home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bukan Sembarang Petai, Ini 5 Khasiat Kesehatan Petai Cina

Bukan Sembarang Petai, Ini 5 Khasiat Kesehatan Petai Cina

Petai cina adalah tumbuhan tropis yang daun dan bijinya sering diolah sebagai bahan makanan oleh masyarakat Indonesia. Beberapa orang mengenalnya sebagai pete selong, lamtoro, atau kaladingan. Meskipun bentuk buahnya seperti petai, lamtoro berbeda dengan petai biasa. Banyak yang tidak mengetahui bahwa petai cina memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, termasuk untuk mengatasi penyakit.

Mari telusuri artikel ini lebih lanjut untuk tahu manfaat dan kandungan gizi petai cina.

Kandungan nutrisi dalam petai cina (lamtoro)

Sebagai bahan makanan, buah lamtoro yang berbentuk biji-bijian umumnya diolah menjadi tempe.

Daun petai cina sendiri sering di tambahkan sebagai penyedap di dalam sayuran.

Nah, manfaat yang dimiliki oleh petai cina berasal dari nutrisi yang terkandung pada buah dan daunnya.

Keduanya memiliki khasiat yang berbeda karena tersusun dari komposisi nutrisi yang berbeda pula.

Berdasarkan informasi gizi yang tertera pada Panganku.org, dalam 100 gram (g) petai cina (lamtoro) memiliki nutrisi untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi tubuh, sebagai berikut:

  • Protein: 5,7 g
  • Lemak: 0,3 g
  • Karbohidrat: 15,4 g
  • Kalsium: 180 miligram (mg)
  • Fosfor: 53 mg
  • Zat besi: 2,7 mg
  • Vitamin C: 15 mg
  • Energi: 85 kalori (Kal)

Kandungan lain yang terdapat dalam buah petai cina adalah mimosin, leukanin, dan leukanol.

Sementara komposisi nutrisi untuk 100 gram daun petai cina terdiri atas:

  • Protein: 8,3 g
  • Karbohidrat: 14,4 g
  • Lemak: 1,8 g
  • Kalsium: 725 mg
  • Serat: 3,3 g
  • Fosfor: 174 mg
  • Zat besi: 3,9 mg
  • Vitamin C: 32 mg
  • Energi: 87 Kal

Selain protein, lemak, serat, karbohidrat, vitamin C, hingga mineral seperti fosfor, daun lamtoro juga mengandung vitamin lain seperti vitamin A dan vitamin B1.

Bukan hanya itu, kandungan flavonoid dan saponin yang ada di dalam daun petai cina berperan penting dalam proses penyembuhan luka terbuka.

Berbagai manfaat petai cina untuk kesehatan

Berdasarkan kandungan nutrisi tersebut, tak heran jika lamtoro atau peta cina memiliki khasiat kesehatan yang beragam.

Berikut ini adalah beberapa manfaat daun dan buah petai cina yang bisa Anda peroleh:

1. Mengatasi infeksi di saluran pencernaan

komplikasi lupus

Khasiat petai cina yang paling melimpah terdapat pada daunnya. Salah satunya adalah sifat antibakteri dari kandungan alkaloid, flavonoid, dan tanin yang terdapat dalam daun lamtoro.

Daun petai cina berpotensi mengatasi infeksi bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang sering menyebabkan infeksi pencernaan, seperti diare, mual, dan nyeri perut.

Kandungan alkaloid, flavonoid, dan tanin dapat menghambat repiklasi dari kedua bakteri ini sehingga bakteri tidak dapat bertahan lebih lama di dalam saluran pencernaan.

Namun, untuk memperoleh manfaat atau khasiat petai cina ini Anda tidak bisa mengonsumsi daunnya secara langsung.

Khasiat tersebut diperoleh melalui proses pelunakan jaringan daun petai cina dengan penguapan etanol 70 persen.

2. Mempercepat penyembuhan luka

ciri-ciri luka infeksi

Daun lamtoro juga sering dipakai sebagai obat tradisional perawatan luka untuk mengatasi peradangan, luka terbuka, dan bengkak.

Senyawa saponin yang terkandung pada daun petai cina membantu mempercepat proses penyembuhan luka terbuka dan di dalam tubuh.

Saponin adalah salah satu senyawa yang memicu pembentukan kolagen yaitu protein yang berperan penting dalam penyembuhan dan pembersihan luka.

Sama dengan poin sebelumnya, manfaat daun lamtoro dalam perawatan luka hanya bisa diperoleh ketika Anda menggunakan ekstrak daunnya.

3. Mengatasi penyakit kulit

terapi untuk psoriasis arthritis

Petai cina memiliki manfaat untuk membantu mengurangi peradangan di kulit akibat penyakit psoriasis.

Saat gejala psoriasis kambuh, Anda bisa mengalami rasa gatal, perih, kulit bersisik, kemerahan dan bengkak di kulit.

Kandungan saponin dalam petai cina dapat menghasilkan kolagen yang dapat membantu mengurangi bengkak dan peradangan yang diakibatkan oleh psoriasis ini.

Dengan begitu, gejala jadi lebih cepat sembuh.

Untuk mendapatkan khasiat ini, Anda bisa menumbuk daun lamtoro sampai halus dan menempelkannya pada kulit yang mengalami gejala.

Biarkan selama beberapa menit hingga gejala psoriasis mereda.

4. Menjaga kesehatan kulit

perawatan kulit wajah setelah melahirkan

Tidak hanya untuk mengatasi penyakit kulit, petai cina juga dapat memperkaya nutrisi guna menjaga kulit tetap terhidrasi dan elastis.

Kandungan saponin dalam petai cina yang dapat menstimulasi produksi kolagen ini sangat baik untuk kesehatan kulit.

Kolagen dapat membantu menjaga elastisitas kulit sehingga mencegah kulit menjadi cepat kering dan kusam.

Selain itu, kolagen mampu menghambat perkembangan garis-garis halus atau keriput pada kulit.

Anda bisa mendapat manfaat atau khasiat petai cinta untuk kulit secara maksimal dengan menggunakan produk perawatan kulit yang menggunakan ekstrak daun tanaman ini.

5. Mengatasi diabetes

Gejala pradiabetes

Petai cina memiliki potensi untuk mencegah maupun mengatasi penyakit diabetes.

Hal ini diketahui dari suatu penelitian pada tahun 2016 yang dipublikasikan dalam jurnal Agriculture and Natural Resource.

Penelitian ini menguji pengaruh konsumsi petai cina terhadap peningkatan kadar insulin tubuh pada tikus yang mengalami diabetes.

Pemberian petai cina secara oral (melalui mulut) selama 6 minggu dapat sedikit meningkatkan jumlah hormon insulin yang menurunkan kadar gula darah.

Menurunnya kadar gula darah pada tikus dengan diabetes ini bahkan lebih besar daripada tikus yang tidak memiliki diabetes tetapi diberikan petai cina.

Dengan begitu, hasil ini menujukkan khasiat dari petai cina yang berpotensi untuk mengatasi diabetes.

Namun, masih dibutuhkan penelitian terhadap manusia dengan skala yang lebih besar untuk memastikan efektivitas kerja tanaman ini.

Hal yang perlu diperhatikan

daun petai cina

Masih banyak yang belum mengetahui jika petai cina atau lamtoro memiliki berbagai manfaat kesehatan.

Namun, bukan berarti Anda bisa mengonsumsinya secara berlebihan dan sembarangan.

Kebanyakan khasiat dari lamtoro berasal dari ekstrak daunnya.

Sayangnya, terkadang sulit untuk mengolah sendiri daun petai cina menjadi ekstrak, terlebih pada buah petai cina juga terkandung mimosin.

Mimosin adalah asam amino bebas dengan sifat beracun yang dapat menghambat metabolisme dan menimbulkan risiko penyakit katarak bila dikonsumsi sembarangan.

Sifat racun tersebut dapat dihilangkan dengan melarutkan terlebih dulu buah petai cina dalam suatu proses kimiawi.

Selain itu, manfaat dari petai cina ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan kemanjuran dan keamanannya.

Jika Anda tertarik untuk mendapatkan khasiatnya, sebaiknya Anda tetap berkonsultasi dulu dengan ahli gizi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Chowtivannakul, P., Srichaikul, B., & Talubmook, C. (2016). Antidiabetic and antioxidant activities of seed extract from Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit. Agriculture And Natural Resources, 50(5), 357-361. https://doi.org/10.1016/j.anres.2016.06.007

Antibacterial Activity of Leucaena leucocephala Extracts on Growt…: Ingenta Connect. (2021). Retrieved 9 February 2021, from https://www.ingentaconnect.com/content/asp/asl/2017/00000023/00000012/art00136

Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda . (2021). Retrieved 9 February 2021, from http://panganku.org/id-ID/view

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal diperbarui 18/02/2021
x