Mesalazine obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Nama Generik: Mesalazine Merek: Hanya generik. Tidak ada merek.

Penggunaan

Untuk apa mesalazine?

Mesalazine adalah obat yang berguna untuk mengobati penyakit usus tertentu (kolitis ulseratif). Kolitis ulseratif adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan pada dinding saluran usus.

Iritadi dan peradangan pada dinding usus bisa mengganggu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi ke seluruh tubuh. Selain itu, peradangan juga bisa menyebabkan perdarahan hingga mengeluarkan nanah dan lendir.

Kondisi ini biasanya menyebabkan usus besar Anda membengkak dan menimbulkan perforasi kecil. Perforasi adalah lubang di jaringan usus yang bisa membuat feses bocor ke dalam perut. Komplikasi ini bisa menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa.

Obat ini membantu mengurangi gejala kolitis ulseratif seperti diare, perdarahan rektum, dan sakit perut.

Mesalazine termasuk dalam kelas obat bernama aminosalisilat yang bekerja dengan mengurangi pembengkakan dalam usus besar.

Selain kolitis ulseratif, obat ini juga berguna untuk mengobati penyakit Crohn.

Obat ini juga mungkin berguna untuk mengatasi masalah kesehatan lain. Namun yang jelas, hanya gunakan obat ketika dokter meresepkannya.

Bagaimana cara penggunaan mesalazine?

Mesalazine dikonsumsi sesuai dengan sediannya, yaitu:

Tablet atau kapsul

Untuk kapsul atau tablet, obat biasanya perlu diminum sebelum makan dengan segelas penuh air putih. Tanyakan pada dokter berapa lama jeda antara minum obat dengan makan setelahnya.

Untuk obat yang berbentuk kapsul, Anda bisa meminumnya dengan atau tanpa makanan. Akan tetapi, jika bentuknya tablet Anda bisa meminumnya bersamaan dengan makanan untuk menetralisir rasa pahit.

Sebaiknya, telah obat secara langsung utuh-utuh, jangan dikunyah atau dihancurkan. . Menghancurkannya bisa membuat obat tidak sampai dengan maksimal ke usus besar.

Jika Anda kesulitan menelan kapsul, Anda bisa membuka dan menaburkan isinya pada yoghurt misalnya sebelum dikonsumsi. Kemudian, telan campuran ini tanpa dikunyah terlebih dahulu.

Enema

Untuk obat yang berbentuk enema, obat bisa dikonsumsi dengan cara:

  1. Pertama-tama, keluarkan botol dari kantong kemasan pelindung. Hati-hati saat mengeluarkannya jangan sampai meremas atau menusuknya
  2. Kocok botol untuk memastikan bahwa obat tercampur rata
  3. Lepaskan tutup pelindung dari ujung aplikator sambil memegang leher botol sehingga tidak ada obat yang tumpah
  4. Berbaringlah miring dengan kaki lurus dan lutut kanan ditekuk ke depan
  5. Anda juga bisa berbaring dengan posisi lutut di dada
  6. Masukkan ujung aplikator enema dengan hati-hati ke dalam dubur
  7. Tekan botol obat perlahan agar mengalir ke rektum
  8. Setelah cukup, tarik dan buah botolnya
  9. Tetaplah dalam posisi yang sama selama kurang lebih 30 menit agar obat bisa mengalir ke area-area yang seharusnya

Supositoria

Gunakan supositoria dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Cuci tangan dengan sabun dan keringkan dengan handuk bersih
  2. Pegang supositoria dalam kondisi berdiri atau tegak dan lepaskan bungkusnya dengan hati-hati
  3. Sebelum memasukkan supositoria, sebaiknya kencing dan buang air besar terlebih dahulu
  4. Masukkan supositoria ke dubur (ujung runcingnya terlebih dahulu) secara perlahan ke dalam rektum dengan tekanan lembut
  5. Agar supositoria bisa masuk dengan mudah, gunakan pelumas
  6. Cuci tangan Anda dengan sabun setelahnya

Obat biasanya menodai celana dalam atau sprei Anda. Untuk melindunginya, gunakan pembalut atau perlak di atas sprei.

Obat harus tetap berada di tubuh selama 1 sampai 3 jam atau lebih tergantung saran dari dokter. Usahakan untuk tidak kencing atau buang air besar selama obat berbentuk supositoria masih di dalam.

Apa pun jenis yang digunakan, pastikan untuk menggunakannya secara teratur sesuai resep yang diberikan. Meski Anda sudah merasa lebih baik, jangan hentikan pemakaian obat.

Konsultasikan pada dokter jika Anda masih bingung cara menggunakan obat yang berbentuk enema dan supositoria.

Bagaimana cara penyimpanan mesalazine?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi dan jngan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan membuang obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis mesalazine untuk orang dewasa?

Dosis yang diberikan biasanya tergantung pada produk yang digunakan. Untuk Asacol dan Ipocol tablet 400 mg pembagiannya diberikan secara bertahap.

Awalnya, dokter akan memberikan 2,4 gr setiap hari dalam dosis yang terbagi. Sementara untuk pemeliharaan sekitar 1,2 sampai 2,4 gr sekali sehari atau dalam dosis yang terbagi.

Untuk Salofalk, dosis awal yang diberikan yaitu 1,5 gr sampai 3 gr setiap hari dalam 3 dosis terbagi yaitu pagi, siang, dan malam.

Sementara Pentasa dosis awal yang diberikan yaitu 4 gr setiap hari dalam 2 sampai 4 dosis yang terbagi. Untuk dosis pemeliharaan yaitu 2 gr per harinya.

Bagaimana dosis mesalazine untuk anak-anak?

Untuk anak-anak dengan kolitis ulseratif, ipocol atau salofalk yang diberikan tergantung pada usia dan berat badan.

Untuk anak di usia lebih dari 6 tahun dengan berat 40 kg dan mengalami serangan akut kolitis ulseratif, dosis awal yang diberikan 30 sampai 50 mg/kg setiap hari. Dosis ini biasanya terbagi dalam beberapa dosis.

Sementara untuk dosis pemeliharaan biasanya diberikan 15 sampai 30 mg/kg setiap hari dalam dosis yang terbagi.

Dalam dosis apakah mesalazine tersedia?

Mesalazine tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, supositoria, dan enema.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena mesalazine?

Mesalazine bisa menyebabkan berbagai efek samping saat dikonsumsi, seperti:

  • Mual ringan, muntah, kram perut, diare, gas
  • Demam, sakit tenggorokan, atau gejala flu lainnya
  • Sakit pada rektum, sembelit
  • Sakit kepala atau pusing
  • Kelelahan
  • Ruam kulit 
  • Sakit perut
  • Perdarahan pada dubur
  • Diare ringan

Hentikan penggunaan mesalazine dan hubungi dokter segera jika Anda mengalami sakit perut parah, kram, demam, sakit kepala, dan diare berdarah.

Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak tercantum di atas. Jika Anda ingin tahu tentang efek samping, konsultasikan kepada dokter atau apoteker.

Beberapa efek samping mesalamine dapat terjadi dan biasanya tidak memerlukan perhatian medis.

Efek samping ini dapat hilang selama perawatan karena tubuh lama-lama akan menyesuaikan diri dengan obat.

Selain itu, dokter juga biasanya akan memberi tahu Anda tentang cara mencegah atau mengurangi beberapa efek samping ini.

Namun, apabila ada hal-hal yang Anda rasa tiwak wajar selama mengonsumsi obat, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter. Dokter akan membantu mencari tahu akar masalah. Jika obat ternyata memang tidak cocok untuk Anda, dokter akan mencari alternatif lainnya.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan mesalazine?

Sebelum menggunakan mesalazine, beri tahu dokter dan apoteker jika Anda:

  • Memiliki alergi mesalazine, balsalazide (Colazal, Giazo) olsalazine (Dipentum) pereda rasa sakit salisilat seperti aspirin, magnesium kolin trisalicylate, diflunisal, magnesium salicylate (Doan’s, dan lain-lain) sulfasalazine (Azulfidine), obat-obatan lainnya, atau bahan apapun di dalam Mesalazine
  • Sedang atau berencana mengonsumsi obat resep dan tanpa resep seperti vitamin, suplemen nutrisi, dan produk herbal
  • Dokter mungkin perlu mengubah dosis obat atau mengawasi Anda dengan lebih hati-hati untuk efek samping
  • Pernah mengalami miokarditis (pembengkakan otot jantung), perikarditis (pembengkakan kantong di sekitar jantung), atau penyakit hati atau ginjal
  • Jika Anda akan minum tablet atau kapsul delayed-release, beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami masalah gastrointestinal (penyumbatan dalam perut atau usus)
  • Hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui. Jika Anda hamil saat sedang minum Mesalazine, hubungi dokter.

Mesalazine juga bisa menyebabkan reaksi serius. Berbagai gejala reaksi ini mirip dengan gejala kolitis ulseratif. Oleh karena itu, mungkin akan sulit untuk membedakan mana reaksi ketidakcocokan dan man yang bukan.

Namun, reaksi negatif bisa cenderung lebih parah dari biasanya. Jika Anda mengalami sakit atau kram perut, diare berdarah, demam, sakit kepala, lesu dan ruam segera hubungi dokter.

terkena phenylketonuria (PKU, sebuah kondisi bawaan di mana Anda harus menjalani diet khusus untuk mencegah keterbelakangan mental), Anda harus tahu bahwa kapsul extende release mengandung aspartame yang membentuk phenylalanine.

Apakah mesalazine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui.

Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •      A= Tidak berisiko,
  •      B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C=Mungkin berisiko,
  •      D=Ada bukti positif dari risiko,
  •      X=Kontraindikasi,
  •      N=Tidak diketahui

Dalam eksperimen yang dilakukan pada hewan, tidak ada efek buruk yang muncul baik dalam kesuburan, reproduksi, dan pemberian ASI.

Akan tetapi, ibu hamil dan menyusui tetap perlu berhati-hati dalam meminum mesalazine. Artinya, obat hanya boleh dikonsumsi sesuai rekomendasi dokter. Obat hanya boleh digunakan hanya jika manfaatnya jauh lebih besar dibandingkan dengan risikonya.

Namun, jika bayi mengalami diare setelah disusui saat ibu mengonsumsi mesalazine, konsultasikan segera ke dokter.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan mesalazine?

Interaksi obat mungkin mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Dokumen ini tidak berisi tentang semua interaksi obat yang mungkin terjadi.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat resep/tanpa resep dan produk herbal) dan memberitahukannya kepada dokter dan apoteker. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat tanpa persetujuan dokter.

Obat-obatan yang mungkin berinteraksi negatif dengan mesalazine yaitu warfarin. 

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan mesalazine?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan dengan penyedia layanan kesehatan profesional tentang penggunaan obat dengan makanan, alkohol, atau rokok.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan mesalazine?

Adanya masalah obat lainnya mungkin mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberi tahu dokter jika mengalami masalah medis lainnya, terutama:

  • Alergi aminosalicylates atau salicylates (misalnya aspirin)—jangan digunakan pada pasien dengan kondisi ini
  • Alergi sulfasalazine (Azulfidine ®)—mungkin memperburuk efek samping
  • Pernah atau sedang memiliki penyakit ginjal, efek samping mungkin meningkat karena pembuangan obat dari dalam tubuh yang lebih lambat
  • Penyakit hati
  • Pernah atau sedang memiliki miokarditis
  • Pernah atau sedang memiliki perikarditis 
  • Phenylketonuria (PKU)—Kapsul Apriso ™
  • Pyloric stenosis (saluran di mana makanan keluar dari dalam perut terlalu sempit)
  • Penyumbatan dalam perut atau usus—mungkin menunda pelepasan mesalazine ke dalam tubuh

Oleh karenanya, penting untuk berkonsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi mesalazine. Jangan asal minum obat apalagi pemberian orang lain hanya karena Anda memiliki kondisi yang sama.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Overdosis sangat mungkin terjadi jika Anda meminum mesalazine lebih dari dosis yang dianjurkan.

Adapun tanda saat seseorang mengalami overdosis obat yaitu:

  • Sulit bernapas
  • Telinga berdenging
  • Linglung
  • Napas cepat dan pendek-pendek
  • Kejang

Pastikan untuk mengikuti aturan minum yang diresepkan dokter. Meminum obat dengan dosis yang lebih banyak dalam satu tidak lantas membuat penyakit jadi lebih cepat sembuh.

Overdosis bisa membahayakan nyawa jika tidak segera ditangani. Untuk itu, penting sekali segera pergi ke unit gawat darurat saat gejala overdosis muncul.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis dalam satu kali minum karena berisiko mengalami overdosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Oktober 31, 2019

Yang juga perlu Anda baca