Tekstur yang lembut ditambah dengan sirup dan santan, menjadikan minuman es cincau digemari banyak orang. Tak cuma enak, ternyata daun cincau hijau juga menyehatkan. Memang apa saja manfaat daun cincau?
Tekstur yang lembut ditambah dengan sirup dan santan, menjadikan minuman es cincau digemari banyak orang. Tak cuma enak, ternyata daun cincau hijau juga menyehatkan. Memang apa saja manfaat daun cincau?

Cincau sebenarnya adalah nama tanaman rambat yang memiliki nama ilmiah Cyclea barbata.
Masyarakat Indonesia biasanya mengolah daun tanaman ini menjadi makanan yang bentuk dan teksturnya mirip agar-agar atau jeli.
Biasanya jeli cincau disajikan sebagai minuman menyegarkan, jajanan pasar tradisional ini ditambahkan sirup, santan, susu, dan potongan buah.
Sebelum membahas khasiatnya, mari lihat kandungan gizi dari daun cincau. Per 100 gram, inilah kandungan gizi daun cincau hijau.
Selain itu, daun cincau mengandung berbagai antioksidan yang sehat bagi tubuh.
Berdasarkan kandungan zat gizinya, berikut manfaat makan cincau yang bisa Anda dapatkan.

Sebuah studi yang dipublikasikan pada Procedia Chemistry menemukan kandungan flavonoid dalam daun cincau hijau. Flavonoid merupakan antioksidan yang berpotensi meningkatkan kesehatan usus.
Dari kandungan flavonoid ini, konsumsi daun cincau hijau juga dapat meredakan diare dan meringankan gejala maag akibat tukak lambung.
Penelitian kecil terbitan Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition menemukan dalam studi awal daun cincau hijau membantu mengendalikan kadar gula darah saat dikonsumsi dengan karbohidrat kompleks.
Ini karena karbohidrat kompleks memiliki rantai gula yang panjang sehingga tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk melepasnya menjadi gula darah.
Untuk mendapatkan manfaat ini, Anda bisa makan jeli cincau dengan sumber karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, gandum, quinoa, kentang, pisang, dan apel.
Flu biasanya diikuti dengan radang tenggorokan. Kondisi ini membuat Anda tidak nyaman untuk menelan minuman atau makanan.
Nah, jeli cincau yang diolah tanpa es bisa menjadi makanan saat radang tenggorokan karena teksturnya yang lembut dan mudah ditelan.
Meski sedikit, kandungan vitamin C pada cincau membantu meningkatkan sistem imun sehingga mempercepat proses penyembuhan infeksi penyebab flu.

Vitamin A populer dengan potensinya dalam menjaga kesehatan mata. Asupan vitamin A yang cukup mendukung pembentukan air mata yang menjaga mata tetap lembap.
Mencukupi kebutuhan vitamin A tidak hanya dengan makan wortel. Anda dapat mengonsumsi daun cincau hijau untuk menambah asupan vitamin A dari makanan .
Kalsium merupakan salah satu bahan utama penyusun tulang. Namun, mineral ini tidak diproduksi sendiri oleh tubuh sehingga Anda perlu mendapatkannya dari makanan.
Bila tubuh Anda kekurangan kalsium, tubuh akan mengambil kalsium dari tulang sehingga tulang lambat-laun menjadi tipis.
Untuk menghindari hal ini, Anda dapat mengonsumsi sumber makanan berkalsium seperti susu, sayuran hijau, dan kacang-kacangan. Nah, daun cincau juga bisa menambah asupan kalsium yang dibutuhkan tubuh.
Mengutip situs Cleveland Clinic, flavonoid berperan penting dalam melawan kanker. Cara kerja antioksidan adalah meningkatkan siklus hidup sel, bahkan menghambat pertumbuhan beberapa jenis sel kanker.
Kanker terbentuk karena sel abnormal yang terus berkembang tidak terkendali dan memungkinkan tumbuhnya tumor.
Manfaat flavonoid untuk kesehatan dikaitkan dengan peningkatan fungsi otak, berkurangnya peradangan saraf, dan kelancaran aliran darah ke otak.
Sebuah studi menemukan bahwa konsumsi makanan kaya flavonoid berhubungan dengan perbaikan fungsi kognitif dan memori, terutama bagi orang dewasa.
Nah, manfaat tersebut mungkin juga bisa Anda dapatkan dari konsumsi daun cincau hijau karena mengandung flavonoid.
Flavonoid dalam daun cincau juga diketahui berpotensi untuk mengurangi tekanan darah.
Sebuah studi tahun 2021 menemukan adanya hubungan tekanan darah rendah dengan asupan makanan tinggi flavonoid, seperti apel, beri, dan pir.
Flavonoid bisa melemaskan pembuluh darah yang keras dan mencegah terbentuknya bekuan darah. Kesehatan jantung juga bisa meningkat dari pola makan tinggi flavonoid.
Ingin mendapatkan manfaat yang telah disebutkan? Perhatikan cara penyajian daun cincau hijau.
Umumnya, cincau lebih sering dijadikan sebagai minuman manis. Sesekali minum es cincau tidak masalah, tapi alangkah lebih baiknya kurangi penambahan gula, santan, atau bahan pemanis lainnya.
Jika ingin lebih sehat lagi, konsumsi jeli cincau tanpa tambahan pemanis apa pun. Rasa cincau tidak terlalu hambar dan teksturnya yang kenyal cukup menyegarkan.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Cyclea barbata (no date) NParks. Available at: https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/5/5/5585 (Accessed: 25 July 2024).
Wenda, F. (2024) RESEP Cincau Homemade Oleh Florensia wenda, Cookpad. Available at: https://cookpad.com/id/resep/17297783-cincau-homemade?ref=search&search_term=cara+membuat+cincau (Accessed: 25 July 2024).
Kusmardiyani, S., Insanu, M. and Asyhar, M.A. (2014) ‘Effect a glycosidic flavonol isolated from green grass jelly (Cyclea Barbata Miers) leaves’, Procedia Chemistry, 13, pp. 194–197. doi:10.1016/j.proche.2014.12.026.
Lim, J., Adisakwattana, S., & Henry, C. J. (2018). Effects of grass jelly on glycemic control: hydrocolloids may inhibit gut carbohydrase. Asia Pacific journal of clinical nutrition, 27(2), 336–340. https://doi.org/10.6133/apjcn.042017.16
Common cold/Sore Throat (holistic) (no date) PeaceHealth. Available at: https://www.peacehealth.org/medical-topics/id/hn-1192004 (Accessed: 25 July 2024).
Karbohidrat Komplek (no date) Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. Available at: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1742/karbohidrat-komplek (Accessed: 25 July 2024).
National Health and Medical Research Council (2021) Serve sizes, Eat For Health. Available at: https://www.eatforhealth.gov.au/food-essentials/how-much-do-we-need-each-day/serve-sizes (Accessed: 25 July 2024).
Muhammad, Fajri (2016). Potensi Cincau Hijau sebagai Pangan Fungsional untuk Kesehatan. Kajian Pustaka. Prosiding Semnas Pertanian 2016. https://digitallibrary.ump.ac.id/596/2/30.%20%20Muhammad%20Fajri.pdf. (Accessed: 25 July 2024).
Boyd, K. (2023) What is vitamin A deficiency?, American Academy of Ophthalmology. Available at: https://www.aao.org/eye-health/diseases/vitamin-deficiency (Accessed: 25 July 2024).
Godman, H. (2022) Essential nutrients your body needs for building bone, Harvard Health. Available at: https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/essential-nutrients-your-body-needs-for-building-bone (Accessed: 25 July 2024).
Jennings, A., Koch, M., Bang, C., Franke, A., Lieb, W., & Cassidy, A. (2021). Microbial Diversity and Abundance of Parabacteroides Mediate the Associations Between Higher Intake of Flavonoid-Rich Foods and Lower Blood Pressure. Hypertension (Dallas, Tex. : 1979), 78(4), 1016–1026. https://doi.org/10.1161/HYPERTENSIONAHA.121.17441
Batra, P., & Sharma, A. K. (2013). Anti-cancer potential of flavonoids: recent trends and future perspectives. 3 Biotech, 3(6), 439–459. https://doi.org/10.1007/s13205-013-0117-5
Cheatham, C. L., Nieman, D. C., Neilson, A. P., & Lila, M. A. (2022). Enhancing the Cognitive Effects of Flavonoids With Physical Activity: Is There a Case for the Gut Microbiome?. Frontiers in neuroscience, 16, 833202. https://doi.org/10.3389/fnins.2022.833202
Versi Terbaru
02/08/2024
Ditulis oleh Aprinda Puji
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala