Nama Generik: Lamivudine Merek: 3TC, 3TC-HBV dan Heplav.

Penggunaan

Untuk apa Lamivudine?

Lamivudine adalah obat yang digunakan dengan obat HIV lainnya untuk membantu mengendalikan infeksi HIV. Obat ini membantu mengurangi jumlah HIV dalam tubuh Anda jadi sistem kekebalan tubuh Anda dapat bekerja lebih baik. Obat ini mengurangi kesempatan Anda terkena komplikasi HIV (seperti infeksi baru, kanker) dan meningkatkan kualitas hidup Anda. Lamivudine termasuk kelas obat yang dikenal sebagai nucleoside reverse tranciptase inhibitors atau NRTI.

Lamivudine bukan penyembuh infeksi HIV. Untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit HIV ke orang lain, lakukan semua hal berikut: (1) lanjutkan menggunakan obat HIV tepat seperti yang diresepkan dokter Anda, (2) selalu gunakan metode perlindungan efektif (lateks atau kondom polyurethane/dental dam) dalam semua aktivitas seksual, dan (3) jangan berbagi barang pribadi (seperti jarum/jarum suntik, sikat gigi, atau alat cukur) yang dapat berhubungan dengan darah atau cairan tubuh lainnya. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda untuk detail lebih lanjut.

KEGUNAAN LAIN: Bagian ini memuat penggunaan obat ini yang tidak tercantum dalam label yang sudah disetujui, namun mungkin saja diresepkan oleh ahli kesehatan Anda. Gunakan obat ini untuk kondisi yang tercantum di bawah hanya jika sudah diresepkan oleh dokter dan ahli kesehatan Anda.

Obat ini juga dapat digunakan dalam kombinasi dengan obat HIV lainnya untuk mengurangi risiko terkena infeksi HIV setelah kontak dengan virus. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda untuk detail lebih lanjut.

Produk lamivudine berkekuatan rendah digunakan untuk infeksi hepatitis B pada orang tanpa infeksi HIV.

Bagaimana cara penggunaan Lamivudine?

Gunakan obat ini lewat mulut dengan atau tanpa makanan, biasanya sekali atau dua kali setiap hari atau sesuai petunjuk dokter Anda.

Dosis ditentukan berdasarkan kondisi medis dan respon terhadap pengobatan Anda.

Penting untuk melanjutkan menggunakan obat ini (dan obat HIV lainnya) tepat seperti yang diresepkan oleh dokter Anda. Jangan lewatkan obat apapun. Jangan tingkatkan dosisnya, jangan gunakan obat ini lebih sering dari yang diresepkan, atau berhenti menggunakannya (atau obat HIV lainnya) bahkan untuk waktu yang sebentar kecuali diperintahkan oleh dokter Anda. Melewati atau mengganti obat tanpa persetujuan dokter Anda dapat meningkatkan jumlah virus, membuat infeksi lebih sulit untuk diatasi (kebal), atau efek samping semakin buruk.

Obat ini bekerja lebih baik ketika jumlah obat dalam tubuh Anda berada pada tingkat yang konstan. Oleh karena itu, gunakan obat ini dengan jangka waktu merata. Untuk membantu Anda mengingat, gunakan obat ini pada waktu yang sama setiap harinya.

Bagaimana cara penyimpanan Lamivudine?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Lamivudine untuk orang dewasa?

Dosis yang biasa digunakan orang dewasa untuk Infeksi HIV: 150 mg lewat mulut dua kali sehari atau 300 mg lewat mulut sehari sekali.

Dosis yang biasa digunakan orang dewasa untuk  Hepatitis B Kronis: 100 mg lewat mulut sekali sehari.

Dosis yang biasa digunakan orang dewasa untuk Nonoccupational Exposure: Rekomendasi CDC: 150 mg lewat mulut dua kali sehari atau 300 mg lewat mulut sekali sehari.

Dosis yang biasa digunakan orang dewasa untuk Occupational Exposure:

Rekomendasi kelompok kerja Pelayanan Kesehatan Publik Amerika Serikat:
Dosis yang disarankan: 300 mg lewat mulut sekali sehari
Dosis alternatif: 150 mg lewat mulut dua kali sehari
Durasi terapi: 28 hari, jika ditoleransi

Bagaimana dosis Lamivudine untuk anak-anak?

Dosis yang biasa digunakan anak-anak untuk HIV Infection:

Solusi Oral:
Kurang dari 4 minggu: 2 mg/kg lewat mulut dua kali sehari (untuk mencegah transmisi pengobatan)
4 minggu sampai kurang dari 16 tahun: 4 mg/kg lewat mulut dua kali sehari
Dosis maksimal: 150 mg/dosis

Tablet:
14 -21 kg: 75 mg lewat mulut dua kali sehari (pagi and malam)
Lebih dari 21 sampai kurang dari 30 kg: 75 mg lewat mulut pada pagi hari dan 150 mg pada malam hari
30 kg atau lebih: 150 mg lewat mulut dua kali sehari (pagi dan malam)

 

16 tahun atau lebih:
Kurang dari 50 kg: 4 mg/kg lewat mulut dua kali sehari
Dosis maksimal: 150 mg/dosis
50 kg atau lebih: 150 mg lewat mulut dua kali atau 300 mg lewat mulut sehari sekali

Dosis yang biasa digunakan anak-anak untuk Hepatitis B Kronis

2 tahun atau lebih: 3 mg/kg lewat mulut sehari sekali
Dosis maksimal: 100 mg/hari
Durasi terapi: durasi terapi optimal tidak diketahui

Dalam dosis apakah Lamivudine tersedia?

Solution, Oral: 10 mg/mL.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Lamivudine?

Cari pertolongan medis darurat jika Anda memiliki tanda-tanda reaksi alergi: gatal-gatal, sulit bernafas, bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Obat ini dapat menyebabkan lactic acidosis (pembangunan asam lactic dalam tubuh, yang dapat menjadi fatal). Lactic acidosis bisa mulai perlahan dan menjadi lebih buruk. Cari pertolongan medis darurat jika Anda memiliki gejala ringan lactic acidosis, seperti: nyeri otot atau kelemahan, merasa mati rasa atau dingin di tangan dan kaki, sulit bernafas, sakit perut, mual diikuti muntah-muntah, detak jantung cepat, pusing, atau merasa lemah atau kelelahan.

Hentikan penggunaan lamivudine dan hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki efek samping serius seperti:

  • tanda-tanda infeksi baru seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan, gejala flus, mudah memar atau pendarahan tidak biasa, kehilangan nafsu makan, sakit mulut
  • sakit parah di perut bagian atas yang menyebar ke punggung, mual dan muntah, detak jantung cepat
  • mual, perut bagian atas sakit, kehilangan nafsu makan, urin gelap, pup berwarna pucat, kulit atau mata berwarna kekuningan
  • keringat meningkat, tangan tremor, cemas, merasa marah, sulit tidur (insomnia)
  • diare, kehilangan berat badan tanpa alasan jelas, perubahan menstruasi, impoten, kehilangan ketertarikan untuk seks
  • bengkak di leher atau tenggorokan (tiroid membesar)
  • bermasalah dalam berjalan, bernafas, berbicara, menelan, atau menggerakkan mata
  • pinggang sakit parah, kehilangan kendali buang air besar

Efek samping yang kurang serius yaitu:

  • batuk-batuk
  • sakit kepala
  • merasa lelah
  • hidung ingusan
  • diare halus
  • perubahan pada bentuk atau lokasi lemak tubuh

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir tentang efek sampingnya, silakan konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Lamivudine?

Sebelum menggunakan lamivudine,

  • bilang pada dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap lamivudine atau obat lain
  • bilang pada dokter dan apoteker apa obat resep dan non resep yang digunakan, khususnya trimethoprim/sulfamethoxazole (Bactrim, Septra) dan vitamin
  • bilang pada dokter Anda jika Anda memiliki atau pernah punya hepatitis B, penyakit ginjal, atau penyakit pankreas (khusus anak-anak)
  • bilang pada dokter Anda jika Anda hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil saat menggunakan lamivudine, hubungi dokter Anda. Sebaiknya Anda tidak menyusui saat menggunakan lamivudine

Apakah Lamivudine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •      A= Tidak berisiko,
  •      B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C=Mungkin berisiko,
  •      D=Ada bukti positif dari risiko,
  •      X=Kontraindikasi,
  •      N=Tidak diketahui

 

Lamivudine bisa lewat melalui ASI dan bisa membahayakan bayi. Anda sebaiknya tidak menyusui saat menggunakan obat ini. Wanita dengan HIV atau AIDS sebaiknya tidak menyusui bayi. Bahkan jika bayi Anda lahir tanpa HIV, virus bisa masuk ke bayi lewat ASI Anda.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Lamivudine?

Interaksi dengan obat lain dapat memengaruhi cara kerja obat dan meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya. Artikel ini tidak memuat semua kemungkinan interaksi obat. Catatlah semua produk obat yang Anda gunakan (termasuk obat resep, nonresep, dan herbal) dan perlihatkan kepada dokter serta apoteker Anda. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apapun tanpa seizin dokter.

  • Interferon Alfa
  • Ribavirin
  • Zalcitabine

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Lamivudine?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Lamivudine?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • diabetes—Solusi oral mengandung sukrosa, yang bisa menyebabkan kondisi ini memburuk.
  • penyakit ginjal—Gunakan dengan hati-hati. Efeknya dapat meningkatkan perlambatan penghapusan obat dari dalam tubuh.
  • penyakit hati—Gunakan dengan hati-hati. Dapat menyebabkan kondisi memburuk.
  • pankreatitis (peradangan atau pembengkakan pankreas)—Epivir® sebaiknya digunakan dengan hati-hati. Dapat menyebabkan kondisi ini memburuk.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

 

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan