Lamivudine obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Nama Generik: Lamivudine Merek: 3TC, 3TC-HBV dan Heplav.

Penggunaan

Untuk apa Lamivudine?

Lamivudine adalah obat antivirus yang digunakan untuk mengatasi infeksi HIV, virus penyebab AIDS. Obat ini biasanya diresepkan dengan obat HIV/AIDS lain untuk mengoptimalkan pengobatan.

Selain meningkatkan efektivitas obat, kombinasi pengobatan dengan antivirus lainnya juga bertujuan untuk menghindari terjadinya resistensi obat. Resistensi obat adalah kondisi ketika obat tidak mempan membunuh virus/bakteri yang berkembang biak di dalam tubuh.

Lamivudine termasuk kelas obat yang dikenal sebagai nucleoside reverse tranciptase inhibitors atau NRTI. Obat ini membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus HIV. 

Perlu digarisbawahi bahwa obat ini tidak bisa menyembuhkan penyakit HIV/ADIS, tapi hanya membantu menahan perkembangan virus HIV supaya tidak semakin banyak. Dengan minum obat ini, risiko Anda terkena berbagai komplikasi HIV yang parah bisa diminimalisir. Obat ini juga membantu meningkatkan kualitas hidup pasien agar tetap bisa melakukan berbagai aktivitas seperti biasa.

Dokter juga bisa menggunakan obat ini untuk mengobati infeksi hepatitis B.

Bagaimana cara penggunaan Lamivudine?

Lamivudine adalah obat keras. Maka dari itu, obat ini harus digunakan secara hati-hati dan di bawah pengawasan ketat oleh dokter. 

Anda bisa mengonsumsi obat ini sebelum atau sesudah makan. Ketika menggunakannya, pastikan Anda menelan obat secara utuh. Hindari menghancurkan, menghaluskan, atau menggerus obat karena hal tersebut justru dapat mengurangi efektivitas obat dan meningkatkan efek samping. 

Jangan coba-coba menambahkan atau mengurangi dosis obat karena dapat memengaruhi kinerjanya dalam tubuh. Biasanya dosis obat dapat berbeda-beda pada setiap orang. Dokter akan menentukan dosis yang tepat berdasarkan kondisi medis dan respon pasien terhadap pengobatan. Itu sebabnya, jangan berikan obat ini kepada orang lain meski mereka punya gejala yang mirip dengan Anda.

Obat ini bekerja lebih baik ketika jumlah obat dalam tubuh berada pada tingkat yang konstan. Oleh karena itu, gunakan obat ini dengan jangka waktu merata. Untuk membantu Anda mengingat, gunakan obat ini pada waktu yang sama setiap harinya.

Bila sewaktu-waktu lupa minum obat ini dan jeda konsumsi berikutnya masih jauh, disarankan segera melakukannya begitu ingat. Sementara jika jeda waktunya sudah dekat, abaikan dan jangan coba-coba untuk menggandakan dosis. 

Anda mungkin akan diminta untuk melakukan tes kesehatan, termasuk tes HIV secara berkala oleh dokter. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa obat yang dikonsumsi bekerja secara maksimal.

Pada prinsipnya, minum obat ini persis seperti yang dianjurkan dokter. Ikuti semua petunjuk pemakaian obat yang tertera pada label resep dan baca semua panduan pengobatan atau lembar instruksi dengan teliti. Jangan ragu untuk bertanya ke dokter bila Anda belum paham betul cara pakainya.

Bagaimana cara penyimpanan Lamivudine?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Lamivudine untuk orang dewasa?

  • Infeksi HIV: 150 mg diminum 2 kali sehari atau 300 mg diminum sehari sekali.
  • Hepatitis B Kronis: 100 mg diminum sekali sehari.

Bagaimana dosis Lamivudine untuk anak-anak?

Belum ada ketentuan dosis pasti untuk anak-anak. Obat ini bisa saja berbahaya bagi anak-anak. Penting untuk memahami keamanan obat sebelum digunakan. Konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah Lamivudine tersedia?

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan sirup dengan kekuatan 10 mg/mL.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Lamivudine?

Sama seperti obat lainnya, obat ini juga berpotensi menyebabkan efek samping dari yang ringan hingga parah. Beberapa efek samping paling umum dan sering dikeluhkan pasien di antaraya:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Nyeri perut
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Gangguan tidur karena insomnia
  • Nyeri otot
  • Badan lemas, lesu, dan tidak bertenaga (malaise)
  • Hidung meler

Penting diketahui bahwa obat ini juga dapat menyebabkan lactic acidosis (laktikasidemia), yaitu tingginya asam laktat dalam tubuh, yang dapat menjadi fatal bila tidak segera diobati. Lactic acidosis bisa mulai secara perlahan dan menjadi lebih buruk seiring waktu.

Sebelum terlambat, sebaiknya segera cari pertolongan medis jika Anda memiliki gejala ringan lactic acidosis, seperti:

  • Nyeri otot yang tidak biasa
  • Kaki dan tangan sering mengalami kesemutan atau mati rasa
  • Kaki dan tangan terasa dingin
  • Sulit bernapas
  • Mual diikuti muntah-muntah
  • Jantung berdetak sangat cepat
  • Badan lemas tidak karuan

Anda juga sebaiknya menghentikan pengobatan dan bergegas berobat ke dokter bila mengalami efek samping serius seperti:

  • Tanda-tanda infeksi baru seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan, gejala flu, mudah memar atau pendarahan tidak biasa, kehilangan nafsu makan, sakit mulut.
  • Sakit parah di perut bagian atas yang menyebar ke punggung, mual dan muntah, detak jantung cepat.
  • Mual, perut bagian atas sakit, urin berubah warna menjadi lebih gelap, feses berwarna pucat, kulit atau mata berwarna kekuningan.
  • Tangan tremor, mudah sekali keringatan, sulit tidur (insomnia), perubahan suasana hati yang tidak menentu seperti mudah marah dan cemas. 
  • Diare, kehilangan berat badan tanpa alasan jelas, perubahan siklus menstruasi, kehilangan ketertarikan untuk seks, disfungsi ereksi
  • Bengkak di leher atau tenggorokan (tiroid membesar)
  • Bermasalah dalam berjalan, bernapas, berbicara, menelan, atau menggerakkan mata
  • Pinggang sakit parah, kehilangan kendali buang air besar

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir tentang efek sampingnya, silakan konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Lamivudine?

Sebelum menggunakan obat ini, beberapa hal yang perlu Anda ketahui di antaranya:

Alergi

Beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki alergi. Produk ini mungkin mengandung bahan-bahan aktif yang dapat menyebabkan reaksi alergi parah atau masalah lainnya.

Silakan bertanya langsung ke dokter untuk mengetahui informasi lebih jelasnya.

Riwayat penyakit tertentu

Beri tahu dokter atau apoteker tentang kondisi Anda yang sebenarnya. Hal ini termasuk bila Anda pernah atau sedang memiliki penyakit seperti:

  • Penyakit hati terutama hepatitis B dan hepatitis C
  • Pankreatitis
  • Penyakit ginjal
  • Diabetes melitus

Obat-obatan tertentu

Sebelum menjalani operasi, beri tahu dokter atau dokter gigi tentang semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat resep, obat nonresep, dan produk herbal).

Obat ini sebaiknya tidak digunakan untuk mengobati hepatitis B bila Anda sedang mengonsumsi obat lain yang mengandung emtricitabine.

Tes kesehatan secara berkala

Untuk memastikan bahwa obat ini bekerja secara efektif, Anda mungkin perlu melakukan tes HIV secara berkala. Jika Anda terinfeksi HIV saat Anda menggunakan lamivudine untuk mengobati hepatitis, HIV bisa menjadi resistan terhadap obat antivirus jika tidak segera diobati.

Di sisi lain, bila Anda pernah menderita hepatitis B, virus ini dapat menjadi aktif atau semakin buruk setelah Anda berhenti menggunakan lamivudine. Itu karenany, Anda mungkin perlu sering melakukan tes fungsi hati saat dan setelah menggunakan obat ini.

Silakan konsultasi ke dokter untuk informais lebih lanjut.

Hamil dan menyusui

Beri tahu dokter jika sedang hamil dan pastikan Anda menggunakan obat-obatan dengan benar untuk mengendalikan infeksi HIV. HIV dapat ditularkan ke bayi Anda jika virus tidak dikontrol selama kehamilan.

Anda juga tidak boleh menyusui saat Anda menggunakan lamivudine untuk mengobati hepatitis B. Bahkan jika bayi Anda lahir tanpa HIV, virus dapat ditularkan ke bayi dalam ASI. 

Apakah Lamivudine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat, atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia. 

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A = Tidak berisiko,
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  • C = Mungkin berisiko,
  • D = Ada bukti positif dari risiko,
  • X = Kontraindikasi,
  • N = Tidak diketahui

Lamivudine bisa lewat melalui ASI dan bisa membahayakan bayi. Anda sebaiknya tidak menyusui saat menggunakan obat ini. Wanita dengan HIV atau AIDS juga sebaiknya tidak menyusui bayi. Bahkan jika bayi Anda lahir tanpa HIV. Pasalnya, virus tetap bisa menginfeksi bayi lewat ASI. 

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Lamivudine?

Interaksi dengan obat lain dapat memengaruhi cara kerja obat dan meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya. Artikel ini tidak memuat semua kemungkinan interaksi obat. Catatlah semua produk obat yang Anda gunakan (termasuk obat resep, nonresep, dan herbal) dan perlihatkan kepada dokter serta apoteker Anda. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apapun tanpa seizin dokter.

Beberapa obat-obatan yang dapat berinteraksi dengan obat ini di antaranya:

  • bedaquiline
  • bexarotene
  • black cohosh
  • brentuximab
  • cannabidiol
  • cladribine
  • clofarabine
  • cobicistat
  • daclizumab
  • efavirenz
  • emtricitabine
  • epirubicin
  • idelalisib
  • interferon beta-1a
  • interferon beta-1b
  • leflunomide
  • lomitapide
  • mannitol
  • methotrexate
  • mipomersen
  • naltrexone
  • orlistat
  • peginterferon beta-1a
  • pexidartinib
  • ribavirin
  • sorbitol
  • tafamidis
  • teriflunomide
  • thioguanine
  • trabectedin
  • trimethoprim
  • zalcitabine

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Lamivudine?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Lamivudine?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Diabetes.
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Pankreatitis (peradangan atau pembengkakan pankreas)

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Oktober 29, 2019

Sumber