Efek Samping Cefixime yang Mungkin Terjadi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Cefixime adalah antibiotik yang digunakan untuk mengatasi beragam infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti bronkitis (infeksi pada saluran pernapasan), gonore (infeksi menular seksual), infeksi pada telinga, infeksi pada saluran pencernaan, dan sebagainya. Cefixime termasuk dalam kelas antibiotik kelas sefalosporin. Namun, mengkonsumsi cefixime terkadang dapat menyebabkan beberapa efek samping. Apa saja efek samping cefixime?

Efek samping cefixime

Segera laporkan kepada dokter Anda bila Anda mulai mengalami gejala-gejala:

  • Reaksi alergi seperti ruam pada kulit, timbulnya rasa gatal, munculnya bengkak pada wajah, bibir maupun lidah.
  • Anda mengalami diare yang cair bahkan berdarah. Diare memang sering kali terjadi dalam penggunaan antibiotik. Diare dengan efek lebih berat jarang, namun mungkin terjadi bila Anda akhirnya kembali mengkonsumsi antibiotik setelah beberapa bulan tidak mengkonsumsi antibiotik. Sebaiknya segera hubungi dokter Anda bila diare Anda mulai mengeluarkan darah.
  • Anda mulai sulit untuk bernapas.
  • Anda mulai merasa kehilangan kesadaran. Minum alkohol dan mengkonsumsi pengobatan tertentu mungkin akan memperparah efek samping ini.
  • Naiknya suhu tubuh.
  • Timbulnya rasa nyeri saat buang air kecil.
  • Merasa kelelahan.
  • Sakit kepala.
  • Adanya iritasi pada bagian genital atau anal.
  • Terasa nyeri dan panas pada perut (heartburn), mual hingga muntah.
  • Kram perut setelah kira-kira 2 bulan seusai menghentikan pengobatan.

Yang perlu Anda perhatikan saat sedang menggunakan cefixime

Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan saat mengkonsumsi cefixime antara lain:

  • Seperti pengobatan antibiotik lainnya, jangan mengubah dosis serta lalui pengobatan secara keseluruhan. Penggunaan antibiotik tidak secara keseluruhan justru akan menyebabkan tingkat sensitivitas bakteri yang tengah dilawan oleh antibiotik tersebut berkurang. Hal ini justru akan menyebabkan bakteri tersebut akan semakin sulit untuk dilawan ke depannya.
  • Penggunaan cefixime secara berulang berpotensi menyebabkan infeksi kedua. Segera laporkan kepada dokter Anda bila Anda mulai mengalami gejala infeksi kedua kalinya. Pengobatan Anda sebaiknya segera diganti bila hal ini terjadi.
  • Mendapatkan vaksin tuberkulosis dan tifoid saat Anda tengah mengkonsumsi cefixime hanya akan berakhir sia-sia, karena kedua vaksin tersebut justru mungkin takkan berfungsi sebagaimana mestinya. Segera konsultasikan pada dokter Anda bila jadwal vaksinasi Anda bertabrakan dengan masa pengobatan Anda dengan cefixime.
  • Penggunaan cefixime mungkin akan mempengaruhi beberapa hasil uji lab seperti uji glukosa yang terkandung dalam urin bagi pasien diabetes. Sebaiknya pastikan dokter yang menguji Anda tahu akan hal itu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Apakah Anda pernah merasakan tiba-tiba kaki lemas? Cari tahu penyebabnya, apakah karena penyakit berbahaya atau hanya sekadar kelelahan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Otak dan Saraf 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kencing

Antibiotik adalah pilihan pertama untuk obat infeksi saluran kencing. Akan tetapi, dari sekian banyak jenis antibiotik yang ada, apa saja yang digunakan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Urologi, Urologi Lainnya 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Enzim SGOT dan SGPT

Salah satu tes yang dianjurkan untuk dilakukan ketika Anda sakit adalah pemeriksaan SGOT dan SGPT. Pemeriksan apa itu dan apa artinya kalau tinggi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 12 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Di mobil duduk, di kantor duduk, sampai rumah duduk lagi. Apa kira-kira efeknya pada kesehatan kita?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi sakit punggung

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat mimisan alami

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
bercak putih di puting

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit