home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Deretan Makanan yang Berpotensi Mencegah Penyakit Kanker

Deretan Makanan yang Berpotensi Mencegah Penyakit Kanker

Sel-sel abnormal karena mutasi DNA menjadi penyebab dari penyakit kanker. Kabar baiknya, Anda bisa mencegah penyakit ini dengan menjaga sel-sel tubuh tetap sehat dan berfungsi dengan baik lewat pilihan makanan yang tepat. Lantas, apa saja makanan pencegah penyakit kanker? Mari lihat daftar makanan anti kanker berikut ini.

Daftar makanan pencegah penyakit kanker

Mencegah penyakit kanker bisa Anda lakukan dengan mengurangi faktor yang meningkatkan risikonya. Mulai dari melakukan skrining kesehatan, berhenti merokok, hingga menjaga pola makanan.

Pilihan makanan sangat berkaitan erat dengan kesehatan tubuh, juga memengaruhi tinggi rendahnya risiko kanker. Pasalnya, makanan tertentu mungkin terkontaminasi dengan zat-zat karsinogenik sehingga memicu sel-sel tubuh jadi abnormal.

Jika ingin mencegah kanker lewat pilihan makanan, Anda bisa menambahkan makanan berikut untuk menu harian.

1. Nanas

manfaat teh hijau untuk rambut

Nanas atau dikenal dengan nama latin Ananas comosus menurut Data Komposisi Pangan Indonesia, kaya akan serat, kalium, kalsium, fosfor, natrium, dan dilengkapi dengan vitamin A,B, dan C.

Semua nutrisi tersebut dibutuhkan tubuh untuk melawan peradangan, menjaga kestabilan tekanan darah, menyehatkan sistem pencernaan, dan memperkuat sistem imun. Tidak hanya itu, buah ini juga diduga kuat menjadi makanan yang berkhasiat sebagai anti kanker.

Studi berbasis yang diterbitkan pada jurnal Oncology Target Therapy mengamati senyawa bromelain dalam nanas pada sel kanker dan hasilnya menunjukkan:

  • Menghambat pertumbuhan sel kanker

Makanan ini menjadi pencegah kanker dengan menghambat proliferasi sel kanker, yakni fase sel mengalami pengulangan siklus sehingga mencegah sel memperbanyak dirinya.

  • Melemahkan sel kanker

Bromelain dapat mengganggu kelangsungan hidup sel kanker dengan melemahkan MUC1, yakni protein yang melindungi permukaan sel dari patogen (bibit penyakit) mencapai ke sel. Jumlah MUC1 yang terlalu banyak, dikaitkan dengan kanker payudara, kanker ovarium, dan kanker pankreas.

  • Memicu sel untuk mati (apoptosis)

Sel rusak harus mati dan tergantikan sel baru yang sehat. Sel abnormal tidak mau mati sehingga menumpuk membentuk tumor kanker. Itulah sebabnya, sel harus mati ketika sudah tidak dibutuhkan.

2. Teh hijau

Makanan pencegah kanker selanjutnya adalah teh hijau. Walaupun umumnya disajikan sebagai minuman, ekstrak teh hijau bisa ditambahkan atau dibuat menjadi makanan.

Menurut Cancer Research UK, studi laboratorium menunjukkan ekstrak teh hijau dapat menghentikan pertumbuhan sel. Teh hijau mengandung polifenol, salah satunya katekin yang memiliki sifat antioksidan, yakni penangkal radikal bebas yang merusak sel.

Dalam katekin terdapat epigallocatechin-3-gallate (EGCG) yang memiliki potensi sebagai zat anti kanker yang dapat mengurangi risiko kanker mulut, kanker paru-paru, kanker kandung kemih, dan kanker esofagus.

3. Sayuran cruciferous

Sayuran cruciferous merupakan famili sayuran yang terdiri dari brokoli, bok choy, kubis, kembang kol, dan kale. Jenis sayuran ini mengandung karoten (beta-karoten, lutein, zeaxanthin), vitamin C, E, dan K, folat, serat serat.

Mengonsumsi jenis sayuran ini bisa menjadi pencegah penyakit kanker. Alasannya, saat dikunyah dan dicerna, sayuran ini akan membentuk senyawa aktif, seperti indole dan sulforaphane. Keduanya diamati efeknya pada beberapa organ tikus dan menunjukkan potensi sebagai zat anti kanker, tepatnya:

  • Melindungi DNA dalam sel mengalami kerusakan, merangsang apoptosis, menonaktifkan senyawa karsinogen, dan menghambat penyebaran sel tumor (metastasis kanker).
  • Memiliki sifat antivirus, antiradang, dan antibakteri yang dapat meningkatkan sistem imun.

Berdasarkan hasil pengamatan ilmuwan, makanan ini bisa menjadi pencegah kanker prostat, kanker paru, dan kanker kolorektal.

4. Bawang putih

Selain menyedapkan makanan, bawang putih ternyata bisa jadi andalan pencegah kanker. American Institute for Cancer Research menyebutkan berbagai potensi bawang putih sebagai anti kanker.

Lebih jelasnya, bawang putih mengandung phytochemical, seperti inulin, saponin, allicin, dan flavonoid yang memiliki sifat anti kanker. Kesemua senyawa tersebut dikaitkan dengan menurunnya risiko kanker kolorektal karena membantu memperbaiki DNA, mengurangi peradangan, dan memperlambat pertumbuhan sel kanker.

5. Tomat

Tomat adalah jenis buah-buahan yang umumnya dimasak bersamaan dengan sayur-mayur. Namun, tak jarang jika buah ini juga dimakan langsung atau dibuat jus.

Tomat mengandung kaya nutrisi, sebut saja vitamin A, vitamin C, vitamin K, kromium, dan kalium. Kesemua vitamin ini memberikan manfaat bagi tubuh, mulai dari menjaga kesehatan kulit, mengendalikan gula darah, meningkatkan kualitas mata, dan mencegah penyakit kanker.

Ternyata ada satu lagi manfaat mengejutkan dari buah ini, yakni menjadi makanan pencegah kanker karena punya senyawa anti kanker.

Studi pada jurnal Scientific reports menemukan potensi kanker dalam menghambat perkembangan kanker prostat. Senyawa aktif pada tomat, yakni likopen dapat menekan fase sel tumor prostat pada manusia (LNCap) dalam memperbanyak dirinya.

6. Kacang kedelai

Kacang kedelai merupakan makanan yang cukup kontroversial karena keterkaitannya sebagai pencegah sekaligus penyebab penyakit kanker. Ini karena kandungan senyawa isoflavon dalam kacang kedelai. Penelitian berbasis tikus mengungkapkan bahwa isoflavon yang juga phytoestrogen (estrogen tanaman) bisa meningkatkan kadar hormon estrogen yang cukup tinggi sehingga menyebabkan penyakit kanker payudara.

Setelah dikaji ulang, tidak ada peningkatan risiko kanker. Malah, studi terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kedelai dalam jumlah sedang dapat meningkatkan kualitas hidup orang yang mengonsumsinya, termasuk pasien kanker.

Studi juga menjelaskan bahwa proses mekanisme isoflavon antara manusia dengan tikus itu berbeda. Kemudian, besarnya asupan isoflavon untuk tikus juga sebesar asupannya bagi manusia. Jadi, sekalipun kacang mengandung isoflavon, itu tidak dapat membuat kadarnya jadi naik drastis pada manusia.

Meskipun begitu, Katherine Zeratsky, R.D., L.D, seorang ahli nutrisi dari Mayo Clinic, menyebutkan bahwa konsumsi isoflavon yang tinggi berasal dari suplemen. Ada kemungkinan jika risiko kanker meningkat pada wanita dengan riwayat pribadi atau keluarga dengan kanker payudara atau masalah tiroid, karena penggunaan suplemen dengan konsumsi kedelai dalam jumlah banyak.

7. Jamur shitake dan enoki

Makanan pencegah kanker terakhir adalah jamur. Namun, tidak semua jenis jamur bisa Anda nikmati. Ada dua jenis jamur yang cukup populer dengan manfaat kesehatannya, yakni jamur shiitake dan jamur enoki.

Jamur shiitake mengandung letinan, yakni serat beta-glukan. Beta glukan adalah senyawa gula kompleks yang diketahui punya potensi untuk merangsang sistem imun dan mengaktifkan sel-sel dan protein tertentu dalam tubuh untuk melawan sel kanker.

Ekstrak jamur shiitake yang diberikan bersamaan dengan pengobatan kanker, yaitu kemoterapi menunjukkan efek positif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien kanker paru.

Kemudian, riset juga menunjukkan aktivitas antioksidan yang tinggi pada jamur enoki. Antioksidan bisa melindungi tubuh dari peradangan maupun kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas.

Tips sehat menikmati makanan pencegah kanker

pola hidup pasien kanker payudara

Meskipun penelitian sudah menemukan potensi anti kanker pada makanan tersebut, masih butuh penelitian lebih lanjut untuk benar-benar membuktikan efektivitasnya. Pasalnya, beberapa penelitian masih berbasis hewan sehingga belum tentu memberikan efek yang sama persis pada manusia.

Guna mendapatkan manfaatnya, Anda perlu memerhatikan seberapa banyak makanan dikonsumsi, pertimbangan waktu, dan cara penyajian. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menikmati makanan anti kanker yang tepat.

  • Anda tidak boleh mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak sekaligus, karena ini bisa menimbulkan gangguan pencernaan, seperti perut mulas dan kembung.
  • Sebaiknya semua makanan dikonsumsi dalam kondisi yang segar karena nutrisinya jauh lebih lengkap.
  • Cuci dahulu hingga bersih sayuran, buah, maupun rempah tersebut sebelum disajikan, terutama jamur agar bebas bakteri listeria maupun pestisida.
  • Jika Anda cukup sensitif dengan kafein, pastikan untuk tidak minum teh menjelang tidur karena mungkin saja membuat Anda susah tidur.

Memilih sayur atau buah anti kanker tidak menjadi satu-satunya cara mencegah penyakit kanker. Anda juga harus menerapkan perilaku sehat lainnya yang dapat menurunkan risiko kanker. Terutama, jika Anda berisiko tinggi terkena kanker di kemudian hari, konsultasi dokter spesialis kanker (onkologi) dibutuhkan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Farid Hossain, M. (2015). Nutritional Value and Medicinal Benefits of PineappleInternational Journal of Nutrition and Food Sciences, 4(1), p.84. [Accessed on July 10th, 2020]

Collins, K. (2020, March 4). Soy and cancer: Myths and misconceptions. American Institute for Cancer Research. https://www.aicr.org/resources/blog/soy-and-cancer-myths-and-misconceptions/ [Accessed on July 10th, 2020]

Cancer – Symptoms and causes. (2018, December 12). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/symptoms-causes/syc-20370588 [Accessed on July 10th, 2020]

Xu, X., Li, J., Wang, X., Wang, S., Meng, S., Zhu, Y., Liang, Z., Zheng, X., & Xie, L. (2016). Tomato consumption and prostate cancer risk: a systematic review and meta-analysis. Scientific reports6, 37091. https://doi.org/10.1038/srep37091 [Accessed on July 10th, 2020]

Does soy really affect breast cancer risk? (2020, April 8). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/soy-breast-cancer-risk/faq-20120377 [Accessed on July 10th, 2020]

Tomatoes provide many health benefits. (2018, July 17). MSU Extension. https://www.canr.msu.edu/news/tomatoes_provide_many_health_benefits [Accessed on July 10th, 2020]

Green tea | Complementary and alternative therapy | Cancer research UK. Cancer Research UK. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cancer-in-general/treatment/complementary-alternative-therapies/individual-therapies/green-tea [Accessed on July 10th, 2020]

Tomato-rich diet ‘reduces prostate cancer risk’. (2018, October 3). nhs.uk. https://www.nhs.uk/news/cancer/tomato-rich-diet-reduces-prostate-cancer-risk/ [Accessed on July 10th, 2020]

AICR. (2020, February 26). 4 reasons eating garlic is good for cancer prevention. American Institute for Cancer Research. https://www.aicr.org/news/4-reasons-eating-garlic-is-good-for-cancer-prevention/ [Accessed on July 10th, 2020]

Tang, C., Hoo, P. C., Tan, L. T., Pusparajah, P., Khan, T. M., Lee, L. H., Goh, B. H., & Chan, K. G. (2016). Golden Needle Mushroom: A Culinary Medicine with Evidenced-Based Biological Activities and Health Promoting Properties. Frontiers in pharmacology7, 474. https://doi.org/10.3389/fphar.2016.00474 [Accessed on July 10th, 2020]

Cruciferous vegetables and cancer prevention. National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/diet/cruciferous-vegetables-fact-sheet [Accessed on July 10th, 2020]

Kemenkes RI. Data Komposisi Pangan Indonesia (keyword: nanas segar). [Accessed on July 10th, 2020]

Amini A, Ehteda A, Masoumi Moghaddam S, Akhter J, Pillai K, Morris DL. Cytotoxic effects of bromelain in human gastrointestinal carcinoma cell lines (MKN45, KATO-III, HT29-5F12, and HT29-5M21)Onco Targets Ther. 2013;6:403–409. Published 2013 Apr 16. doi:10.2147/OTT.S43072. [Accessed on July 10th, 2020]

Chang, T., Wei, P., Makondi, P., Chen, W., Huang, C. and Chang, Y. (2019). Bromelain inhibits the ability of colorectal cancer cells to proliferate via activation of ROS production and autophagyPLOS ONE, 14(1), p.e0210274. [Accessed on July 10th, 2020]

Canadian Cancer Society. How cancer starts, grows and spreads. [Accessed on July 10th, 2020]

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 28/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x