Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Fungsi Enzim Laktase dan Masalah Kesehatan yang Berkaitan

Fungsi Enzim Laktase dan Masalah Kesehatan yang Berkaitan

Di dalam tubuh manusia terdapat banyak sekali enzim, masing-masing punya fungsi berbeda. Salah satu enzim yang sering Anda temukan pada iklan atau produk kemasan susu adalah enzim laktase.

Memangnya, apa fungsi enzim ini dan apa saja masalah kesehatan yang mungkin terjadi jika enzim ini tidak berfungsi dengan baik? Cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Apa itu enzim laktase?

Laktase (lactase enzyme) adalah salah satu jenis enzim pada sistem pencernaan yang diproduksi oleh tubuh.

Enzim sendiri merupakan senyawa kimia yang sebagian besar tersusun atas protein. Tugas utama dari enzim adalah mempercepat laju reaksi kimia tertentu di dalam sel.

Pada sebuah sel, terdapat ribuan enzim yang berbeda-beda, salah satunya lactase enzyme ini. Enzim pencernaan jenis ini diproduksi oleh sel epitel yang melapisi dinding usus kecil.

Nah, sel epitel berbentuk seperti jari-jari tangan dan memiliki fungsi lain yakni menyerap zat gizi dari makanan saat melewati usus. Alhasil, zat gizi yang dicerna oleh enzim dan dapat memasuki aliran darah.

Fungsi enzim laktase bagi tubuh

fungsi enzim tripsin

Secara garis besar enzim bekerja untuk mempercepat proses kimia di dalam tubuh. Namun, proses kimia yang dilakukan dapat berbeda-beda bergantung jenis enzimnya.

Fungsi khusus dari enzim laktase adalah membantu tubuh dalam mencerna laktosa.

Laktosa adalah jenis gula yang terkandung dalam berbagai produk susu, seperti susu, keju, yoghurt, es krim, bahkan ASI. Berdasarkan sumbernya ini, laktosa sering kali disebut sebagai “gula susu”.

Namun, kadar laktosa dari setiap makanan bisa berbeda-beda. Keju seperti cheddar atau parmesan biasanya memiliki sedikit kandungan laktosanya.

Bahkan, beberapa di antara jenis keju tersebut ada yang tidak mengandung laktosa sama sekali.

Beda dengan susu, es krim, dan yoghurt memiliki jumlah laktosa yang jauh lebih tinggi.

Penamaan enzim laktase dengan laktosa sering kali membuat keliru karena keduanya cukup mirip. Namun jangan salah memahaminya, ya.

Laktase adalah jenis enzimnya, sedangkan laktosa adalah jenis gula yang dicerna oleh enzim laktase.

Jadi, ketika Anda minum susu, sel epitel pada usus halus akan menyerap zat gizi dari susu.

Kemudian, lactose enzyme akan mengambil laktosa dan memecahnya menjadi gula yang lebih sederhana, yakni glukosa dan galaktosa.

Glukosa kemudian akan diambil oleh sel-sel tubuh dengan bantuan hormon insulin.

Sementara galaktosa akan diangkut ke hati, lalu diubah menjadi glukosa di saat tubuh membutuhkan energi tambahan.

Fungsi enzim laktosa sangatlah penting. Mengingat di masa kehidupan pertama ketika terlahir ke dunia, bayi perlu mencerna ASI yang mengandung laktosa untuk menunjang kehidupannya.

Masalah kesehatan terkait enzim laktase

ciri bayi diare karena susu formula

Seperti halnya organ tubuh, adanya masalah pada enzim ini juga bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Berikut ini adalah berbagai kondisi yang berkaitan dengan terganggunya fungsi enzim pemecah laktosa ini.

1. Alaktasia kongenital

Setelah dilahirkan, bayi memiliki kemampuan untuk memproduksi laktase dengan sendirinya.

Namun, pada beberapa kasus yang jarang sekali terjadi, bayi tidak dapat mengembangkan kemampuan ini.

Kondisi ini disebut dengan alaktasia kongenital atau dikenal juga dengan sebutan defisiensi laktase bawaan.

Bayi yang memiliki kondisi ini tidak dapat memecah laktosa dari ASI maupun susu formula sehingga menimbulkan gejala, berupa diare parah.

Bila bayi tidak diberi susu bebas laktosa, ia bisa mengalami dehidrasi dan penurunan berat badan.

Berdasarkan situs Mayo Clinic, alaktasia kongenital merupakan jenis intoleransi laktosa yang diturunkan secara genetik dari orangtua.

2. Intoleransi laktosa

Selain bawaan lahir, ada pula bentuk primer dan sekunder dari intoleransi laktosa.

Pada kasus sekunder, orang dengan kondisi ini tidak dapat memproduksi enzim laktase yang cukup.

Penurunan jumlah enzim meningkat tajam seiring dengan pertambahan usia.

Sementara itu, intoleransi laktosa sekunder terjadi karena penyakit, cedera, atau operasi tertentu pada usus kecil sehingga memengaruhi produksi enzim laktase.

Orang dengan kondisi ini biasanya akan mengalami diare, mual dan muntah, kram perut, serta perut kembung dan bergas setelah 20 menit atau 2 jam mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa.

Pengidap intoleransi laktosa dapat mencegah munculnya gejala dengan menghindari makanan atau minuman yang mengandung laktosa.

Mereka mungkin juga perlu menjalani diet khusus untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Cara lain seperti minum obat tertentu jika kondisinya berkaitan dengan infeksi usus atau penyakit Celiac juga bisa membantu mengatasi intoleransi laktosa.

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

U.S. National Library of Medicine. (2020, August 18). LCT gene: Medlineplus genetics. MedlinePlus. Retrieved February 23, 2022, from https://medlineplus.gov/genetics/gene/lct/

Enzyme. Genome.gov. (n.d.). Retrieved February 23, 2022, from https://www.genome.gov/genetics-glossary/Enzyme

Mayo Foundation for Medical Education and Research. (2020, April 7). Lactose intolerance. Mayo Clinic. Retrieved February 23, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lactose-intolerance/symptoms-causes/syc-20374232

U.S. National Library of Medicine. (n.d.). Congenital lactase deficiency (concept ID: C0268179) – MedGen – NCBI. National Center for Biotechnology Information. Retrieved February 23, 2022, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/medgen/120617

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui Mar 15
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan