Meningitis (Radang Selaput Otak)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu meningitis?

Meningitis adalah infeksi yang menyebabkan selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meninges) mengalami radang. Kondisi ini disebut juga radang selaput otak. Hal ini paling sering disebabkan oleh virus, tapi dalam beberapa kasus dapat disebabkan oleh bakteri atau jamur. 

Radang selaput otak akibat virus cenderung tidak terlalu parah dan kebanyakan orang sembuh sepenuhnya tanpa pengobatan. Meski begitu, beberapa kasus lainnya bisa saja mengancam jiwa. 

Sementara itu, radang selaput otak akibat jamur adalah jenis yang termasuk langka. Ini biasanya terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. 

Beberapa gejala yang umum dari meningitis di antaranya adalah sakit kepala, demam, dan leher kaku (kaku kuduk).

Jika Anda merasa Anda atau anggota keluarga Anda memiliki kondisi ini, periksakanlah ke dokter.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Kondisi ini dapat terjadi pada setiap usia. Namun, paling sering menyerang orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti anak-anak, orang tua, dan orang dengan HIV/AIDS.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda­-tanda dan gejala meningitis?

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala awal radang selaput otak mirip dengan flu (influenza). Gejalanya kemudian berkembang dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari. 

Tanda dan gejala meningitis yang biasa muncul termasuk: 

  • Demam dan menggigil, terutama pada bayi baru lahir dan anak-anak 
  • Perubahan kondisi mental seperti kebingungan
  • Mual dan muntah 
  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia) 
  • Sakit kepala parah 
  • Leher kaku (kaku kuduk) 
  • Sering pingsan 

Kebanyakan orang dengan meningitis virus ringan sembuh dengan sendirinya dalam 7-10 hari. 

Gejala awal meningitis virus mirip dengan radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri. Namun, meningitis bakteri biasanya parah dan dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti kerusakan otak, gangguan pendengaran, dan ketidakmampuan belajar.

Patogen (kuman) yang menyebabkan meningitis bakteri juga dapat dikaitkan dengan penyakit serius lainnya, yaitu sepsis. Tanpa perawatan segera, sepsis dapat dengan cepat menyebabkan kerusakan jaringan, kegagalan organ, dan kematian.  

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segeralah cari perawatan medis jika Anda atau seseorang dalam keluarga Anda memiliki tanda-tanda atau gejala ini. Gejala dan tanda meningitis adalah:

  • Demam 
  • Sakit kepala berat tak henti-hentinya 
  • Kebingungan 
  • Muntah 
  • Leher kaku 

Radang selaput otak yang disebabkan virus dapat sembuh tanpa pengobatan, tapi yang diakibatkan oleh bakteri dapat menjadi kondisi serius, bisa berkembang sangat cepat dan membutuhkan pengobatan antibiotik yang cepat untuk meningkatkan kemungkinan pemulihan. 

Menunda pengobatan untuk meningitis bakteri meningkatkan risiko kerusakan otak permanen dan efek berbahaya permanen lainnya. 

Tidak ada cara untuk mengetahui apa jenis radang selaput otak Anda atau anak Anda tanpa konsultasi ke dokter. 

Hal ini penting untuk diberitahu kepada dokter Anda jika anggota keluarga atau rekan kerja Anda memiliki radang selaput otak. Anda mungkin perlu untuk menggunakan obat untuk mencegah infeksi.

Penyebab

Apa penyebab meningitis?

Meningitis paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang dimulai dari bagian lain pada tubuh Anda, seperti telinga, sinus, dan tenggorokan. Penyebab lain termasuk bakteri, jamur, parasit, bahan kimia, obat-obatan, dan tumor. 

Penyebab meningitis lainnya adalah:

Berikut penjelasan soal penyebab radang selaput otak berdasarkan jenis-jenisnya:

Meningitis bakteri

Beberapa bakteri penyebab radang selaput otak adalah Neisseria meningitidis, Haemophilus influenzae, Streptococcus pneumoniac, Listeria monocytogenes, Escherichia coli, Klebsiella sp., dan Streptococcus grup B.

Bakteri penyebab radang selaput otak ini dapat menyebar melalui pernapasan dan sekresi tenggorokan. Sekresi tenggorokan berarti droplets, atau cairan yang dikeluarkan dari mulut. Artinya, kondisi ini menular lewat batuk. Bahkan, meningitis dapat menular melalui ciuman.

Dalam banyak kasus, radang selaput otak karena bakteri muncul ketika bakteri masuk melalui aliran darah Anda di sinus, telinga, atau tenggorokan. Bakteri kemudian melakukan perjalanan ke otak melalui aliran darah.  

Ini dapat menjadi penyakit yang sangat serius. Anda atau anak Anda membutuhkan perawatan segera. Meningitis bakteri dapat mengancam jiwa atau menyebabkan kerusakan otak.  

Bakteri yang menyebabkan radang selaput otak dapat menular ketika seseorang batuk atau bersin. Jika Anda atau anak Anda berada di dekat orang dengan kondisi ini, segera hubungi dokter untuk pencegahan. 

Meningitis virus

Radang selaput otak akibat infeksi virus disebabkan oleh virus influenza, virus herpes simplex, virus varicella zoster, virus West Nile, virus limfositik koriomeningitis, dan virus campak (mumps dan measles).

Meningitis virus adalah kondisi yang lebih umum dibandingkan daripada yang disebabkan oleh bakteri. 

Meningitis jamur

Meningitis jamur lebih jarang terjadi dibandingkan yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Orang yang sehat sangat jarang terkena kondisi ini. 

Kondisi ini disebabkan oleh jamur yang menginfeksi tubuh Anda dan menyebar melalui aliran darah ke otak atau saraf tulang belakang. Jamur yang paling umum menyebabkan meningitis adalah:

  • Cryptococcus
  • Blastomyces
  • Histoplasma
  • Coccidioides

Seseorang dengan masalah kekebalan tubuh, misalnya pengidap AIDS, lebih berisiko terkena radang selaput otak dalam bentuk ini.

Meningitis parasit

Jenis radang selaput otak akibat parasit lebih langka dari meningitis virus atau bakteri. Kondisi ini disebabkan oleh parasit yang ditemukan dalam tanah, kotoran, beberapa hewan, dan makanan, seperti siput, ikan mentah, unggas, atau produk. 

Ada satu jenis infeksi parasit lebih langka daripada yang lain, yaitu meningitis eosinofilik. Tiga parasit utama yang menjadi penyebab meningitis jenis ini adalah:

  • Angiostrongylus cantonensis
  • Baylisascaris procyonis
  • Gnathostoma spinigerum

Radang selaput otak akibat parasit tidak menular dari orang ke orang. Parasit ini menginfeksi binatang atau bersembunyi di makanan yang kemudian dimakan manusia. 

Meningitis amebic adalah kondisi yang mengancam jiwa yang termasuk langka. Jenis ini disebabkan ketika salah satu dari beberapa jenis amoeba memasuki tubuh melalui hidung saat Anda berenang di danau, sungai, atau kolam yang terkontaminasi. 

Parasit dapat menghancurkan jaringan otak dan pada akhirnya menyebabkan halusinasi, kejang, dan gejala serius lainnya.  

Meningitis non-infeksi

Meningitis jenis ini adalah yang tidak disebabkan oleh infeksi. Jenis ini disebabkan oleh kondisi atau perawatan medis lainnya. Ini termasuk:

  • Lupus
  • Cedera kepala
  • Operasi otak
  • Kanker
  • Pengobatan tertentu

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko kena meningitis?

Faktor-faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami meningitis adalah:

  • Tidak melakukan vaksinasi radang selaput otak.
  • Usia. Sebagian besar kasus radang selaput otak akibat akibat virus terjadi pada anak berusia lebih muda dari 5 tahun. 
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Orang yang baru saja menjalani transplantasi sumsum tulang
  • .Diabetes 
  • Hamil. Jika sedang hamil, Anda lebih berisiko tertular listeriosis (infeksi yang disebabkan oleh bakteri listeria, yang juga dapat menyebabkan radang selaput otak)

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa mengalami radang selaput otak. Anda harus konsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk meningitis?

Pengobatan untuk radang selaput otak tergantung pada penyebabnya. Untuk infeksi virus, dokter akan mengobati gejala dan menunggu untuk infeksi untuk sembuh dengan sendirinya. Untuk infeksi bakteri, pasien mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit agar dapat dipantau oleh dokter dan perawat. 

Pengobatan umumnya pengobatan dengan antibiotik intravena, minum banyak cairan, dan istirahat. Antibiotik digunakan untuk mengobati bakteri radang selaput otak. Antibiotik tidak dapat mengobati meningitis virus. Obat antivirus dapat diberikan kepada orang-orang dengan herpes meningitis. 

Dilansir dari Healthline, meningitis jamur diobati dengan obat-obatan antijamur. Sementara itu, pengobatan radang selaput otak akibat akibat parasit bertujuan untuk meringankan gejala. Tergantung pada penyebabnya, jenis ini lebih baik ditangani tanpa antibiotik.  

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

Dokter membuat diagnosis dengan mencari bakteri dalam sampel cairan tulang belakang. Dokter mendapatkan cairan dengan melakukan pungsi lumbal. 

Sebuah jarum dimasukkan ke bagian punggung bawah di mana cairan dalam kanal tulang belakang dapat diambil. Dokter juga dapat melakukan tes darah dan rontgen pada otak.

Pengobatan di rumah

Bagaimana cara mencegah dan pengobatan rumahan untuk mengatasi meningitis?

Berikut adalah cara mencegah dan pengobatan rumahan yang bisa membantu Anda mengatasi meningitis:

  • Memahami pentingnya radang selaput otak akibat bakteri. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis dan membutuhkan perhatian dan perawatan segera. 
  • Penting untuk mencuci tangan untuk menghindari paparan infeksi. 
  • Jika Anda sedang hamil, pastikan hanya makan makanan yang dimasak dengan matang. Hindari keju lunak yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi. 

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

    Saat lapar, rasanya hanya ingin marah sampai Anda mendapat yang Anda mau. Tapi, kok bisa begitu, ya? Kenapa kita mudah marah saat kelaparan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hari Raya, Ramadan 10/05/2020

    5 Cara Atasi Efek Berhenti Minum Kopi Saat Puasa

    Saat puasa, Anda mungkin berhenti minum kopi, sehingga timbul efek samping seperti sakit kepala. Lalul bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

    4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

    Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

    Cara Cepat Mengatasi Sakit Kepala Saat Kerja Lembur

    Kerja lembur dan sakit kepala merupakan mimpi buruk bagi semua orang. Ikuti cara cepat mengatasi sakit kepala berikut ini untuk bantu ringankan nyeri.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki

    Direkomendasikan untuk Anda

    buah untuk alzheimer

    Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020
    obat migrain alami

    10 Obat Alami yang Mampu Redakan Migrain

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    obat sakit kepala sebelah kanan atau kiri

    6 Obat yang Ampuh Redakan Sakit Kepala Sebelah

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020
    cara menghilangkan sakit kepala

    14 Cara yang Bisa Dicoba untuk Menghilangkan Sakit Kepala

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020