Permen Karet Memberikan 4 Manfaat Ini bagi Otak

    Permen Karet Memberikan 4 Manfaat Ini bagi Otak

    Untuk sebagian orang, permen karet wajib tersedia di dalam tas. Sensasi mengunyah permen karet memang unik. Tahukah Anda kalau ternyata permen karet yang banyak disukai orang ini bermanfaat bagi otak? Yuk, pelajari lebih jauh soal manfaat permen karet bagi otak berikut ini.

    Apakah permen karet bisa bikin pintar?

    manfaat permen karet untuk otak

    Ada beberapa orang yang mengonsumsi permen karet untuk berat badan turun.

    Selain itu, ada potensi manfaat lain yang bisa Anda dapatkan dari mengunyah permen karet.

    Ada beberapa penelitian yang menemukan potensi manfaat permen karet bagi otak untuk kemampuan kognitif. Berikut manfaatnya.

    1. Meningkatkan performa kerja

    Penelitian terbitan BioMed Research International (2015) mengamati bahwa orang-orang yang mengunyah permen karet saat jam kerja bisa bekerja lebih produktif dan efisien.

    Selain itu, masalah sulit fokus dan kelelahan pun ikut berkurang saat jam kerja hampir berakhir.

    Mengunyah permen karet juga membantu meningkatkan kewaspadaan sehingga pekerjaan lebih mudah dilakukan dengan hambatan yang lebih sedikit.

    Lantas, mengapa manfaat permen karet bagi otak ini muncul?

    Peneliti menduga bahwa gerakan mengunyah membuat otot wajah lebih aktif.

    Hal ini ternyata bisa meningkatkan kemampuan Anda saat memperhatikan pekerjaan. Hal inilah yang membuat Anda lebih fokus.

    Selain itu, gerakan mengunyah melancarkan aliran darah dan glukosa ke otak, tepatnya ke sistem saraf pusat.

    Glukosa merupakan “bahan bakar” bagi otak untuk bekerja dengan optimal. Aliran darah ini nantinya membawa oksigen dan zat gizi sehingga fungsi otak pun meningkat.

    Ringkasan

    Permen karet membantu meningkatkan performa kerja dengan cara meningkatkan fokus dan aliran darah ke otak.

    2. Menjaga kemampuan mengingat

    Apakah permen karet bisa bikin pintar? Ada kemungkinan bahwa mengunyahnya bisa membuat Anda lebih pintar dengan cara mempertajam ingatan Anda.

    Hal ini pun dibahas dalam tinjauan terbitan Japanese Dental Science Review (2018).

    Mengutip tinjauan ini, gerakan mengunyah membantu mengaktifkan bagian otak hipokampus atau bagian otak yang mengatur memori.

    Selain itu, gerakan mengunyah memperlancar aliran darah sehingga meningkatkan kadar oksigen pada bagian hipokampus.

    Alhasil, fungsi hipokampus dalam mengingat akan lebih optimal.

    Meski begitu, peneliti mencatat manfaat permen karet ini bisa diperoleh ketika Anda mengunyah dengan gerakan yang lebih konsisten.

    3. Mengurangi kecemasan

    Siapa sangka bila manfaat permen karet bagi otak bisa membuat mood lebih baik?

    Namun, efeknya mungkin berbeda ketika mendengarkan genre musik untuk memperbaiki mood Anda.

    Studi terbitan Journal of Healthcare Engineering (2022) mencoba memahami bagaimana permen karet bisa mengurangi kecemasan dan stres.

    Para ahli menduga bahwa kandungan menthol dari permen karet rasa mint memberikan sensasi yang menenangkan pada orang yang mengalami stres dan cemas.

    Selain itu, gerakan mengunyah berpotensi bisa mengurangi stres karena mengatur otak bagian bagian depan atau prefrontal korteks.

    Bagian otak ini membantu mengelola dopamin atau senyawa otak yang mengendalikan mood.

    Tak hanya itu, bagian otak ini membantu mengambil keputusan dengan matang.

    Dengan begitu, Anda tidak gegabah mengambil keputusan, yang justru bisa merugikan Anda, saat mengalami stres atau cemas.

    Mengunyah permen karet juga mengurangi aktivitas bagian otak yang berkaitan dengan stres, yaitu hipotalamus-hipofisis-adrenal dan sistem saraf otonom.

    Tidak heran bila permen karet sering dipilih sebagai makanan untuk hilangkan stres.

    4. Menjaga keseimbangan tubuh

    Tidak hanya kecerdasan kognitif dan emosional, manfaat permen karet bagi otak ternyata baik untuk fungsi motorik tubuh.

    Saat Anda melakukan gerakan mengunyah, ada beberapa bagian otak yang menjadi aktif.

    Bagian tersebut antara lain adalah otak kecil (serebelum), batang otak, motor korteks, kaudata, cingulate, dan lain-lain.

    Selain itu, saat makan permen karet, kandungan gula pada permen karet dapat meningkatkan aliran darah menuju ke jaringan otak.

    Efek ini dapat mengaktifkan bagian frontotemporal korteks dan otak kecil. Nah, otak kecil ini berfungsi mengatur koordinasi keseimbangan tubuh.

    Selain itu, mengunyah permen karet merangsang sensor gerak rahang. Sensor ini ternyata juga bisa membantu tubuh bergerak dengan seimbang.

    Oleh karena itu, tubuh pun cenderung lebih stabil selama berdiri tegak di permukaan yang tidak stabil. Penjelasan ini dipaparkan dalam studi terbitan Somatosensory & Motor Research (2014).

    Namun, bila Anda memiliki diabetes, khawatir akan kadar gula pada permen karet, dan ingin menjaga keseimbangan tubuh, ada baiknya untuk tetap memilih olahraga untuk diabetes yang tepat.

    Potensi manfaat permen karet bagi otak tidak hanya membuat Anda pintar.

    Ada beberapa peningkatan fungsi otak yang baik untuk kemampuan fisik dan mengelola suasana hati. Namun, pastikan Anda mengonsumsi permen karet secukupnya.

    Permen karet memang bisa membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut, tapi ingat ada juga risiko bahaya permen karet jika dikonsumsi terlalu banyak dan sering.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Allen, A., & Smith, A. (2015). Chewing Gum: Cognitive Performance, Mood, Well-Being, and Associated Physiology. Biomed Research International, 2015, 1-16. doi: 10.1155/2015/654806

    El-Baba, R., & Schury, M. (2021). Neuroanatomy, Frontal Cortex. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554483/

    Puig, M., Rose, J., Schmidt, R., & Freund, N. (2014). Dopamine modulation of learning and memory in the prefrontal cortex: insights from studies in primates, rodents, and birds. Frontiers in Neural Circuits, 8. doi: 10.3389/fncir.2014.00093

    Dopamine Deficiency: Symptoms, Causes & Treatment. (2022). Retrieved 22 July 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/22588-dopamine-deficiency

    K, J., J, L., MS, W., & WJ, C. (2015). Impulsivity in anxiety disorders. A critical review. Psychiatria Danubina, 27 Suppl 1. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26417814/

    Luo, J., Xia, M., & Zhang, C. (2022). The Effects of Chewing Gum on Reducing Anxiety and Stress: A Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials. Journal of Healthcare Engineering, 2022, 1-9. doi: 10.1155/2022/8606693

    Alghadir, A., Zafar, H., Whitney, S., & Iqbal, Z. (2014). Effect of chewing on postural stability during quiet standing in healthy young males. Somatosensory & Motor Research, 32(2), 72-76. doi: 10.3109/08990220.2014.969837

    Ataxia – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 22 July 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ataxia/symptoms-causes/syc-20355652

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Aug 08
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan