Mulai Usia Berapa Anak Kecil Mulai Boleh Punya Sosmed?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Saat ini, siapa yang tidak punya media sosial? Hampir semua kalangan umur pasti punya setidaknya satu akun media sosial supaya tidak ketinggalan zaman. “Demam” medsos ini pun tak luput menjangkiti anak-anak. Di satu sisi, media sosial sangat membantu kita untuk mendapat informasi terbaru dan berinteraksi dengan dunia. Akan tetapi di sisi lain, banyak orangtua yang khawatir anaknya menelan mentah-mentah segala berita hoax yang wara-wiri di dunia maya, atau malah menyalahgunakan akun sosmednya untuk hal-hal yang keliru. Jadi sebenarnya, bolehkah anak punya medsos? Kalau ya, sebaiknya dibolehkan mulai usia berapa?

Kapan anak mulai boleh punya media sosial?

Sampai saat ini, tidak ada patokan umur yang pasti kapan anak boleh mengakses atau memiliki akun media sosialnya sendiri. Namun, ada beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan Anda ketika si kecil ingin mulai terlibat dalam rumitnya jejaring sosial.

1. Apakah anak sudah siap atau belum?

Sebelum memberikan akses untuk membuat akunnya sendiri, perhatikan dulu apakah si kecil memang sudah benar-benar siap dan bisa bertanggung jawab. Ironisnya, kebanyakan orangtua tidak memerhatikan kesiapan si kecil sebelum masuk ke dunia maya. Bahkan, sebuah survei yang dilakukan menyatakan bahwa banyak anak di bawah usia 13 tahun yang sudah punya setidaknya satu akun medsos.

Sebagian besar anak yang berusia sangat belia belum memiliki pola pikir matang. Mereka hanya mengetahui bahwa punya akun medsos itu akan membuatnya tampak keren, dan apa yang ditulisnya akan dilihat oleh orang banyak. Mereka belum memahami benar bahwa setiap tindak-tanduk manusia pasti ada konsekuensinya tersendiri, termasuk di dunia maya.

Misalnya, anak mengirimkan komentar merendahkan untuk seorang selebgram. Mereka belum menyadari benar bahwa apa yang ia lakukan merupakan tindak cyberbullying, yang dapat merugikan orang lain dan dirinya sendiri. Atau skenario terburuknya, ia mengunggah foto pribadinya yang kurang pantas atas dorongan teman-teman onlinenya, atau karena meniru idolanya yang berpose seperti itu.

Memang susah untuk menyamaratakan atau membuat patokan usia minimal anak untuk bisa punya media sosial. Bisa saja anak Anda sudah lebih dari 13 tahun, tapi ia belum diberikan tanggung jawab untuk menggunakan media sosial. Anda sendirilah yang paling memahami karakter anak Anda, sehingga membolehkan anak ikut menjadi netizen adalah keputusan yang ada di tangan Anda.

2. Setiap media sosial punya batas usia untuk penggunanya

Perhatikan juga jenis media sosial yang akan digunakan si kecil. Pasalnya, masing-masing media sosial pasti memiliki kebijakannya sendiri dalam menentukan usia penggunanya. Rata-rata media sosial mengharuskan penggunanya berusia minimal 18 tahun untuk bisa membuat akun. Untuk media sosial seperti Facebook dan Twitter, seseorang sudah boleh membuka akun ketika berusia minimal 13 tahun.

Namun tentu saja Anda tetap harus mengawasi anak Anda saat menggunakan media sosialnya. Bahkan sebaiknya, Anda temani dirinya saat membuka akun. Akan lebih baik lagi jika Anda lebih dulu menelusuri serta menggunakan akun media sosial tersebut, untuk melihat apakah benar cocok digunakan si kecil.

smartphone anak

3. Buat aturan yang tegas

Media sosial tidak seburuk yang dibayangkan kebanyakan orangtua, kok! Ada berbagai manfaat yang bisa si kecil dapatkan ketika menjadi netizen aktif di dunia maya (asal bertanggung jawab). Misalnya saja, platform medsos seperti Instagram dan Youtube dapat membantu mengasah kreativitas anak dengan melihat ide-ide dari konten yang ada, atau sekadar berinteraksi dengan orang-orang di luar sana yang punya kesukaan yang sama.

Akan tetapi, jika penggunaannya tidak diperhatikan tentu akan lebih banyak menimbulkan dampak buruk. Maka itu, orangtua harus membuat aturan yang tegas ketika anak menggunakan media sosial, contohnya seperti:

Gunakan pengaturan privat

Buat akun media sosial si kecil aman dengan mengatur privasi pada akunnya. Biasanya, pada beberapa media sosial terdapat pengaturan khusus yang membuat akun media sosial secara otomatis tidak akan memunculkan konten dewasa atau kekerasan.

Bila perlu buat aturan jadwal penggunaan

Kadang anak suka lupa waktu ketika sudah masuk ke jejaring sosialnya. Hal ini bisa mengganggu waktu belajar dan waktu tidurnya. Bahkan, penggunaan sosial media yang berlebihan telah dikaitkan dengan perkembangan depresi, insomnia, dan antisosial. Karena itu, Anda harus tegas menerapkan jadwal penggunaannya. Batasi hanya 1,5 hingga dua jam sehari untuk anak bebas menggunakan media sosialnya. Batasan durasi aman ini sudah disetujui oleh banyak pakar ahli.

Ketahui semua teman dan apa yang ia lakukan di dunia maya

Dengan mengikuti akun media sosialnya, Anda akan lebih mudah memantau kegiatan si kecil saat ia menggunakan media sosial. Beritahu ia juga bahwa ia harus menghindari berteman dengan orang asing, sebaiknya menerima pertemanan dari teman, keluarga, dan kerabat yang dikenalnya saja.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Cara Seru Mengajarkan Anak Belajar Membaca

Hobi membaca buku wajib ditanamkan sejak kecil agar terus berlanjut sampai dewasa. Bagaimana cara mengajarkan anak mulai belajar membaca?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 16 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

TBC Pada Anak: Ketahui Gejala, Perbedaan dengan Orang Dewasa, dan Pengobatannya

Banyak kasus TBC atau TB pada anak terlambat ditangani karena gejalanya sering kali bukan batuk-batuk. Apa saja gejala yang biasanya muncul pada anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Gangguan Pernapasan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 14 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

5 Manfaat Baca Buku untuk Tumbuh Kembang Anak

Membaca merupakan kegiatan posistif bagi siapa pun, termasuk anak-anak. Apa saja manfaat baca buku untuk anak?Yuk cari tahu jawabannya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 5 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Fakta Empeng Bayi, Apa Saja Manfaat dan Kekurangannya?

Jika digunakan dengan benar, empeng alias dot bayi yang tak berisi susu memang memiliki banyak manfaat. Tapi ketahui juga kekurangannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
kasur tempat tidur bayi

4 Tips Mudah Memilih Kasur Bayi yang Aman dan Nyaman

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
anak cengeng

7 Cara Menghadapi Anak Cengeng Tanpa Drama

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Serba-Serbi Mengahadapi Anak Introvert

Serba-Serbi Membesarkan Anak Dengan Kepribadian Introvert

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit