Tips Makan Sehat Bagi Anda Yang Tidak Suka Sayur dan Buah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sebagai salah satu jenis makanan yang selalu direkomendasikan ahli kesehatan karena manfaatnya bagi tubuh, sayur dan buah juga merupakan makanan yang sering kali tidak terlalu disukai sebagian besar orang. Tidak sedikit anak-anak hingga orang dewasa yang kurang atau bahkan sama sekali tidak mengonsumsi sayur dan buah dengan alasan tidak suka. Jika kemudian Anda berpikir mereka yang tidak suka sayur dan buah bisa mengonsumsi suplemen untuk sepenuhnya mengganti asupan gizi yang berasal dari sayur dan buah, maka hal tersebut bukanlah jalan keluar yang baik.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk tetap mengonsumsi sayur dan buah tanpa merasa tersiksa.

1. Masukkan sayuran dalam menu favorit Anda

Jika Anda ataupun anggota keluarga Anda tidak menyukai sayuran dalam bentuk masakan khusus sayuran (seperti misalnya cah kangkung atau sayur bayam) maka Anda dapat menyiasatinya dengan cara menyertakan sayuran dalam menu makanan Anda dan keluarga. Misalnya, masukkan irisan kol, sawi, dan wortel ke dalam nasi goreng atau mie goreng favorit Anda. Tidak perlu banyak-banyak, mulai dengan sedikit porsi sayuran saja. Jika Anda sudah terbiasa dengan rasanya, Anda boleh menambahkan jumlah sayuran.

Pastikan Anda memasak sayuran dengan benar. Jika Anda hendak mencampur sayuran dalam makanan Anda, jangan sampai sayuran terlalu matang karena selain teksturnya yang menjadi kurang segar, vitamin mineral serta zat gizi penting di dalamnya juga berkurang.

2. Buah juga bisa menjadi bahan pelengkap masakan

Saus asam manis menggunakan nanas atau sambal dengan campuran mangga muda merupakan beberapa jenis masakan yang mengikutsertakan buah dalam bahan dasarnya. Anda bisa menggunakan metode ini untuk membiasakan diri Anda maupun kerabat untuk mengonsumsi buah. Meskipun tidak terlalu banyak jenis buah yang bisa Anda gunakan bersama dengan masakan, tetapi biasanya buah-buahan seperti nanas, mangga, lemon, bahkan alpukat bisa menjadi bahan dasar saus atau sekedar sebagai pelengkap. Meskipun jumlah yang digunakan tidak banyak, tetapi cara ini cukup ampuh untuk memasukkan buah dalam menu makan sehari-hari.

3. Kenali bagaimana cara mengolah sayur yang baik

Tidak semua sayur baik dimakan dalam keadaan matang. Lalapan yang terdiri dari timun, selada, serta daun kemangi misalnya merupakan jenis sayur yang lebih lazim dimakan mentah. Tetapi ada juga jenis sayur yang sebaiknya dimasak terlebih dahulu agar lebih mudah dicerna. Misalnya kangkung, bayam, dan brokoli. Mengetahui teknik-teknik pengolahan sayur dapat membantu Anda menjaga kelengkapan zat gizi sayuran sekaligus menghasilkan jenis masakan yang lezat dan meningkatkan nafsu makan.

Sebagai contoh, teknik memasak brokoli yang baik adalah dengan metode blanching. Ini merupakan metode di mana Anda merebus sayuran dalam air panas kira-kira selama 2 sampai 3 menit kemudian mencelupkan sayuran tersebut ke dalam air dingin. Metode ini akan menjaga tekstur renyah dari brokoli sekaligus memastikan zat gizi pada brokoli tidak hilang banyak karena pengolahan

4. Jadikan sayur dan buah sebagai camilan

Salah satu alasan mengapa Anda, anak Anda, atau anggota keluarga Anda tidak menyukai sayur buah mungkin karena rasanya. Sayur terkadang memiliki rasa pahit atau langu. Buah-buahan juga kalah dengan camilan lain seperti cokelat, cake, dan es krim. Jika Anda sudah mulai memasukkan sayur dan buah dalam menu harian Anda, cobalah menjadikan sayur buah sebagai camilan. Contoh paling mudah adalah mengonsumsi buah sebagai snack dibandingkan eskrim atau cokelat. Buah-buahan seperti pisang, mangga, pepaya, dan jeruk merupakan jenis buah-buahan yang rasanya dominan manis. Pilihah jenis buah-buahan tersebut sebagai camilan Anda sehari-hari. Selain kaya akan zat gizi yang baik bagi tubuh, buah juga mengandung serat sehingga menjadikan Anda tetap kenyang sampai waktunya makan besar lagi.

Selain itu kalori pada buah juga cenderung sedikit dan rendah lemak. Satu bar cokelat dapat mengandung hingga 200 kkal, sementara satu buah pisang berukuran sedang dengan berat 50 gram menyumbang kalori sebesar 50 kkal. Selain buah-buahan, sayuran seperti baby carrot juga dapat dijadikan camilan. Bersihkan baby carrot dan letakkan dalam wadah kedap udara dalam kulkas. Pastikan camilan-camilan sehat ini lebih dulu berada dalam jangkauan Anda dibandingkan camilan lainnya.

5. Buatlah smoothies atau jus

Salah satu cara mudah untuk mengonsumsi sayur dan buah adalah dengan mengubah bentuknya menjadi smoothies atau jus. Kini sudah semakin banyak gerai smoothies dan jus, Anda bisa dengan mudah menemukan produk-produk ini. Tetapi jika Anda ingin mencoba membuat jus sendiri, Anda bisa mencoba mencampur sayur dan buah favorit Anda. Cobalah membuat jus buah terlebih dahulu, baru kemudian dicampur dengan sayur-sayuran. Usahakan tidak menggunakan tambahan gula yang berlebihan.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit