Bermain bola
  • Olahraga senam/ gimnastik
  • Renang
  • Olahraga bela diri

Pada usia ini, fokuslah pada teknik dan gerakan yang tepat. Teknik dan gerakan yang tepat ini sangat penting sebagai dasar sebelum anak mengasah aspek-aspek lainnya seperti kecepatan dan kekuatan. Dengan teknik dan gerakan yang tepat, kekuatan dan kecepatan akan mengikuti.

Olahraga untuk anak SD usia 10-12 tahun

Saat menginjak usia ini, kemampuan motorik, kemampuan berpikir, serta kemampuan mengambil keputusan semuanya menjadi lebih baik. Anak juga sudah mampu mengikuti arahan yang semakin lama semakin rumit dan bisa mengingatnya dengan baik. Bahkan, anak sudah mulai bisa berpikir mengenai strategi-strategi tertentu saat bermain.

Oleh sebab itu, anak SD dengan usia 10-12 tahun sudah bisa untuk melakukan aktivitas fisik atau permainan olahraga yang membutuhkan banyak strategi. Dengan kondisi ini, anak SD akan siap untuk melakukan olahraga yang lebih rumit, baik dari sisi instruksi maupun gerakannya. Olahraga yang bisa dilakukan anak SD di rentang usia ini antara lain:

Berbagai permainan olahraga yang telah disebutkan di atas memang cocok untuk anak dengan rentang usia tersebut. Namun, Anda harus tahu bahwa olahraga tersebut tergolong kompleks dan mengharuskan anak Anda untuk berinteraksi dengan teman atau lawan main.

Jenis permainan olahraga untuk anak SD yang melibatkan kontak antar pemain ini memerlukan kematangan dan kedewasaan. Mengapa? Melakukan olahraga ini rentan akan kontak fisik yang mungkin dapat menimbulkan perkelahian, jika tidak didampingi oleh kedewasaan. Sebagai contoh, ada kemungkinan anak Anda tertabrak, tersandung kaki teman, atau mungkin mencederai temannya tanpa sengaja.

Tanpa kedewasaan yang cukup, anak yang masih duduk di bangku SD akan kesulitan mengendalikan emosinya untuk bijak dalam permainan olahraga tersebut. 

manfaat bulu tangkis 1

Kombinasikan olahraga Anak Anda

Agar anak Anda yang masih duduk di bangku SD tidak mudah merasa bosan dengan aktivitas fisik atau permainan olahraga yang dilakukannya, Anda perlu mengombinasikannya.

Meskipun anak Anda yang telah memasuki usia 10-12 tahun sudah bisa melakukan permainan olahraga yang cenderung lebih konpleks, bukan berarti Anda harus menghentikan olahraga lainnya. Sebagai contoh, Anda telah mengajarkan anak Anda berenang pada usia 6-7 tahun. Anda tentu masih boleh mengajak anak melakukan olahraga ini meski anak telah berusia 10-12 tahun.

Selain itu, kenalkan anak dengan jenis olahraga lain, misalnya basket, bulu tangkis, atau mungkin bela diri. Jika anak Anda terlalu fokus pada satu jenis olahraga, Anda sama saja sedang membatasi keterampilan anak, menimbulkan kebosanan, bahkan menimbulkan stres pada anak.

Semakin dewasa anak Anda, semua jenis olahraga bisa menjadi pilihan yang terbaik untuk anak Anda. Hal yang terpenting adalah, anak Anda bisa menikmati dan mengembangkan keterampilannya dalam menjalani olahraga tersebut.

Manfaat olahraga anak

Selain membantu meningkatkan perkembangan fisik yang dialami oleh anak Anda saat duduk di bangku SD, olahraga juga memiliki beragam manfaat lain. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh anak SD saat berolahraga, antara lain:

  • Menurunkan risiko obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Meningkatkan kebugaran anak.
  • Meningkatkan efektivitas kerja jantung dan paru-paru anak.
  • Memicu pertumbuhan tulang dan otot anak.
  • Meningkatkan koordinasi gerak dan keseimbangan tubuh.
  • Mencegah anak dari penyakit metabolik yang disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik.
  • Membentuk postur tubuh anak yang ideal.
  • Memperkenalkan kebiasaan hidup aktif, sehingga ketika dewasa anak-anak lebih cenderung tertarik untuk hidup aktif berolahraga.

Di samping manfaat kesehatan, ada beberapa keuntungan sosial dan psikologis yang bisa dirasakan oleh anak jika anak sudah aktif berolahraga sedini mungkin, yaitu:

  • Membuat anak semakin terasah mendengarkan dan mengikuti instruksi.
  • Membantu anak belajar memimpin, bekerja sama, dan menjadi bagian dalam satu tim.
  • Membuat anak paham artinya menang dan kalah adalah hal yang biasa.
  • Meningkatkan kemampuan akademik anak. Olahraga membutuhkan penghafalan, pengulangan, dan pembelajaran sehingga otak anak akan lebih aktif.
  • Meningkatkan kemampuan sosial anak. Bergabung dengan tim olahraga akan memberikan anak kesempatan bertemu dan menjalin relasi dengan orang-orang baru.
  • Meningkatkan kedisiplinan anak. Jadwal latihan, tiap instruksi yang diberikan akan membentuk kedisiplinan anak.

Jika anak Anda malas melakukan aktivitas di luar rumah atau tidak suka berolahraga, Anda mungkin perlu berkonsultasi kepada dokter anak. Tanyakan mengenai masalah tersebut, dan dapatkan solusi terbaik untuk membantu meningkatkan semangat anak untuk berolahraga. Dokter akan membantu Anda mencari sumber permasalahan dan mencarikan solusi agar Anda bisa segera mengatasi kondisi tersebut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berselancar di Laut Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan Mental, Lho!

Selain baik untuk kebugaran, surfing alias berselancar di laut ternyata juga menawarkan manfaat untuk kesehatan mental Anda. Yuk, kenali apa saja manfaatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 23 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?

Berapa lama olahraga juga menentukan kesuksesan tujuan Anda. Terlalu sebentar tak akan efektif, tapi terlalu lama juga tak baik.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kebugaran, Hidup Sehat 16 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Saat berolahraga, tubuh Anda akan bergerak dan beraktivitas lebih intens dari biasanya sehingga Anda rawan mengalami 10 cedera olahraga berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kebugaran, Hidup Sehat 11 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
memaksa anak jago olahraga

Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rina Nurjanah
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit
oleharaga untuk anak

Menjadi Atlet di Mata Atlet Muda Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Olahraga di luar rumah pandemi

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit