home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Suplemen Zinc Bisa Membantu Mengatasi Diare Pada Anak

Suplemen Zinc Bisa Membantu Mengatasi Diare Pada Anak

Diare merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada banyak anak, terutama di negara berkembang. Walaupun dirasa sepele, namun diare pada anak yang berkepanjangan dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya. Oleh karena itu diare pada anak tidak boleh dibiarkan. Nah, orangtua dapat memberikan suplemen untuk anak yang diare untuk mempercepat penyembuhannya. Bagaimana bisa?

Manfaat suplemen zinc untuk anak yang diare

Dikutip dari laman WHO, suplemen zinc merupakan salah satu cara untuk meringankan gejala diare pada anak sekaligus mempercepat kesembuhannya. Tak hanya itu. Suplementasi zinc juga dapat mencegah anak kena diare lagi untuk dua sampai tiga bulan ke depan.

Hal ini karena zinc penting untuk membantu proses sintesis protein, pertumbuhan sel, meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga metabolisme tubuh, serta menjaga keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh. Kekurangan zat gizi zinc dalam tubuh dapat dihubungkan dengan peningkatan risiko infeksi saluran cerna dan penurunan fungsi kekebalan tubuh.

WHO dan UNICEF merekomendasikan agar anak balita yang menderita diare akut diberikan suplemen zinc sebanyak 20 mg (1 tablet) selama 10-14 hari. Sedangkan anak usia di bawah enam bulan cukup diberikan 10 mg (½ tablet) per hari.

Orangtua bisa melarutkan tablet suplemen zinc dengan air matang atau ASI, kemudian berikan ke anak untuk diminum

Dari mana lagi anak bisa mendapatkan zinc?

Zinc adalah nutrisi yang tidak dihasilkan sendiri oleh tubuh. Maka, anak harus mendapatkan nutrisi zinc dari sumber luar. Bisa dari makanan yang mengandung zinc maupun dari suplemen zinc.

Saat anak terkena diare akut, tubuhnya membutuhkan nutrisi zinc tambahan yang bisa didapat dari suplemen zinc untuk mempercepat penyembuhannya.

Sementara saat anak sehat, kebutuhan zinc anak tidak terlalu tinggi. Maka anak bisa memenuhi kebutuhan zinc-nya hanya dari makanan, dan tidak perlu mengonsumsi suplemen zinc.

Kelebihan asupan zinc dari suplemen justru dikhawatirkan dapat mengganggu penyerapan nutrisi lain, seperti zat besi dan kalsium. Hal ini kemudian dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.

Beberapa makanan yang mengandung mineral zinc adalah daging, ayam, tiram, kepiting, lobster, kacang mede, kacang almond, kacang merah, oatmeal, susu, keju, serta sereal yang diperkaya zinc.

Selain zinc, anak juga perlu oralit saat diare

Di samping pemberian suplemen zinc, pemberian oralit dapat ikut membantu penyembuhan diare anak. Bila anak mulai diare, oralit merupakan salah satu larutan yang harus segera diberikan.

Oralit berguna untuk menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang saat diare. Ini membuat risiko anak mengalami dehidrasi saat diare bisa dihindari.

Pemberian oralit dilengkapi dengan suplemen zinc saat anak diare merupakan “resep” yang cukup ampuh untuk menghentikan diare anak sebelum terlambat.

Namun, jika diare anak bertambah parah atau tidak kunjung sembuh (bahkan sampai terjadi dehidrasi), sebaiknya segera bawa anak ke dokter agar mendapat penanganan lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

WHO. (2011). WHO | Zinc supplementation in the management of diarrhoea. [online] Available at: http://www.who.int/elena/titles/bbc/zinc_diarrhoea/en/ [Accessed 3 Dec. 2017].

National Institutes of Health. (2016). Office of Dietary Supplements – Zinc. [online] Available at: https://ods.od.nih.gov/factsheets/Zinc-HealthProfessional/ [Accessed 3 Dec. 2017].

Thawani, V. and Bajait, C. (2011). Role of zinc in pediatric diarrhea. Indian Journal of Pharmacology, 43(3): 232-235. [online] Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3113371/ [Accessed 3 Dec. 2017].

Fikawati, S., et al. (2017). Gizi Anak dan Remaja. Depok: Rajawali Pers.

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala, S.Gz pada 29/12/2017
Ditinjau oleh Arinda Veratamala, S.Gz
x