Cefotaxime

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/04/2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Kegunaan Cefotaxime

Cefotaxime obat apa?

Cefotaxime adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri, seperti infeksi pernapasan bagian bawah, infeksi saluran kemih, meningitis, dan gonore.

Cefotaxime termasuk dalam kelas antibiotik bernama cephalosporin. Antibiotik ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Obat ini tidak akan bekerja untuk menyembuhkan infeksi virus, seperti pilek dan flu. Menggunakan antibiotik saat tidak dibutuhkan meningkatkan risiko terkena infeksi yang kebal dengan pengobatan antibiotik.

Minum cefotaxime hanya sesuai dengan instruksi dokter.

Bagaimana aturan pakai Cefotaxime?

Cefotaxime adalah obat yang digunakan dengan cara disuntikkan ke dalam otot (intramuscular/IM) atau pembuluh darah (intravena/IV) sesuai arahan dokter. Dosis yang diberikan akan bergantung pada kondisi kesehatan Anda dan respons pengobatan.

Jika Anda melakukan pengobatan mandiri di rumah, pastikan Anda telah memahami dengan benar segala cara yang diajarkan oleh dokter ataupun perawat Anda. Pastikan pula Anda memeriksa terlebih dahulu cairan injeksi sebelum menyuntikkannya.

Jangan menyuntikkan cairan injeksi yang telah berubah warna atau terdapat partikel apa pun. Pelajari cara menyimpan dan membuang persediaan obat dengan aman.

Cefotaxime adalah obat antibiotik yang ampuh ketika jumlahnya di dalam tubuh tetap atau konsisten. Artinya, Anda harus disiplin untuk menyuntikkan obat ini pada jangka waktu yang sesuai.

Tetap gunakan Cefotaxime sampai habis, meskipun gejalanya sudah membaik setelah beberapa hari. Terlalu cepat berhenti menggunakan antibiotik membuat bakteri berpotensi tumbuh kembali dan infeksi kambuh.

Bagaimana cara penyimpanan Cefotaxime?

Cefotaxime paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Cefotaxime

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Cefotaxime untuk orang dewasa?

Berikut adalah dosis cefotaxime yang direkomendasikan untuk orang dewasa:

Untuk bacteremia

Bisa diberikan sebanyak 1 sampai 2 gram melalui infus setiap 6-8 jam.

Dosis maksimal penggunaan cefotaxime adalah sebanak 2 gram suntikkan setiap 4 jam dalam waktu 14 hari.

Untuk operasi caesar

Bisa diberikan sebanyak 1 gram melalui infus. Dosis kedua dan ketiga harus diberikan sebanyak 1 gram infus atau suntikkan pada 6 dan 12 jam setelah dosis pertama.

Untuk endometritis

Bisa diberikan sebanyak 1-2 gram suntikan atau infus setiap 8 jam. Durasi: Terapi parenteral harus dilanjutkan selama setidaknya 24 jam setelah pasien tidak lagi demam dan nyeri, dan jumlah leukosit kembali normal.

Tambahan terapi doxycycline selama 14 hari disarankan jika terjadi infeksi chlamydia pada pasien yang telah melahirkan (aktivitas menyusui harus dihentikan).

Untuk osteomyelitis

Bisa diberikan sebanyak 1-2 gram suntikan atau infus setiap 6-8 jam. Dosis Maksimal: 2 gram IV setiap 4 jam. Durasi: 4-6 minggu.

Osteomyelitis kronis mungkin membutuhkan terapi antibiotik minum (oral) tambahan, mungkin membutuhkan waktu sampai 6 bulan.

Untuk pneumonia

Bisa diberikan sebanyak 1-2 gram suntikan atau infus setiap 6-8 jam. Dosis Maksimum: 2 g IV setiap 4 jam, dengan durasi selama 7-21 hari

Untuk pyelonephritis

Bisa diberikan sebanyak 1-2 gram suntikan atau infus setiap 8-12 jam. Dosis maksimum: 2 g dalam infus setiap 4 jam, dengan durasi selama 14 hari.

Untuk infeksi saluran kemih

Bisa diberikan sebanyak 1-2 gram melalui suntikan atau infus setiap 12 jam. Durasi: 3-7 hari untuk infeksi ringan dan selama 2-3 minggu untuk infeksi parah (contohnya yang berhubungan dengan kateter).

Bagaimana dosis Cefotaxime untuk anak-anak?

Untuk anak-anak, berikut adalah dosis cefotaxime yang direkomendasikan:

Dosis cefotaxime untuk penyakit Lyme

Penyakit Lyme tahap awal dan arthritis Lyme yang melibatkan saraf, atau neuroborreliosis tahap akhir. Umur 1 bulan atau lebih bisa diberikan sebanyak 150-200 mg/kg per hari melalui infus dengan dosis yang terbagi menjadi 3 atau 4. Dosis Maksimal: 6 g/hari. Durasi: 14-28 hari

Umur 13 tahun atau lebih: Gunakan dosis untuk orang dewasa.

Dosis anak-anak dengan kondisi lain belum ditentukan. Konsultasikan dengan dokter dan apoteker Anda.

Dalam dosis dan sediaan apakah Cefotaxime tersedia?

Cefotaxime tersedia dalam bentuk dan sediaan:

  • Larutan, intravena (IV): 1 g, 2 g
  • Larutan, suntikan: 500 mg, 1 g, 2 g, 10 g

Efek Samping Cefotaxime

Efek samping apa yang mungkin terjadi karena Cefotaxime?

Cari pertolongan medis darurat jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi seperti gatal-gatal sulit bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hubungi dokter segera jika Anda mengalami efek samping serius seperti:

  • diare berair atau berdarah
  • ruam, memar, kesemutan, mati rasa, nyeri, otot lemah
  • detak jantung tidak teratur
  • demam, menggigil, sakit pada tubuh, gejala flu
  • mudah memar atau berdarah, lemah lesu tidak biasa
  • demam, sakit tenggorokan, dan sakit kepala dengan kulit melepuh, mengelupas, dan ruam
  • Kejang-kejang atau pingsan
  • mata atau kulit menguning (jaundice)

Efek samping yang lebih ringan mungkin meliputi:

  • bagian yang disuntik menjadi sakit, iritasi, atau memiliki benjolan keras
  • sakit perut, mual, muntah
  • sakit kepala
  • vagina gatal atau mengeluarkan cairan

Tidak semua orang mengalami efek samping yang disebutkan di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan.

Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker.

Peringatan dan Perhatian Obat Cefotaxime

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan obat ini?

Cefotaxime adalah obat yang bereaksi dengan beberapa obat tertentu. Interaksi obat ini dapat memengaruhi kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping.

Anda sebaiknya menghentikan pengobatan dengan Cefotaxime jika alergi dengan kandungannya atau alergi dengan antibiotik cephalosporin lainnya, seperti:

  • Cefaclor (Raniclor)
  • Cefadroxil (Duricef)
  • Cefazolin (Ancef)
  • Cefdinir (Omnicef)
  • Cefditoren (Spectracef)
  • Cefpodoxime (Vantin)
  • Cefprozil (Cefzil)
  • Ceftibuten (Cedax)
  • Cefuroxime (Ceftin)
  • Cephalexin (Keflex) atau
  • Cephradine (Velosef)

Untuk memastikan bahwa Anda bisa menggunakan Cefotaxime dengan aman, beri tahu dokter jika Anda mengalami kondisi lain di bawah ini:

  • Alergi penisilin
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Kelainan pada perut atau usus misalnya colitis
  • Diabetes atau
  • Kelainan ritme jantung

Apakah Cefotaxime aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian memadai mengenai risiko penggunaan Cefotaxime untuk ibu hamil atau menyusui.

Selalu konsultasikan pada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan Cefotaxime.

Cefotaxime termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B (tidak berisiko menurut penelitian) menurut US Food and Drug Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A =Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Interaksi Obat

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Cefotaxime?

Walaupun beberapa jenis obat tidak bisa diminum secara bersamaan, dalam beberapa kasus dokter mungkin meresepkan dua obat yang berpotensi menimbulkan interaksi.

Dalam kasus tersebut, dokter mungkin mengubah dosis atau menyarankan beberapa pencegahan. Informasikan kepada dokter dan apoteker segala jenis obat yang Anda minum, baik obat resep maupun obat bebas.

Beberapa obat yang mungkin saja berinteraksi dengan Cefatoxime adalah:

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau mengonsumsi makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Merokok atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Memiliki masalah kesehatan tertentu juga mungkin saja memengaruhi kerja Cefotaxime dalam tubuh Anda. Pastikan Anda memberi tahu dokter kalau memiliki masalah medis lainnya, terutama:

  • Penyakit darah atau tulang sumsum (contohnya agranulocytosis, granulocytopenia) atau
  • Colitis (radang usus)
  • Diare parah — gunakan dengan hati-hati. mungkin bisa memperburuk kondisi
  • Penyakit ginjal — gunakan dengan hati-hati. Efek mungkin meningkat karena pembuangan obat yang lambat dari dalam tubuh

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis mungkin meliputi:

  • Kesulitan bernafas
  • Kejang-kejang

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis Cefotaxime, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Ragam Obat dan Pengobatan untuk Mengatasi Anyang-anyangan

    Anyang-anyangan bikin kita harus bolak-balik ke WC sehingga jadi tidak nyaman beraktivitas. Psstt... Intip di sini pilihan obat anyang-anyangan yang ampuh!

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 8 menit

    Resistensi Antibiotik: Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

    Antibiotik digunakan untuk mencegah bakteri berkembang sekaligus mengatasi infeksi. Namun, apa yang terjadi jika seseorang mengalami resistensi antibiotik?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Hidup Sehat, Fakta Unik 07/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Daftar Antibiotik yang Ampuh untuk Mengobati Jerawat

    Jerawat ternyata bisa disembuhkan dengan antibiotik. Namun, apa saja antibiotik yang biasanya digunakan untuk mengobati jerawat? Lihat daftarnya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Kulit, Jerawat 24/01/2020 . Waktu baca 6 menit

    Cepat-Tanggap Difteri, Ini Langkah Pengobatan Penyakit Difteri yang Tepat

    Untuk menghindari komplikasi serius, difteri membutuhkan penanganan medis yang tepat. Seperti apa pengobatan difteri dan obat difteri apa yang efektif?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Hidup Sehat, Tips Sehat 18/12/2019 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    seks infeksi saluran kencing pasangan

    Bolehkah Berhubungan Seks Saat Kena Infeksi Saluran Kemih?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 5 menit
    obat infeksi saluran kencing

    Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kencing

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 7 menit
    penyebab infeksi saluran kencing

    Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
    infeksi saluran kencing kemih

    Infeksi Saluran Kemih

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 13 menit