Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kenapa Ada Orang yang Tidak Suka Buah dan Sayur?

Kenapa Ada Orang yang Tidak Suka Buah dan Sayur?

Dari diet untuk menurunkan berat badan hingga pola makan khusus untuk mengatasi suatu penyakit, buah dan sayur menjadi makanan yang tak pernah terlewatkan. Manfaat buah dan sayur memang melimpah, tetapi banyak orang yang tidak suka mengonsumsinya.

Apa sebenarnya penyebab tidak suka makan sayur dan buah dan adakah efek negatif dari kebiasaan ini? Simak jawabannya dalam ulasan berikut.

Apa penyebab orang tidak suka buah dan sayur?

Rasa tidak suka terhadap buah dan sayuran ternyata bukan cuma soal selera.

Sebuah tim peneliti dari University of Kentucky, AS, menduga bahwa ada gen-gen tertentu yang membuat sayuran jadi terasa lebih pahit bagi beberapa orang.

Manusia memiliki dua salinan gen rasa yang disebut TAS2R38. Gen ini berinteraksi dengan protein tertentu pada bintil-bintil lidah sehingga muncul rasa pahit.

Terdapat dua varian dari gen TAS2R38, yaitu AVI dan PAV.

Orang yang mewarisi kedua salinan gen AVI tidak sensitif terhadap rasa pahit dari zat kimia alami sayuran.

Sebaliknya, mereka yang mewarisi satu gen AVI dan satu gen PAV sensitif terhadap zat tersebut sehingga cenderung tidak suka sayur dan buah.

Para peneliti mengamati pola makan 175 orang dalam jangka waktu tiga tahun.

Mereka menemukan bahwa orang-orang yang mempunyai dua salinan gen PAV mengonsumsi sayuran hijau dalam jumlah yang jauh lebih sedikit.

Selain gen, tekstur makanan berperan dalam membuat seseorang jadi tidak suka buah dan sayur.

Tekstur sayuran yang bagi beberapa orang terkesan “aneh” sering kali menimbulkan sugesti bahwa bau dan rasanya pun tidak enak.

Bahaya tidak mengonsumsi buah dan sayur

Konsumsi buah dan sayuran memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

Beberapa manfaat utamanya yaitu menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan pencernaan, serta mengurangi risiko obesitas dan penyakit kardiovaskular.

Oleh karena itu, orang yang jarang mengonsumsi buah dan sayuran lebih rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan.

Anda mungkin mengalami kekurangan vitamin, sembelit akibat kekurangan serat, dan lebih berisiko terkena penyakit kronis.

Menurut sebuah laporan dalam jurnal BMC Public Health, asupan sayur dan buah yang kurang berkaitan dengan penyakit kanker, stroke, dan penyakit jantung.

Bahkan, sekitar 3,9 juta kasus kematian di dunia berkaitan dengan kebiasaan makan ini.

Tips agar Anda suka makan buah dan sayur

makan buah dan sayur setiap hari

Meski rasa tidak suka terhadap buah dan sayur berkaitan dengan faktor genetik, bukan berarti Anda tidak bisa belajar menyukai keduanya.

Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mulai menyukai buah dan sayur.

  • Mulai dari mengonsumsi buah dan sayuran yang Anda suka.
  • Memasak sayuran dengan rempah sehingga rasa pahit sayuran tersamarkan.
  • Mengolah buah dan sayuran menjadi smoothie atau jus, tapi ingat bahwa cara ini akan mengurangi kandungan seratnya.
  • Mengolah sayuran menjadi camilan seperti keripik bayam atau martabak sayur.
  • Memilih sayuran segar yang berwarna-warni.

Cara memenuhi asupan buah dan sayur meski tidak suka

kekurangan vitamin K

Berikut beberapa tips untuk menambah asupan buah dan sayuran Anda setiap hari.

1. Masukkan sayuran ke dalam menu favorit

Jika Anda tidak suka sayuran dalam bentuk cah kangkung atau sayur bayam, cobalah masukkan sayuran ke dalam menu lain, misalnya nasi goreng atau mi goreng.

Namun, pastikan Anda memasak sayuran dengan benar dan jangan terlalu matang.

2. Masukkan buah ke dalam masakan

Cobalah mengolah nanas, mangga, atau lemon menjadi saus asam manis atau sambal favorit Anda.

Meski buah yang digunakan tidak banyak, cara ini dapat membantu Anda membiasakan diri makan buah sekaligus menambah asupan buah setiap hari.

3. Jadikan sayur dan buah sebagai camilan

Anda tidak suka buah dan sayur karena rasanya yang pahit dan berbau mentah?

Tidak masalah. Ada beberapa buah dan sayuran manis yang bisa Anda jadikan camilan pengganti es krim dan minuman manis, misalnya mangga, pisang, jeruk, dan baby carrot.

4. Ketahui cara mengolah sayur yang baik

Mengetahui teknik pengolahan sayur bisa membantu Anda menjaga kelengkapan gizi sayuran sekaligus menghasilkan masakan yang lezat.

Ambil contoh, teknik memasak brokoli yang paling baik ialah dengan metode rebus singkat alias blanching.

5. Buatlah smoothie atau jus

Dengan membuat smoothie atau jus, Anda tidak akan sadar telah mengonsumsi buah dan sayuran dalam jumlah banyak.

Cukup campurkan buah dan sayuran favorit Anda, tapi usahakan untuk tidak menggunakan banyak pemanis tambahan.

Wajar bagi seseorang untuk tidak suka buah dan sayur. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa memakannya sama sekali.

Dengan mengubah pola makan menjadi lebih sehat sedikit demi sedikit, bukan tak mungkin buah dan sayuran menjadi salah satu makanan favorit Anda.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sensitivity to bitter tastes may be why some people eat fewer vegetables. (2021). Retrieved 21 October 2021, from https://newsroom.heart.org/news/sensitivity-to-bitter-tastes-may-be-why-some-people-eat-fewer-vegetables?preview=9180

Don’t Like Vegetables? It May Be Your Genes. (2021). Retrieved 21 October 2021, from https://www.healthline.com/health-news/heres-why-people-dont-like-to-eat-vegetables

Why 5 A Day?. (2018). Retrieved 21 October 2021, from https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/why-5-a-day/

Increasing fruit and vegetable consumption to reduce the risk of noncommunicable diseases. (2021). Retrieved 21 October 2021, from https://www.who.int/elena/titles/fruit_vegetables_ncds/en/

Duthie, S., Duthie, G., Russell, W., Kyle, J., Macdiarmid, J., & Rungapamestry, V. et al. (2017). Effect of increasing fruit and vegetable intake by dietary intervention on nutritional biomarkers and attitudes to dietary change: a randomised trial. European Journal Of Nutrition, 57(5), 1855-1872. doi: 10.1007/s00394-017-1469-0

Okop, K., Ndayi, K., Tsolekile, L., Sanders, D., & Puoane, T. (2019). Low intake of commonly available fruits and vegetables in socio-economically disadvantaged communities of South Africa: influence of affordability and sugary drinks intake. BMC Public Health, 19(1). doi: 10.1186/s12889-019-7254-7

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui Oct 28, 2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan