Perbedaan Laktosa dan Sukrosa, Mana yang Terbaik untuk Anak?

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Laktosa dan sukrosa merupakan jenis gula yang biasanya terdapat makanan atau minuman. Meskipun keduanya sama-sama manis, sukrosa dan laktosa memiliki perbedaan yang wajib diketahui para Ibu, terutama dalam pemberiannya untuk anak.

Perbedaan laktosa dan sukrosa

Gula memiliki sifat manis yang disukai anak-anak. Jika ditelisik lebih dalam, gula merupakan bentuk karbohidrat sederhana yang terdiri atas monosakarida maupun disakarida. Biasanya, gula menjadi bahan pemanis yang ditambahkan ke dalam produk makanan dan minuman.

Namun, gula tidak mencakup satu jenis saja lho, Bu. Ada beragam jenis gula yang terdapat di sekitar kita yang digunakan sebagai bahan pemanis. Hal yang perlu diperhatikan, tidak semua gula sehat untuk tumbuh kembang si Kecil.

Kali ini, kita akan membahas jenis gula laktosa dan sukrosa yang sering hadir di dalam produk susu. Pada dasarnya, keduanya adalah bentuk disakarida karbohidrat. Meskipun demikian, ada perbedaan antara laktosa dan sukrosa yang wajib Ibu ketahui.

Sukrosa

makanan dan minuman manis

Sukrosa merupakan disakarida dari gabungan karbohidrat sederhana glukosa dan fruktosa. Berdasarkan laman Chembook Elmhurst College, sukrosa secara alami dapat ditemukan pada sayuran dan buah-buahan. 

Gula jenis ini menjadi produk utama fotosintesis, di mana tumbuhan mengubah energi matahari menjadi makanan. Tanaman yang mengandung banyak gula ditemukan pada tebu dan bit.

Banyak produk yang memanfaatkan tanaman tersebut untuk mendapatkan gulanya. Gula kemudian diproses lagi dan dikristalisasi, sehingga menghasilkan produk akhir gula pasir yang nantinya menjadi pemanis tambahan (sukrosa) pada produk kue, minuman kaleng, permen, dan lainnya.

Laktosa

kandungan susu soya

Walaupun berbentuk disakarida, laktosa dan sukrosa memiliki perbedaan. Laktosa merupakan bentuk disakarida gabungan dari glukosa dan galaktosa. Laktosa secara alami ditemukan dalam ASI maupun susu sapi.

Perbedaan lainnya ada pada rasa, yakni laktosa memiliki rasa manis yang lebih rendah dibandingkan sukrosa. Jika sukrosa ditemukan pada tanaman dan buah yang diproses menjadi bentuk kristal, laktosa biasanya hadir dalam produk susu, seperti es krim, yoghurt, dan susu.

Bagi kesehatan anak, laktosa berperan penting dalam membentuk mikrobiota ususnya, sehingga keseimbangan bakteri baik di dalam pencernaan pun terjaga. Keseimbangan mikrobiota usus ini akan mendukung kesehatan dan mencegah si Kecil mudah sakit.

Mana yang terbaik untuk anak, sukrosa atau laktosa?

anak minum susu

Setelah tahu perbedaan dasar antara sukrosa (gula tambahan) dan laktosa, Ibu perlu tahu mana jenis gula yang terbaik untuk si Kecil usia 1-5 tahun. Laktosa adalah pilihan yang lebih baik dibandingkan sukrosa. Mengapa?

Laktosa tidak berdampak besar pada gigi berubang 

Sukrosa memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan laktosa. Berdasarkan Kids Health, gula tambahan (sukrosa) yang ada pada kue, minuman bersoda, permen, dan lainnya, dapat memicu karies atau gigi berlubang jika dibandingkan dengan laktosa. Setidaknya, pemberian jenis gula laktosa dapat mengurangi risiko gigi berlubang, dibandingkan sukrosa.

Laktosa tidak menyebabkan obesitas

Laktosa tidak berdampak spesifik pada berat badan anak, dibandingkan sukrosa yang cenderung memiliki kalori tinggi dengan nutrisi yang rendah. 

Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) konsumsi makanan atau minuman manis dengan kandungan sukrosa atau fruktosa, berkaitan erat dengan pertambahan berat badan anak dan berdampak pada obesitas.

Manfaat laktosa untuk kesehatan anak

perbedaan laktosa dan sukrosa pada susu anak

Ibu perlu cermat mengidentifikasi kandungan laktosa dalam produk susu atau produk makanan lainnya untuk anak. Berdasarkan World Gastroenterology, tidak hanya manisnya pas, laktosa dapat memberi manfaat yang baik bagi tumbuh kembang anak yang berusia 1-5 tahun, seperti:

  • Meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh si Kecil, sehingga untuk menguatkan tulang dalam proses pertumbuhan anak.
  • Menyehatkan sistem pencernaan, karena kandungan laktosa yang mendukung mikrobiota usus dalam menyeimbangkan bakteri baik di dalam pencernaannya.
  • Melindungi kesehatan si Kecil. Menurut Clinical & Experimental Immunology sistem pencernaan berkontribusi 70 persen mendukung penguatan sistem imun anak, sehingga anak tidak mudah sakit.

Nah, kini Ibu sudah mengetahui perbedaan penting antara laktosa dan sukrosa, serta manfaatnya bagi tumbuh kembang si Kecil. Sekali lagi, pastikan Ibu memilihkan susu yang tepat bagi anak usia 1-5 tahun dengan kandungan laktosa dan tidak menggunakan gula tambahan atau sukrosa, serta diperkaya dengan nutrisi lengkap agar kesehatannya tetap terjaga dan tumbuh bahagia.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tourette Syndrome, Gangguan Saraf yang Membuat Anak Tidak Bisa Mengendalikan Gerakan

Tourette syndrome adalah kelainan bawaan sejak bayi lahir. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gangguan Saraf pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 22 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Anak bisa mual ketika sakit atau selama perjalanan jauh dengan mobil. Lalu, obat mual apa yang aman untuk anak? Bagaimana cara mengatasi mual anak di rumah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Anak, Parenting 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Hati-hati, tidak semua obat pilek bayi aman untuk kesehatan si kecil. Lantas, obat apa saja yang aman dan ampuh mengobati gejala pilek pada bayi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Anak, Parenting 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Hirschsprung (Hisprung)

Hirschsprung (hisprung) adalah cacat atau kelainan bawaan pada bayi. Simak informasi selengkapnya seputar hirschsprung di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 12 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

demam pada anak

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat radang tenggorokan pada anak

Obat Radang Tenggorokan pada Anak: Mulai dari Alami Sampai Medis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
ciri cacingan pada anak

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
disleksia pada anak

Disleksia, Gangguan Belajar yang Membuat Anak Kesulitan untuk Membaca

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit