Bantu Cegah Penyakit, Ini Peran Vitamin C, D, dan Kalsium di Sistem Imun

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sistem imun atau daya tahan tubuh perlu selalu diperhatikan meski Anda tidak merasa sakit. Pertahanan alami tubuh ini bekerja 24 jam dalam sehari untuk melindungi Anda dari berbagai jenis penyakit. Anda bisa turut menjaga fungsi dari sistem imun dengan bantuan dari vitamin dan mineral.

Vitamin dan mineral yang akan digali lebih dalam kali ini adalah vitamin C dan vitamin D, serta kalsium. Bagaimana fungsi ketiganya dalam menjaga sistem imun tetap bekerja secara optimal sehingga Anda dijauhkan dari penyakit?

Peran nutrisi dalam menjaga fungsi sistem imun

Seiring dengan bertambahnya usia, risiko dan tingkat keparahan dari sebuah serangan infeksi bisa lebih tinggi bergantung pada imunitas seseorang. Beberapa hal dapat mempengaruhi sistem imun, salah satunya adalah nutrisi.

Sistem imun atau daya tahan tubuh dapat tetap bekerja melindungi tubuh apabila didukung dengan asupan berbagai vitamin dan mineral yang mencukupi setiap harinya. Berikut beberapa jenis nutrisi yang perlu Anda perhatikan.

Kalsium

sumber kalsium per hari untuk daya tahan tubuh

Kalsium merupakan mineral yang erat hubungannya dengan kesehatan tulang. Selain itu, kalsium organik bersama vitamin D saling membantu dalam menjaga kepadatan dan mencegah terjadinya gangguan kesehatan pada tulang.

Di sisi lain, kalsium ternyata berperan dalam mendukung produksi sel imun tertentu. Pernyataan ini berdasarkan penelitian tahun 2016 dari New York University School of Medicine. Kalsium juga berperan penting dalam menjaga sistem imun tetap seimbang, meningkatkan dan menurunkan respon imunitas pada waktu yang tepat.

Fungsi sistem imun yang baik akan segera merespon ketika tubuh terpapar virus atau bakteri dan kalsium dapat membantu dalam proses pertahanan ini.

Anda mungkin sudah familiar dengan sumber kalsium terbaik yaitu susu dan produk olahannya. Selain itu Anda bisa mendapat asupan kalsium dari makanan seperti kacang kedelai dan olahannya (tempe dan tahu).

Vitamin C

manfaat vitamin C saat puasa

Vitamin C merupakan mikronutrien esensial untuk manusia. Berdasarkan sebuah jurnal tahun 2017 yang membahas hubungan antara vitamin C dan fungsi imun, vitamin C berkontribusi pada pertahanan tubuh dengan mendukung berbagai fungsi sel baik dari sistem imun bawaan maupun adaptif (sistem imun yang berkembang atau tumbuh ketika Anda sakit).

Vitamin ini juga bersifat sebagai antioksidan yang berperan dalam melawan radikal bebas pemicu penyakit atau infeksi. Contohnya, dengan manfaat tersebut, vitamin C bisa mencegah sekaligus mengatasi gangguan pada saluran pernapasan dengan meningkatkan fungsi sel imun tertentu.

Tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin berjenis water-soluble (larut dalam air) ini sehingga penting untuk mengonsumsi sumber makanan dengan kandungan vitamin C.

Seperti yang sudah sebagian besar orang tahu, vitamin C terkandung dalam buah citrus, seperti jeruk. Namun, Anda juga bisa mendapat asupan vitamin C dengan mengonsumsi makanan seperti yang dikutip dari National Institutes of Health berikut:

  • Sayuran hijau, contohnya bayam dan brokoli
  • Paprika
  • Stroberi
  • Kubis
  • Tomat

Anda juga bisa bantu memenuhi kebutuhan vitamin C harian dengan mengkonsumsi suplemen vitamin, misalnya vitamin C jenis ester. Suplemen vitamin C jenis ester lebih tidak perih di lambung, dibanding jenis suplemen vitamin C lainnya.

Vitamin D

kurang vitamin D pici skizofrenia

Dilansir dari jurnal tahun 2012 yang membahas hubungan antara vitamin D dan sistem imun, fungsi dari vitamin D lebih dulu dikenal karena bekerja bersama kalsium untuk mendukung kesehatan tulang. Selain itu, jurnal ini menyatakan bahwa vitamin D juga berperan penting dalam menjaga sistem imun.

Ditemukan bahwa kekurangan asupan vitamin D berhubungan dengan penyakit autoimun. Penyakit autoimun adalah kondisi ketika sistem imun menyerang sel tubuh yang sehat karena keliru dalam membedakan mana sel sehat dan virus atau bakteri. Contoh dari penyakit autoimun di antaranya:

  • Multiple sclerosis
  • Rheumatoid arthritis (rematik)
  • Diabetes melitus
  • Penyakit radang usus (Inflammatory Bowel Disease)

Mencukupi kebutuhan vitamin D ternyata bisa juga mengurangi risiko munculnya infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia, tuberkulosis, dan bronkiolitis.

Dengan kata lain, asupan vitamin D yang memadai akan berpengaruh pada fungsi sistem imun yang normal sehingga tidak menimbulkan penyakit yang justru melibatkan sistem imun itu sendiri.

Vitamin D diperoleh dari paparan sinar matahari dan makanan seperti ikan salmon, tuna dan sarden. Meski demikian, kandungan vitamin D pada makanan saja terkadang belum bisa memenuhi kebutuhan harian Anda. Apalagi jika Anda juga jarang terpapar sinar matahari. Oleh karena itu, suplemen dengan kandungan vitamin yang satu ini seringkali dianjurkan.

Sistem imun atau daya tahan tubuh akan bisa bekerja dengan normal dan efektif melawan infeksi atau penyakit ketika mendapat dukungan asupan vitamin C, vitamin D, dan kalsium organik yang memadai. Vitamin dan mineral tersebut tidak hanya berdampak positif pada sistem imun tapi sekaligus menjaga kesehatan tulang Anda.

Jika makanan saja dirasa belum cukup, Anda selalu dapat mengonsumsi suplemen kesehatan. Jangan lupa konsultasi dengan dokter tentang cara memenuhi kebutuhan nutrisi harian demi sistem imun yang kuat dan optimal.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Manfaat Daun Selada yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Daun selada sudah sering kali menemani santapan Anda. Namun, sudah tahu belum apa saja manfaat daun selada buat kesehatan? Ini dia jawabannya!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 30 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Benarkah Suntik Putih Ampuh dan Aman untuk Mencerahkan Kulit?

Selain krim dan losion pemutih, ada satu tren dunia kecantikan yang diklaim bisa mencegah keriput dan memutihkan kulit dengan instan: suntik putih.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 17 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Calcium

Kalkulator BMI Benarkah berat badan Anda sudah ideal? Ayo Cari Tahu! Your browser does not support iframes. ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 12 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda radang tenggorokan

Alasan Mengapa Radang Tenggorokan Itu Tanda Sistem Imun yang Lemah

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
agranulositosis adalah

Mengulik Agranulositosis, Defisiensi Sel Darah Putih yang Bisa Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
vitamin untuk otak

Daftar Nutrisi dan Vitamin yang Bisa Bantu Menjaga Kesehatan Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
minum vitamin pagi atau malam

Lebih Baik Minum Vitamin Pagi Hari atau Malam Hari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit