Telinga Sakit Saat Mengunyah? 4 Hal Ini Mungkin Jadi Penyebabnya

    Telinga Sakit Saat Mengunyah? 4 Hal Ini Mungkin Jadi Penyebabnya

    Nyeri telinga bisa datang kapan saja, bahkan saat Anda makan. Telinga sakit saat menelan atau mengunyah merupakan salah satu sinyal yang diberikan tubuh bahwa ada yang tidak beres dari bagian tubuh Anda yang lain. Oleh karena itu, untuk dapat mengatasi ketidaknyamanan ini, Anda perlu mengetahui penyebab pastinya untuk mendapatkan penanganan terbaik.

    Apa saja penyebab telinga sakit saat menelan?

    Telinga sakit saat menelan dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, termasuk sebagai berikut.

    1. Infeksi telinga

    kena infeksi telinga dewasa

    Penyebab paling umum dari telinga sakit saat menelan adalah infeksi telinga yang menyerang bagian telinga tengah (otitis media) atau telinga luar (otitis eksterna).

    Infeksi bakteri atau virus bisa menyebabkan jaringan dalam telinga membengkak dan teriritasi sehingga menimbulkan rasa sakit.

    Dikutip dari Mayo Clinic, selain sakit saat menelan, gejala infeksi telinga umumnya adalah

    • demam tinggi (> 37,7ºC),
    • cairan atau kotoran telinga yang berbau tidak sedap,
    • sulit tidur,
    • sakit kepala, dan
    • telinga terasa penuh; sulit mendengar dengan jelas.

    Infeksi telinga luar dapat dibedakan dengan otitis media dari gejala tampak luarnya. Infeksi yang menyerang telinga luar menyebabkan kulit telinga memerah, bengkak, dan terasa gatal.

    Otitis media tidak menimbulkan gejala-gejala ini.

    Infeksi telinga tengah justru membuat Anda mudah emosian dan tidak nafsu makan.

    Tak hanya saat mengunyah dan menelan, telinga juga terasa makin sakit saat berbaring jika Anda mengalami infeksi otitis media.

    Infeksi telinga biasanya akan membaik sendiri dalam waktu 7-10 hari, dan bisa dipercepat dengan minum obat antinyeri yang dijual bebas.

    Namun, jika kondisi tidak juga membaik, konsultasikan ke dokter untuk mendapat resep obat tetes telinga antibiotik yang tepat.

    2. Pilek dan sinus

    sakit tenggorokan sebelah

    Sinusitis atau pilek yang tidak sembuh-sembuh bisa menyebabkan infeksi telinga, terutama pada anak-anak.

    Ini karena lendir alias ingus dapat mengalir melewati saluran eustachius dan mengisi ruang kosong di ruang telinga tengah yang seharusnya hanya terisi oleh udara.

    Semakin lama pilek atau sinus dibiarkan, semakin banyak lendir yang bisa menggenang di dalam telinga tengah.

    Kondisi telinga tengah yang lembap ideal bagi bakteri dan virus untuk berkembang biak, sehingga menyebabkan infeksi telinga tengah.

    Anak-anak lebih mudah mengalami infeksi telinga akibat pilek karena sistem imun mereka masih lemah.

    Selain itu, panjang saluran eustachius telinga anak lebih pendek dan mendatar dibandingkan dengan orang dewasa. Ini memudahkan virus dan bakteri untuk berjalan menuju telinga tengah.

    Berbagai gejala yang mungkin anak Anda alami dari kondisi ini, yaitu:

    • telinga sakit saat mengunyah,
    • telinga sakit saat menelan,
    • batuk,
    • tenggorokan kering dan gatal,
    • kemerahan di belakang bagian mulut,
    • bau mulut, dan
    • pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

    3. Radang amandel

    sakit setelah operasi amandel

    Radang amandel terjadi ketika amandel (tonsil) terinfeksi oleh bakteri atau virus sehingga membengkak.

    Gejala-gejala yang biasanya ditunjukkan saat amandel meradang antara lain adalah demam dan sakit tenggorokan saat menelan.

    Amandel umumnya diobati dengan antibiotik resep jika disebabkan oleh bakteri atau antiviral jika diakibatkan infeksi virus.

    Jika tidak diobati, radang amandel bisa semakin parah dan menyebabkan komplikasi yang disebut abses peritonsil.

    Abses peritonsil ditandai dengan amandel yang membengkak sangat besar dan bisa bernanah.

    Rasa sakitnya dapat menjalar hingga ke salah satu sisi telinga, yang membuat telingat sakit saat menelan, mengunyah, atau sekadar membuka mulut.

    Selain antibiotik, dokter biasanya akan menyarankan amandel diangkat untuk mengeluarkan nanahnya agar infeksi tidak semakin menyebar.

    4. Glossopharyngeal neuralgia (GPN)

    kenapa flu ditandai dengan sakit menelan

    Glossopharyngeal neuralgia (GN) adalah sindrom nyeri langka yang menyerang saraf glossopharyngeal, saraf kranial kesembilan yang terletak jauh di dalam leher.

    GN menyebabkan rasa sakit yang tajam menusuk di bagian belakang tenggorokan dan lidah, amandel, dan bagian tengah telinga.

    Rasa sakit luar biasa dari GN dapat berlangsung terus-terusan selama beberapa detik hingga beberapa menit, dan dapat kembali beberapa kali dalam satu hari atau setiap beberapa minggu sekali.

    Banyak orang dengan GN yang melaporkan rasa sakit pada telinga biasa muncul saat menelan, minum dingin, bersin, batuk, berbicara, berdeham, dan menyentuh gusi atau bagian dalam mulut.

    GN terkait dengan multiple sclerosis, dan khususnya lebih sering dialami oleh orang tua. Pengobatan yang mungkin disarankan adalah resep obat nyeri neuropatik seperti pregabalin dan gabapentin, atau pembedahan.

    Kapan saya harus ke dokter?

    tes skrining mendeteksi kanker usus besar

    Telinga sakit saat menelan atau mengunyah makanan pasti akan terasa sangat tidak nyaman.

    Anda bisa segera menemui dokter jika merasakan berbagai gejala, seperti:

    • demam tinggi,
    • cairan yang terus keluar dari telinga,
    • gangguan pendengaran,
    • bengkak pada atau di sekitar telinga,
    • sakit telinga yang berlangsung lebih dari lima hari,
    • muntah,
    • sakit tenggorokan yang cukup mengganggu, dan
    • sering mengalami infeksi telinga berulang.

    Selain itu, Anda juga perlu segera memeriksakannya ke dokter jika Anda memiliki berbagai kondisi medis jangka panjang.

    Kondisi medis tersebut seperti diabetes, jantung, paru-paru, ginjal, penyakit saraf, dan penyakit lain yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.

    Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mencari tahu penyebab dari kondisi yang Anda alami agar bisa segera diberikan pengobatan yang tepat.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Tania Savitri

    General Practitioner · Integrated Therapeutic


    Ditulis oleh Widya Citra Andini · Tanggal diperbarui 27/10/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan