home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Manfaat Daun Pakis yang Enak Dimasak

7 Manfaat Daun Pakis yang Enak Dimasak

Daun pakis sering diolah dalam berbagai masakan. Tanaman hijau berbentuk melingkar ini ternyata memiliki segudang khasiat yang sayang dilewatkan. Lantas, apa saja manfaat dari daun pakis dan apa saja kandungan gizi di dalamnya yang bisa diperoleh?

Kandungan gizi daun pakis

Sebagai salah satu sayuran yang cukup populer di Asia, termasuk di Indonesia, daun pakis mengandung segudang nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Berikut ini daftar kandungan gizi yang dimiliki oleh daun pakis.

  • Protein: 4,5 g
  • Lemak: 0,4 g
  • Karbohidrat: 6,9 g
  • Serat: 2 g
  • Kalsium: 136 mg
  • Fosfor: 159 mg
  • Besi: 2,3 mg
  • Natrium: 20 mg
  • Kalium: 201,9 mg
  • Beta-karoten: 1,625 mcg
  • Karoten Total: 3,292 mcg
  • Retinol (Vit. A): 0 mcg
  • Thiamin (Vit. B1): 0,02 mg
  • Riboflavin (Vit. B2): 0,10 mg
  • Niasin: 0,5 mg
  • Vitamin C: 3 mg

Segudang manfaat daun pakis

fungsi otak tengah

Daun pakis (Diplazium esculentum) adalah tumbuhan berdaun hijau yang mudah dijumpai di negara Asia, seperti Indonesia dan Malaysia. Tanaman yang hidup di tepian sungai ini sering digunakan sebagai bahan olahan untuk sop dan salad.

Banyak orang yang percaya pula bahwa tanaman pakis ini memiliki segudang khasiat yang baik bagi kesehatan.

Bagaimana tidak, daun pakis kaya akan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Berikut ini beberapa manfaat daun pakis yang sayang dilewatkan.

1. Menjaga kesehatan mata

Salah satu khasiat dari daun pakis yaitu menjaga kesehatan mata. Hal ini dikarenakan daun pakis kaya akan vitamin A dan riboflavin (vitamin B2). Bahkan, olahan sayur paku ini juga membantu mencegah katarak.

Dilansir dari The U.S. National Library of Medicine, makan makanan yang kaya akan riboflavin dapat menurunkan risiko katarak. Selain itu, katarak juga bisa dicegah dengan mengonsumsi suplemen riboflavin atau niasin.

Hal ini mungkin dikarenakan riboflavin merupakan vitamin yang dibutuhkan untuk melindungi glutathione. Glutathione yaitu antioksidan yang penting di mata.

Itu sebabnya, kandungan riboflavin dalam daun pakis secara tidak langsung dapat membantu Anda menjaga kesehatan mata.

Sayuran Mana yang Lebih Sehat Dimakan Mentah, dan Mana yang Lebih Sehat Dimasak?

2. Baik untuk kesehatan otak

Selain menjaga kesehatan mata, manfaat lainnya yang diperoleh dari daun pakis yaitu baik untuk kesehatan otak. Bagaimana bisa?

Kandungan niasin dalam daun pakis ternyata diperlukan oleh otak Anda. Pasalnya, niasin merupakan bagian dari koenzim NAD dan NADP yang dibutuhkan untuk mendapatkan energi, sehingga otak berfungsi dengan baik.

Selain itu, niasin juga berpotensi menjadi pengobatan beberapa jenis skizofrenia. Hal ini dibuktikan lewat penelitian dari European review for medical and pharmacological sciences.

Para ahli pada penelitian tersebut melaporkan bahwa niasin dapat membantu memperbaiki kerusakan sel-sel otak yang terjadi akibat kekurangan niasin.

Walaupun hasilnya cukup menjanjikan, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk melihat apakan niasin merupakan faktor utama dari skizofrenia. Selain itu, para peneliti juga perlu menganalisis, apakah niasin dapat mengurangi gejala dari penyakit tersebut.

3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Tahukah Anda bahwa kandungan vitamin C dalam daun pakis bisa membantu meningkatkan sistem imun? Faktanya, vitamin C memang dapat memengaruhi kekebalan tubuh dalam berbagai cara.

Sebagai contoh, aktivitas antioksidan dalam vitamin C dapat mengurangi peradangan yang membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Khasiat daun pakis yang satu ini juga mendorong pertumbuhan limfosit.

Limfosit yaitu jenis sel kekebalan yang dapat meningkatkan antibodi yang bersirkulasi. Artinya, limfosit dapat menyerang zat asing atau berbahaya dalam darah berkat protein tersebut.

Selain daun pakis, Anda juga bisa mendapatkan sumber vitamin C lainnya dari makanan. Namun, jangan terlalu banyak konsumsi vitamin C karena tentu dapat menimbulkan efek samping yang tidak baik bagi kesehatan.

Apa Itu Antioksidan dan Kenapa Penting Bagi Tubuh Kita?

4. Mengurangi risiko penyakit jantung

Tanaman pakis juga kaya akan kalium yang dipercaya dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Kalium merupakan mineral penting untuk kesehatan tubuh dan takaran kalium yang tepat dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti:

  • tekanan darah tinggi,
  • penyakit jantung, dan
  • stroke.

Walaupun demikian, cara kerja kalium dalam mencegah penyakit jantung belum diketahui. Namun, beberapa ahli menilai ada kemungkinan kalium dapat mencegah penumpukan kalsium pada sel otot polos dalam arteri.

Kondisi ini bisa berkontribusi terhadap aterosklerosis atau pengerasan arteri. Penyakit ini merupakan masalah yang serius karena plak lemak, kolesterol, dan zat lainnya dapat menghambat aliran darah.

Maka itu kandungan kalium dalam daun pakis menjadi alasan mengapa tanaman hijau ini bermanfaat bagi kesehatan jantung.

5. Mencegah penyakit Alzheimer

Khasiat daun pakis yang juga tidak kalah menguntungkan bagi kesehatan Anda yaitu mencegah penyakit Alzheimer. Kandungan thiamin (vitamin B1) pada sayur pakis dikenal dapat memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer.

Menurut para peneliti dari Annals of the New York Academy of Sciences, ada beberapa kesamaan antara kekurangan thiamin dan Alzheimer. Pasalnya, kedua masalah ini terkait dengan masalah kognitif dan penurunan metabolisme glukosa pada otak.

Bila diobati dengan suplemen vitamin B1 sebanyak 100 miligram per hari, gejala pada pasien mungkin akan lebih ringan. Namun, penelitian seputar bagaimana mekanisme thiamin terhadap penyakit Alzheimer ini masih terus berlanjut.

6. Mencegah anemia

bahaya dan komplikasi anemia

Bila sering merasa pusing, sakit kepala, hingga mengantuk, mungkin tubuh Anda kekurangan zat besi sehingga memicu gejala anemia. Kondisi ini ternyata bisa dicegah dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, seperti daun pakis.

Hal ini dikarenakan tanaman berwarna hijau ini mengandung zat besi yang cukup tinggi. Itu sebabnya, daun pakis dinilai bermanfaat dalam memproduksi sel darah merah agar anemia tidak terjadi.

Walaupun demikian, perlu diingat bahwa tubuh tidak dapat menyerap zat besi dari sayuran secepat dari daging. Oleh karena itu, Anda perlu mengimbangi konsumsi zat besi dengan zat gizi yang dapat membantu tubuh menyerap zat besi, seperti vitamin C.

7. Meningkatkan kesehatan kulit

Bagi Anda yang ingin kulitnya tetap sehat dan tampil merona mungkin bisa mencoba sayur daun pakis. Begini, daun pakis mengandung beta-karoten yang disebut dapat membantu meningkatkan kesehatan kulit karena efek antioksidannya.

Temuan ini dilaporkan melalui penelitian dari The American Journal of Clinical Nutrition. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa mendapatkan mikronutrien antioksidan, seperti beta-karoten dapat meningkatkan perlindungan kulit terhadap sinar UV.

Paparan sinar UV yang berlebihan memang telah terbukti dapat meningkatkan risiko penyakit kulit. Itu sebabnya, konsumsi daun pakis dapat memberikan khasiat pada kesehatan dan penampilan kulit.

Meski begitu, perlindungan matahari dari beta-karoten tetap perlu dibarengi dengan penggunaan tabir surya atau sunscreen.

Ada banyak manfaat dari daun pakis yang bisa Anda peroleh karena kandungan gizinya yang dibutuhkan oleh tubuh. Perhatikan pula bagaimana cara mengolah sayuran pakis agar lebih enak disantap guna menjaga kesehatan tubuh Anda.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Riboflavin. (2020). Medline Plus. Retrieved 9 February 2021, from https://medlineplus.gov/druginfo/natural/957.html 

Daun pakis, segar. (n.d). Panganku. Retrieved 9 February 2021, from http://www.panganku.org/id-ID/view 

Xu, X. J., & Jiang, G. S. (2015). Niacin-respondent subset of schizophrenia – a therapeutic review. European review for medical and pharmacological sciences, 19(6), 988–997. Retrieved 9 February 2021. 

Carr, A. C., & Maggini, S. (2017). Vitamin C and Immune Function. Nutrients, 9(11), 1211. https://doi.org/10.3390/nu9111211. Retrieved 9 February 2021. 

Niacin – Vitamin B3. (n.d). Harvard T. H. Chan. Retrieved 9 February 2021, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/niacin-vitamin-b3/ 

Piazza, G. (2017). How too little potassium may contribute to cardiovascular disease. National Institute of Health. Retrieved 9 February 2021, from https://www.nih.gov/news-events/nih-research-matters/how-too-little-potassium-may-contribute-cardiovascular-disease 

Gibson, G. E., Hirsch, J. A., Fonzetti, P., Jordan, B. D., Cirio, R. T., & Elder, J. (2016). Vitamin B1 (thiamine) and dementia. Annals of the New York Academy of Sciences, 1367(1), 21–30. https://doi.org/10.1111/nyas.13031 

Stahl, W., & Sies, H. (2012). β-Carotene and other carotenoids in protection from sunlight. The American Journal Of Clinical Nutrition, 96(5), 1179S-1184S. https://doi.org/10.3945/ajcn.112.034819. Retrieved 9 February 2021. 

Archana, G., Pradeesh, S., Chinmayee, M., Mini, I., & Swapna, T. (2012). Diplazium esculentum: A Wild Nutrient-Rich Leafy Vegetable from Western Ghats. Prospects In Bioscience: Addressing The Issues, 293-301. https://doi.org/10.1007/978-81-322-0810-5_35. Retrieved 9 February 2021. 

Iron and Your Health. (2015). Harvard Health. Retrieved 9 February 2021, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/iron-and-your-health

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 09/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x