Meningitis (Radang Selaput Otak)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Juni 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu meningitis?

Meningitis adalah infeksi yang menyebabkan selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meninges) mengalami radang. Kondisi ini disebut juga radang selaput otak. Hal ini paling sering disebabkan oleh virus, tapi dalam beberapa kasus dapat disebabkan oleh bakteri atau jamur. 

Radang selaput otak akibat virus cenderung tidak terlalu parah dan kebanyakan orang sembuh sepenuhnya tanpa pengobatan. Meski begitu, beberapa kasus lainnya bisa saja mengancam jiwa. 

Sementara itu, radang selaput otak akibat jamur adalah jenis yang termasuk langka. Ini biasanya terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. 

Beberapa gejala yang umum dari meningitis di antaranya adalah sakit kepala, demam, dan leher kaku (kaku kuduk).

Jika Anda merasa Anda atau anggota keluarga Anda memiliki kondisi ini, periksakanlah ke dokter.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Kondisi ini dapat terjadi pada setiap usia. Namun, paling sering menyerang orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti anak-anak, orang tua, dan orang dengan HIV/AIDS.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda­-tanda dan gejala meningitis?

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala awal radang selaput otak mirip dengan flu (influenza). Gejalanya kemudian berkembang dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari. 

Tanda dan gejala meningitis yang biasa muncul termasuk: 

  • Demam dan menggigil, terutama pada bayi baru lahir dan anak-anak 
  • Perubahan kondisi mental seperti kebingungan
  • Mual dan muntah 
  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia) 
  • Sakit kepala parah 
  • Leher kaku (kaku kuduk) 
  • Sering pingsan 

Kebanyakan orang dengan meningitis virus ringan sembuh dengan sendirinya dalam 7-10 hari. 

Gejala awal meningitis virus mirip dengan radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri. Namun, meningitis bakteri biasanya parah dan dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti kerusakan otak, gangguan pendengaran, dan ketidakmampuan belajar.

Patogen (kuman) yang menyebabkan meningitis bakteri juga dapat dikaitkan dengan penyakit serius lainnya, yaitu sepsis. Tanpa perawatan segera, sepsis dapat dengan cepat menyebabkan kerusakan jaringan, kegagalan organ, dan kematian.  

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segeralah cari perawatan medis jika Anda atau seseorang dalam keluarga Anda memiliki tanda-tanda atau gejala ini. Gejala dan tanda meningitis adalah:

  • Demam 
  • Sakit kepala berat tak henti-hentinya 
  • Kebingungan 
  • Muntah 
  • Leher kaku 

Radang selaput otak yang disebabkan virus dapat sembuh tanpa pengobatan, tapi yang diakibatkan oleh bakteri dapat menjadi kondisi serius, bisa berkembang sangat cepat dan membutuhkan pengobatan antibiotik yang cepat untuk meningkatkan kemungkinan pemulihan. 

Menunda pengobatan untuk meningitis bakteri meningkatkan risiko kerusakan otak permanen dan efek berbahaya permanen lainnya. 

Tidak ada cara untuk mengetahui apa jenis radang selaput otak Anda atau anak Anda tanpa konsultasi ke dokter. 

Hal ini penting untuk diberitahu kepada dokter Anda jika anggota keluarga atau rekan kerja Anda memiliki radang selaput otak. Anda mungkin perlu untuk menggunakan obat untuk mencegah infeksi.

Penyebab

Apa penyebab meningitis?

Meningitis paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang dimulai dari bagian lain pada tubuh Anda, seperti telinga, sinus, dan tenggorokan. Penyebab lain termasuk bakteri, jamur, parasit, bahan kimia, obat-obatan, dan tumor. 

Penyebab meningitis lainnya adalah:

Berikut penjelasan soal penyebab radang selaput otak berdasarkan jenis-jenisnya:

Meningitis bakteri

Beberapa bakteri penyebab radang selaput otak adalah Neisseria meningitidis, Haemophilus influenzae, Streptococcus pneumoniac, Listeria monocytogenes, Escherichia coli, Klebsiella sp., dan Streptococcus grup B.

Bakteri penyebab radang selaput otak ini dapat menyebar melalui pernapasan dan sekresi tenggorokan. Sekresi tenggorokan berarti droplets, atau cairan yang dikeluarkan dari mulut. Artinya, kondisi ini menular lewat batuk. Bahkan, meningitis dapat menular melalui ciuman.

Dalam banyak kasus, radang selaput otak karena bakteri muncul ketika bakteri masuk melalui aliran darah Anda di sinus, telinga, atau tenggorokan. Bakteri kemudian melakukan perjalanan ke otak melalui aliran darah.  

Ini dapat menjadi penyakit yang sangat serius. Anda atau anak Anda membutuhkan perawatan segera. Meningitis bakteri dapat mengancam jiwa atau menyebabkan kerusakan otak.  

Bakteri yang menyebabkan radang selaput otak dapat menular ketika seseorang batuk atau bersin. Jika Anda atau anak Anda berada di dekat orang dengan kondisi ini, segera hubungi dokter untuk pencegahan. 

Meningitis virus

Radang selaput otak akibat infeksi virus disebabkan oleh virus influenza, virus herpes simplex, virus varicella zoster, virus West Nile, virus limfositik koriomeningitis, dan virus campak (mumps dan measles).

Meningitis virus adalah kondisi yang lebih umum dibandingkan daripada yang disebabkan oleh bakteri. 

Meningitis jamur

Meningitis jamur lebih jarang terjadi dibandingkan yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Orang yang sehat sangat jarang terkena kondisi ini. 

Kondisi ini disebabkan oleh jamur yang menginfeksi tubuh Anda dan menyebar melalui aliran darah ke otak atau saraf tulang belakang. Jamur yang paling umum menyebabkan meningitis adalah:

  • Cryptococcus
  • Blastomyces
  • Histoplasma
  • Coccidioides

Seseorang dengan masalah kekebalan tubuh, misalnya pengidap AIDS, lebih berisiko terkena radang selaput otak dalam bentuk ini.

Meningitis parasit

Jenis radang selaput otak akibat parasit lebih langka dari meningitis virus atau bakteri. Kondisi ini disebabkan oleh parasit yang ditemukan dalam tanah, kotoran, beberapa hewan, dan makanan, seperti siput, ikan mentah, unggas, atau produk. 

Ada satu jenis infeksi parasit lebih langka daripada yang lain, yaitu meningitis eosinofilik. Tiga parasit utama yang menjadi penyebab meningitis jenis ini adalah:

  • Angiostrongylus cantonensis
  • Baylisascaris procyonis
  • Gnathostoma spinigerum

Radang selaput otak akibat parasit tidak menular dari orang ke orang. Parasit ini menginfeksi binatang atau bersembunyi di makanan yang kemudian dimakan manusia. 

Meningitis amebic adalah kondisi yang mengancam jiwa yang termasuk langka. Jenis ini disebabkan ketika salah satu dari beberapa jenis amoeba memasuki tubuh melalui hidung saat Anda berenang di danau, sungai, atau kolam yang terkontaminasi. 

Parasit dapat menghancurkan jaringan otak dan pada akhirnya menyebabkan halusinasi, kejang, dan gejala serius lainnya.  

Meningitis non-infeksi

Meningitis jenis ini adalah yang tidak disebabkan oleh infeksi. Jenis ini disebabkan oleh kondisi atau perawatan medis lainnya. Ini termasuk:

  • Lupus
  • Cedera kepala
  • Operasi otak
  • Kanker
  • Pengobatan tertentu

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko kena meningitis?

Faktor-faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami meningitis adalah:

  • Tidak melakukan vaksinasi radang selaput otak.
  • Usia. Sebagian besar kasus radang selaput otak akibat akibat virus terjadi pada anak berusia lebih muda dari 5 tahun. 
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Orang yang baru saja menjalani transplantasi sumsum tulang
  • .Diabetes 
  • Hamil. Jika sedang hamil, Anda lebih berisiko tertular listeriosis (infeksi yang disebabkan oleh bakteri listeria, yang juga dapat menyebabkan radang selaput otak)

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa mengalami radang selaput otak. Anda harus konsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk meningitis?

Pengobatan untuk radang selaput otak tergantung pada penyebabnya. Untuk infeksi virus, dokter akan mengobati gejala dan menunggu untuk infeksi untuk sembuh dengan sendirinya. Untuk infeksi bakteri, pasien mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit agar dapat dipantau oleh dokter dan perawat. 

Pengobatan umumnya pengobatan dengan antibiotik intravena, minum banyak cairan, dan istirahat. Antibiotik digunakan untuk mengobati bakteri radang selaput otak. Antibiotik tidak dapat mengobati meningitis virus. Obat antivirus dapat diberikan kepada orang-orang dengan herpes meningitis. 

Dilansir dari Healthline, meningitis jamur diobati dengan obat-obatan antijamur. Sementara itu, pengobatan radang selaput otak akibat akibat parasit bertujuan untuk meringankan gejala. Tergantung pada penyebabnya, jenis ini lebih baik ditangani tanpa antibiotik.  

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

Dokter membuat diagnosis dengan mencari bakteri dalam sampel cairan tulang belakang. Dokter mendapatkan cairan dengan melakukan pungsi lumbal. 

Sebuah jarum dimasukkan ke bagian punggung bawah di mana cairan dalam kanal tulang belakang dapat diambil. Dokter juga dapat melakukan tes darah dan rontgen pada otak.

Pengobatan di rumah

Bagaimana cara mencegah dan pengobatan rumahan untuk mengatasi meningitis?

Berikut adalah cara mencegah dan pengobatan rumahan yang bisa membantu Anda mengatasi meningitis:

  • Memahami pentingnya radang selaput otak akibat bakteri. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis dan membutuhkan perhatian dan perawatan segera. 
  • Penting untuk mencuci tangan untuk menghindari paparan infeksi. 
  • Jika Anda sedang hamil, pastikan hanya makan makanan yang dimasak dengan matang. Hindari keju lunak yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi. 

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

Senam tak hanya untuk tubuh, senam otak yang dapat mengasah pikiran Anda dan membuat Anda lebih fokus. Bagaimana gerakan dasar senam otak dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit kulit yang cukup umum terjadi. Apa penyebab, ciri-ciri, dan obat yang sering digunakan untuk mengobati psoriasis?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Psoriasis 24 September 2020 . Waktu baca 13 menit

Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Pernah meraba ketiak Anda? Apakah menemukan benjolan di sana? Benjolan di ketiak dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit yang mungkin serius.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pelukan bayi dari orangtua distrofi otot muscular dystrophy adalah

Distrofi Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
uretritis non gonore

Uretritis Non-Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
uretritis gonore adalah

Uretritis Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit