home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Manfaat Mineral Kromium yang Perlu Anda Tahu

5 Manfaat Mineral Kromium yang Perlu Anda Tahu

Sebagian dari Anda mungkin tahu mineral kromium sebagai bahan kimia pada pabrik logam. Namun, tahukah Anda bahwa mineral ini juga memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan? Simak penjelasannya dalam ulasan berikut ini.

Manfaat kromium bagi kesehatan

berat badan naik lagi

Kromium adalah mineral yang ditemukan di kerak bumi, air laut, dan makanan tertentu. Jenis mineral ini terbagi menjadi dua macam, yakni trivalen (kromium 3+) dan heksavalen (kromium 6+).

Kromium pada makanan dan suplemen memiliki bentuk trivalen. Sementara itu, mineral heksavalen bersifat racun dan berasal dari polusi industri. Zat ini merupakan produk sampingan dari pembuatan baja tahan karat serta proses manufaktur lainnya.

Seperti jenis mineral lainnya, tubuh Anda membutuhkan mineral ini untuk menjalankan sejumlah fungsi. Di bawah ini beragam manfaat yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi makanan yang mengandung kromium.

1. Membantu mengendalikan diabetes

Seseorang dapat mengalami diabetes bila tubuhnya tidak merespons hormon insulin seperti seharusnya. Kondisi ini mengakibatkan gula darah naik tidak terkendali. Kromium memiliki kegunaan penting dalam mengontrol gula darah.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi suplemen kromium sebanyak 200 mikrogram per hari bisa membantu mengontrol gula darah pada pasien diabetes. Mineral ini bekerja dengan meningkatkan fungsi insulin dalam menurunkan gula darah.

Studi lainnya di AS pun mengungkapkan bahwa orang yang rutin meminum suplemen ini berisiko 27% lebih rendah untuk terkena diabetes. Pada saat yang sama, fungsi pembuluh darah pun meningkat dan kadar lemak darah tampak menurun.

2. Mengurangi rasa lapar yang berlebihan

Rasa lapar merupakan hal yang wajar. Namun, beberapa orang mungkin mengalami cepat lapar yang berlebihan sehingga perlu bantuan untuk mengatasinya. Salah satu caranya yakni dengan mengonsumsi obat atau suplemen kromium pikolinat (CrPic).

Usus manusia sebenarnya tidak bisa menyerap kromium dengan baik. Bahkan, tubuh hanya dapat menyerap mineral ini sebanyak 2,5 persen. Sebagai alternatif, produsen suplemen menggunakan jenis CrPic yang bisa diserap dengan lebih baik.

Pemberian suplemen CrPic sebanyak 1 miligram per hari ternyata dapat mengurangi rasa lapar dan perasaan ngidam pada wanita. Manfaat yang sama bahkan juga dirasakan oleh penderita depresi dan gangguan makan.

3. Membantu menurunkan berat badan

Kromium berperan dalam penguraian karbohidrat menjadi energi dan dapat memengaruhi perilaku makan seseorang. Dengan adanya dua manfaat ini, para ahli meyakini bahwa suplemen CrPic mungkin bisa membantu menurunkan berat badan.

Menurut sebuah laporan analisis di Tiongkok, pemberian suplemen CrPic selama 12 – 16 minggu membantu menurunkan berat badan orang yang mengalami kegemukan dan obesitas. Berat badan mereka rata-rata berkurang sebanyak 1,1 kilogram.

Studi lainnya pada 2013 menunjukkan hasil serupa, tapi dengan penurunan sebanyak 0,5 kilogram. Meski menjanjikan, para ahli masih perlu memastikan apakah penurunan berat badan disebabkan oleh konsumsi suplemen semata atau karena faktor lainnya.

4. Berpotensi mengurangi gejala depresi

Ada dua teori yang menjelaskan kegunaan kromium untuk mengurangi gejala depresi. Pertama, studi pada hewan menunjukkan bahwa mineral ini membuat sel lebih sensitif terhadap insulin. Hal ini membantu pengiriman triptofan ke sistem saraf pusat.

Triptofan lalu berubah menjadi serotonin yang dapat menstabilkan mood dan memunculkan rasa bahagia. Makin banyak jumlah triptofan, makin banyak pula jumlah serotonin. Rendahnya jumlah serotonin termasuk penyebab depresi.

Kedua, mineral ini bisa mendorong dan meningkatkan pelepasan norepinefrin. Zat kimia ini berperan dalam siklus tidur dan kemampuan untuk menjalani aktivitas. Kekurangan norepinefrin bisa menyebabkan lesu, masalah konsentrasi, hingga depresi.

5. Mencegah pembentukan plak pembuluh darah

Pada penelitian terhadap hewan, kekurangan kromium dapat menyebabkan kenaikan kolesterol dan meningkatkan risiko penyakit aterosklerosis. Aterosklerosis yaitu penyempitan pembuluh darah arteri akibat timbunan plak kolesterol atau zat lain.

Konsumsi makanan atau suplemen yang mengandung kromium mungkin dapat mencegah pembentukan plak kolesterol. Namun, para ahli belum dapat memastikannya karena penelitian yang membahas manfaat kromium ini menunjukkan hasil beragam.

Anda boleh mengonsumsi makanan sumber kromium untuk mendapatkan manfaatnya. Namun, jangan lupa mengimbanginya dengan gaya hidup dan pola makan yang sehat. Ini merupakan cara ampuh untuk melindungi kesehatan sistem peredaran darah.

Kromium merupakan mineral penting dengan banyak kegunaan. Anda bisa memenuhi kebutuhan zat gizi ini dengan makan makanan yang bervariasi. Apabila Anda merasa memerlukan suplemen, pastikan Anda telah berkonsultasi kepada dokter.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Chromium: The forgotten mineral. (2007). Retrieved 23 March 2021, from https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/chromium-the-forgotten-mineral

Norepinephrine. (2019). Retrieved 23 March 2021, fromhttps://www.hormone.org/your-health-and-hormones/glands-and-hormones-a-to-z/hormones/norepinephrine

Suksomboon, N., Poolsup, N., & Yuwanakorn, A. (2014). Systematic review and meta-analysis of the efficacy and safety of chromium supplementation in diabetes. Journal of clinical pharmacy and therapeutics, 39(3), 292–306. https://doi.org/10.1111/jcpt.12147

McIver, D. J., Grizales, A. M., Brownstein, J. S., & Goldfine, A. B. (2015). Risk of Type 2 Diabetes Is Lower in US Adults Taking Chromium-Containing Supplements. The Journal of nutrition, 145(12), 2675–2682. https://doi.org/10.3945/jn.115.214569

Onakpoya, I., Posadzki, P., & Ernst, E. (2013). Chromium supplementation in overweight and obesity: a systematic review and meta-analysis of randomized clinical trials. Obesity reviews : an official journal of the International Association for the Study of Obesity, 14(6), 496–507. https://doi.org/10.1111/obr.12026

Tian, H., Guo, X., Wang, X., He, Z., Sun, R., Ge, S., & Zhang, Z. (2013). Chromium picolinate supplementation for overweight or obese adults. The Cochrane database of systematic reviews, 2013(11), CD010063. https://doi.org/10.1002/14651858.CD010063.pub2

Anton, S. D., Morrison, C. D., Cefalu, W. T., Martin, C. K., Coulon, S., Geiselman, P., Han, H., White, C. L., & Williamson, D. A. (2008). Effects of chromium picolinate on food intake and satiety. Diabetes technology & therapeutics, 10(5), 405–412. https://doi.org/10.1089/dia.2007.0292

Brownley, K., Von Holle, A., Hamer, R., La Via, M. and Bulik, C., 2013. A double-blind, randomized pilot trial of chromium picolinate for binge eating disorder: Results of the Binge Eating and Chromium (BEACh) Study. Journal of Psychosomatic Research, 75(1), pp.36-42.

Iovieno, N., Dalton, E., Fava, M. and Mischoulon, D., 2011. Second-tier natural antidepressants: Review and critique. Journal of Affective Disorders, 130(3), pp.343-357.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri pada 05/05/2021
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x