backup og meta

7 Manfaat Menarik Wasabi untuk Kesehatan Tubuh

7 Manfaat Menarik Wasabi untuk Kesehatan Tubuh

Shoyu alias kecap asin biasanya menjadi pelengkap utama saat Anda makan sushi dan sashimi. Di sisi lain, ada pula yang gemar menambahkan cita rasa dalam sushi mereka dengan tambahan acar jahe dan wasabi.

Kandungan gizi wasabi

Sumber: Steamy Kitchen

Wasabi adalah pelengkap berbentuk pasta warna hijau yang khas. Wasabi berasal dari tanaman herbal yang masih satu keluarga dengan kubis atau kol. Bernama latin Eutrema japonica atau Wasabia japonica, wasabi diperoleh dari batang tanamannya.

Batang tanaman ini diparut dan diolah lebih lanjut sehingga menghasilkan pelengkap makanan dengan tekstur menyerupai pasta. Beberapa produsen juga kerap memakai bagian akar dan tangkai daun wasabi karena rasanya cukup kuat.

Selain memperkaya cita rasa hidangan, bahan ini juga memiliki kandungan gizi yang tidak sedikit. Satu sendok teh pasta wasabi dapat memberikan tubuh Anda energi dan zat gizi dengan jumlah sebagai berikut.

  • Energi: 15 kkal
  • Lemak: 1 gram
  • Karbohidrat: 2 gram
  • Gula: 2 gram

Wasabi juga mengandung berbagai vitamin dan mineral yang membantu melengkapi kebutuhan harian tubuh Anda, di antaranya:

Tanaman dengan julukan “lobak Jepang” ini juga kaya akan betakaroten, glukosinolat, dan isotiosianat. Isotiosianat inilah yang memberikan rasa pedas pada wasabi. Itulah mengapa ketika Anda makan wasabi, tanpa sadar hidung Anda menjadi ingusan.

Apa saja manfaat wasabi bagi kesehatan?

Sumber: Betty-Crocker

Meskipun sering dicap tidak enak karena rasa dan baunya yang pedas menyengat, ternyata wasabi punya berbagai manfaat baik bagi tubuh. Di bawah ini beragam manfaat yang penting untuk diketahui.

1. Menurunkan risiko kanker

Isotiosianat yang memberikan rasa pedas pada wasabi merupakan zat fitokimia dengan sifat mencegah kanker yang kuat. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention.

Hasil penelitian tersebut menemukan bahwa isotiosianat dapat membantu menurunkan risiko pertumbuhan sel-sel kanker paru dan kanker kerongkongan. Senyawa ini juga memiliki potensi dalam mencegah kanker lainnya, termasuk pencernaan.

Para ahli menemukan bahwa isotiosianat pada wasabi mampu membunuh sel kanker tanpa merusak bagian yang sehat di sekitar sel berbahaya tersebut. Efek ini bahkan sudah bekerja ketika ukuran sel-sel kanker tersebut masih terbilang sangat kecil.

2. Menjaga kesehatan jantung

Selain dengan olahraga dan menghindari makanan berlemak, makan olahan Wasabia japonica ini juga dapat membantu Anda menjaga kesehatan jantung. Ini karena wasabi memiliki zat yang bersifat antihypercholesterolemic

Zat dengan sifat tersebut bisa menurunkan kadar kolesterol yang tinggi di dalam tubuh. Alhasil, pelengkap makanan ini secara tidak langsung akan membantu menurunkan risiko gangguan kardiovaskular, stroke, serta serangan jantung.

3. Meredakan nyeri akibat peradangan

Para peneliti dari University of California di Amerika Serikat menemukan bahwa wasabi mampu meredakan nyeri akibat peradangan atau pembengkakan sendi. Ini karena isotiosianat dapat berikatan langsung dengan transient receptor potential (TRP).

TRP merupakan bagian otak yang mengenali beragam sensasi, termasuk rasa sakit. Di dalam otak, senyawa isotiosianat bekerja dengan menghentikan aliran sinyal rasa sakit tersebut. Itu sebabnya rasa sakit dapat menghilang secara berangsur-angsur.

4. Mencegah infeksi

Manfaat lain yang tidak kalah menarik yakni mampu memerangi infeksi bakteri di dalam tubuh. Menurut sebuah studi terbitan jurnal Frontiers in Microbiology, tanaman ini efektif melawan bakteri Escherichia coli O157:H7 dan Staphylococcus Aureus.

E. coli merupakan bakteri pada usus manusia yang bisa menyebabkan diare ringan bila jumlahnya tidak terkendali. Sementara itu, bakteri S. aureus dapat menyebabkan infeksi usus serius akibat konsumsi makanan yang terkontaminasi.

Menariknya, wasabi memiliki senyawa khusus yang mampu menghambat pertumbuhan kedua bakteri tersebut sekaligus menetralisasi racun yang mereka hasilkan. Pelengkap makanan ini juga mampu membunuh bakteri pada makanan.

5. Meringankan gejala masalah pernapasan

Bagi penderita gangguan pernapasan seperti penyakit asma, aroma wasabi yang kuat rupanya dapat membantu meredakan gejala. Pasalnya, bahan ini mengandung komponen gas yang memberikan reaksi kuat terhadap saluran pernapasan dan sinus.

Beberapa orang mungkin akan merasa agak pusing dan tidak nyaman saat menghirup aroma wasabi. Namun, begitu Anda sudah terbiasa, aromanya justru memberikan khasiat yang baik untuk sistem pernapasan Anda.

6. Mencegah infeksi pada sistem pencernaan

Efek anti-bakteri wasabi juga efektif untuk melawan pertumbuhan bakteri dalam lambung dan usus. Sebuah penelitian di Jepang pada 2017 menunjukkan bahwa bahan ini mampu menangkal infeksi Helicobacter pylori.

H. pylori merupakan bakteri yang menyebabkan gastritis (radang lambung) dan tukak lambung. Pada penelitian dalam lingkup laboratorium tersebut, pemakaian ekstrak daun Wasabia japonica terbukti mengatasi tukak lambung akibat infeksi bakteri ini.

Selain itu, efek antibakteri pada wasabi juga bermanfaat untuk mencegah keracunan makanan akibat makan ikan yang biasanya hadir dalam bentuk sushi dan sashimi. Jadi, jangan lupa tambahkan bahan ini saat Anda mengonsumsi kedua makanan tersebut.

7. Membantu mencegah obesitas

Sebuah penelitian dalam Nutrition Research and Practice, mendapatkan hasil bahwa wasabi mampu menurunkan risiko obesitas. Hasil tersebut diperoleh melalui percobaan yang dilakukan pada hewan coba yang sering diberi makan makanan tinggi lemak.

Setelah rutin memberikan makanan tinggi lemak, peneliti memberikan penetral berupa campuran air panas dan ekstrak wasabi. Hasil akhir penelitian menunjukkan penurunan risiko obesitas pada hewan yang mendapatkan campuran tersebut.

Wasabi ternyata bukanlah sekadar penambah rasa pada sushi dan sashimi. Produk ini juga mengandung zat gizi dan zat fitokimia yang bermanfaat bagi tubuh. Khasiatnya pun beragam, dari mencegah infeksi hingga berpotensi menurunkan risiko kanker.

[embed-health-tool-bmi]

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

6 Promising Health Benefits of Wasabi. (2019). Retrieved 19 April 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/wasabi-benefits

Sushi: Healthy or Unhealthy?. (2019). Retrieved 19 April 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/is-sushi-healthy#section3

Wasabi. (n.d.). Retrieved 19 April 2021, from https://www.nutritionvalue.org/Wasabi_nutritional_value.html

Masuda, S., Masuda, H., Shimamura, Y., Sugiyama, C., & Takabayashi, F. (2017). Improvement Effects of Wasabi (Wasabiajaponica) Leaves and Allyl Isothiocyanate on Stomach Lesions of Mongolian Gerbils Infected with Helicobacter pylori. Natural product communications, 12(4), 595–598.

Lam, T., Gallicchio, L., Lindsley, K., Shiels, M., Hammond, E., Tao, X, et al. (2009). Cruciferous Vegetable Consumption and Lung Cancer Risk: A Systematic Review. Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention, 18(1), 184-195. https://doi.org/10.1158/1055-9965.epi-08-0710

Lu, Z., Dockery, C. R., Crosby, M., Chavarria, K., Patterson, B., Giedd, M, et al.. (2016). Antibacterial Activities of Wasabi against Escherichia coli O157:H7 and Staphylococcus aureus. Frontiers in microbiology, 7, 1403. https://doi.org/10.3389/fmicb.2016.01403

Yamasaki, M., Ogawa, T., Wang, L., Katsube, T., Yamasaki, Y., Sun, X., & Shiwaku, K. (2013). Anti-obesity effects of hot water extract from Wasabi (Wasabia japonica Matsum.) leaves in mice fed high-fat diets. Nutrition research and practice, 7(4), 267–272. https://doi.org/10.4162/nrp.2013.7.4.267

Versi Terbaru

07/09/2023

Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri

Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri

Diperbarui oleh: Ilham Aulia Fahmy


Artikel Terkait

7 Cara Memasak Ikan Salmon agar Gizinya Terjaga

Obat Medis dan Alami untuk Mengatasi Keracunan Makanan


Ditinjau secara medis oleh

dr. Tania Savitri

General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri · Tanggal diperbarui 07/09/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan