Perilaku Anak Adalah Cerminan dari Perilaku Orangtuanya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

“Children see, children do” adalah kata-kata terakhir dari satu video yang dikeluarkan oleh childfriendly.org.au. Video tersebut mengambil gerakan dari pasangan anak dan orangtua. Semua anak dalam video tersebut menirukan apapun yang dilakukan oleh orang dewasa yang dijadikan panutannya. Mulai dari merokok, menelepon sambil berjalan, hingga melakukan kegiatan kekerasan dalam rumah tangga. Namun, dalam akhir video tersebut, terlihat orang dewasa dan anak yang membantu seseorang mengambilkan barang belanjaan orang lain yang terjatuh di jalan. Ada satu perasaan abstrak yang muncul, antara sedih dan haru, meihat anak benar-benar menirukan semua tingkah laku dari panutannya. Tapi benarkah apa yang dilakukan oleh orangtua dapat memengaruhi perilaku anak?

Anak sudah meniru perilaku orang dewasa sejak bayi

Anak mulai meniru orang dewasa bahkan dari bayi. Seorang bayi melihat ekspresi wajah dari orang tuanya untuk nantinya belajar untuk menunjukkan ekspresi tersebut, menurut G. Gergely dan J. S. Watson. Hal ini tentu berguna untuk masa depannya dalam bersosialisasi, karena apa yang ditunjukan oleh anak merupakan bentuk hasil belajar dari apa yang diajarkan oleh orang tuanya.

Orangtua yang menunjukkan perilaku antisosial akan menciptakan anak-anak dengan perilaku antisosial pula, menurut peneliti dari University of Chicago. Virginia Polytechnic Institute and State University juga ikut serta dalam menguatkan hasil dari penelitian sebelumnya. Penelitian yang dilakukan Dogan, Conger, Kim, dan Masyn ini menyimpulkan bahwa perilaku antisosial pada anak muncul dari hasil observasi dan intepretasi dari perilaku orangtua. Anak melihat apa yang orangtua mereka tampilkan dalam perilakunya dan mereka menirunya, karena menurut anak hal tersebut adalah hal yang normal dalam kehidupan sosial di luar rumah. Efek ini terjadi secara stabil, dan inilah yang menjadi masalah, terutama pada remaja, dibuktikan pada anak kelas 12 yang sebenarnya telah mempertahankan perilaku antisosial ini dari kelas 9.

Yang terjadi jika anak melihat orangtuanya bertengkar secara fisik

Ketika anak melihat pertengkaran fisik dari kedua orangtuanya, anak tidak hanya merasa sedih. Menurut Sandra Brown, seorang expert di pendidikan anak, seorang anak yang menyaksikan kekerasan, terutama pada orang yang dikasihinya, dapat membuat anak mengalami ketidakpercayaan pada orang lain. Nantinya, anak akan menggunakan kekerasan sebagai cara untuk menunjukkan kekuatannya, karena menurut anak, bergantung pada orang lain menandakan kelemahan dan ketidakmampuan sehingga kekerasan menjadi jalan untuk menunjukan dominansi mereka. Selain itu, menunjukkan kekerasan pada anak mengakibatkan anak tidak mampu mengekspresikan dirinya dengan baik melalui kata-kata. Hal ini dapat berakibat anak menjadi lebih susah untuk diajak bekerja sama.

Bagaimana memberi contoh perilaku baik untuk anak?

Namun, jangan khawatir, karena tidak hanya yang buruk-buruk, anak juga meniru perbuatan baik yang dilakukan oleh orangtuanya. Dengan menjadi orangtua yang ramah dan penuh toleransi, Anda dapat memberikan contoh bagi anak untuk melakukan tindakan yang sama. Menurut psikolog dari Harvard, memberikan model untuk berperilaku bagi anak dapat memberikan anak satu acuan tentang apa yang baik dan tidak. Dengan begitu, orangtua perlu untuk menunjukkan banyak perilaku ramah dan hangat kepada orang lain dengan harapan anak dapat menerapkannya juga.

Satu tindakan yang mudah namun hangat dan baik adalah kebiasaan untuk bilang “terima kasih” setiap kali mendapatkan bantuan. Tanpa sadar, seorang anak akan meniru tindakan tersebut dari orangtuanya. Selalu berikan apresiasi bagi anak untuk apapun yang mereka lakukan, walaupun hal tersebut adalah hal yang kecil. Dengan memberikan mereka pengertian mengenai sisi lain dari setiap kisah juga dapat membuat anak menjadi lebih toleran.

Apa yang dilihat anak dapat menjadi dasar anak untuk bertingkah laku. Walaupun pada dasarnya pembentukan tingkah laku adalah hasil dari proses yang rumit, antara biologis dan lingkungan yang bukan hanya lingkungan keluarga. Anak juga cenderung meniru perilaku yang mereka lihat tidak hanya dari tingkah laku orangtua, namun apa yang mereka tonton, teman-teman mereka, dan guru mereka di sekolah. Diperlukan peran orangtua dalam membentuk karakter awal dari anak-anak mereka dengan cara memberikan contoh yang baik agar anak dapat tumbuh menjadi anak yang dapat berfungsi secara sosial dengan baik.

BACA JUGA:

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

    Kebiasaan anak mengemut makanan dalam waktu lama tanpa menelan, tentu sangat mengganggu. Anda perlu mencoba cara berikut ini untuk mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

    Melihat si kecil yang sibuk kesana kemari berjalan tanpa alas kaki sering membuat orangtua khawatir. Padahal, jalan nyeker bagus untuk kesehatan anak, lho!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

    Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

    Video game dapat memberi manfaat. Namun tanpa batasan waktu, bermain video game bisa berakibat buruk pada anak. Berapa lama waktu ideal bermain video game?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kenapa Orangtua Wajib Rutin Berkomunikasi Dengan Anak?

    Komunikasi dengan anak bukan hanya berbasa-basi dan berbicara, tetapi juga mendengarkan keluh kesah anak. Ini adalah kunci penting kualitas hubungan Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

    7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    menonton tv terlalu dekat

    Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    bayi pakai empeng isap jempol

    Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
    memberikan hadiah ke anak

    Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit