home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Manfaat Daun Katuk untuk Kesehatan, Termasuk untuk Ibu Menyusui

7 Manfaat Daun Katuk untuk Kesehatan, Termasuk untuk Ibu Menyusui

Di Indonesia, daun katuk biasa dikonsumsi oleh ibu menyusui. Namun, sebenarnya daun katuk bisa jadi pilihan sayur untuk variasi menu makan Anda sekeluarga di rumah. Anda bisa mengolahnya dengan cara ditumis, dicampurkan dengan telur dadar, atau dibuat sayur bening berkuah. Selain enak, daun katuk ternyata juga memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Memangnya, apa saja kandungan gizi dan manfaat daun katuk? Yuk, intip ulasan lengkapnya berikut ini.

Kandungan gizi daun katuk

resep daun katuk

Daun katuk yang memiliki nama ilmiah Sauropus androgynus adalah tanaman yang memiliki bentuk daun lonjong dengan corak keperakan di bagian tengahnya. Biasanya, orang-orang mengolah sayuran hijau ini sebagai sayur bening dengan potongan jagung manis dan wortel.

Seperti kebanyakan sayuran hijau, daun katuk juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Ini karena daun katuk kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh Anda. Dalam 100 gram daun katuk segar mengandung beragam nutrisi, di antaranya:

  • Protein: 6,4 gram.
  • Lemak: 1 gram.
  • Karbohidrat: 9.9 gram.
  • Serat: 1,5 gram.
  • Kalsium: 233 mg.
  • Fosfor: 9,8 mg.
  • Zat besi: 3,5 mg.
  • Natrium: 21 mg.
  • Kalium: 477,8 gram.
  • Tembaga: 0,30 mg.
  • Seng: 1,3 mg.
  • Beta-Karoten: 9,152 mcg.
  • Karoten Total: 10,020 mcg.
  • Riboflavin (vitamin B2): 0.31 mg.
  • Niasin (vitamin B3): 2.3 mg.
  • Vitamin C: 164 mg.

Manfaat daun katuk untuk kesehatan

Berdasarkan kandungan gizinya, mengonsumsi daun katuk dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh Anda, meliputi:

1. Memperlancar air susu ibu (ASI)

menyusui

Daun katuk adalah makanan ibu menyusui yang populer karena memiliki manfaat untuk memperlancar air susu ibu (ASI). Diketahui bahwa kandungan daun katuk bisa meningkatkan hormon yang mempengaruhi produksi ASI, yakni hormon prolaktin dan oksitosin.

Kedua hormon ini merangsang alveoli payudara untuk menyerap lebih banyak protein, gula, dan lemak dalam darah. Semua nutrisi ini nantinya digunakan untuk memproduksi ASI. Kemudian, jaringan sel yang mengelilingi alveoli akan menekan kelenjar dan mendorong ASI ke saluran yang disebut duktus.

Studi tahun 2011 pada Journal of Nutrigenetics and Nutrigenomics membuktikan kegunaan daun katuk ini. Hasilnya, menunjukkan bahwa tikus yang sedang menyusui dan diberikan esktrak daun katuk mengalami peningkatkan air susu.

2. Mengatasi sekaligus mencegah peradangan

serangan jantung

Pada daun katuk, terkandung vitamin C dan karotenoid yang bersifat antioksidan. Di samping itu, antioksidan pada daun ini juga semakin lengkap dengan adanya senyawa flavonoid, seperti apigenin, quercetin, dan luteolin.

Nah, antioksidan diketahui dapat membantu melindungi sel-sel tubuh Anda dari kerusakan dan peradangan yang disebabkan oleh radikal bebas. Paparan radikal bebas pada tubuh bisa berasal dari radiasi, asap rokok, asap kendaraan, atau dari dalam tubuh Anda sendiri ketika memecah makanan.

Peradangan merupakan respons alami tubuh akibat adanya infeksi atau cedera. Umumnya, peradangan dalam sembuh dengan sendiri. Akan tetapi, dalam jangka panjang peradangan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker.

Dengan mengonsumsi daun katuk, Anda bisa mendapat manfaat antioksidan bagi tubuh. Itu artinya, makanan ini bisa membantu mengatasi peradangan dan mencegahnya semakin bertambah parah.

Sebuah studi berbasis hewan tahun 2015 yang ditebitkan pada The Natural Products Journal menyebutkan zat antiradang pada daun katuk dapat mengurangi pembengkakan lebih cepat ketimbang obat papaverine. Pembengkakan (edema) sering kali terjadi ketika peradangan terjadi.

3. Mempercepat proses penyembuhan luka

luka lecet
Sumber: Children’s Primary Care Medical Group

Tidak hanya menangkal radikal bebas, daun katuk juga memiliki manfaat untuk mempercepat penyembuhan luka. Mengapa demikian? Vitamin C pada daun katuk membantu pembentukan kolagen, yakni protein penting pembangun kulit.

Ketika Anda terluka, bagian kulit paling luar paling sering mengalami kerusakan. Bila Anda mengonsumsi daun katuk, vitamin C dari daun ini akan dipecah tubuh dan diangkut bersama aliran darah menuju sel-sel yang membutuhkan, termasuk pada kulit yang terluka.

Kemudian, vitamin C pada kulit akan membantu perbaikan luka sehingga luka jadi lebih cepat sembuh.

4. Mencegah infeksi bakteri tertentu

mencegah infeksi jamur pencernaan

Khasiat daun katuk yang tidak boleh Anda lupakan salah satunya adalah berpotensi mencegah infeksi. Pada studi yang sama melaporkan bahwa ekstrak etanol pada daun katuk dapat menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumonia dan Staphylococcus aureus, yang bisa menyebabkan penyakit pneumonia dan bakteremia.

Kedua bakteri ini sebenarnya hidup pada usus dan hidung. Akan tetapi, jumlahnya tidak banyak sehingga tidak membahayakan tubuh. Namun, pada kondisi tertentu, pertumbuhan bakteri bisa tidak terkendali sehingga dapat menyebabkan infeksi. Mengonsumsi daun katuk mungkin bisa memberikan manfaat bagi tubuh untuk mencegah infeksi dari bakteri ini.

5. Meningkatkan sistem imun

ciri wanita berkarakter kuat

Ingin tidak gampang sakit? Jawabannya mudah, Anda perlu menjaga sistem imun tetap kuat. Nah, ini bisa Anda raih dengan mengonsumsi sayur-sayuran hijau seperti daun katuk.

Kegunaan daun katuk bagi sistem imun ini dikarenakan adanya kandungan vitamin C. Tubuh tidak memproduksi vitamin ini secara alami, sehingga Anda perlu memenuhi asupannya lewat makanan dan minuman.

Salah satu manfaat vitamin C yaitu mendukung sistem kekebalan imunitas tubuh. Jika asupan vitamin C terpenuhi, tentu sistem kekebalan tubuh bisa lebih kuat melawan infeksi dari virus, bakteri, dan parasit yang mengganggu.

6. Mencegah berat badan berlebih

diet DEBM adalah

Kelebihan berat badan (obesitas) dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit kronis. Jika Anda tidak ingin mengalami obesitas, pilihan makanan harus diperhatikan. Anda dapat memperbanyak sayuran hijau, seperti daun katuk.

Jika Anda perhatikan kandungan daun katuk, per 100 gram terdapat 1 gram lemak. Itu artinya, sayuran ini rendah kalori. Di samping itu, daun katuk juga mengandung flavonoid, serat, dan air yang bisa membantu perut Anda kenyang lebih lama. Otomatis, hal ini akan menekan keinginan Anda untuk ngemil makanan tidak sehat.

7. Menurunkan gula darah

diabetesi

Salah satu manfaat daun katuk yang sekarang masih dalam studi ilmuwan, yakni kandungan zat yang bersifat antidiabetes. Percobaan yang dilakukan pada manusia menunjukkan bahwa konsumsi daun katuk dapat menurunkan kadar gula darah. Perlu Anda ketahui bahwa kadar gula darah yang tinggi, dalam jangka panjang bisa menyebabkan diabetes.

Di samping itu, konsumsi daun katuk juga memungkinkan seseorang untuk mengendalikan berat badannya, sehingga risiko diabetes juga akan menurun.

Tips aman mengonsumsi daun katuk

sayur daun katuk
Sumber: Nakita

Meskipun manfaat daun katuk sangat melimpah, tidak berarti Anda bisa mengonsumsi daun ini semaunya. Ingat, mengonsumsi apa pun jika berlebihan bisa menimbulkan efek samping, termasuk daun katuk.

Konsumsi daun katuk berlebihan dapat menyebabkan kantuk dan sembelit. Pada kasus parah, daun ini dapat menyebabkan gagal napas akibat terjadinya bronchiolitis obliterans (peradangan pada paru), terutama jika dikonsumsi mentah-mentah. Selain itu, daun katuk yang mungkin menyebabkan keracunan logam berat. jika tumbuh di tanah yang terkontaminasi.

Jika Anda ingin menikmati daun katuk dengan aman, pastikan tanaman ini tumbuh di area tanah yang bebas kontaminasi. Kemudian, cuci dahulu daunnya sebelum mengolah dan pastikan Anda mengonsumsinya dalam kondisi matang. Tambahkan sayur warna-warni lainnya agar lebih menarik dan kaya nutrisi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Beranda. Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda. https://www.panganku.org/id-ID/view (keyword: daun katuk segar). [Accessed on February 9th, 2021]

Khoo, H., Azlan, A., & Ismaila, A. (2015). Sauropus androgynus leaves for health benefits: Hype and the science. The Natural Products Journal5(2), 115-123. https://doi.org/10.2174/221031550502150702142028 [Accessed on February 9th, 2021]

Slide show: Add antioxidants to your diet. (2019, November 23). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/multimedia/antioxidants/sls-20076428 [Accessed on February 9th, 2021]

Hobson, R. (2014). Vitamin E and wound healing: An evidence-based reviewInternational Wound Journal13(3), 331-335. https://doi.org/10.1111/iwj.12295 [Accessed on February 9th, 2021]

Bunawan, H., Bunawan, S. N., Baharum, S. N., & Noor, N. M. (2015). Sauropus androgynus (L.) Merr. Induced Bronchiolitis Obliterans: From Botanical Studies to ToxicologyEvidence-based complementary and alternative medicine : eCAM2015, 714158. https://doi.org/10.1155/2015/714158 [Accessed on February 9th, 2021]

How do fruits & veggies help you maintain a healthy weight? (2012, January 19). Have A Plant. https://fruitsandveggies.org/stories/how-do-fruits-veggies-help-you-maintain-a-healthy-weight/ [Accessed on February 9th, 2021]

How vitamin C supports a healthy immune system. Eatright.org – Academy of Nutrition and Dietetics. https://www.eatright.org/food/vitamins-and-supplements/types-of-vitamins-and-nutrients/how-vitamin-c-supports-a-healthy-immune-system [Accessed on February 9th, 2021]

Soka, S., Alam, H., Boenjamin, N., Agustina, T. W., & Suhartono, M. T. (2010). Effect of Sauropus androgynus leaf extracts on the expression of prolactin and oxytocin genes in lactating BALB/C miceJournal of Nutrigenetics and Nutrigenomics3(1), 31-36. https://doi.org/10.1159/000319710 [Accessed on February 9th, 2021]

How breast milk is made. WIC Breastfeeding. https://wicbreastfeeding.fns.usda.gov/how-breast-milk-made [Accessed on February 9th, 2021]

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 09/02/2021
x